Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

EDUKASI DECLUTTERING DENGAN METODE KONMARI PADA IBU-IBU PKK JATINANGOR (ANALISIS SITUASIONAL DAN RENCANA SOLUSI) Handayani, Vincentia Tri; hasanah, ferli; Saefullah, Nurul Hikmayaty
Midang Vol 2, No 3 (2024): Midang: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Oktober 2024
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/midang.v2i3.58122

Abstract

Artikel ini membincangkan analisis situsional metode berbenah KonMari yang disarankan oleh Marie Kondo, pakar decluttering dari Jepang, kepada para ibu rumah tangga di wilayah Jatinangor Kabupaten Sumedang. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini bertujuan untuk menyebarluaskan pengetahuan tentang pola hidup rapi dan sehat, sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pengurangan barang yang tidak diperlukan. Peserta diajak untuk memahami bahwa hidup teratur bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga berkontribusi pada pengurangan sampah yang berdampak positif bagi lingkungan. Prinsip ini sejalan dengan gerakan minim sampah, di mana setiap keputusan untuk menyimpan atau membuang barang didasarkan pada kesadaran akan keberlanjutan dan tanggung jawab terhadap kelestarian alam. Kegiatan PKM dilakukan dalam tiga tahap, yaitu tahap per-siapan, tahap penyelenggaraan, dan tahap evaluasi dan pelaporan. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini direncanakan untuk dilaksanakan pada awal tahun 2025. Hasil kajian sementara menunjukkan bahwa metode KonMari dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga dengan menciptakan lingkungan rumah yang lebih rapi dan mengurangi stres akibat kekacauan. Metode ini juga membantu memperkuat hubungan keluarga dan mendorong gaya hidup yang lebih sederhana dan efisien.
Public Speaking Melalui Diplomasi Kesantunan Berbahasa Di Balatkop Pemprov Jawa Barat Amalia, Rosaria Mita; Citraresmana, Elvi; Saefullah, Nurul Hikmayaty
Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara Vol 3 No 1 (2019): Volume 3 Nomor 1 Tahun 2019
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.108 KB) | DOI: 10.29407/ja.v3i1.12599

Abstract

Many cooperation partners of the provincial government of West Java come from other countries that have different cultures with Indonesian or Sundanese. Language skills in the sphere of diplomacy associated with language politeness are needed here in order to make the goal of negotiation achieved and provide benefits to the people of West Java. Community Service Activities is conducted in public speaking training activities. This research uses a pragmatic approach. The theories used are a Pragmatic theory by Levinson (1983) and Speech situation theory by Leech (1993). This research applies a qualitative descriptive method in the social field especially language, communication, and international relations. The purpose of this activity is to provide knowledge and insight for the staff of the Bureau of Domestic and International Cooperation in West Java and also to improve their communication ability. The implementation of this activity received a positive response from the participants. They feel that this activity is very useful and provide insight and skills to speak more in public. This is very crucial for the lecturer and business agent in the Agency for Cooperatives and Entrepreneurship Training (Balatkop) of West Java Province. In addition, the benefit of conducting this Community Service Activity is useful scientific empowerment for the community as well as the existence of article regarding this activity thus it becomes more extensive.
DARI LERENG KE PELUANG : MEMBANGUN FONDASI PARIWISATA BERKELANJUTAN MELALUI PEMBERDAYAAN KOMUNITAS DI DESA JATIROKE Januarsyah, Gilang; Handayani, Vincentia Tri; Wardiani, Sri Rijati; Saefullah, Nurul Hikmayaty; Finalia, Cicu
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 1 (2026): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v9i1.64840

