Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

LENGTH WEIGHT RELATIONSHIP OF FRESH WATER LOBSTER (CHERAX QUADRICARINATUS) IN LAKE PANIAI, PANIAI DISTRICT Irinaty Tampubolon; Frits A. Maitindom
Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. 2 No. 8: April 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penangkapan lobster di Kabupaten Paniai, khususnya di Danau Paniai telah dilakukan dalam waktu yang lama dan kegiatan penangkapan yang dilakukan kurang menghiraukan ukuran tangkap dan musim penangkapan, jika hal ini dilakukan terus-menerus dan tidak ada kebijakan khusus dari pemerintah, dikuatirkan akan mengakibatkan kehabisan stok lobster air tawar di alam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan panjang berat dan pola pertumbuhan Cherax quadricarinatus. Metode pengambilan sampel menggunakan metode survei. Jumlah sampel yang disurvei sebanyak 200 spesimen yang telah disortir dari jenis dan ukuran. Sampel lobster air tawar yang digunakan adalah hasil tangkapan, para penangkap dari berbagai lokasi penangkapan di Danau Paniai Kampung Ibumomaida, Distrik Kebo, Kabupaten Paniai. Data panjang lobster lobster air tawar diperoleh dari pengukuran langsung dengan menggunakan alat ukur penggaris. Sedangkan data berat lobster air tawar diperoleh dari penimbangan. Kisaran panjang lobster air tawar jenis Cherax quadricarinatus berkisar antara 10 cm sampai 15 cm dengan panjang rata-rata 12,98 cm, sedangkan kisaran berat lobster air tawar antara 10,2 g sampai 57,3 g dengan berat rata-rata 26,97 g. Hasil hubungan panjang berat lobster air tawar jenis Cherax quadricarinatus didapat, yaitu W= 12,70L0,01. Pola pertumbuhan lobster air tawar menunjukkan pola allometrik negatif, dimana pertambahan panjang lebih cepat daripada pertambahan berat. Hasil pengukuran parameter kualitas air menunjukkan kondisi yang optimal bagi pertumbuhan lobster air tawar.
Mollusks attached to natural mangrove roots and silvofisheries in Nabire Papua: to what extent are they different Maitindom, Frits A; Mamangkey, Gustaf; Boneka, Farnis B. Boneka; Lasut, Markus T.; Mantiri, Rose O. S. E.; Bara, Robert. A.
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 12 No. 2 (2024): ISSUE JULY-DECEMBER 2024
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.v12i2.57758

