Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Analisis Potensi Likuefaksi di Area Utara Semarang dengan Data N-SPT: Liquefaction Potential Analysis in North Semarang Using SPT Data Wibowo, Agung Hari
Media Ilmiah Teknik Sipil Vol. 13 No. 3 (2025): Media Ilmiah Teknik Sipil
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/mits.v13i3.9364

Abstract

Semarang is the capital of Central Java Province located on the northern side of Java Island, directly adjacent to the Java Sea. Morphologically, Semarang is divided into two parts: upper Semarang and lower Semarang. Upper Semarang has a relatively steeper slope profile, while lower Semarang has a flatter topography. In terms of geology, upper Semarang has a rock composition in the form of volcano breccia and sandstone of Quaternary age, while in the northern part the contours tend to be flatter and the rocks are composed of breccia covered by thick alluvial. Semarang is also surrounded by three active faults (Semarang Fault, Kendeng Fault, and Lasem Fault). An earthquake with a scale of M 5.6 occurred in Semarang in 1856, allegedly due to the activity of the three faults. Based on the data of the largest earthquake that ever occurred and the N-SPT and Bore Log taken at the research site, the potential for liquefaction in the area was found to be up to 20 m deep. Low potential for liquefaction is found at depths of 8 to 18 m, while for depths of 18 to 20 m the potential is very low. High potential is found at depths up to 8 m. Of the 8 meters with high potential for liquefaction, the saturated silty sand layer at a depth of 6 to 8 m is the segment with the highest potential for liquefaction.
Analisis Desain Rekonstruksi Jalan Simpang 3 Tol Pejagan - Batas Kabupaten Tegal / Brebes KM. PKL. 107+865 s/d 110+950 Prasetyo, Agus; Pradana, Jehan Adi; Apriyanto, Totok; Wibowo, Agung Hari
Jurnal Teknik Indonesia Vol 6, No 2 (2025): JTI (Jurnal Teknik Indonesia)
Publisher : Universitas Darul Ulum Islamic Centre Sudirman GUPPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61689/jti.v6i2.801

Abstract

Kondisi volume lalu lintas setiap tahunnya selalu mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Hal ini disebabkan banyaknya penggunaan pribadi dibandingkan moda transportasi umum. Namun hal ini tidak diimbangi dengan adanya peningkatan kapasitas maupun kualitas jalan raya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kondisi geometri eksisting kinerja dan kinerja lalu lintas Jalan Simpang 3 Tol Pejagan- Batas Kabupaten Tegal/Brebes, serta merencanakan perbaikan kualitas struktur perkerasan jalan raya. Pengumpulan data sekunder diperoleh dari Tim Inti Perencanaan Dan Pengawasan Teknis Jalan Dan Jembatan Provinsi Jawa Tengah dan juga pihak ketiga. Data-data yang diperoleh adalah Data Lalu Lintas Harian Tahunan (LHRT), Data Hasil penyelidikan tanah, Data Gambar Kerja. Metode yang digunakan adalah dengan menganalisis data lalu lintas eksisting dan analisis kondisi tanah dengan metode Bina Marga MDP 2024 yang kemudian dikonfirmasi dengan metode AASHTO 1993. Selanjutnya dari perhitungan tersebut didapat rekomendasi desain rekonstruksi berupa perkerasan lentur.
Perencanaan Bangunan Bawah Jembatan Gantung Untuk Pejalan Kaki Bentang 60 Meter (Studi Kasus: Jembatan Gantung Jatirunggo, Kec. Pringapus, Kab. Semarang) Heriyanto, Achmad; Apriyanto, Totok; Wibowo, Agung Hari
Jurnal Teknik Indonesia Vol 6, No 2 (2025): JTI (Jurnal Teknik Indonesia)
Publisher : Universitas Darul Ulum Islamic Centre Sudirman GUPPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61689/jti.v6i2.803

