Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

STUDI KOMPARATIF JENIS FONDASI YANG OPTIMAL UNTUK PERENCANAAN GEDUNG REKTORAT UNDARIS DENGAN KONDISI TANAH BERDASARKAN HASIL UJI SONDIR Muhammad Berry Tan Junior; Muh Alhadad Saputro; Totok Apriyanto; Agung Hari Wibowo
Jurnal Teknik Indonesia Vol 6, No 1 (2025): JTI (Jurnal Teknik Indonesia)
Publisher : Universitas Darul Ulum Islamic Centre Sudirman GUPPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61689/jti.v6i1.687

Abstract

Darul Ulum Islamic Centre Sudirman University is planning to add a rectorate building which is expected to support all important activities and events related to the management and development of the university. In this study, the authors identified soil types and compared soil bearing capacity and land subsidence using data from the static cone penetration test (CPT) or sondir test. From the results of the analysis of the bearing capacity and settlement, it was obtained that on a shallow foundation (footplate) with a size of 1,8 x 1,8 m, thickness (hc) 0,4 m, depth 1,5 m, with a bearing capacity of 91,585 ton and settlement of 0,07675 mm in Terzaghi method and 87,110 ton and settlement 0,07671 mm in Meyerhoff method. Meanwhile, for deep foundation (borepile) with a diameter 40 cm and a depth of 9 m, the value of single pile capacity is 25,040 ton, and of the pile group bearing capacity is 75,897 ton and the single pile settlement is 0,06874 cm the pile group settlement is 0,15371 cm in the Meyerhoff method, and for the Schmertman and Nottingham method, the single pile bearing capacity is 23,181 ton and the pile group is 70,264 ton, the single pile settlement is 0,06294 cm and the pile group is 0,14297 cm.
Klasifikasi Tanah dan Korelasi Nilai CBR Laboratorium Dengan Nilai CBR Lapangan Dari Uji DCP Tanah Subgrade Pada Proyek Rekonstruksi Ruas Jalan Mirit – Tambakmulyo, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah Khoirudin Fakhri; Agung Hari Wibowo
Jurnal Teknik Indonesia Vol 5, No 1 (2024): JTI (Jurnal Teknik Indonesia)
Publisher : Universitas Darul Ulum Islamic Centre Sudirman GUPPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61689/jti.v5i1.552

Abstract

Nilai California Bearing Ratio (CBR) telah menjadi standar untuk menguji kapasitas dukung tanah, utamanya tanah subgrade dalam konstruksi jalan raya. Angka CBR yang biasanya dinyatakan dalam presentase bisa didapatkan di Laboratorium (CBR Lab) maupun di Lapangan melalui uji Dynamic Cone Penetrometer. Penelitian ini mengkaji pola hubungan CBR Laboratorium dengan CBR Lapangan hasil uji DCP dari 12 sample tanah yang diperoleh di lokasi penelitian yakni Ruas Jalan Mirit – Tambakmulyo (Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah). Sample kemudian dianalisis dengan rumus matematis agar memperoleh persamaan regresi dan nilai korelasi untuk menilai hubungan antar keduanya. Sesuai dengan metode AASHTO tanah di lokasi penelitian dikategorikan dalam jenis tanah A-6 yakni tanah berlempung dengan penilaian umum sebagai tanah subgrade sedang hingga buruk. Untuk metode USCS, kategori tanah paling dominan yaitu CL yakni lempung tidak organik dengan plastisitas rendah hingga sedang, lempung berkerikil, lempung berpasir, hingga lempung berlanau. Berdasarkan hasil perhitungan regresi dan korelasi CBR Lapangan terhadap CBR Laboratorium didapat persamaan y = -0,0614x + 7,1492 dengan koefisien korelasi (r) = -0.1862. Pola korelasi yang diperoleh adalah langsung negatif lemah. Angka koefisien determinasi (R2) = 0,035 menunjukkan akurasi model regresi relatif baik. Penelitian ini memperlihatkan jika nilai CBR Lapangan tidak berpengaruh signifikan terhadap CBR Laboratorium pada lokasi penelitian.
Pengaruh Serbuk Kayu Jati Sebagai Substitusi Agregat Halus Campuran Beton (Studi Kasus Mutu Beton 11 MPa) Konvensi Gulo; Agung Hari Wibowo; Tenardhy Aryarama Wijaya
Jurnal Teknik Indonesia Vol 6, No 2 (2025): JTI (Jurnal Teknik Indonesia)
Publisher : Universitas Darul Ulum Islamic Centre Sudirman GUPPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61689/jti.v6i2.799

