Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PERBEDAAN PENGETAHUAN DAN SIKAP SANTRI SEBELUM DAN SESUDAH PENYULUHAN PENCEGAHAN SKABIES DI PONDOK PESANTREN HIDAYATULLAH SAMARINDA Pramesti, Nadya Ashiilah Syifa; Zubaidah, Mona; Rahma, Khairunnida
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 3 (2024): Volume 11 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v11i3.13513

Abstract

Abstrak: Perbedaan Pengetahuan dan Sikap Santri Sebelum dan Sesudah Penyuluhan Pencegahan Skabies di Pondok Pesantren Hidayatullah Samarinda. Skabies adalah penyakit infeksi kulit yang disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabiei var. hominis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengetahuan, sikap, perbedaan pengetahuan, dan perbedaan sikap santri sebelum dan sesudah penyuluhan pencegahan skabies di Pondok Pesantren Hidayatullah Samarinda. Penelitian ini menggunakan metode pra-eksperimental dengan desain one group pretest posttest. Penelitian ini dilakukan di Pondok Pesantren Hidayatullah Samarinda dengan populasi seluruh santri tingkat MTs yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian didapatkan 130 sampel. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Nilai rata-rata pengetahuan responden sebelum diberikan penyuluhan adalah 7,05 dan setelah dilakukan penyuluhan diperoleh peningkatan nilai rata-rata menjadi 9,02, uji statistik menghasilkan p-value 0,000 atau p-value < 0,05, sedangkan nilai rata-rata sikap responden sebelum diberikan penyuluhan adalah 29,95 dan setelah dilakukan penyuluhan diperoleh peningkatan nilai rata-rata menjadi 31,82, uji statistik menghasilkan p-value 0,001 atau p-value < 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara pengetahuan dan sikap sebelum dan sesudah penyuluhan tentang pencegahan skabies di Pondok Pesantren Hidayatullah Samarinda.
EDUKASI KECEPATAN REAKSI SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN RESPON GERAK MOTORIK Krisdiana Cahyaningrum, Gyta; Dwi Cahya, Wahyuni; Kusumawati Rahayu, Hanis; Rahma, Khairunnida
Jurnal Akselerasi Merdeka Belajar dalam Pengabdian Orientasi Masyarakat (AMPOEN): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2 No 1 (2024): APRIL-JULI
Publisher : UNIVERSITAS SERAMBI MEKKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/ampoen.v2i1.1661

Abstract

Tujuan kegiatan pengabdian ini untuk meningkatkan pengetahuan teori dan praktik secara langsung terkait peran kecepatan reaksi sebagai upaya peningkatan respon gerak motorik. Metode pengabdian yang digunakan dalam kegiatan ini terdiri dari observasi, persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Edukasi disampaikan melalui gambar yang ditampilkan pada media power point dengan menyampaikan pola latihan peregangan dalam permainan yang diterapkan dengan saling berinteraksi antar siswa, serta melibatkan peran guru agar bisa menerapkan latihan peregangan dan permainan yang dijadwalkan secara terstruktur agar peserta didik terlatih dalam mengikuti simulasi latihan respon kecepatan reaksi sehingga membantu dalam melatih responsibilitas fungsional gerak. Nilai rata-rata kecepatan reaksi siswa-siswi SDN 003 Samarinda pada hand touch reaction test sebesar 1,38 detik.  Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa edukasi kecepatan reaksi sebagai upaya peningkatan respon gerak motorik yang diterapkan melalui latihan peregangan dan permainan dapat membantu meningkatkan respon kecepatan reaksi yang dapat mendukung fungsional gerak peserta didik
PERTUMBUHAN BIOFILM ESCHERICHIA COLI PADA MEDIA TRYPTIC SOY BROTH Rahma, Khairunnida; Warella, Juen Carla
Scientica: Jurnal Ilmiah Sains dan Teknologi Vol. 2 No. 4 (2024): Scientica: Jurnal Ilmiah Sains dan Teknologi
Publisher : Komunitas Menulis dan Meneliti (Kolibi)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/scientica.v2i4.1214

Abstract

Mikroorganisme mengembangkan berbagai tipe mekanisme pertahanan yang berbeda-beda. Salah satunya adalah pembentukan biofilm. Biofilm merupakan kumpulan dari mikroorganisme terkait permukaan yang heterogen terselubuh di dalam matriks polimer yang diproduksi sendiri yang terdiri dari polisakarida, protein, dan DNA. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pertumbuhan biofilm bakteri Gram-negatif Escherichia coli pada media Tryptic Soy Broth. Metode yang digunakan adalah microtiter-plate 96 wells. Dilakukan sebanyak enam kali replikasi dan pembacaan Optical Density (OD) menggunakan ELISA reader pada Panjang gelombang 570 nm. Hasil penelitian didapatkan rerata OD 2,810 dengan standar deviasi 0,402. Sehingga dapat ditarik kesimpulan, Escherichia coli termasuk ke dalam kategori bakteri pembentuk biofilm yang kuat.
PEMBIASAAN SOSIALISASI PADA ANAK SEKOLAH DASAR PASCA PANDEMI COVID-19 DALAM UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT Hanis Kusumawati Rahayu; Khairunnida Rahma; Gyta Krisdiana Cahyaningrum; Wahyuni Dwi Cahya
Jubaedah : Jurnal Pengabdian dan Edukasi Sekolah (Indonesian Journal of Community Services and School Education) Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian dan Edukasi Sekolah (Jubaedah)
Publisher : LPPM Universitas Bina Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46306/jub.v4i1.191

