Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Tingkat Kebermanfaatan Mengenal Warna Menggunakan Permainan Kertas Bergambar pada Anak Usia 4-5 Tahun Sulistyowati, Retno Wuri; Riyana, Minuk; Day, Wa Ode Siti Hamsinah
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edukatif.v6i1.6280

Abstract

Guru dalam memberikan semangat belajar selama proses pembelajaran harus inovatif dan kontektual. Tujuan penelitian mengetahui tingkat kebermanfaatan siswa usia 4-5 tahun dalam mengenal warna sebagai bagian dari tujuan pembelajaran dengan menggunakan media permainan kertas bergambar. Penelitian ini merupakan Penelitian deskriptif kuantitatif melalui daaata persentase. Jumlah subyek penelitian yang dilibatkan dalam penelitian ini terdiri dari 78 anak usia 4-5 tahun yang berada di Kabupaten Merauke. Hasil penelitian ini menyebutkan dominasi manfaat mengenal warna untuk mengembangkan kecerdasan sebesar 43,6 %, dominasi dari kebermanfaatan mengasah kemampuan mengingat sebesar 86,1% kategori tinggi, kebermanfaatan imajinatif dan artistik didominasi kategori rendah sebesar 78%, kebermanfaatan pemahaman ruang didominasi kategori sedang dan tinggi sebesar 43,6%, dominasi kebermanfaatan keterampilan kognitif sebesar sangat tinggi pada prosentase 61,5% serta kebermanfaatan mengenal warna untuk pola fikir kreatif anak didominasi kategori sangat tinggi yaitu sebesar 53,9% Kesimpulan hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa tingkat kebermanfaatan mengenal warna sebagai bagian dari tujuan pembelajaran dengan mengguakan media permainan kertas bergambar mempunyai peran yang sangat besar. Guru hendaknya inovatif dapat memaksimalkan kebermanfaatan mengenal warna dengan media lainnya.
Pelatihan Mencuci Tangan yang Baik dan Benar Diah Harmawati; Retno Wuri Sulistyowati
ALKHIDMAH: Jurnal Pengabdian dan Kemitraan Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2024): Oktober: Jurnal Pengabdian dan Kemitraan Masyarakat
Publisher : LP3M INSTITUT KH YAZID KARIMULLAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59246/alkhidmah.v2i4.1228

Abstract

The purpose of washing hands is to provide socialization to children so that children know how to wash their hands properly and correctly in children at Al Fatah Kindergarten Merauke. Children become better able to keep their hands clean. After socialization, children become adept at washing their hands properly and correctly using soap.
Hilirisasi Potensi Alam Papua Berbasis Sains: Pemberdayaan Mahasiswa sebagai Upaya Peningkatan Literasi Pangan Ardian Hangga Kelana; Titia Erika Sarlota Awom; Marice Karubaba; Yulius Deni Kurnianto; Retno Wuri Sulistyowati; Midah Nurhidayah; Widelmina Keterina Demena; August Lewaherilla; Elizabet Kafiar
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/ba-jpm.v6i2.4532

Abstract

Penelitian terdahulu menekankan pentingnya mengintegrasikan latar sosiokultural serta potensi lokal Papua pada pembelajaran sains agar lebih kontekstual dan bermakna di dalam kelas. Akan tetapi, pembelajaran sains tidak boleh berhenti pada ranah kognitif. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk memberdayakan mahasiswa dalam hilirisasi potensi alam Papua berbasis sains sebagai upaya meningkatkan literasi pangan. Mitra dalam kegiatan ini adalah mahasiswa Universitas Internasional Papua (UIP). Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan model Project-Based Learning (PjBL) yang terdiri dari tiga tahap yaitu persiapan (sosialisasi teoretis), pelaksanaan (praktik pembuatan produk), dan evaluasi. Peningkatan literasi pangan mahasiswa dari kegiatan ini diukur menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui teknik triangulasi data yang bersumber dari observasi dokumentasi, analisis finansial, dan wawancara mendalam (in-depth interview). Hasil pengabdian mengindikasikan adanya peningkatan literasi pangan mahasiswa secara signifikan yang mencakup tiga aspek yaitu literasi sains terapan (teknologi pangan), literasi keamanan pangan (food safety), dan literasi ekonomi pangan. Mahasiswa berhasil melakukan hilirisasi potensi agrikultur lokal meliputi pisang kepok, singkong, talas, dan bayam yang diolah menjadi enam varian produk kompetitif (Keripik Pisang Kepok, Keripik Singkong, Stick Singkong, Keripik Bayam, Sempol Tahu, dan Keripik Umbi Talas Saus Pedas) serta mampu membukukan keuntungan finansial dari hasil penjualan.
Komunikasi Lingkungan Interaktif melalui Pelatihan Ecobrick untuk Membangun Generasi Sekolah Peduli Sampah Midah Nurhidayah; Ardian Hangga Kelana; Sittin Masawoy; Febri Listianingrum; Pusmiati Pusmiati; Retno Wuri Sulistyowati
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/ba-jpm.v6i2.4584