Abstract

The research aim on natural mangrove forests and silvofishery is to determine the community structure of attached invertebrates to silvofishery and natural mangrove ecosystems. I was comparing the community structure of attached invertebrates in mangrove silvofishery and natural mangrove ecosystems. Sampling was done by dredging the mangrove root skin, the collected samples were then sieved using a sieve with a mesh size of 1.0 mm using salted water and then put into sample bottles and preserved using 70% alcohol solution, then the samples were identified in the laboratory. The chemical physical parameters at both locations are within the normal range in the development of mangrove-attaching invertebrates. The two study sites contained 4 families (Potamididae, Littorinidae, and Muricidae) 7 species of which 3 species were in natural mangroves Littoraria scabra (Linnaeus, 1758), Nerita planospira (Anton, 1838), and Terebralia palustris (Linnaeus, 1767) compared to mangroves In Silvofishery there are 4 species of Chicoreus capicinus (Lamarck, 1822), Cerithidea quadrata (G. B. Sowerby II, 1866), Nerita picea (Recluz, 1841), and Cerithidea obtuse (Lamarck, 1822). The density of the mangrove-attaching anvertebtata in the mangrove forest of Sylvofishery was the highest, namely L. scabra (0.14 ind/m2 ) and the lowest was T. palustris (0.01 ind/m 2 ) Attachment invertebrate diversity at both study sites was in a low condition, and high dominance and uniformity. Keywords: Biofouling, artificial and Silvofishery, Nabire Abstrak Tujuan dari penelitian yang dilakukan pada hutan mangrove alami dan Silvofishery adalah Mengetahui struktur komunitas moluska pada ekosistem mangrove silvofishery dan mangrove alami. Membandingkan struktur komunitas moluska pada ekosistem mangrove silvofishery dan mangrove alami. Pengambilan sampel dengan mengkeruk kulit akar mangrove, sampel yang telah terkumpul kemudian dimasukan kedalam botol sampel dan diawetkan menggunakan larutan alkohol 70%, kemudian sampel diidentifikasi di Laboratorium. Parameter fisik kimia pada kedua lokasi dapat dikatakan dalam range yang normal dalam perkembangan moluska mangrove. Kedua lokasi penelitian terdapat 4 family (Potamididae, Littorinidae, dan Muricidae) 7 spesies dimana 3 spesies pada mangrove alami (Littoraria scabra (Linnaeus, 1758), Nerita planospira (Anton, 1838), dan Terebralia palustris (Linnaeus, 1767) sedangkan pada mangrove Silvofishery terdapat 4 spesies Chicoreus capicinus (Lamarck, 1822), Cerithidea quadrata (G. B. Sowerby II, 1866), Nerita picea (Recluz, 1841), dan Cerithidea obtuse (Lamarck, 1822). Kepadatan moluska mangrove pada hutan mangrove Sylvofishery tertinggi yaitu L. scabra (0,14 ind/m2 ) dan terendah yaitu T. palustris (0,01 ind/m 2 ) Keanekaragaman moluska pada kedua lokasi penelitian barada pada kondisi rendah, dan dominansi tinggi dan seragaman. Kata kunci: Moluska, Mangrove Alami dan Silvofishery, Nabire
Pendugaan Parameter Biologi Kepiting Bakau (Scylla sp) di Muara Sungai Kalibumi Distrik Nabire Barat Kabupaten Nabire Provinsi Papua Tengah: Estimation of the Biological Parameters of Mud Crabs (Scylla sp.) in the Estuary of the Kalibumi River, West Nabire District, Nabire Regency, Central Papua Province Solissa, Margret Inggrit; Maruanaya, Yan; Maitindom, Frits Aripatra; Tampubolon, Irianty; Mistina, Rahayu Septyaning; Dharsono, Wardhana W.
Jurnal Perikanan Kamasan: Smart, Fast, & Professional Services Vol. 5 No. 2 (2025): JURNAL PERIKANAN KAMASAN
Publisher : Akademi Perikanan Kamasan Biak Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58950/jpk.v5i2.77

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji status populasi kepiting bakau (Scylla sp.) di perairan muara Sungai Kalibumi, Distrik Nabire Barat, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah. Kajian dilakukan melalui analisis distribusi frekuensi lebar karapas, parameter pertumbuhan, mortalitas, dan tingkat eksploitasi. Pengumpulan data dilakukan menggunakan pendekatan fisher-based survey, yaitu pendekatan yang melibatkan nelayan lokal dalam pengambilan data biologi perikanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai panjang asimtotik (L?) jantan dan betina sama, yaitu 162,75 mm. Namun, nilai koefisien pertumbuhan (K) berbeda, dengan jantan sebesar 1,10 dan betina 1,50, yang menunjukkan bahwa kepiting betina memiliki laju pertumbuhan lebih cepat. Umur teoritis pada panjang nol (t?) adalah -0,260 untuk jantan dan -0,421 untuk betina. Angka kematian alami (M) jantan sebesar 1,20 dan akibat penangkapan (F) sebesar 4,08, sedangkan pada betina M sebesar 1,47 dan F sebesar 5,20. Tingkat eksploitasi (E) mencapai 0,77 untuk jantan dan 0,78 untuk betina, yang mengindikasikan telah terjadi eksploitasi berlebih (overfishing). Temuan ini menekankan perlunya penerapan langkah-langkah pengelolaan, seperti pembatasan ukuran tangkap dan kuota panen, guna menjaga kelestarian populasi kepiting bakau di wilayah studi
Sosialisasi Penyuluhan Hukum Perikanan Desa Sendang Biru, Kecamatan Sumber Manjing Wetan, Malang Selatan Tampubolon, Irianty; Titaley, Yonavin; Mandiangan, Satria; Maitindom, Frits Aripatra; Solissa, Margret Inggrit
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Edisi April - Juni
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i2.5886

