Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Journal of Food Safety and Processing Technology

Ekstraksi Pigmen Betasianin Menggunakan Teknologi Pulsed Electric Fields (PEF) : Review Nurbaya, Syarifa Ramadhani; Budiandari, Rahmah Utami; Hudi, Lukman; Azara, Rima
Journal of Food Safety and Processing Technology (JFSPT) Vol. 1 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/jfspt.v1i2.7034

Abstract

PEF (Pulsed Electric Fields) adalah proses non termal yang melibatkan penggunaan pulse pendek (µs-ms) dengan voltase tinggi pada material yang diletakkan di antara dua elektroda. PEF dapat digunakan untuk proses ekstraksi. Hal ini dikarenakan PEF menyebabkan elektroporasi membran sel. Mekanisme elektroporasi yang disebabkan oleh PEF mekanismenya terbagi menjadi tiga fase, yaitu fase 1 (inisiasi pembentukan pori-pori dan destabilisasi sementara struktur membrane), fase 2 (pori-pori mengembang dan teragregasi), dan fase 3 (tahap final elektroporasi). Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa PEF dapat digunakan untuk ekstraksi pigmen betanin dengan kekuatan medan Listrik antara 1-20 kV/cm.
Pengaruh PenambahanTepung Daun Kelor (Moringa oleifera) Terhadap Tingkat Kesukaan Panelis Terhadap Cookies Sorgum budiandari, rahmah utami; azara, Rima
Journal of Food Safety and Processing Technology (JFSPT) Vol. 3 No. 1 (2025): Oktober 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/jfspt.v3i1.9591

Abstract

Sorgum merupakan salah satu komoditas pangan lokal Indonesia, dengan berbagai kandungan yakni karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral. Tepung sorgum memiliki banyak kelebihan dibandingkan tepung terigu. Kelor menjadi salah satu tumbuhan superfood yang kaya manfaat bagi tubuh, pada penelitian ini menggunakan bahan baku utama tepung sorgum dengan penambahan tepung daun kelor. Tujuan penelitian ini yakni untuk mengatahui pengaruh penambahan konsentrasi tepung kelor terhadap tingkat kesukaan panelis. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) satu faktor, yaitu perbedaan konsentrasi tepung kelor yang ditambahkan K0 (kontrol), K1 (kelor 2%), K2 (kelor 4%), K3 (kelor 6%), K4 (kelor 8%), K5 (kelor 10%), dan K6 (kelor 12%). Penelitian dilakukan dengan uji organoleptik hedonic, data yang diperoleh dilakukan uji friedman. Berdasakan hasil kesukaan panelis pada penambahan 2 % tepung kelor diperoleh nilai rerata organoleptik warna 3,60, rasa 3,90, aroma 3,46, dan tekstur 4,20