Fadilla Saputri
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Realisasi Pelestarian Warisan Budaya Etnis Minangkabau Melalui Museum Adityawarman Kota Padang Fadilla Saputri; Delmira Syafrini
Jurnal Perspektif Vol 6 No 4 (2023): Jurnal Perspektif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan, Universitas Negeri Pad
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/perspektif.v6i4.847

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan fungsi edukasi pada objek wisata Museum Adityawarman dalam upaya melestarikan warisan dan identitas budaya etnis Minangkabau. Hal ini menarik untuk dilakukan karena selama ini museum hanya dianggap bangunan kuno padahal pada dasarnya terdapat nilai-nilai pengetahuan yang tersirat dalam bangunan dan benda-benda peninggalan yang menjadi salah satu bagian dari aplikasi fungsi edukasi sebagai bagian dari objek wisata berbasis budaya dan edukasi. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif dengan tipe studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi non-partisipan dan studi dokumentasi. Informan dalam penelitian ini berjumlah 12 orang yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah model analisis interaktif dari Miles dan Huberman melalui empat tahap analisis yaitu, pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teori yang digunakan untuk menganalisis data penelitian ini adalah teori struktural fungsional dari Robert K. Merton. Hasil penelitian menunjukkan fungsi edukasi yang dijalankan oleh Museum Adityawarman telah dilakukan melalui pengenalan koleksi benda-benda peninggalan (artefak), pengenalan sejarah Minangkabau, serta juga dapat dilihat pada kegiatan berbasis edukasi yang dilakukan oleh Museum Adityawarman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampai saat ini Museum Adityawarman masih fungsional sebagai salah satu sumber belajar kontekstual terkait dengan sejarah dan budaya Minangkabau.
Partisipasi Masyarakat dalam Pembangunan Berkelanjutan di Desa Wisata Pariangan Havizah Permata. S; Delmira Syafrini; Harsellya Humayrrah; Hanna Alifia Handi; Fathia Elkhaira; Carina Rianto; Intan Amanda Wulandari; Jihan Afifah; Fadilla Saputri
Social Empirical Vol. 1 No. 2 (2024): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v1i2.8

Abstract

Desa Wisata Pariangan diakui sebagai salah satu desa terindah di dunia, seperti yang tertulis pada artikel World’s 16 Most Picturesque Village. Penelitian ini bertujuan menganalisis partisipasi masyarakat dalam pembangunan berkelanjutan di Nagari Tuo Pariangan. Penelitian ini menarik untuk dilakukan karena keindahan Desa Pariangan ini membuka peluang ekonomi yang besar bagi masyarakat, maka penelitian ini melihat keterlibatan masyarakat dalam tahap perencanaan hingga evaluasi pembangunan desa wisata, serta dampaknya terhadap pelestarian nilai-nilai sosial, budaya, kearifan lokal, dan peningkatan kesejahteraan ekonomi. Hasil penelitian dianalisis menggunakan teori struktural fungsional oleh Talcot Parson, asumsinya yaitu masyarakat merupakan suatu sistem sosial yang terdiri atas bagian-bagian atau elemen yang saling berkaitan dan saling menyatu dalam keseimbangan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dokumentasi dan studi kasus. Kriteria informan penelitian ini adalah masyarakat yang berpartisipasi aktif dalam perencanaan sampai evaluasi dalam pembangunan wisata Pariangan. Observasi dilakukan untuk mengamati peninggalan budaya dan cafe. Dokumentasi dilakukan untuk memotret penemuan yang berkaitan dengan upaya masyarakat untuk meningkatkan wisata desa Pariangan. Studi kepustakaan digunakan untuk memperkaya sumber data sekunder. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data interaktif Miles dan Huberman, meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Partisipasi aktif masyarakat dimulai dari perencanaan yakni melibatkan seluruh masyarakat dalam perencanaan desa wisata Pariangan, dalam pelaksanaan masyarakat membuat cafe-cafe, wisata peninggalan budaya, dan pemandian air panas, dan pada evaluasi dengan keikutsertaan masyarakat dalam menilai serta mengawasi kegiatan wisata desa Pariangan. Kerjasama antara masyarakat, pemerintah dan akademisi menjadikan Pariangan sebagai contoh sukses pembangunan berbasis masyarakat yang berkelanjutan.
Dampak Pembangunan Kawasan Permukiman Kumuh di Desa Pauh Barat Kecamatan Pariaman Tangah Kota Pariaman Bella Irwani; Ayu Mustika Putri; Alifa Yurika Ananda; Akbar Aprialcan; Afsi Lailatul Salsabil; Angri Maiwiza; Adinda Putri Forendra; Anisa Afdila; Alya Karlina; Alfitri Julia Sandra; Fadilla Saputri
Social Empirical Vol. 1 No. 2 (2024): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v1i2.26