Abstract

Jembatan gantung merupakan salah satu tipe jembatan yang menggunakan kabel baja (wirerope) sebagai elemen utama pemikul beban lalu lintas dan berat sendiri. Penelitian ini berfokus pada perencanaan ulang (redesain) bangunan bawah Jembatan Gantung Jatirunggo, Kabupaten Semarang, dengan bentang utama 60 meter. Metode yang digunakan meliputi survei lapangan, pengumpulan data geoteknik, analisis pembebanan sesuai SNI 1726:2019, serta perhitungan struktur blok angkur dan pylon menggunakan bantuan perangkat lunak spreadsheet excel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain blok angkur dan kaki pylon mampu menahan kombinasi beban mati, hidup, angin, serta gempa dengan faktor keamanan yang memenuhi standar. Penurunan yang terjadi pada pylon tercatat hanya 0,867 mm dan pada blok angkur 0,475 mm, masih dalam batas aman. Kapasitas struktur meningkat hingga 150% dibanding desain awal, dengan umur layan yang lebih panjang.
Pengaruh Serbuk Kayu Jati Sebagai Substitusi Agregat Halus Campuran Beton (Studi Kasus Mutu Beton 11 MPa) Gulo, Konvensi; Wibowo, Agung Hari; Wijaya, Tenardhy Aryarama
Jurnal Teknik Indonesia Vol 6, No 2 (2025): JTI (Jurnal Teknik Indonesia)
Publisher : Universitas Darul Ulum Islamic Centre Sudirman GUPPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61689/jti.v6i2.799

Abstract

Industri konstruksi Indonesia menghadapi tantangan berkelanjutan dalam penyediaan material bangunan yang berkualitas tinggi sekaligus ramah lingkungan.Eksploitasi pasir alam yang berlebihan telah menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan, termasuk degradasi ekosistem sungai dan pantai serta kelangkaan sumber daya alam yang tidak terbarukan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan limbah serbuk kayu jati sebagai subtitusi agregat halus dalam campuran beton terhadap kuat tekan beton 0%, 5%, 7,5%, menganalisis perbandingan nilai tekan kuat beton antara beton normal dengan beton campuran dengan serbuk kayu jati sebagai subtitusi agregat halus. Penelitian dalam tugas akhir ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan metode eksperimental. Setelah tahapan pemeriksaan bahan material selesai, maka dilanjutkan dengan proses pembuatan benda uji yang menggunakan f’c rencana 16 MPa, pengujian slump, pemeliharaan selama 7,14 serta 28 hari, serta pengamatan tahap terakhir yang merupakan pengujian kekuatan tekan pada beton. Dari hasil pengujian kuat tekan konversi umur 28 hari, beton normal memiliki performa unggul dibandingkan variasi lainnya, sementara beton dengan substitusi serbuk kayu jati menunjukkan kuat tekan paling rendah. Penggunaan serbuk kayu jati sebagai pengganti agregat halus pada campuran beton menimbulkan dampak yang signifikan terhadap karakteristik kekuatan beton. Seluruh variasi substitusi yang diuji dalam penelitian ini memperlihatkan adanya penurunan kuat tekan beton, dengan persentase penurunan yang berada pada rentang 22,21% hingga 55,47%. Penggunaan serbuk kayu jati sebagai pengganti agregat halus dengan proporsi 7,5% dari total berat agregat menghasilkan nilai kuat tekan beton paling rendah dalam studi ini. Pada komposisi tersebut, terjadi penurunan kuat tekan beton yang signifikan yaitu mencapai 55,47%, di mana nilai kuat tekan hanya mencapai 6,52 MPa. Nilai ini jauh lebih rendah dibandingkan dengan kuat tekan beton konvensional yang memiliki nilai 14,64 MPa.
Klasifikasi Tanah dan Korelasi Nilai CBR Laboratorium Dengan Nilai CBR Lapangan Dari Uji DCP Tanah Subgrade Pada Proyek Rekonstruksi Ruas Jalan Mirit – Tambakmulyo, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah Fakhri, Khoirudin; Wibowo, Agung Hari
Jurnal Teknik Indonesia Vol 5, No 1 (2024): JTI (Jurnal Teknik Indonesia)
Publisher : Universitas Darul Ulum Islamic Centre Sudirman GUPPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61689/jti.v5i1.552