Abstract

Permasalahan sampah plastik global telah merambah wilayah perbatasan negara termasuk di Kampung Skouw, Kota Jayapura. Kurangnya pemahaman tata kelola sampah anorganik di kalangan remaja menjadi pemicu utama pencemaran lingkungan sekolah. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk mengimplementasikan strategi komunikasi lingkungan interaktif melalui pelatihan pengelolaan sampah plastik menjadi ecobrick dan membangun karakter peduli lingkungan pada peserta didik SMA Negeri 6 Skouw. Metode pelaksanaan program dilakukan melalui tiga tahapan terstruktur yaitu: (1) tahap persiapan yang meliputi observasi kondisi tata kelola sampah sekolah dan perizinan; (2) tahap pelaksanaan berupa sosialisasi komunikasi lingkungan interaktif serta praktik langsung (hands-on experience) pembuatan ecobrick oleh peserta didik; dan (3) tahap evaluasi menggunakan metode triangulasi yang menggabungkan instrumen angket partisipasi, observasi motorik, serta wawancara mendalam. Hasil analisis data pre-program menunjukkan adanya action-gap, di mana 90% peserta didik belum pernah membuat ecobrick meskipun 89% telah memahami perbedaan jenis sampah secara konseptual. Pasca-pelatihan, program komunikasi lingkungan ini terbukti berhasil memberikan dampak positif yang signifikan. Hal ini ditunjukkan oleh tingginya tingkat pemahaman peserta didik dan kemudahan adopsi metode ecobrick dengan rata-rata persentase kelayakan mencapai 97,8%. Selain itu, aspek keberlanjutan perilaku menunjukkan hasil rata-rata 93,3% peserta didik berkomitmen untuk mengaplikasikan keterampilan ini dalam kehidupan sehari-hari serta merasa puas terhadap kegiatan PkM yang telah dilakukan. Hasil wawancara mengonfirmasi kesiapan sekolah untuk mengintegrasikan pelatihan membuat ecobrick ini ke dalam agenda kokurikuler sebagai bagian dari proyek berkelanjutan.
The Influence of Principal Leadership on the Satisfaction with Early Childhood Education Services Quality Citra Aulia Uzliva; Hilmi Qosim Mubah; Ach. Baidowi; Retno Wuri Sulistyowati; Diah Harmawati
Al Tahdzib: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 4 No. 2 (2025): Al Tahdzib: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Publisher : STAI Publisistik Thawalib Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54150/altahdzib.v4i2.689

Abstract

The interactions among teachers, facilities, leadership, and administrative systems influence the quality of educational services. A holistic approach is necessary to understand how morale, cooperation, professional practices, and facility management improve the effectiveness of early childhood education services. This study aims to analyze the effect of school principal leadership on the quality of Early Childhood Education services. The research used a quantitative correlational method with questionnaires administered to 35 respondents. Data were analyzed using SmartPLS through validity, reliability, and t-statistics tests to ensure the instruments' accuracy and the significance of variable relationships. The research findings revealed that school principal leadership (SPL) had a positive and significant impact on service quality (SQ), with an Original Sample of 0.791, a T-statistic of 17.960, and a P-value of 0.000. This indicates that morale, cooperation, active and professional learning, as well as the utilization and maintenance of equipment, play a significant role in creating quality administrative services and optimizing the use of school facilities. In conclusion, SPL significantly influences SQ, suggesting that morale, cooperation, professional learning, leadership, and the use of facilities are crucial in improving administrative service quality and overall school effectiveness.
Collaborative Leadership Strategies to Prevent Crabs in A Barrel Syndrome in Early Childhood Education Institutions Mega Suteki; Retno Wuri Sulistyowati; Diah Harmawati; Wahyudin Wahyudin; Antonius Along
Al Tahdzib: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 4 No. 2 (2025): Al Tahdzib: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Publisher : STAI Publisistik Thawalib Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54150/altahdzib.v4i2.713

