Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

RIVER LAND USE FOR CULINARY TOURISM IN UMBUL SITINGGIL: MASLAHAH MURSALAH PERSPECTIVE Yazid, Afthon; Majid, Nur Kholis; Huda, Nurul; Wakhid, Ikhsan Rahmat
Tadayun: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Program Studi Hukum Ekonomi Syariah, Fakultas Syariah, Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24239/tadayun.v6i1.434

Abstract

Penelitian ini mengkaji pemanfaatan lahan di sepanjang aliran sungai Umbul Sitinggil oleh pemilik warung makan sebagai area wisata kuliner. Dalam praktiknya, pemilik warung menata meja dan kursi di bawah aliran sungai untuk memberikan pengalaman unik bagi pengunjung. Namun, kegiatan ini menimbulkan sejumlah permasalahan, seperti ketiadaan izin resmi, terganggunya aktivitas masyarakat sekitar, peningkatan pembuangan sampah sembarangan oleh pengunjung, menurunnya populasi ikan dan udang, serta kerusakan pada susunan bebatuan sungai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis praktik pemanfaatan lahan sungai sebagai tempat wisata kuliner dan mengkaji kesesuaiannya dari perspektif maṣlaḥah mursalah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif lapangan dengan teknik observasi dan dokumentasi di kawasan wisata kuliner terkait. Wawancara dilakukan dengan berbagai pihak, termasuk warga setempat, pemilik warung, pemerintah desa, ketua RT, dan petugas parkir, guna mendapatkan informasi yang komprehensif. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan pendekatan Miles dan Huberman, yang mencakup tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa izin operasional warung makan di lokasi tersebut sebagian besar bersifat informal dan hanya diberikan secara lisan oleh warga, ketua RT, pemerintah desa, dan pihak kecamatan. Salah satu warung makan telah memperoleh legalitas melalui Perizinan Berusaha Berbasis Risiko menggunakan sistem OSS, dengan Pernyataan Kesanggupan Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan Hidup yang disahkan oleh Menteri Investasi. Dari perspektif maṣlaḥah mursalah, praktik wisata kuliner ini dapat dikategorikan sebagai maṣlaḥah hājiyyāt karena memberikan manfaat signifikan, terutama dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat dan mempermudah pemenuhan kebutuhan ekonomi warga.
Pancasila sebagai Landasan Etika Politik: Tantangan dan Peluang di Era Globalisasi Majid, Nur Kholis
Action Research Literate Vol. 8 No. 3 (2024): Action Research Literate
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/arl.v8i3.315

Abstract

Dalam menghadapi dinamika politik kontemporer, relevansi dan kekuatan Pancasila sebagai landasan etika politik seringkali dipertanyakan. Globalisasi, pluralitas ideologi, perkembangan teknologi informasi, serta tantangan internal seperti korupsi, intoleransi, dan polarisasi politik, semuanya memunculkan kompleksitas tersendiri dalam mempertahankan dan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam praktik politik sehari-hari. Tujuan penelitin ini adalah: 1) mengetahui relevansi Pancasila sebagai landasan etika politik di era globalisasi, 2) mengetahui tantangan Pancasila sebagai landasan etika politik di era globalisasi, 3) mengetahui peluang Pancasila sebagai landasan etika politik di era globalisasi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan yang melibatkan analisis dan sintesis terhadap teks, artikel, buku, dan literatur lain yang relevan dengan topik penelitian. Hasil yang dicapai dalam penelitian ini adalah: 1) Pancasila sangat relevan sebagai landasan etika politik di Indonesia, 2) tantangan Pancasila sebagai landasan etika politik ini antara lain: politik uang dan korupsi, fanatisme terhadap agama, suku, dan ras, penyebaran hoaks dan disinformasi, penegakan hukum yang lemah dan tidak konsisten, dan pengaruh budaya asing yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, 3) peluang Pancasila sebagai landasan etika politik antara lain: membangun politik yang bermoral dan berkeadilan, memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa, meningkatkan kualitas demokrasi, menjadi landasan untuk membangun ketahanan nasional, dan menciptakan masyarakat yang sejahtera dan berkeadilan
DINAMIKA POLITIK IDENTITAS DI INDONESIA DALAM PERSPEKTIF PANCASILA Nur Kholis Majid
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 3 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Maret
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/v3i3.1636