Abstract

Nilai California Bearing Ratio (CBR) telah menjadi standar untuk menguji kapasitas dukung tanah, utamanya tanah subgrade dalam konstruksi jalan raya. Angka CBR yang biasanya dinyatakan dalam presentase bisa didapatkan di Laboratorium (CBR Lab) maupun di Lapangan melalui uji Dynamic Cone Penetrometer. Penelitian ini mengkaji pola hubungan CBR Laboratorium dengan CBR Lapangan hasil uji DCP dari 12 sample tanah yang diperoleh di lokasi penelitian yakni Ruas Jalan Mirit – Tambakmulyo (Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah). Sample kemudian dianalisis dengan rumus matematis agar memperoleh persamaan regresi dan nilai korelasi untuk menilai hubungan antar keduanya. Sesuai dengan metode AASHTO tanah di lokasi penelitian dikategorikan dalam jenis tanah A-6 yakni tanah berlempung dengan penilaian umum sebagai tanah subgrade sedang hingga buruk. Untuk metode USCS, kategori tanah paling dominan yaitu CL yakni lempung tidak organik dengan plastisitas rendah hingga sedang, lempung berkerikil, lempung berpasir, hingga lempung berlanau. Berdasarkan hasil perhitungan regresi dan korelasi CBR Lapangan terhadap CBR Laboratorium didapat persamaan y = -0,0614x + 7,1492 dengan koefisien korelasi (r) = -0.1862. Pola korelasi yang diperoleh adalah langsung negatif lemah. Angka koefisien determinasi (R2) = 0,035 menunjukkan akurasi model regresi relatif baik. Penelitian ini memperlihatkan jika nilai CBR Lapangan tidak berpengaruh signifikan terhadap CBR Laboratorium pada lokasi penelitian.
Perencanaan Fondasi Pada Pembangunan Gedung 5 Lantai Rumah Sakit Puri Asih Salatiga Lestari, Andini Eka; Wahyuda, Rafly Nur; Apriyanto, Totok; Wibowo, Agung Hari
Jurnal Teknik Indonesia Vol 5, No 2 (2024): JTI (Jurnal Teknik Indonesia)
Publisher : Universitas Darul Ulum Islamic Centre Sudirman GUPPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61689/jti.v5i2.648

Abstract

A foundation is a part of a system of substructures that holds its own weight and the entire force load of the superstructure, then passes it on to the soil and rock layers located underneath. Foundation Planning must be done carefully to obtain the appropriate carrying capacity to support the load of the structure on it. Good Foundation Planning will avoid the collapse of the structure on top of it. Before planning the foundation, it is good to carry out a soil investigation to determine the type of foundation used, in addition to the results of the soil investigation can determine the treatment of the soil so that the carrying capacity can support the construction to be built. In the research on foundation planning for this five-storey building structure, it is known that the carrying capacity value generated from sondir data with a qc value of 150 kg/cm2 calculated using the Mayerhoff method is 28198.26 kN/m2. With a combination of serving loads, the bore pile foundation is planned with a diameter of 0.5 meters and a depth of 4 meters. For reinforcement design, a combination of ultimate loads is used. From the results of the calculation of the main reinforcement used 12 D19 and the spiral reinforcement used Ø10.
STUDI KOMPARASI KAPASITAS DUKUNG RENCANA DAN KAPASITAS DUKUNG AKTUAL FONDASI TIANG PANCANG PADA KONSTRUKSI SLAB ON PILE JALAN TOL SEMARANG – DEMAK SEKSI 2 Wibowo, Agung Hari; Sulardjaka, Sulardjaka; Silviana, Silviana
Jurnal Teknik Indonesia Vol 5, No 1 (2024): JTI (Jurnal Teknik Indonesia)
Publisher : Universitas Darul Ulum Islamic Centre Sudirman GUPPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61689/jti.v5i1.545

