Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pemberdayaan Kelompok Peternak Kelinci Di Desa Teep Kecamatan Langowan Timur Kabupaten Minahasa Moningkey, Sony A. E.; Lumenta, Ingriet D. R.; Kalangi, Lidya S.; Oroh, Franky N. S.; Malalantang, Sjenny S.
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 1 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v4i1.3770

Abstract

Usaha peternakan sebagai penyedia daging sangat menunjang keberhasilan pembangunan Indonesia secara umum, dimana salah satu komoditas peternakan yang dapat berperan sebagai penyedia daging adalah kelinci. Kelinci merupakan ternak yang memiliki potensi besar sebagai hewan peliharaan maupun hewan hias, menghasilkan daging dan kulit/bulu. Desa Teep terletak di Kecamatan Langowan Timur, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara. Di Desa Teep terdapat Kelompok Peternak Kelinci “Kelinci Langowan”. Permasalahan utama bagi kelompok peternak adalah pakan yang mereka berikan masih tergantung pada produsen pakan namun harga produsen pakan semakin mahal sehingga kelompok tersebut mengganti pakan dengan pakan yang kurang sesuai dan keterbatasan pengetahuan tentang pakan alternatif turunan dari tanaman hijauan serta penggunaan kandang kelinci yang kurang ramah lingkungan. Usaha peternakan kelinci kelompok ini masih tergolong usaha skala kecil, hal ini dikarenakan keterbatasan pengetahuan yang dimiliki peternak tentang manajemen peternakan kelinci. Tujuan umum dari program pengabdian yang dilaksanakan adalah untuk meningkatkan kesejahteraan kelompok usaha peternakan kelinci mitra dengan memberikan metode penyuluhan dan pelatihan dalam pengenalan jenis pakan alternatif legum Indigofera zollingeriana serta pembuatan kandang kelinci yang ramah lingkungan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang telah dilaksanakan mendapat respon positif dari aparatur pemerintah Desa Teep dan kelompok peternak kelinci. Para peternak antusias mengikuti program pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan melalui pengenalan tanaman Indogofera zollingeriana serta pembuatan kandang yang ramah lingkungan.
Adaptation Strategies of Traditional Handline Fishermen to Coastal Reclamation in Sario District Makaluas, Marselino M.; Manoppo, Victoria; Mamangkey, Noldy G. F.; Luasunaung, Alfret; Mandagi, Ixchel F.; Malalantang, Sjenny S.; Sumilat, Deiske A.
Jurnal Ilmiah PLATAX Vol. 13 No. 2 (2025): ISSUE JULY-DECEMBER 2025
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.v13i2.65929

Abstract

Coastal reclamation in Sario District since 1995 has affected the socioeconomic conditions of coastal communities, particularly handline fishermen. This study aims to identify the socioeconomic conditions of fishermen, analyze internal and external factors using PESTEL and SWOT analyses, and determine appropriate adaptation strategies. The research was conducted from August to November 2025 in three villages within Sario District using a descriptive qualitative and quantitative approach. Results show that fishermen are mostly of productive age with low education levels. Declining income due to distant fishing grounds has driven diversification into side jobs. The PESTEL analysis revealed impacts of reclamation, rising costs, and weak marketing, while SWOT placed fishermen in an aggressive strategy position with strong internal capacity but serious external threats. Adaptive strategies involve pursuing side jobs while preserving traditional fishing livelihoods. Keywords: adaptation strategy; traditional fishermen; coastal reclamation; handline fishing; PESTEL analysis; SWOT analysis Abstrak Reklamasi pantai di Kecamatan Sario sejak 1995 berdampak pada kondisi sosial ekonomi masyarakat pesisir, terutama nelayan pancing ulur. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kondisi sosial ekonomi nelayan, menganalisis faktor internal dan eksternal menggunakan PESTEL dan SWOT, serta menentukan strategi adaptasi yang tepat. Penelitian dilakukan selama Agustus–November 2025 di tiga kelurahan di Kecamatan Sario dengan pendekatan deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil menunjukkan nelayan didominasi usia produktif dan berpendidikan rendah. Penurunan pendapatan akibat jauhnya area tangkap mendorong diversifikasi pekerjaan. Analisis PESTEL mengungkap dampak reklamasi, biaya tinggi, dan lemahnya pemasaran, sementara SWOT menempatkan nelayan pada strategi agresif dengan kekuatan internal baik namun menghadapi ancaman eksternal. Strategi adaptasi dilakukan melalui pekerjaan sampingan tanpa meninggalkan profesi tradisional. Kata kunci: strategi adaptasi; nelayan tradisional; reklamasi pantai; pancing ulur; analisis PESTEL; analisis SWOT