Abstract

Industri konstruksi Indonesia menghadapi tantangan berkelanjutan dalam penyediaan material bangunan yang berkualitas tinggi sekaligus ramah lingkungan.Eksploitasi pasir alam yang berlebihan telah menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan, termasuk degradasi ekosistem sungai dan pantai serta kelangkaan sumber daya alam yang tidak terbarukan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan limbah serbuk kayu jati sebagai subtitusi agregat halus dalam campuran beton terhadap kuat tekan beton 0%, 5%, 7,5%, menganalisis perbandingan nilai tekan kuat beton antara beton normal dengan beton campuran dengan serbuk kayu jati sebagai subtitusi agregat halus. Penelitian dalam tugas akhir ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan metode eksperimental. Setelah tahapan pemeriksaan bahan material selesai, maka dilanjutkan dengan proses pembuatan benda uji yang menggunakan f’c rencana 16 MPa, pengujian slump, pemeliharaan selama 7,14 serta 28 hari, serta pengamatan tahap terakhir yang merupakan pengujian kekuatan tekan pada beton. Dari hasil pengujian kuat tekan konversi umur 28 hari, beton normal memiliki performa unggul dibandingkan variasi lainnya, sementara beton dengan substitusi serbuk kayu jati menunjukkan kuat tekan paling rendah. Penggunaan serbuk kayu jati sebagai pengganti agregat halus pada campuran beton menimbulkan dampak yang signifikan terhadap karakteristik kekuatan beton. Seluruh variasi substitusi yang diuji dalam penelitian ini memperlihatkan adanya penurunan kuat tekan beton, dengan persentase penurunan yang berada pada rentang 22,21% hingga 55,47%. Penggunaan serbuk kayu jati sebagai pengganti agregat halus dengan proporsi 7,5% dari total berat agregat menghasilkan nilai kuat tekan beton paling rendah dalam studi ini. Pada komposisi tersebut, terjadi penurunan kuat tekan beton yang signifikan yaitu mencapai 55,47%, di mana nilai kuat tekan hanya mencapai 6,52 MPa. Nilai ini jauh lebih rendah dibandingkan dengan kuat tekan beton konvensional yang memiliki nilai 14,64 MPa.
Perencanaan Fondasi Pada Pembangunan Gedung 5 Lantai Rumah Sakit Puri Asih Salatiga Andini Eka Lestari; Rafly Nur Wahyuda; Totok Apriyanto; Agung Hari Wibowo
Jurnal Teknik Indonesia Vol 5, No 2 (2024): JTI (Jurnal Teknik Indonesia)
Publisher : Universitas Darul Ulum Islamic Centre Sudirman GUPPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61689/jti.v5i2.648

Abstract

A foundation is a part of a system of substructures that holds its own weight and the entire force load of the superstructure, then passes it on to the soil and rock layers located underneath. Foundation Planning must be done carefully to obtain the appropriate carrying capacity to support the load of the structure on it. Good Foundation Planning will avoid the collapse of the structure on top of it. Before planning the foundation, it is good to carry out a soil investigation to determine the type of foundation used, in addition to the results of the soil investigation can determine the treatment of the soil so that the carrying capacity can support the construction to be built. In the research on foundation planning for this five-storey building structure, it is known that the carrying capacity value generated from sondir data with a qc value of 150 kg/cm2 calculated using the Mayerhoff method is 28198.26 kN/m2. With a combination of serving loads, the bore pile foundation is planned with a diameter of 0.5 meters and a depth of 4 meters. For reinforcement design, a combination of ultimate loads is used. From the results of the calculation of the main reinforcement used 12 D19 and the spiral reinforcement used Ø10.
Analisa Model Hidrologi dan Hidrolika di Area Lereng Kritis Ruas Jalan Patikraja – Rawalo, Banyumas Ratih Pujiastuti; Tenardhy Aryarama Wijaya; Agung Hari Wibowo; Hikmah Monica; Alif Agus Tiyanto
Jurnal Teknik Indonesia Vol 7, No 1 (2026): JTI (Jurnal Teknik Indonesia)
Publisher : Universitas Darul Ulum Islamic Centre Sudirman GUPPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61689/jti.v7i1.950

Abstract

This study analyzes the hydrological and hydraulic characteristics of the Patikraja-Rawalo road section in Banyumas Regency, which is adjacent to the Serayu River and is prone to landslides. The main focus is on watershed delineation (DAS), design rainfall determination, flood discharge calculation, floodwater elevation determination, and scour depth. Using historical rainfall data and hydrological modeling (Nakayasu and HEC-HMS) and hydraulic modeling (HEC-RAS 2D), the 50-year design flood discharge is 2,217.80 m³/s and a maximum scour depth of 2.51 m. These results provide a crucial basis for designing retaining walls to ensure road stability.
STUDI KOMPARASI KAPASITAS DUKUNG RENCANA DAN KAPASITAS DUKUNG AKTUAL FONDASI TIANG PANCANG PADA KONSTRUKSI SLAB ON PILE JALAN TOL SEMARANG – DEMAK SEKSI 2 Agung Hari Wibowo; Sulardjaka Sulardjaka; Silviana Silviana
Jurnal Teknik Indonesia Vol 5, No 1 (2024): JTI (Jurnal Teknik Indonesia)
Publisher : Universitas Darul Ulum Islamic Centre Sudirman GUPPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61689/jti.v5i1.545