Abstract

Semarang - Demak Toll Road Section 2 with a length of 16.31 km crosses the North Coast of Java. The regional geological map shows that the North Coast of Java has alluvial soil layers with clay and silt characteristics. The results of soil investigations show that the depth of the soft layer reaches more than 60 m. This condition triggers construction engineering to support the Highway above it. One of the efforts to fulfill the elevation plan (finish grade) is the flyover concept with slab on pile construction. The planned traffic lane is laid on a concrete slab which is supported by piles with a diameter of 600 mm. With sufficiently deep soft soil layers, the bearing capacity of the foundation piles is borne by the frictional resistance provided by the soil along the piles. This comparative study compares the planned carrying capacity calculated by the empirical formula with the actual carrying capacity of the field as a result of the PDA Test. Calculations were made on 5 test poles for later comparisons were made with the PDA test record data. For the case of 14 days driving at the research location, the pile bearing capacity from the PDA test results is still below the design bearing capacity. The average actual carrying capacity obtained from the 5 test piles is 278 tons. This value is below the planned carrying capacity of the Shio & Fukui method of 381 tons, Meyerhoff's 355 tons, Biaud et al's 777 tons, and Luciano Decourt's 605 tons. At the age of the pile 14 days after the erection was completed, the results of the calculation of the bearing capacity of the Meyerhoff method are closest to the actual bearing capacity of the PDA test results with a ratio of 1.26. The next method is Shio & Fukui with a ratio of 1.36, Luciano Decourt (2.16), and Biaud et al (2.81). Some of the results of previous studies showed a positive correlation between the age after completion of the pile and the frictional carrying capacity. For this type of friction pile, this is of course very influential, so that it is possible that when it is realized that it is carried out with a longer service life, the actual bearing capacity obtained will increase. This requires further research to obtain a time relationship with an increase in pile bearing capacity, especially for locations that have deep soft soil layers such as in this study location.
Identifikasi Geolistrik Pada Lokasi Amblasan Jalan Gombel Lama Semarang Wibowo, Agung Hari; Saptorini, Takdir Rochjati
Jurnal Teknik Indonesia Vol 5, No 2 (2024): JTI (Jurnal Teknik Indonesia)
Publisher : Universitas Darul Ulum Islamic Centre Sudirman GUPPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61689/jti.v5i2.615

Abstract

Amblasan yang terjadi pada konstruksi jalan seringkali disebabkan oleh adanya deformasi tanah. Selain akibat perubahan komposisi pembentuknya, deformasi tanah juga disebabkan oleh gravitasi dan bidang gelincirnya. Pada umumnya bidang gelincir ditandai oleh adanya lapisan kedap di bawah lapisan permeable. Disamping posisi bidang gelincir, penyelidikan tanah yang mengalami deformasi juga meliputi karakteristik litologi dari masing-masing lapisan. Salah satu upaya untuk melakukan penyelidikan mengenai litologi lapisan tanah dan bidang gelincir dapat dilakukan dengan geolistrik. Melalui geolistrik yang dilakukan pada 4 line pengujian, didapatkan data litologi di bawah amblasan Jalan Gombel lama diantaranya adalah tanah penutup tebal 1 sampai 2 meter, pasir kerikilan tebal 1 sampai 4,4 meter, lempung tufaan tebalan mencapai 8 meter, breksi vulkanik tebal 1 sampai 11 meter, batu lempung tebal 10 hingga > 20 meter, dan batu pasir yang memiliki ketebala 4 sampai dengan 18 meter. Bidang gelincir ditemukan di atas lapisan batu lempung tufaan pada kedalaman 2 meter dan batu lempung pada kedalaman 17 meter untuk titik GL-1 dan GL-2, sedangkan pada titik GL-3 bidang gelincir terletak pada kedalaman12 dan 20 meter.
Perhitungan dan Desain Fondasi Telapak Berbasis Data Sondir Pada Rencana Pembangunan Gedung 2 Lantai Rektorat Undaris Abdullah, Abdullah; Wibowo, Agung Hari
Jurnal Teknik Indonesia Vol 5, No 2 (2024): JTI (Jurnal Teknik Indonesia)
Publisher : Universitas Darul Ulum Islamic Centre Sudirman GUPPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61689/jti.v5i2.596

