Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Gambaran Sikap Gen Z terhadap Perilaku Homoseksual Di Kota Makassar Widya Bugis; Sitti Syawaliah Gismin; Sri Hayati
Jurnal Psikologi Karakter Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Psikologi Karakter, Juni 2026
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/pc0p2m78

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran sikap Generasi Z terhadap perilaku homoseksual di Kota Makassar ditinjau dari tiga komponen sikap, yaitu kognitif, afektif, dan konatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian berjumlah 252 responden yang merupakan individu Gen Z berusia 12–26 tahun dan berdomisili di Kota Makassar. Pengumpulan data dilakukan menggunakan Skala Sikap terhadap Homoseksual yang dikembangkan oleh Hanif Syafei (2017) berdasarkan teori Azwar (2022), terdiri dari 36 item dengan model skala Likert empat poin. Analisis data dilakukan secara deskriptif menggunakan IBM SPSS Statistics 29.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap Gen Z terhadap perilaku homoseksual berada pada kategori sedang dengan nilai rata-rata (mean) sebesar 81,96. Sebanyak 68% responden memiliki sikap pada kategori sedang, 17% berada pada kategori rendah, dan 14% pada kategori tinggi. Berdasarkan aspek kognitif, mayoritas Gen Z memiliki pandangan yang cenderung menolak perilaku homoseksual; pada aspek afektif, mayoritas menunjukkan ambivalensi emosional antara rasa tidak suka dan keinginan untuk memahami; sedangkan pada aspek konatif, sebagian besar menunjukkan kecenderungan netral dalam tindakan terhadap individu homoseksual. Analisis berdasarkan demografi menunjukkan bahwa perempuan lebih menerima dibanding laki-laki, kelompok usia 12–18 tahun lebih terbuka dibanding usia 19–26 tahun, serta pelajar lebih menunjukkan penerimaan dibanding mahasiswa dan pekerja.
Seberapa Percaya Anda Pada ChatGPT: Uji Mediasi Pada Pengaruh Need of Achievement Terhadap Perilaku Pengguna ChatGPT Andi Fathul Permana Permana; Patmawaty Taibe; Sri Hayati
Jurnal Psikologi Karakter Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Psikologi Karakter, Juni 2026
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/1g2kx464

Abstract

Penggunaan kecerdasan buatan, khususnya ChatGPT, semakin pesat di pendidikan tinggi. Survei global menunjukkan mayoritas mahasiswa memanfaatkannya untuk menulis esai, mencari referensi, dan diskusi akademik. Di Indonesia, data Snapcart–GoodStats (2025) mencatat lebih dari 70% responden menggunakan ChatGPT, menjadikannya AI paling dominan. Meski memberi kemudahan, ChatGPT juga menimbulkan kekhawatiran terkait penurunan berpikir kritis, plagiarisme, dan ketergantungan. Kondisi ini menegaskan perlunya kajian psikologis yang menjelaskan faktor-faktor perilaku pengguna. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh need of achievement terhadap perilaku pengguna ChatGPT dengan kepercayaan sebagai mediator. Metode kuantitatif digunakan dengan kuesioner pada 393 mahasiswa aktif di Kota Makassar, dianalisis melalui JASP dan SPSS 22. Hasil menunjukkan mayoritas responden berada pada kategori sedang untuk semua variabel. Selain itu, kepercayaan terbukti memediasi pengaruh need of achievement dengan perilaku pengguna ChatGPT, meski hanya sebagai partial mediation, sehingga faktor lain di luar kepercayaan masih berperan penting dalam menjelaskan perilaku penggunaan ChatGPT.  
Perbedaan Sikap terhadap Pernikahan berdasarkan Jenis Kelamin Dias Tuti Rante Tandung; Sri Hayati; Arie Gunawan Hazairin Zubair
Jurnal Psikologi Karakter Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Psikologi Karakter, Juni 2026
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/br8x7c93

Abstract

Pernikahan merupakan salah satu aspek perkembangan yang sangat penting pada fase dewasa awal.  Pada usia 20-40 tahun, individu memilih pasangan hidup, membangun keluarga, dan merawat anak. Sikap terhadap pernikahan mencerminkan pandangan, harapan, serta keinginan seseorang untuk menikah. Sikap positif ditandai dengan dukungan dan keinginan untuk menikah, sementara sikap negatif cenderung menghindari atau menunda pernikahan. Tujuan dari penelitian ini adalah menguji secara empiris adanya perbedaan sikap terhadap pernikahan antara laki-laki dan perempuan pada dewasa awal. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini adalah skala General Attitudes toward Marriage Scale (GAMS). Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 402 dimana di antaranya 201 responden dengan jenis kelamin perempuan dan 201 responden dengan jenis kelamin laki-laki, metode analisis yang di gunakan yaitu analisis deskriptif dan uji hipotesis. Penelitian menunjukkan nilai signifikansi rata-rata sebesar 0,000, yang lebih rendah dari ambang signifikansi sebesar 0,05. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan sikap terhadap pernikahan berdasarkan jenis kelamin.