Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

GAMBARAN EKSPRESI HUMAN EPIDERMAL RECEPTOR 2 (HER-2) PADA PASIEN KANKER PAYUDARA STADIUM LANJUT (Ⅲ DAN Ⅳ) DI RUMAH SAKIT UNIVERSITAS ANDALAS OKTOBER 2023 – OKTOBER 2024 Meta Zulyati Oktora; Khomeini Khomeini; Shahrazad Vivekananda; Muhamad Ivan; Desi Aliefia
Journal of Public Health Science Vol. 2 No. 3 (2025): September
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jophs.v2i3.2990

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan ekspresi HER-2 pada pasien kanker payudara stadium lanjut di Rumah Sakit Universitas Andalas selama periode Oktober 2023 hingga Oktober 2024. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif retrospektif dengan total 73 pasien yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi, pengukuran dilakukan hanya sekali pada setiap variabel dan sekaligus dalam waktu yang sama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok usia terbanyak adalah 45–54 tahun (41,1%), dengan mayoritas pasien berjenis kelamin perempuan (98,6%). Jenis histopatologi terbanyak adalah Invasive Ductal Carcinoma – No Special Type (IDC-NST) sebesar 71,2%, dan grading histopatologi terbanyak adalah grade 2 (61,6%). Sebagian besar pasien berada pada stadium III (71,2%), dan ekspresi HER-2 negatif ditemukan pada 56,2% pasien. Ekspresi HER-2 ditemukan pada hampir setengah pasien kanker payudara stadium lanjut, menunjukkan bahwa subtipe HER-2 masih menjadi entitas klinis yang signifikan dengan potensi respons terhadap terapi target seperti trastuzumab. Namun, tingginya proporsi pasien dengan ekspresi HER-2 negatif mengindikasikan perlunya eksplorasi strategi pengobatan yang lebih luas dan personal.
Deteksi Dini Kesehatan Melalui Aktivitas Fisik dan Pemeriksaan Kesehatan pada Lansia di Nagari Sungai Gayo Lumpo Meta Zulyati Oktora; Debie Anggraini; Yuri Haiga
Abdika Sciena Vol 3 No 1 (2025): JURABDIKES Volume 3 No 1, Juni 2025
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/jurabdikes.v3i1.215

Abstract

Latar Belakang: Penuaan populasi di Indonesia disertai dengan meningkatnya prevalensi penyakit tidak menular (PTM) seperti hipertensi dan diabetes mellitus. Upaya deteksi dini dan promosi aktivitas fisik merupakan langkah preventif yang penting, terutama di daerah perdesaan dengan keterbatasan akses layanan kesehatan. Tujuan: Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mendeteksi risiko kesehatan pada lansia melalui pemeriksaan kesehatan dan evaluasi aktivitas fisik di Nagari Sungai Gayo Lumpo, Kabupaten Pesisir Selatan. Metode: Kegiatan dilaksanakan pada Agustus 2024 dengan pendekatan survei deskriptif. Pemeriksaan meliputi pengukuran tekanan darah, kadar glukosa darah, berat badan dan tinggi badan, serta pengisian kuesioner aktivitas fisik oleh 50 lansia. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil: Hasil menunjukkan 40% lansia mengalami hipertensi dan 30% mengalami hiperglikemia. Sebanyak 50% memiliki indeks massa tubuh normal, sementara 30% mengalami overweight/obesitas. Aktivitas fisik harian didominasi oleh aktivitas ringan (60%) dan sedang (30%). Kesimpulan: Deteksi dini risiko kesehatan melalui kegiatan pemeriksaan terpadu dan penilaian aktivitas fisik bermanfaat untuk identifikasi awal PTM pada lansia. Edukasi dan intervensi berkelanjutan perlu dilakukan untuk mendorong gaya hidup sehat di komunitas lansia.
Skrining Tekanan Darah, Gula Darah, dan Status Gizi sebagai Upaya Pencegahan Penyakit Kronis di Masyarakat Meta Zulyati Oktora; Debie Anggraini; Yuri Haiga; Nana Liana; Nurwiyeni; Anandia Putriyuni; Desi Aliefia
Abdika Sciena Vol 3 No 1 (2025): JURABDIKES Volume 3 No 1, Juni 2025
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/jurabdikes.v3i1.219