Abstract

pemahaman kepada masyarakat dan nelayan tentang adanya aturan penangkapan ikan Di wilayah pesisir banyak masyarakat yang berprofesi menjadi nelayan untuk memenuhi keperluan hidupnya.Akan tetapi banyak yang tidak menyadari bahwa peningkatan produksi komoditas perikanan dalam pelaksanaannya di perlukan peran pengawasan sumberdaya kelautan dan perikanan. kita ketahui bersama bahwa Indonesia dianugerahi potensi sumber daya kelautan dan perikanan yang melimpah. Hal ini menjadi salah satu keunggulan dalam pembangunan nasional untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.Namun, disadari bahwa masih terdapat kegiatan-kegiatan yang tidak taat aturan dalam memanfaatkan sumber daya tersebut. Untuk itu, pengawasan hadir dalam rangka menjamin tertib pelaksanaan peraturan perundang-undangan yang berlaku di bidang kelautan dan perikanan. Dalam hal mengawal kedaulatan pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan. Sosialisasi peraturan perikanan sangat krusial dalam memastikan kepatuhan dan keberlanjutan perikanan di Desa Sendang Biru. Peraturan yang jelas dan dipahami oleh seluruh warga desa merupakan kunci dalam menjaga kelestarian sumber daya laut yang menjadi tulang punggung perekonomian sebagian besar masyarakat Desa Sendang Biru Kecamatan Sumber Manjing Wetan. Tujuan dari melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat  Sendang Biru  Meningkatkan kesadaran hukum masyarakat, Memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang hukum, Meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memahami dan menggunakan hak-haknya, Mencegah terjadi metode yang dilakukan pada kegiatan pengabdian ini metode langsung turun di lapangan /tatap muka di lokasi sosialisasi yang berada pada Desa Sendang Biru dengan metode tatap muka langsung melibatkan interaksi  antara penyuluh dan yang disuluh, seperti diskusi, tanya jawab, atau pemaparan materi  untuk menyelesaikan rumusan masalah yang telah diidentifikasi hasil dan simpulan dari kegiatan pengabdian ini. Melalui penyuluhan ini diharapkan dapat memberikan pencerahan kepada masyarakat, memperkaya dengan informasi serta memberdayakan masyarakat dalam berbagai aktifitas perikanan. Lebih detail penyuluhan hukum perikanan mencakup untuk : Meningkatkan pemahaman masyarakat, Menjaga kelestarian, Meningkatkan kesejahteraan, Mencegah pelanggaran hukum.
Kegiatan Penanaman Mangrove Sebagai Salah Satu Upaya Pelestarian Di Pantai Waiheru, Kota Ambon, Provinsi Maluku Solissa, Margret I.; Marunaya, Yan; Tampubolon, Irianty; Mistina, Rahayu; Maitindom, Frits; Marei, Sefnat
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Edisi Januari - Maret
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i1.4655

Abstract

Mangrove merupakan habitat penting bagi organisme kelautan dan sebagai penjaga pantai dari abrasi. Salah satu daerah yang mempunyai hutan mangrove dan cukup rentan terjadinya abrasi adalah hutan mangrove Pantai Waiheru, Kota Ambon. Kegiatan ini bertujuan meninngkatkan kesadaran masyrakat setempat yang ada di kawasan mangrove tersebut kehiatan ini juga melibatkan pemerintah desa setempat dan juga pemuda-pemudi yang tergolong dalam organisasi desa, kegiatan ini berjalan dengan lancar karena partisipasi dari masyarakat setempat yang cukup tinggi. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini mayarakat serta pemerintah desa setempat dapat memahami dan mengerti serta mengambil manfaat dari kegiatan yang sudah dijalankan di Pantai Waiheru, Kota Ambon. Hubungan timbal balik yang terjadi antara hutan mangrove untuk menjaga agar vegetasi mangrove tetap dalam proposi yang seimbang mempertimbangkan begitu besarnya peran mangrove secara ekologi yaitu sebagai penyuplai nutrisi dan penahan abrasi, menyebabkan harus segera dilakukan kegiatan penanaman kembali pada habitat mangrove yang telah rusak kegiatan ini dilaksanakan dengan melibatkan dosen, mahasiswa, dan masyrakat setempat. Hasil pengabdian adalah telah tertanamanya bibit pohon mangrove di lokasi Pantai Waiheru Kota Ambon serta terjalinya kerjasama dengan masyarakat setempat untuk pemantauan pohon mangrove yang telah ditanam aspek penting lainnya yang perlu menjadi perhatian dalam pemulihan ekosistem mangrove adalah aspek kelembagaan. Pengembangan kelembagaan pada pemulihan ekosistem mangrove meliputi kelembagaan formal maupun informal pengembangan kelembagaan formal dalam hal ini adalah kelembagaan pemerintah dan instansi lain terkait. Sedangkan kelembagaan informal untuk penguatan kelembagaan masyarakat dengan tujuan terjadinya pemberdayaan masyarakat.
Karakteristik Peneluran Penyu di Kampung Makimi Nabire Papua Tengah Tampubolon, Irianty; Maitindom, Frits Aripatra; Solissa, Margret Inggrit
Jurnal Galung Tropika Vol 14 No 2 (2025)
Publisher : Fakultas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Universitas Muhammadiyah Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/jgt.v14i2.1395