Abstract

The "Crabs in a Barrel Syndrome" (CBS), a behaviour characterised by undermining peers to maintain one’s own position, can hinder collaboration and innovation in Early Childhood Education (ECE) institutions. This study aims to examine how CBS manifests in the workplace culture of ECE teachers and to explore collaborative leadership strategies to mitigate such behaviours. Using a qualitative case study approach, data were collected through in-depth interviews, participant observation, and documentation involving 9 participants across three ECE centres in Merauke, Indonesia. Thematic analysis was conducted using Braun and Clarke’s six-step framework. The findings reveal that CBS manifests as fear of dominance, resistance to change, and avoidance of open collaboration. However, interventions such as weekly reflection forums, collective appreciation systems, and participatory leadership proved effective in fostering trust, enhancing team cohesion, and nurturing a more constructive work environment. This study concludes that organisational designs that promote psychological safety and transparent communication are essential in countering harmful competitive cultures. Theoretically, the research contributes to the understanding of micro-organisational dynamics in educational settings, while practically, it offers concrete recommendations for ECE administrators to cultivate inclusive and collaborative workplaces.
GASTOMER MENINGKATKAN PEREKONOMIAN MASYARAKAT LOKAL PAPUA Retno Wuri Sulistyowati; Adi Sumarsono; Diah Harmawati; Mega Suteki; Ni Luh Putu Nita Yulianti
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i1.10186

Abstract

Buti Village, located on Arafura Street, Merauke Regency, South Papua Province, is home to Indigenous Papuans (OAP) from the Marind Tribe whose livelihoods are closely connected to traditional fishing activities. The village is endowed with local fishery resources, particularly gastor fish (Channa striata), which has the potential to be further developed into value-added products to support community-based economic activities. Strengthening the capacity of local communities through skills development and entrepreneurship support is therefore considered an important step in optimizing this local potential. This community service activity was designed to support community empowerment through entrepreneurship training and hands-on assistance in processing gastor fish into marketable products. The activities were carried out through several stages, including mapping local potential, technical training on fish processing, assistance in packaging and branding, and basic marketing guidance. The program resulted in the development of five gastor-based products marketed under the GASTOMER brand, including fish crackers, nuggets, shredded fish (abon), gastor chili sauce, and organic fertilizer derived from fish waste. Beyond product development, the program also contributed to improving practical skills, encouraging community participation in small-scale entrepreneurship, and supporting local economic initiatives based on available resources. Overall, the activity highlights the importance of community-based empowerment programs as a practical approach to strengthening local capacities and supporting sustainable economic development in Buti Village. ABSTRAK Kampung Buti di Jalan Arafura, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan merupakan kampung yang mayoritas dihuni oleh Orang Asli Papua (OAP) dari Suku Marind dengan mata pencaharian utama di sektor perikanan. Kampung ini memiliki potensi sumber daya ikan gastor (Channa striata) yang cukup melimpah dan berpeluang untuk dikembangkan menjadi produk olahan bernilai ekonomi. Namun, pemanfaatan potensi tersebut masih memerlukan penguatan melalui peningkatan keterampilan pengolahan, manajemen usaha, dan inovasi produk. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat melalui pelatihan kewirausahaan dan pendampingan pengolahan ikan gastor menjadi produk UMKM. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui tahapan identifikasi potensi, pelatihan produksi, pendampingan pengemasan dan pelabelan, serta penguatan strategi pemasaran produk. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat mampu menghasilkan lima produk olahan ikan gastor dengan merek GASTOMER yaitu kerupuk, nugget, abon, sambal ikan gastor, dan pupuk organik berbahan limbah ikan yang memiliki nilai ekonomis. Kegiatan ini juga meningkatkan keterampilan masyarakat dalam pengolahan produk, menumbuhkan semangat kewirausahaan, serta membuka peluang pengembangan ekonomi keluarga berbasis potensi lokal. Dengan demikian, program ini menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat berbasis sumber daya lokal dapat menjadi strategi yang efektif dalam mendorong kemandirian ekonomi dan penguatan kapasitas masyarakat Kampung Buti.