Abstract

Latar Belakang: Penyakit tidak menular (PTM) seperti hipertensi, diabetes mellitus, dan dislipidemia merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas di Indonesia. Deteksi dini melalui pemeriksaan kesehatan komunitas merupakan langkah strategis untuk mencegah komplikasi jangka panjang dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya gaya hidup sehat. Tujuan: Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk melakukan deteksi dini faktor risiko PTM dan memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat Nagari Sagalo, Kabupaten Pesisir Selatan. Metode: Kegiatan dilaksanakan pada bulan Agustus 2024 dalam bentuk pemeriksaan kesehatan massal oleh tim KKN terpadu. Parameter yang diperiksa meliputi tekanan darah, kadar gula darah, berat badan, tinggi badan, dan status lansia. Edukasi mengenai pencegahan PTM dan gaya hidup sehat diberikan secara langsung melalui penyuluhan dan media cetak. Data hasil pemeriksaan dianalisis secara deskriptif. Hasil: Rata-rata berat badan peserta adalah 54,9 kg dengan kisaran 29,5–85,2 kg. Tinggi badan rata-rata 148,9 cm. Rata-rata tekanan darah sistolik sebesar 129,4 mmHg dan diastolik 76,8 mmHg. Kadar gula darah rata-rata 110,8 mg/dL dengan nilai tertinggi mencapai 162 mg/dL. Ditemukan beberapa peserta dengan tekanan darah dan kadar gula di atas ambang normal, yang belum menyadari status kesehatannya sebelumnya. Kesimpulan: Kegiatan deteksi dini ini berhasil mengidentifikasi individu dengan faktor risiko PTM yang belum terdiagnosis. Pemeriksaan komunitas dan edukasi kesehatan terbukti penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan penyakit kronis. Disarankan dilakukan tindak lanjut berupa pembinaan dan pemantauan kesehatan secara berkala.
Deteksi Dini Faktor Risiko Kanker Serviks berbasis Data Klinis Pasien di RSUP. Dr. M.Djamil Padang Meta Zulyati Oktora; Debie Anggraini; Nadia Purnama Dewi
Abdika Sciena Vol 3 No 1 (2025): JURABDIKES Volume 3 No 1, Juni 2025
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/jurabdikes.v3i1.269

Abstract

Latar Belakang : Kanker serviks merupakan salah satu kanker terbanyak pada perempuan di Indonesia dan sering terdiagnosis pada stadium lanjut. Deteksi dini dan edukasi faktor risiko sangat penting dalam menurunkan angka kejadian dan mortalitas. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor risiko kanker serviks pada wanita usia subur berbasis data klinis pasien serta mengintegrasikannya dalam kegiatan edukasi masyarakat. Metode: Kegiatan dilaksanakan di RSUP Dr. M. Djamil Padang pada September 2020–April 2021 dengan desain deskriptif analitik cross sectional. Populasi penelitian adalah 70 pasien kanker serviks yang dipilih dengan teknik simple random sampling. Data yang dikumpulkan meliputi usia menikah, jumlah paritas, serta lama penggunaan kontrasepsi hormonal. Kegiatan pengabdian meliputi penyuluhan, diskusi kelompok, distribusi leaflet, dan informasi mengenai skrining deteksi dini (Pap smear/IVA). Hasil: Sebanyak 42,9% pasien menikah pada usia <20 tahun, dan 80% pasien adalah multipara. Lama penggunaan kontrasepsi hormonal terbanyak <5 tahun (55,7%) dengan jenis terbanyak kontrasepsi suntik (62,9%). Sebagian besar pasien terdiagnosis pada stadium lanjut: stadium III (47,1%) dan stadium II (30%). Edukasi melalui penyuluhan dan distribusi media informasi berhasil meningkatkan pemahaman peserta mengenai faktor risiko dan pentingnya deteksi dini. Kesimpulan: Faktor risiko yang dominan pada pasien kanker serviks adalah usia menikah muda, multiparitas, serta penggunaan kontrasepsi hormonal jangka panjang. Edukasi kesehatan berbasis data klinis pasien efektif meningkatkan kesadaran wanita usia subur terhadap pencegahan dan deteksi dini kanker serviks.
Deteksi dan Edukasi Dismenore sebagai Masalah Kesehatan Reproduksi pada Mahasiswi Kedokteran Universitas Baiturrahmah Meta Zulyati Oktora; Tia Reza; Ghiffari Naufal Cahyadi; Hafani; Nila Puteriyani
Abdika Sciena Vol 3 No 1 (2025): JURABDIKES Volume 3 No 1, Juni 2025
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/jurabdikes.v3i1.270