Abstract

The COVID-19 pandemic has changed the lifestyle of the community as a whole, including children at the elementary school level. This manuscript aims to evaluate the impact of habituation of Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) on elementary school children after the COVID-19 pandemic. This study used observational methods and quantitative data analysis to identify behavioral changes and their impact on children's health
GAMBARAN HISTOLOGI USUS HALUS MENCIT (Mus musculus) JANTAN TIDAK BERHUBUNGAN DENGAN PERBEDAAN WAKTU FIKSASI MENGGUNAKAN LARUTAN NEUTRAL BUFFERED FORMALIN 10%: HISTOLOGICAL PICTURE OF THE SMALL INTESTINE OF MALE MICE (Mus musculus) IS NOT RELATED TO DIFFERENCES IN FIXATION TIME USING 10% NEUTRAL BUFFERED FORMALIN SOLUTION Hasyimi, Ryadh Kamil; Hasanah, Nurul; Rahma, Khairunnida; Irawiraman, Hadi
Jurnal Medika : Karya Ilmiah Kesehatan Vol 9 No 2 (2024): Jurnal Medika Karya Ilmiah Kesehatan
Publisher : ITKES Wiyata Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35728/jmkik.v9i2.1180

Abstract

Histotechnique is a technique to make specimens. These specimens can be used to analyze pathological conditions and changes in cells or tissues. Fixation is the most important factor that affects the histotechnique process. This study aim to determine whether there is a correlation between histological imagery of male mice (Mus musculus) intestine with different fixation times using Neutral Buffered Formalin 10% solution. The research was conducted using the true experimental method on 9 male adult Swiss Webster mice. The experimental design that used was 3 sample groups with 3 times replications. The used sampling technique was simple random sampling technique. The data on specimen quality obtained from the research were analyzed bivariately using the Kruskal-Wallis test. The group with the highest percentage of excellent specimen quality is the sample group fixated for 48 hours, with the percentage of 40%. The group with the highest percentage of poor specimen quality is the sample group fixed for 3 hours, with the percentage of 86.7%. The Kruskal-Wallis statistical test yielded a result of p = 0.217. Based on the findings, it can be inferred that there is no statistically significant correlation between histological characteristics of the small intestine of male mice (Mus musculus) intestine and variations in fixation duration when utilizing a 10% Neutral Buffered Formalin solution. Keywords: Fixation, Histotechnique, Intestine, Mice.
A HIGHER OVITRAP INDEX SCORE INDICATES A GREATER RISK LEVEL AND HIGHER VULNERABILITY OF THE AREA TO MOSQUITO BREEDING AND POTENTIAL DENGUE TRANSMISSION Khairunnida Rahma; Mona Zubaidah; Fitria Dewi Puspita Anggraini; Juen Carla Warella
Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 9 No 2 (2026): Jurnal Mutiara Ners
Publisher : Program Studi Ners UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jmn.v9i2.6583

Abstract

Background: Dengue fever remains a major public health problem in Indonesia, with transmission closely associated with the distribution and abundance of Aedes mosquitoes. Entomological surveillance using ovitraps is an effective method for monitoring mosquito populations and identifying areas at risk of dengue transmission. Purpose: This study aimed to identify Aedes mosquito species and assess mosquito breeding activity using the Ovitrap Index (OI) in Lempake Subdistrict, Samarinda, East Kalimantan. Methods: A descriptive entomological study was conducted using 98 ovitraps placed in indoor and outdoor environments across eight observation sites. Ovitraps were monitored for seven consecutive days, and larvae obtained from positive ovitraps were identified in the laboratory. Mosquito breeding activity was evaluated using the Ovitrap Index, while differences in larval abundance between indoor and outdoor ovitraps were analyzed using the Mann–Whitney U test. Results: A total of 22 positive ovitraps were identified, yielding 288 Aedes larvae comprising Aedes aegypti and Aedes albopictus. The overall Ovitrap Index was 24.57%, corresponding to Level 3 (Moderate Risk) according to the Food and Environmental Hygiene Department classification. RT 11 and RT 22 exhibited the highest Ovitrap Index values, indicating greater mosquito breeding activity. Although outdoor ovitraps collected more larvae than indoor ovitraps, no statistically significant difference in larval abundance was observed between the two environments (U = 28.50, p = 0.746). Conclusion: These findings indicate that both indoor and outdoor environments contribute to Aedes breeding and highlight the importance of routine ovitrap surveillance, targeted vector control, and community-based environmental management to strengthen dengue prevention in urban settings.