Abstract

Semarang - Demak Toll Road Section 2 with a length of 16.31 km crosses the North Coast of Java. The regional geological map shows that the North Coast of Java has alluvial soil layers with clay and silt characteristics. The results of soil investigations show that the depth of the soft layer reaches more than 60 m. This condition triggers construction engineering to support the Highway above it. One of the efforts to fulfill the elevation plan (finish grade) is the flyover concept with slab on pile construction. The planned traffic lane is laid on a concrete slab which is supported by piles with a diameter of 600 mm. With sufficiently deep soft soil layers, the bearing capacity of the foundation piles is borne by the frictional resistance provided by the soil along the piles. This comparative study compares the planned carrying capacity calculated by the empirical formula with the actual carrying capacity of the field as a result of the PDA Test. Calculations were made on 5 test poles for later comparisons were made with the PDA test record data. For the case of 14 days driving at the research location, the pile bearing capacity from the PDA test results is still below the design bearing capacity. The average actual carrying capacity obtained from the 5 test piles is 278 tons. This value is below the planned carrying capacity of the Shio & Fukui method of 381 tons, Meyerhoff's 355 tons, Biaud et al's 777 tons, and Luciano Decourt's 605 tons. At the age of the pile 14 days after the erection was completed, the results of the calculation of the bearing capacity of the Meyerhoff method are closest to the actual bearing capacity of the PDA test results with a ratio of 1.26. The next method is Shio & Fukui with a ratio of 1.36, Luciano Decourt (2.16), and Biaud et al (2.81). Some of the results of previous studies showed a positive correlation between the age after completion of the pile and the frictional carrying capacity. For this type of friction pile, this is of course very influential, so that it is possible that when it is realized that it is carried out with a longer service life, the actual bearing capacity obtained will increase. This requires further research to obtain a time relationship with an increase in pile bearing capacity, especially for locations that have deep soft soil layers such as in this study location.
Identifikasi Geolistrik Pada Lokasi Amblasan Jalan Gombel Lama Semarang Agung Hari Wibowo; Takdir Rochjati Saptorini
Jurnal Teknik Indonesia Vol 5, No 2 (2024): JTI (Jurnal Teknik Indonesia)
Publisher : Universitas Darul Ulum Islamic Centre Sudirman GUPPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61689/jti.v5i2.615

Abstract

Amblasan yang terjadi pada konstruksi jalan seringkali disebabkan oleh adanya deformasi tanah. Selain akibat perubahan komposisi pembentuknya, deformasi tanah juga disebabkan oleh gravitasi dan bidang gelincirnya. Pada umumnya bidang gelincir ditandai oleh adanya lapisan kedap di bawah lapisan permeable. Disamping posisi bidang gelincir, penyelidikan tanah yang mengalami deformasi juga meliputi karakteristik litologi dari masing-masing lapisan. Salah satu upaya untuk melakukan penyelidikan mengenai litologi lapisan tanah dan bidang gelincir dapat dilakukan dengan geolistrik. Melalui geolistrik yang dilakukan pada 4 line pengujian, didapatkan data litologi di bawah amblasan Jalan Gombel lama diantaranya adalah tanah penutup tebal 1 sampai 2 meter, pasir kerikilan tebal 1 sampai 4,4 meter, lempung tufaan tebalan mencapai 8 meter, breksi vulkanik tebal 1 sampai 11 meter, batu lempung tebal 10 hingga > 20 meter, dan batu pasir yang memiliki ketebala 4 sampai dengan 18 meter. Bidang gelincir ditemukan di atas lapisan batu lempung tufaan pada kedalaman 2 meter dan batu lempung pada kedalaman 17 meter untuk titik GL-1 dan GL-2, sedangkan pada titik GL-3 bidang gelincir terletak pada kedalaman12 dan 20 meter.
Pelaksanaan Pekerjaan Perkerasan Lentur pada Proyek Pelebaran Jalan di daerah Branjang-Lerep, Kabupaten Semarang Ahmat Sofyan; Agung Hari Wibowo
Jurnal Teknik Indonesia Vol 2, No 2 (2021): JEI (Jurnal Engineering Indonesia)
Publisher : Universitas Darul Ulum Islamic Centre Sudirman GUPPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61689/jti.v2i2.961