Abstract

Perencanaan Fondasi dilakukan secara cermat untuk mendapatkan daya dukung yang sesuai untuk menopang beban struktur di atasnya. Perencanaan Fondasi yang baik akan menghindarkan keruntuhan struktur di atasnya. Fondasi dalam sebuah sistem struktur bertugas menyalurkan beban struktur ke tanah di bawahnya. Model fondasi telapak terpisah sangat bergantung pada luasannya dalam perhitungan tekanan sentuh di dasar fondasi. Semakin luas telapak fondasi, maka semakin kecil pula tekanan sentuh yang ditimbulkan. Besar kecilnya perancangan tekanan sentuh ini sangat dipengaruhi kemampuan tanah di bawahnya untuk mendukung struktur secara keseluruhan. Dalam penelitian tentang perancangan Fondasi untuk struktur bangunan dua lantai ini diketahui nilai daya dukung ijin dari data sondir dengan nilai qc 45 kg/cm2 menurut Schmertmann adalah 676,67 kN/m2. Nilai ini lebih kecil jika dibandingkan dengan Mayerhoff dan Herminier yang masing-masing meberikan qijin sebesar 975 dan 1000 kN/m2. Dengan kombinasi beban layan, telapak fondasi dirancang dengan dimensi 1,40 x 1,40 m sehingga menghasilkan qmax di dasar fondasi 439,297 kN/m2 yang masih di bawah qijin. Untuk perancangan tulangan, digunakan kombinasi beban ultimit. Analisa struktur yang dilakukan mendapatkan gaya reaksi tumpuan yang selanjutnya digunakan sebagai input perancangan. Dari hasil perhitungan didapatkan tulangan lentur pada arah x maupun y dengan D16-200. Tulangan susut arah x dan y dipasang D13-200, sementara untuk tulangan geser digunakan tulangan geser praktis D13-400/400.
Soil Classification and Correlation of Laboratory CBR Values with CBR Value from Subgrade DCP Test on Reconstruction Project of Mirit – Tambakmulyo Road Section, Kebumen, Central Java Wibowo, Agung Hari; Fakhri, Khoirudin
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol. 26 No. 2 (2024): Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v26i2.2590

Abstract

The California Bearing Ratio (CBR) value has become the standard for determining the bearing capacity of soil,especially subgrade, in highway construction. Usually expressed as a percentage, the CBR figure can be obtained in the laboratory (CBR Lab) or the field through the Dynamic Cone Penetrometer (DCP) test. This study examines the relationship between the Laboratory CBR and the Field CBR from the results of the DCP test on 12 soil samples obtained at the research location on the Mirit - Tambakmulyo Road Section (Kebumen Regency, Central Java). The samples were then analyzed using a mathematical formula to obtain a regression equation and correlation value. Based on the AASHTO method, the soil at the research location is classified as A-6 soil type, namely clay soil, with a general assessment of moderate to poor subgrade. For the USCS method, the most dominant soil classification is CL: non-organic clay with low to moderate plasticity, gravelly clay, sandy clay, and dusty clay. The Laboratory CBR value was obtained from 5.59% to 7.90%. Two samples have a CBR Value <6.00%, namely Sample 10 and Sample 11. Meanwhile, for the CBR value from the DCP test in the field, the CBR range is 5.11% to 12.96%. There is only one sample with a CBR Value <6.00%, namely sample 5, which has a CBR figure of 5.11%. The CBR value of 6.00% is the minimum subgrade requirement in the Manual Desain Perkerasan 2024 released by the Indonesian Directorate General of Highways. From the results of the regression calculation and correlation of Field CBR to Laboratory CBR, the equation y = -0.0614x + 7.1492 is obtained with a correlation coefficient (r) = -0.1862. The correlation pattern obtained is a weak negative direct correlation. The coefficient of determination (R2) = 0.035 indicates that the accuracy of the regression model is quite good. This study proves that the correlation between Field CBR value and Laboratory CBR is weak and not statistically significant.