Abstract

Latar Belakang: Dismenore merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi yang sering dialami wanita usia reproduktif, termasuk mahasiswi. Kondisi ini berdampak signifikan pada aktivitas akademik dan kualitas hidup, namun masih sering dianggap sebagai keluhan normal yang kurang mendapat perhatian. Tujuan: Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mendeteksi kejadian dismenore pada mahasiswi kedokteran serta memberikan edukasi kesehatan reproduksi mengenai pencegahan dan penatalaksanaannya. Metode: Kegiatan dilaksanakan pada Desember 2023–Januari 2024 di Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah. Desain kegiatan adalah observasional kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Populasi terjangkau adalah seluruh mahasiswi kedokteran (n = 52) yang diambil dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terkait derajat dismenore dan dampaknya terhadap aktivitas belajar. Kegiatan pengabdian meliputi penyuluhan, diskusi kelompok, dan distribusi leaflet. Hasil: Sebagian besar responden mengalami dismenore sedang (51,9%). Sebanyak 59,6% melaporkan aktivitas belajar terganggu akibat dismenore. Analisis menunjukkan adanya hubungan bermakna antara kejadian dismenore dan gangguan aktivitas belajar (p = 0,001). Edukasi yang diberikan meningkatkan pengetahuan peserta mengenai manajemen mandiri dismenore, baik farmakologis maupun nonfarmakologis. Kesimpulan: Dismenore sedang merupakan keluhan terbanyak pada mahasiswi kedokteran dan berhubungan signifikan dengan terganggunya aktivitas belajar. Edukasi kesehatan reproduksi terbukti efektif dalam
Kenali Aktivitas Fisik untuk Kendalikan Obesitas pada Lansia Yuri Haiga; Debie Anggraini; Meta Zulyati Oktora
Abdika Sciena Vol 3 No 2 (2025): JURABDIKES Volume 3 No 2, Desember 2025
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/jurabdikes.v3i2.305

Abstract

Obesitas pada lansia merupakan masalah kesehatan yang semakin meningkat dan berkontribusi terhadap penurunan fungsi fisik, peningkatan risiko penyakit tidak menular, serta berkurangnya kemandirian. Aktivitas fisik yang aman dan teratur merupakan intervensi nonfarmakologis utama dalam pengendalian obesitas pada lansia, namun pemahaman dan praktik aktivitas fisik di tingkat komunitas masih terbatas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman lansia mengenai aktivitas fisik yang aman dan aplikatif sebagai upaya pengendalian obesitas di Nagari Sungai Gayo Lumpo, Kabupaten Pesisir Selatan. Metode yang digunakan adalah edukasi kesehatan di lapangan melalui penyuluhan interaktif yang disertai demonstrasi gerakan aktivitas fisik aman bagi lansia. Kegiatan dilaksanakan secara tatap muka selama satu hari dengan melibatkan masyarakat dan kader komunitas. Materi mencakup obesitas pada lansia, manfaat aktivitas fisik, prinsip keselamatan beraktivitas, serta jenis latihan yang sesuai, meliputi aktivitas aerobik ringan, latihan kekuatan, fleksibilitas, dan keseimbangan. Kegiatan diikuti oleh 37 peserta dengan rentang usia 24–88 tahun, mayoritas perempuan. Peserta menyatakan materi mudah dipahami dan praktik gerakan bermanfaat untuk diterapkan di rumah. Hambatan utama yang masih dirasakan adalah nyeri sendi, kekhawatiran jatuh, dan konsistensi motivasi. Peserta mengusulkan agar kegiatan aktivitas fisik lansia dilakukan secara rutin melalui posyandu lansia dengan pendampingan kader. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi lapangan berbasis komunitas dapat menjadi langkah awal yang efektif untuk meningkatkan literasi kesehatan dan kesiapan perilaku aktivitas fisik pada lansia dalam rangka pengendalian obesitas.