Abstract

Munculnya politik identitas di Indonesia merupakan sebuah keniscayaan, mengingat bangsa Indonesia memiliki keanekaragaman suku, agama, dan budaya. Namun politik identitas ini perlu dikelola dengan baik karena politik identitas dapat berdampak pada polarisasi politik yang berpotensi memecah belah persatuan. Penelitian ini bertujuan mengkaji perkembangan politik identitas, mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan politik identitas, dan mengetahui cara mengimplementasikan Pancasila untuk mengelola politik identitas di Indonesia. Penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian ini adalah perkembangan politik identitas di Indonesia sejak masa penjajahan (pra kemerdekaan) hingga masa pasca reformasi mengalami pasang surut. Politik identitas muncul berbasiskan kedaerahan, ideologi, suku, agama, ras, dan antar golongan. Politik identitas di Indonesia dipengaruhi oleh sejumlah faktor antara lain (1) keanekaragaman suku, agama, dan budaya, (2) kebijakan otonomi daerah, dan (3) kemajuan teknologi informasi dan komunikasi. Cara mengimplementasikan Pancasila untuk mengelola politik identitas adalah dengan cara menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari dan melakukan penegakan hukum terhadap praktek politik identitas yang melanggar hukum.
Pembubaran Ormas Anti Pancasila: Kajian Konstitusional, Pembatasan HAM dan Negara Hukum Majid, Nur Kholis
Jurnal Kajian Hukum dan Pendidikan Kewarganegaraan Vol. 2 No. 1 (2025): Oktober - Desember
Publisher : GLOBAL SCIENTS PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The dissolution of Social Organizations (Ormas) considered to be in conflict with Pancasila has gained renewed momentum following the issuance of Perppu Number 2 of 2017, which was subsequently enacted into Law Number 16 of 2017. These regulatory changes eliminate judicial mechanisms and grant the government direct authority to revoke the legal entity status or registered certificate of social organizations. This article aims to analyze the legal framework, dissolution mechanisms, and their implications for citizens' constitutional rights and the rule of law. This research uses a normative legal research method with a statutory approach and a conceptual approach. The research findings indicate that the shift in the dissolution mechanism of social organizations from a judicial model to an administrative one poses three main problems: a weakening of the principle of due process of law, the potential for excessive restrictions on freedom of association, and the absence of standard parameters regarding the phrase "contrary to Pancasila." This article attempts to complement previous studies by offering an analysis based on the human rights limitation test (three-part test) and international standards for the dissolution of associations.
Pergeseran Kompetensi Yurisdiksi antara Pengadilan Agama dan Pengadilan Negeri: Kajian Sosiologi dan Pluralisme Hukum Muttaqin, Ahmad Arif Khoirul; Majid, Nur Kholis
JURNAL PENELITIAN SERAMBI HUKUM Vol 19 No 01 (2026): Jurnal Penelitian Serambi Hukum Vol 19 No 01 Tahun 2026
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Islam Batik Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59582/sh.v19i01.1475

Abstract

Abstract The jurisdictional competition between the Religious Court and the District Court in sharia economic cases reflects the dynamics of legal pluralism and social change in Indonesia. The duality of norms in regulations, particularly the absolute authority of the Religious Court on the one hand and the opportunity for choice of forum on the other, has led to structural competition between the two judicial institutions in claiming authority over sharia economic disputes. This article analyzes this phenomenon through a legal-normative and sociological approach to explain how the two formal legal systems compete for legitimacy and public trust. The results of the study show that jurisdictional competition is not only caused by regulatory disharmony, but also by the social dynamics of Muslim communities who have different preferences regarding dispute resolution forums. Ultimately, this competition was resolved normatively through a constitutional affirmation that strengthened the position of the Religious Court as the primary authority in sharia economic disputes, while also illustrating the direction of Indonesia's legal pluralism toward a more integrative pattern. Keywords: Religious Court, District Court, Jurisdictional Competition, Legal Pluralism, Sociology of Law.
Pemberdayaan Santri melalui Pelatihan Kaligrafi dan Pemasaran Kreatif di Pesantren: Membangun Ekonomi Digital Berbasis Budaya Islam Zaini Miftah; Ahmad Muthi'Uddin; Nur Kholis Majid
Jurnal Ilmiah Pengabdian dan Inovasi Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Pengabdian dan Inovasi
Publisher : Insan Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57248/jilpi.v4i2.750