Abstract

Community-based tourism development is a key strategy in promoting sustainable development while enhancing the welfare of rural communities. This program analyzes and facilitates the implementation of community-based tourism initiatives in Jatiroke Village, located in Jatinangor District, Sumedang Regency, which is currently developing the Teras Gunung Geulis nature tourism area. Despite its unique landscape and cultural potential, the village faces several challenges, such as limited promotion, low human resource capacity, and the absence of an integrated management system. The approach employed is a dual strategy consisting of benchmarking with Nglanggeran Tourism Village, a recipient of the UNWTO Best Tourism Village 2021 award, and needs-based training covering sustainable tourism management, digital marketing, attraction diversification, and tourism literacy enhancement. The program has led to growing enthusiasm, awareness, and participation among local residents in initiating tourism management based on local potential. This collaborative learning process also sparked innovative ideas aligned with Jatiroke’s sociocultural characteristics. The synergy between residents, academics, and village authorities provides a promising foundation for developing a sustainable tourism model. This community service activity contributes conceptually to the achievement of the Sustainable Development Goals (SDGs), particularly in poverty alleviation and the provision of decent work through human empowerment.Pembangunan pariwisata berbasis komunitas lokal merupakan strategi penting dalam mendorong pembangunan berkelanjutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan. Program ini menganalisis dan memfasilitasi inisiatif pengembangan desa wisata berbasis masyarakat di Desa Jatiroke, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, yang tengah mengembangkan kawasan wisata alam Teras Gunung Geulis. Meskipun memiliki potensi lanskap dan budaya yang khas, desa ini menghadapi berbagai tantangan seperti terbatasnya promosi, rendahnya kapasitas sumber daya manusia, dan belum terbangunnya sistem pengelolaan terpadu. Pendekatan yang digunakan adalah dual-strategy yang terdiri dari benchmarking ke Desa Wisata Nglanggeran, pemenang UNWTO Best Tourism Village 2021, dengan pelatihan berbasis kebutuhan lokal mencakup pengelolaan pariwisata berkelanjutan, pemasaran digital, diversifikasi atraksi wisata, serta penguatan literasi pariwisata. Hasil kegiatan menunjukkan tumbuhnya antusiasme, kesadaran, dan partisipasi masyarakat dalam memulai langkah-langkah pengelolaan wisata berbasis potensi lokal. Proses pembelajaran bersama ini juga memicu munculnya gagasan-gagasan inovatif yang sesuai dengan karakteristik sosio kultural Jatiroke. Kolaborasi antara warga, akademisi, dan pemerintah desa menjadi fondasi awal yang menjanjikan untuk pengembangan model wisata berkelanjutan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini memberikan kontribusi konseptual terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam pengentasan kemiskinan dan penyediaan pekerjaan layak melalui pemberdayaan manusia.
Attitudinal Meaning in Kevin Carter’s Suicide Note Eva Tuckyta Sari Sujatna; Meita Lukitawati Sujatna; Kasno Pamungkas; Nurul Hikmayaty Saefullah
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 13, No 2 (2024): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v13i2.7248