Abstract

This study analyzes the implementation of a widening project on a road section in the Branjang-Lerep area, Semarang Regency, Central Java, with a focus on the flexible pavement sub-layer. This project was carried out by a contractor under the supervision of the project implementer. The scope of work included earthworks, channels and culverts, granular pavement, and flexible pavement. The research method used field observations, literature studies, and interviews. The observations revealed significant challenges related to extreme geographical conditions (slopes, sharp bends), weather, and social aspects (heavy traffic). Although material quality control demonstrated adequate results, the implementation of Occupational Health and Safety (OHS) still needed improvement. Implemented solutions included adapting the asphalting work schedule, using heavy equipment adapted to the terrain, and partial traffic management to maintain the smooth flow of community activities. This article provides a comprehensive overview of the challenges and adaptation strategies in road infrastructure projects in areas with difficult topography and heavy traffic.
PERENCANAAN GEDUNG 4 LANTAI PONDOK PESANTREN AL-HIKMAH UNGARAN Luthfiana Vidya Pratiwi Kurniawan; Dini Anjani; Agung Hari Wibowo; Tenardhy Aryarama Wijaya
Jurnal Teknik Indonesia Vol 6, No 1 (2025): JTI (Jurnal Teknik Indonesia)
Publisher : Universitas Darul Ulum Islamic Centre Sudirman GUPPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61689/jti.v6i1.704

Abstract

Ungaran merupakan salah satu wilayah dengan dengan jumlah santri yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Untuk memenuhi kebutuhan prasarana maka perlu adanya pembangunan pondok pesantren guna menunjang kegiatan pembelajaran. Tugas akhir ini bertujuan untuk merencanakan bangunan gedung pondok pesantren 4 lantai dengan sistem rangka pemikul momen khusus (SPRMK) di wilayah Ungaran. Perencanaan gedung pondok pesantren ini mengacu pada peraturan Standar Nasional Indonesia (SNI) terbaru, yaitu SNI 1726-2019, SNI 2847-2019, SNI 1727-2020 dan SNI 8460-2017. Perencanaan gedung pondok pesantren 4 lantai ini meliputi plat, balok, kolo, sloof, dan pondasi. Lokasi gedung berada di Jalan Moh Yamin Kuncen Ungaran Timur, dengan klasifikasi situs tanah keras (SC) dengan faktor modifikasi respons (R) = 8. Menggunakan mutu beton (f’c) = 25 MPa, mutu tulangan longitudinal (fy) = 400 MPa dan tulangan geser (fyt) = 280 MPa. Hasil perencanaan diperoleh tebal pelat atap 100 mm, pelat lantai 120 mm, balok utama 400/700 mm dan 300/600 mm, balok anak 250/500 mm dan 200/400 mm, kolomberukuran 600/600 mm dan 500/500 mm. Struktur bawah menggunakan pondasi bore pile sedalam 6000 mm dengan diameter 500 mm. Alat bantu yang digunakan dalam perencanaan ini adalah SAP2000, AutoCad, Allpile, PCA Coloumn, dan Microsoft Office.
Analisis Desain Rekonstruksi Jalan Simpang 3 Tol Pejagan - Batas Kabupaten Tegal / Brebes KM. PKL. 107+865 s/d 110+950 Agus Prasetyo; Jehan Adi Pradana; Totok Apriyanto; Agung Hari Wibowo
Jurnal Teknik Indonesia Vol 6, No 2 (2025): JTI (Jurnal Teknik Indonesia)
Publisher : Universitas Darul Ulum Islamic Centre Sudirman GUPPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61689/jti.v6i2.801

Abstract

Kondisi volume lalu lintas setiap tahunnya selalu mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Hal ini disebabkan banyaknya penggunaan pribadi dibandingkan moda transportasi umum. Namun hal ini tidak diimbangi dengan adanya peningkatan kapasitas maupun kualitas jalan raya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kondisi geometri eksisting kinerja dan kinerja lalu lintas Jalan Simpang 3 Tol Pejagan- Batas Kabupaten Tegal/Brebes, serta merencanakan perbaikan kualitas struktur perkerasan jalan raya. Pengumpulan data sekunder diperoleh dari Tim Inti Perencanaan Dan Pengawasan Teknis Jalan Dan Jembatan Provinsi Jawa Tengah dan juga pihak ketiga. Data-data yang diperoleh adalah Data Lalu Lintas Harian Tahunan (LHRT), Data Hasil penyelidikan tanah, Data Gambar Kerja. Metode yang digunakan adalah dengan menganalisis data lalu lintas eksisting dan analisis kondisi tanah dengan metode Bina Marga MDP 2024 yang kemudian dikonfirmasi dengan metode AASHTO 1993. Selanjutnya dari perhitungan tersebut didapat rekomendasi desain rekonstruksi berupa perkerasan lentur.