Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Rupa

Menelusuri Estetika dalam Karakter-Karakter Joker Lingga Agung; Mohammad Isa Pramana Koesoemadinata; Patra Aditia
JURNAL RUPA Vol 5 No 1 (2020): Open Issue
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/rupa.v5i1.2929

Abstract

Budaya popular seringkali dianggap sebagai hiburan semata. Pandangan tersebut kurang tepat karena, budaya popular sebetulnya dapat membantu pemahaman kita terhadap dinamika kebudayaan menjadi lebih utuh lagi. Di dalam budaya popular terdapat relasi antar nilai yang sangat kompleks. Seperti halnya estetika. Estetika dalam konteks ini merupakan nilai, dan nilai dalam pandangan Foucault dihasilkan dari perkelidanan kekuasaan dan pengetahuan. Karakter-karakter Joker merupakan sebentuk diskursus yang dihasilkan dari perkelidanan tersebut. Dalam penelitian ini, kami menemukan bahwa karakter-karakter Joker ini merupakan sebuah diskontinuitas yang berusaha untuk menelikung diskursus yang lebih mapan. Akan tetapi dalam prosesnya selalu ‘dijegal’ oleh diskursus yang telah mapan tersebut. Dari kelima Joker yang kami telaah, adalah Joker Heath Ledger dan Joaquin Phoenix yang secara signifikan melahirkan diskontinuitas yang berpengaruh cukup signifikan.
Visualitas Mooi Indie dalam Video Klip Pop Sunda Lingga Agung; Wibisono Tegar Guna Putra; Mohammad Isa Pramana Koesoemadinata
JURNAL RUPA Vol 7 No 2 (2022): Open Issue
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/rupa.v7i2.4764

Abstract

Visualitas pemandangan alam di dalam video klip pop sunda seakan-akan menjadi pakem estetika tersendiri. Visualitas ini tidak muncul secara tiba-tiba, karena sofistikasi dan sublimasi estetika terbentuk melalui relasi antara pengetahuan dan kekuasaan. Sehingga, visualitas di dalamnya dapat dijadikan sebagai alternatif untuk melihat berbagai bagaimana dinamika yang berlangsung di dalam sebuah masyarakat. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan teori poskolonial dari Bhabha. Kami memilih 4 video klip berdasarkan tahun dan popularitasnya. Setelah itu, kami memilih scene yang berlatar alam, scene-scene ini kami deskripsikan dan interpretasikan. Hasilnya, keempat video klip yang kami analisis hanya pemandangan alam hanya digunakan semata sebagai latar—sebagai kosmetik belaka. Ditampilkan hanya untuk meromantitasi syair dan musiknya saja—walaupun tidak terlalu berkaitaan. Atas dasar inilah kami berkesimpulan bahwa keempat video klip pop sunda tersebut secara langsung atau pun tidak langsung dipengaruhi oleh mooi indie. Karena, keempatnya hanya menjadi semacam peniruan atas indahnya alam dari sudut pandang orang Barat (Kolonial). Kata Kunci: pop sunda, mooi indie, video klip.