Abstract

The aim of this study was to analyze the characteristics of turtle nests, environmental conditions, and turtle nesting activities. The methods used were field observation techniques and descriptive qualitative data analysis. During the 2025 nesting season (February–August), 11 nests were identified, located approximately 30 m from residential areas. These nests contained a total of 1,442 eggs, with a hatching success rate of 94%, resulting in 1,362 chicks, 53 eggs did not hatch, and 27 chicks died. Analysis of environmental factors showed that nest temperatures ranged from 27 to 31 °C, pH ranged from 5.5 to 7, and humidity levels fluctuated between 50 and 74%. The width of the beach in the intertidal zone is 50 m, with elevations ranging from 6.23 to 11.72%, while the supratidal zone presented elevations from 0.82 to 6.04%. The composition of the sediments varies in weight from 10.08 to 641 g, with fine sand being the dominant particle size (60.05%). The coastal vegetation is dominated by 6 plant species.
Sosialisasi Keberadaan Mangrove Bagi Masyarakat Kampung Boratei Distrik Teluk Kimi Kabupaten Nabire Aripatra Maitindom, Frits; Maruanaya, Yan; Tampubolon, Irianty; Marei, Sefnat
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i1.2037

Abstract

Wilayah pesisir pantai Boratei juga termasuk dengan padat permukiman dan pembangunan. Sebagian besar masyarakat Nabire pun terletak di wilayah pesisir. Sosialisasi keberadaan mangrove memiliki tujuan untuk Konservasi dan restorasi ekosistem pesisir, Mengurangi dampak perubahan iklim, Melindungi pesisir dari bencana alam, dan Pemberdayaan masyarakat. Sasaran pelaksanaan kegiatan PKM ini adalah masyarakat pesisir di Kampung Boratei Teluk Kimi Kabupaten Nabire. Waktu pelaksanaan hari Jumat 03 November 2023. Melaksanakan kegiatan sesuai dengan waktu yang sudah terjadwal dengan pemberian materi dalam bentuk penyuluhan dan diskusi. Pelaksanaan kegiatan PKM dampak tumbuhan mangrove berjalan dengan baik sehingga banyak manfaat yang didapatkan ketika masyarakat menyadari dan mengetahui dengan melestarikan mangrove dapat hidup lebih baik lagi di masa depan.
Sosialisasi Bahaya Sampah Mikroplastik Pada Ekosistem Perairan Mistina, Rahayu Septyaning; Tampubolon, Irianty; Maruanaya, Yan; Marei, Sefnat; Maitindom, Frits A.; Solissa, Margret I.
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 4 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN) Edisi September - Desembe
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i4.4093

Abstract

Sampah plastic merupakan permasalahan terbesar yang saat ini terjadi di Indonesia. Pencemaran sampah plastic sering ditemui di wilayah pesisir yang mana memliki potensi sumber daya perairan, habitat bagi sejumlah organisme yang hidup didalamnya. Aktivitas yang terjadi disuatu wilayah dapat menghasilkan banyak sampah plastic, hal ini yang akan memberikan dampak pada organisme perairan. Oleh karena itu, Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan agar masyarakat mengetahui bahaya dan dampaknya penggunaan kantong plastic terhadap ekosistem perairan laut dan mengganti kantong plastic dengan penggunaan godie bag saat berbelanja. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 21 Agustus 2024 di GKI Maranatha Malompo, Nabire dengan dibagi menjadi 2 sesi yang pertama sosialisasi bahaya sampah plastic dan sesi kedua yaitu pembagian godie bag sebagai pengganti kantong plastic. Daftar peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut berjumlah 73 orang. Kegiatan tersebut memberikan banyak pengetahuan kepada masyarakat untuk tidak lagi membuang sampah di sungai, kali maupun laut.
HUBUNGAN PANJANG BERAT DAN POLA PERTUMBUHAN BIVALVE (POLYMESODA EROSA) DI KAMPUNG MAKIMI, KABUPATEN NABIRE, PROVINSI PAPUA TENGAH Frits Aripatra Maitindom; Hendri S. Lakatompessy
Nusantara Hasana Journal Vol. 3 No. 7 (2023): Nusantara Hasana Journal, December 2023
Publisher : Yayasan Nusantara Hasana Berdikari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59003/nhj.v3i7.1114