Abstract

This study explicates attitudinal meaning in a suicide note based on Systemic Functional Linguistic approach. This research aims to figure out the attitudinal meaning including affect, judgment, and appreciation in Kevin Carter’s suicide note. Kevin Carter was a photojournalist from South Africa who won a Pulitzer Prize in 1993 for a vulture patiently observing a little girl who collapsed in the forefront of hunger photograph who committed suicide in 33 years old. The method applied in this research is a qualitative research method. The data were taken from Kevin Carter’s suicide note, then they were classified based on the three types of attitude elements. The present writers draw the result of the three attitudinal meaning elements, firstly the affects (feeling) found in the Kevin Carter’s suicide note showed the emotions that deal with the negative feelings. Secondly, the judgment or ethics relate to attitude toward habit and behaviour delivered in the Kevin Carter’s suicide note deals with condemn as the negative moral. The last, the appreciation connects to aesthetics which involves the evaluation indicated in the Kevin Carter’s suicide note relates to the reaction which has a process type (affection) as an interpersonal. AbstrakPenelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan makna sikap di dalam sebuah catatan bunuh diri berdasarkan pendekatan Linguistik Sistemik Fungsional. Tujuan penelitian ini menggambarkan makna sikap yang meliputi afeksi, penilaian, dan apresiasi di dalam catatan bunuh diri Kevin Carter. Kevin Carter adalah seorang wartawan foto dari Afrika Selatan yang mendapat Pulitzer Prize pada tahun 1993 mengenai foto seekor burung nasar yang sedang mengamati seorang gadis kecil yang jatuh pingsan di depannya karena kelaparan yang bunuh diri pada usia 33 tahun. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode riset kualitatif. Data yang digunakan berasal dari catatan bunuh diri Kevin Carter, kemudian data tersebut diklasifikasi berdasarkan tiga elemen utama makna sikap. Para peneliti mendeskripsikan hasil penelitian, pertama, afeksi yang berhubungan dengan perasaan yang ditemukan di dalam catatan bunuh diri Kevin Carter menunjukkan emosi yang berhubungan perasaan yang bersifat negatif. Kedua, penilaian atau etika berhubungan dengan sikap mengenai kebiasaan dan perilaku yang terdapat di dalam catatan bunuh diri Kevin Carter berhubungan dengan kutukan (celaan) yang bersifat negatif. Ketiga, apresiasi berhubungan dengan estetika yang melibatkan evaluasi yang ditunjukkan di dalam catatan bunuh diri Kevin Carter yang berhubungan dengan reaksi yang ditunjukan oleh tipe proses (afeksi) sebagai interpersonal.
Pemanfaatan Sistem Appraisal sebagai Evaluasi terhadap Geowisata di Gunung Batur Bali dalam Travel Blog Prancis Nurul Hikmayaty Saefullah; Eva Tuckyta Sari Sujatna; Nany Ismail; Rohaidah Haron
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 11, No 2 (2022): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v11i2.2325

Abstract

In Systemic Functional Linguistics (SFL), the evaluation has the term appraisal, which is an approach to investigate, to describe, and to explain how language is used to evaluate an object being discussed in context (Martin & White, 2005). The purpose in this paper is to evaluate tourism object, Mount Batur Geopark in Bali, written by a French tourist in a travel blog that is published online, using the appraisal system. The writing in the travel blog uses spoken language that is characterized by a non-standard French structure, use of verbal communication terms, and icons that describe the expression of the author. The research method used in this library research in general is an analytical method with the process of collecting data through the observation method and analyzed by the referential equivalent method. The findings of this study in general can be said that the French tourist appreciate the natural beauty that exists in the tourist sites of Mount Batur. It can be said that the three subsystems of attitude (affect, appreciation, and judgment) as subsystems of the appraisal appear in the data. AbstrakDi dalam Linguistik Sistemik Fungsional (LSF), evaluasi memiliki istilah appraisal, yakni satu pendekatan untuk menyelidiki, mendeskripsikan, dan menjelaskan bagaimana bahasa digunakan untuk mengevaluasi suatu objek yang dibicarakan di dalam konteks (Martin & White, 2005). Tulisan ini bertujuan mengevaluasi objek wisata berupa Taman Bumi Gunung Batur di Bali yang dituliskan oleh seorang wisatawan berkebangsaan Prancis di dalam travel blog yang dipublikasikan secara daring, melalui sistem appraisal. Tulisannya menggunakan bahasa lisan yang ditandai dengan struktur bahasa Prancis yang tidak baku, penggunaan istilah-istilah komunikasi lisan, dan ikon-ikon yang menggambarkan ekspresi penulis. Metode penelitian yang digunakan secara umum adalah metode analitis dengan proses pengumpulan data melalui metode observasi dan dianalisis dengan metode padan referensial. Temuan dari penelitian ini secara umum dapat dikatakan bahwa wisatawan Prancis mengapresiasi keindahan alam yang ada di lokasi wisata Gunung Batur. Dapat dikatakan bahwa ketiga subsistem dari attitude (affect, appreciation, dan judgment) sebagai subsistem dari appraisal muncul di dalam data.