Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pemanfaatan Limbah Sabut Kelapa dalam Pembuatan “Kokedama” Sebagai Pengganti Pot Tanaman Hias di Dusun Borong Tarampang, Desa Bonto Bulaeng, Kec. Sinoa Tiara Safitri; Ahmad Zailan; Sulkifli Sulkifli
Madaniya Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.1089

Abstract

Kuliah kerja nyata tematik Universitas Muhammadiyah Bone menyelenggarakan program edukasi dan pembekalan di Dusun Borong Tarampang, Desa Bonto Bulaeng, Kecamatan Sinoa tentang pembuatan kokedama dengan memanfaatkan limbah sabut kelapa sebagai pengganti pot tanaman hias. Pada saat pandemi Covid-19 maraknya pecinta tanaman hias terutama pada kalangan ibu rumah tangga. Kokedama merupakan suatu teknik menanam tanaman hias dengan berbentuk bulat. Sabut kelapa berfungsi sebagai media tanam untuk menjaga kelembapan unsur tanah yang cepat kering. Tujuan dari kegiatan yang dilakukan untuk menyadarkan masyarakat pentingnya mengolah sabut kelapa yang memiliki nilai guna bagi kehidupan. Metode kegiatan ini adalah melaksanakan observasi, pengumpulan sampel, pengumpulan data, sosialisasi dan pelatihan. Adapun hasil dari kegiatan yang dilaksanakan yaitu masyarakat mampu membuat kreativitas, meningkatkan kepedulian masyarakat serta lingkungan terbebas dari limbah. Kesimpulan yaitu bertujuan untuk meningkatkan kreativitas ibu PKK dalam mengolah kokedama.
Peningkatan Efektivitas Pupuk Anorganik untuk Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Melalui Simbiosis Mikoriza Arbuskular: Enhancing the Effectiveness of Inorganic Fertilizers for the Growth and Yield of Red Onion (Allium ascalonicum L.) through Arbuscular Mycorrhizal Symbiosis Andi Bonewati; Andi Cakra Yusuf; Eka Sudartik; Sulkifli, Sulkifli
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 12 No. 3 (2024): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v12i3.4555

Abstract

Penelitian ini bertujuan meningkatkan efektivitas penggunaan pupuk anorganik dalam budidaya bawang merah (Allium ascalonicum L.) melalui simbiosis Mikoriza Arbuskula, dilakukan di Universitas Muhammadiyah Bone dari April hingga Juli 2024. Menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial, Penelitian ini mengevaluasi tiga tingkat mikoriza (0 g, 5 g, dan 10 g) dan tiga dosis pupuk anorganik (0 kg/ha, 50 kg, dan 100 kg/ha). Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat interaksi antara mikoriza dan pupuk anorganik namun secara mandiri memberikan pengaruh nyata pada masing-masing perlakuan. Pemberian mikoriza 10 g secara nyata meningkatkan berat kering tanaman sebesar 7,69% pada 21 hari setelah tanam, serta meningkatkan panjang dan berat kering tanaman dibandingkan kontrol. Pemberian pupuk anorganik dengan dosis 100% secara nyata meningkatkan jumlah umbi sebesar 12,62% dan hasil panen sebesar 65,29% dibandingkan kontrol, serta 19,73% lebih tinggi dibandingkan dosis 50%. This study aims to increase the effectiveness of inorganic fertilizer use in shallot (Allium ascalonicum L.) cultivation through Arbuscular Mycorrhiza symbiosis, conducted at Universitas Muhammadiyah Bone from April to July 2024. Using Factorial Randomized Group Design (RGD), this study evaluated three levels of mycorrhiza (0 g, 5 g, and 10 g) and three doses of inorganic fertilizer (0 kg/ha, 50 kg, and 100 kg/ha). The results showed no interaction between mycorrhiza and inorganic fertilizer but independently gave a real effect on each treatment. Application of 10 g mycorrhiza significantly increased plant dry weight by 7.69% at 21 days after planting, and increased plant length and dry weight compared to the control. The application of inorganic fertilizer at a dose of 100% significantly increased the number of tubers by 12.62% and yield by 65.29% compared to the control, and 19.73% higher than the 50% dose.
P PENINGKATAN PRODUKTIVITAS JAGUNG MELALUI PEMBERIAN EKSTRAK BONGGOL PISANG DENGAN BERBAGAI DOSIS PUPUK SP-36. Andi Cakra Yusuf; Eka Sudartik; Sulkifli Sulkifli; Suharman Suharman
Jurnal Inovasi Pendidikan dan Sains Vol 4 No 3 (2023): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jips.v4i3.1791

Abstract

The purpose of this study was to determine the increase in corn productivity through the application of banana stump extract with various doses of SP-36 fertilizer. The research was conducted in the integrated laboratory and experimental garden of Muhammadiyah Bone University, which took place in June-August 2022. This study used a divided plot design (RPT) consisting of 2 (two) treatment factors and 3 (three) replications. The first factor is Banana Bark Extract which consists of 3 levels, namely; doses of 0 ml l-1(B0), 50 ml l-1(B50) and 100 ml l-1(B100). The second factor is SP-36 fertilization which consists of 4 levels, namely SP-36 0 kg ha-1(F0 ), 50 kg ha -1 (F 50 ), 100 kg ha -1 (F 100 ) dan 150 kg ha -1 (F 150 ). Parameter yang diukur adalah tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, bobot segar total tanaman, bobot kering total tanaman. Pemberian ekstrak batang pisang yang dikombinasikan dengan pupuk fosfat mampu meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun dan luas daun tanaman. Selain itu, kadar pemupukan fosfat berpengaruh terhadap bobot segar tanaman dan bobot kering tanaman total.