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak dari pembangunan kawasan permukiman kumuh di Desa Pauh Barat Kec. Pariaman, Kota Pariaman terhadap lingkungan dan kesejahteraan masyarakat setempat. Penelitian ini menarik untuk dilakukan karena di Desa Pauh Barat terdapat banyak tempat wisata, sehingga kawasan tersebut termasuk ke dalam kawasan permukiman kumuh yang menyebabkan masyarakat sekitar merasa tidak nyaman. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dengan tipe studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, studi dokumentasi. Informan penelitian ini terdiri dari 5 narasumber dengan kriteria yaitu berada di daerah yang di, mengetahui kejadian atau permasalahan dan bisa berargumen dengan baik. Pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis interaktif Miles dan Huberman. Teknik analisis ini mencakup pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa pembangunan kawasan permukiman baru di Desa Pauh Barat membawa dampak positif yang sangat signifikan bagi masyarakat dan lingkungan setempat. Lingkungan perumahan yang awalnya kumuh tidak beraturan dan tidak tertata dengan rapi kini menjadi lebih bersih, sehat, dan terorganisasi dan menciptakan suasana hidup yang lebih nyaman. Kawasan yang sebelumnya kumuh kini bertransformasi menjadi area potensial untuk pariwisata pantai, sehingga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat lokal.
Strategi Pembangunan Berkelanjutan di Kota Padang: Kebijakan Restriktif Untuk Ritel Modern Nehe, Paulus Eden Fernando; Fernandes, Reno; Irene Putri; Leza Tania Putri; Rahmadheni; Nelly Simbolon; Raisa Rasyidy; Dimas Lindu Zydio Pangestu; Pani Padillah; Anggi Putra; Vivi Lidiani; Fadilla Saputri
Social Empirical Vol. 1 No. 2 (2024): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v1i2.30

Abstract

Kebijakan restriktif merupakan kebijakan yang merujuk pada langkah - langkah yang diambil oleh pemerintah atau badan pengatur untuk membatasi atau mengurangi aktivitas tertentu. Tujuan penelitian ini mengkaji strategi pembangunan berkelanjutan yang ada di kota Padang dan dampak kebijakan restriktif dengan fokus bagaimana tanggapan dari masyarakat kota Padang terhadap kebijakan restriktif. Daya tarik penelitian ini terkait efektivitas kebijakan restriktif dalam melindungi UMKM lokal serta tantangan yang dihadapi dalam mengimplementasikannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan tipe studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Teknik pemilihan informan menggunakan purposive sampling. Kriteria informan penelitian ini adalah pedagang, konsumen, dan masyarakat. Teori yang digunakan untuk menganalisis hasil temuan adalah teori pembangunan berkelanjutan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat sangat mengapresiasi dan mendukung diberlakukannya kebijakan restriktif karena berdampak baik bagi perekonomian masyarakat dan UMKM lokal. Dampak baik ini terlihat dari kualitas produk UMKM yang inovatif dan berdaya saing. Namun di sisi lain, ada beberapa masyarakat yang tidak setuju terhadap pelaksanaan karena masih beranggapan bahwa keberadaan ritel modern dapat mengganggu perekonomian usaha mikro.
Rendahnya Partisipasi Masyarakat dalam Pembangunan Jembat-an Lolong di Lolong Belanti Kota Padang Fitri Yanti; Delmira Syafrini; Rosidah Rosidah; Hana Thalia Puspita; Khaira Nisa; Khoirin Yelnisa; Shinta Rahmadhani; Hamila Yatursi; Rara Amanda; Ratna Juwita; Selvia Putri Darni; Fadilla Saputri
Social Empirical Vol. 1 No. 2 (2024): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v1i2.50

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis rendahnya partisipasi masyarakat dalam pembangunan Jembatan Lolong di Lolong Belanti, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang. Penelitian ini menarik untuk dilakukan karena realitanya keterlibatan masyarakat berpengaruh terhadap proses pembangunan. Lokasi penelitian dilakukan di Kelurahan Lolong Belanti, yang merupakan salah satu kelurahan di Kecamatan Padang Utara. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan eksploratif untuk mengungkap faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan. Teori yang digunakan sebagai dasar analisis temuan adalah Teori Modernisasi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi. Analisis data ini menggunakan teknik analisis interaktif dari Miles dan Huberman dengan tahapan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya partisipasi masyarakat disebabkan oleh beberapa faktor, meliputi sistem tender yang tidak melibatkan masyarakat, kurangnya sosialisasi dari pemerintah, minimnya komunikasi dalam proses pembangunan, dan tidak adanya musyawarah yang partisipatif. Masyarakat merasa tidak dilibatkan dalam setiap tahapan pembangunan, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan, yang berdampak pada rendahnya rasa memiliki dan kepercayaan terhadap proyek pembangunan.