Abstract

Utilization of bivalves by people living on the coast of Nabire Regency as a source of livelihood with economic value. There is a dependency of coastal communities on marine biota components, especially bivalves, so this research was carried out with the focus of the objective being to determine the length and weight of the bivalves caught, the relationship between the length and weight of the bivalves, and the growth patterns of the bivalves. This research was carried out from 20 to 30 April 2023 in Makimi Village, Makimi District, Nabire Regency, Central Papua Province. The number of samples was 150 specimens obtained from sampling results on 9 transects in the mangrove forest of Makimi Village, Makimi District, Nabire Regency. Analysis of the relationship between shell length and weight can be used to study growth patterns. The length of the shell in bivalves is used to explain their growth, while weight can be considered as a function of this length. The relationship between bivalve shell length and weight almost follows the cubic law, namely that the weight of a bivalve is the cube of its length. Based on research results, Polymesoda erosa shells have varying sizes, namely the smallest size is 41.1 mm to the largest size is 79.3 mm. with the largest length frequency distribution being in the 56.1 – 60.1 mm length class with 36 specimens and the smallest length frequency distribution being in the 76.1 – 80.1 mm class with 2 specimens. The average weight of Polymesoda erosa individuals is 70.5 g. The largest individual weight frequency distribution of Polymesoda erosa was in the 47.0 – 66.9 g class range for 49 specimens and the smallest weight distribution was in the 167.0 – 186.9 g class range for 2 specimens. The relationship between individual body length and body weight of Polymesoda erosa bivalves/shellfish as a whole results in a regression equation, namely W = 0.0009L2.7573, intercept (a) = 0.0009 and slope which is expressed as a regression coefficient (b) = 2.7573.
Sosialisasi Dampak Sampah Plastik Bagi Lingkungan Perairan Kepada Siswa/i SMP Negeri 1 Wanggar Sari Kabupaten Nabire Maitindom, Frits Aripatra; Solissa, Margret Inggrit; Marey, Sefnat; Tampubolon, Irianty
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 4 (2025): Edisi Oktober - Desember
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i4.7221

Abstract

Wilayah Distrik Wanggar mulai padat permukiman dan Pembangunan setelah Pembangunan bandara baru dan pusat pemerintahan Papua Tengah. Terdapat beberapa sungai dengan debit Sungai yang besar  seperti Sungai bumi dan sungai wanggar. Sungai menajdi tempat sasaran aktivitas masyarakat salah satunya adalah membuang sampah, dimana sampah tersebut akan bermuara hingga ke perairan laut. Sosialisasi dampak sampah plastik bagi lingkungan perairan memiliki tujuan untuk keberlanjutan ekosisitem, biota serta pesisir laut dan jika dikelola dengan baik melalui kebijakan makan akan melindungi pesisir dari bencana alam, dan pemberdayaan masyarakat. Sasaran pelaksanaan kegiatan PkM ini adalah Siswa/siswi di SMP Negeri 1 Wanggar Distrik Wanggar Kabupaten Nabire. Waktu pelaksanaan hari Senin 01 September 2025. Melaksanakan kegiatan sesuai dengan waktu yang sudah terjadwal dengan pemberian materi dalam bentuk penyuluhan dan diskusi. Pelaksanaan kegiatan PkM dampak sampah plastic bagi lingkungan perairan berjalan dengan baik sehingga banyak manfaat yang didapatkan ketika masyarakat menyadari dan mengetahui dengan mengelola menjadi keuntungan di masa depan.