Abstract

This community service activity aims to empower students at the Al-Fattah Islamic Boarding School in Lamongan through Arabic calligraphy training combined with creative marketing practices. This initiative is designed to improve the students' artistic skills and entrepreneurial awareness. The methods used include determining the goals and objectives of the extension, preparing training materials, implementing the training, evaluating and providing feedback, and providing ongoing mentoring. The results of this activity have a positive impact on improving the quality of work, understanding marketing, and the students' enthusiasm in developing calligraphy-based businesses. In addition, this program also contributes to building self-confidence, creativity, and economic independence within the Islamic boarding school environment, as a step towards the sustainability of the creative industry based on religious values.
Peningkatan Kesadaran Masyarakat Sekolah melalui Edukasi Anti Perundungan dan Kekerasan Seksual di Sekolah SMK Muhammadiyah 04 Boyolali: Penelitian Ramdhani, Muhammad; Adani, Muhammad Reza; Majid, Nur Kholis; Saputra, Muhammad Reyza Daffi Reo
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.4700

Abstract

Bullying and sexual violence in school environments remain critical issues that directly affect students’ mental health, learning comfort, and character development. The lack of students’ understanding regarding the forms, impacts, and reporting mechanisms of such violence increases the risk of its occurrence. This study aims to enhance school community awareness through educational programs on anti-bullying and sexual violence at SMK Muhammadiyah 04 Boyolali. The method used is a participatory counseling approach through lectures, interactive discussions, and case studies involving students and educators. The results show a significant improvement in students’ understanding of bullying behaviors, types of sexual violence, and the importance of reporting and maintaining mutual safety. The educational program also increased students’ confidence to speak up, creating a safer and more comfortable school environment. In conclusion, anti-bullying and sexual violence education is proven effective as a preventive effort to build collective awareness within the school community.
Pelatihan Guru Sekolah Dasar dalam Menyusun Bahan Ajar Digital Interaktif Terintegrasi AI Berbasis Kearifan Lokal Mardiana, Wiwik; Afkar, Taswirul; Sukmaningtyas, Yanuarini Nur; Anggraini, Andri Yulia; Yanuar, Rizky; Majid, Nur Kholis
Educate: Journal of Community Service in Education Vol 5 No 2 (2025): December
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagian besar pendidik sekolah dasar masih menghadapi hambatan dalam literasi digital dan penerapan alat-alat berbasis Artificial Intelligence (AI). Inisiatif kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di SDN Mojosari untuk membekali dan membimbing guru dalam pembuatan materi pembelajaran digital interaktif yang terintegrasi dengan AI dan diperkaya dengan kebijaksanaan budaya lokal. Pelatihan mencakup pengenalan teknik prompt engineering AI, integrasi nilai-nilai budaya ke dalam desain pembelajaran, dan penggunaan platform Book Creator untuk pengembangan konten digital multimodal dan interaktif. Hasil menunjukkan bahwa 100% peserta berhasil menghasilkan bahan ajar interaktif yang terintegrasi dengan AI dan mengandung unsur kebijaksanaan lokal. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan sistematis, bimbingan berkelanjutan, dan pendekatan yang relevan secara kontekstual secara signifikan meningkatkan kemampuan, kreativitas, dan kepercayaan diri pendidik dalam memanfaatkan AI untuk menciptakan sumber daya digital yang responsif secara budaya. Kata Kunci: Artificial Intelligence, Bahan ajar digital interaktif, Book creator, Kearifan lokal, Kegiatan pengabdian kepada masyarakat