Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

TANTANGAN DAN PELUANG PEMASARAN DESA WISATA BEDULU DALAM KONSEP VIRTUAL TOUR 360o MENUJU ERA DIGITALISASI 5.0: KASUS DESTINASI WISATA CANDI TEBING TEGALLINGGAH, GIANYAR, BALI Yuda, Ida Bagus Nyoman Krisna Prawira; Patrinang, Emilia Eka; Rande, Florin Fatika Sari Pade; Mamulak, Maria Sonya Lotu
Journal of Hospitality Accommodation Management (JHAM) Vol. 4 No. 2 (2025): Journal of Hospitality Accommodation Management (JHAM)
Publisher : Program Studi Manajemen Divisi Kamar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52352/jham.v4i2.1815

Abstract

This study investigates the implementation of 360-degree virtual tours as a marketing promotion strategy for rural tourism destinations within the Industry 5.0 paradigm. Focusing on the Tegallinggah Cliff Temple in Bedulu Village, Gianyar, Bali, the research specifically explores the marketing strategies employed, alongside the concomitant challenges and opportunities arising in this advanced digital era. Adopting a qualitative methodology, data were collected through focus group discussions, observations, and document analysis. Findings indicate that the destination management employs several key strategies: collaboration with the Bali Tourism Directory website, provision of specialized training and development programs in digital tourism marketing, and strategic allocation of budgets for essential digital infrastructure. The study concludes that 360-degree virtual tour promotion significantly enhances destination visibility and appeal for both domestic and international tourists. Furthermore, the research identifies critical implications and provides actionable recommendations for tourism practitioners to optimize digital marketing management and strategic planning for the Tegallinggah Cliff Temple destination.
Pelatihan Bahasa Mandarin Dasar Pariwisata (Basic  Mandarin for Tourism) pada Mahasiswa di OTC Bali Nusa Dua, Jimbaran, Bali Yuda, Ida Bagus Nyoman Krisna Prawira
Jurnal Pengabdian Dosen Republik Indonesia Vol. 1 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian Dosen Republik Indonesia
Publisher : Language Assistance

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memperkenalkan bahasa mandarin kepada mahasiswa OTC Bali Nusa Dua, yang terdiri dari tangga nada hingga percakapan antar teman. Kegiatan pengabdian ini menghasilkan dampak yang sangat signifikan terhadap pemahaman mahasiswa tentang Bahasa Mandarin untuk meningkatkan mental sebelum berangkat internship training ke Taiwan atau persiapan bekerja di pariwisata dan perhotelan. Pelatihan ini berhasil meningkatkan kesadaran dan pemahaman peserta mengenai pentingnya pembelajaran Bahasa Mandarin untuk persiapan interview ke Taiwan maupun persiapan interview di Taiwan atau di dalam negeri. Peserta mampu mengucapkan dasar Bahasa Mandarin yang baik dan benar sesuai dengan slide yang diberikan. Kompetensi dalam memberikan layanan prima melibatkan dua elemen penting: skill (keterampilan) dan knowledge (pengetahuan). Pelatihan ini tidak hanya menekankan pada pengetahuan teoretis, tetapi juga pada keterampilan praktis yang diperlukan dalam berinteraksi dengan tamu atau teman. Hal ini sejalan dengan visi OTC Bali yaitu menjadi Lembaga vokasional terbaik dan terpercaya di tingkat global. Selain itu juga bisa diterapkan sebagai promosi kampus karena satu satunya di Bali yang menyelenggarakan kursus Bahasa Mandarin Dasar untuk mahasiswa.
Dampak Pengembangan Pariwisata Terhadap Lingkungan Di Objek Wisata Pantai Melasti Unggasan Bali Pujayanti, Komang; Yuda, Ida Bagus Nyoman Krisna Prawira
Jurnal Daya Tarik Wisata Vol. 5 No. 1 (2023): Jurnal Daya Tarik Wisata
Publisher : Fakultas Bisnis dan Pariwisata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Obyek Wisata Pantai Melasti yang terletak di Desa Ungasan, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali. Dengan adanya pengembangan Objek Wisata Pantai Melasti yang memberikan dampak positif dan negatif bagi suatu objek wisata yang juga berdampak pada lingkungan, maka peneliti tertarik untuk berdampak pada lingkungan, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian mengenai “Dampak Pengembangan Pariwisata Terhadap Lingkungan di Objek Wisata Pantai Melasti Ungasan Bali”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana dampak pengembangan pariwisata terhadap lingkungan di Obyek Wisata Pantai Melasti. Hasil dalam penelitian ini adalah bahwa pengembangan pariwisata mengakibatkan dampak positif terhadap lingkungan, yaitu: lingkungan sekitar pantai menjadi lebih asri, rapi dan bersih, satwa liar seperti monyet yang ada di kawasan pantai menjadi lebih diperhatikan oleh pihak pengelola, masyarakat lokal desa adat Ungasan diberi kesempatan untuk terlibat dalam pengelolaan Objek Wisata Pantai Melasti. Dampak negatif yang ditimbulkan dari pembangunan pariwisata yaitu: pembangunan akses jalan menuju pantai melasti mengakibatkan terganggunya sumber daya alam satwa liar seperti monyet, peningkatan sampah dan limbah yang diakibatkan oleh kunjungan wisatawan dan akibat dari pembangunan sarana dan prasarana pariwisata. Selain itu, pembangunan infrastruktur pariwisata seperti restoran, atraksi wisata, gedung pertemuan, kafetaria, kamar mandi umum, kios-kios cinderamata menyebabkan terjadinya degradasi lahan.
Persepsi Wisatawan Terhadap Daya Tarik Wisata Sangeh Monkey Forest Ananta, I Putu Wahyu Adi; Dwi Candra Anggara, I Gusti Made; Yuda, Ida Bagus Nyoman Krisna Prawira
Jurnal Daya Tarik Wisata Vol. 6 No. 2 (2024): Jurnal Daya Tarik Wisata
Publisher : Fakultas Bisnis dan Pariwisata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Daya Tarik Wisata Sangeh Monkey Forest dengan tujuan untuk mengetahui persepsi wisatawan terhadap daya tarik wisata yang berada di Desa Sangeh, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Bali. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan kuesioner sebagai instrumen penelitian. Data dikumpulkan melalui wawancara, survei, dan dokumentasi, yang dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wisatawan yang berkunjung ke Sangeh Monkey Forest sebagian besar adalah wanita, termasuk golongan millennial dengan tahun kelahiran 1981-1996, berasal dari Australia dan Spanyol, memiliki tingkat pendidikan terakhir pascasarjana, dan bertujuan untuk berwisata. Sebagian besar kunjungan dilakukan bersama keluarga, dengan durasi kunjungan kurang dari 1 jam. Mayoritas wisatawan merupakan pengunjung pertama kali dan memperoleh informasi dari teman atau keluarga. Persepsi wisatawan terhadap atribut daya tarik wisata Sangeh Monkey Forest berada dalam kondisi yang sangat baik.
Digital Compliance as a Trust Framework: Constructing Tourist Confidence in Bali’s Cultural Tourism Ticket Market Subadra, I Nengah; Sudiarta, Made; Yuda, Ida Bagus Nyoman Krisna Prawira; Bratayasa, I Wayan
Bali Journal of Hospitality, Tourism and Culture Research Vol. 3 No. 1 (2025): Bali Journal of Hospitality, Tourism and Culture Research
Publisher : Language Assistance

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/kdyx9x23

Abstract

The digitalisation of Bali’s cultural tourism ticketing systems introduces critical trust challenges by shifting transactions from interpersonal exchanges to interface mediated encounters. While adherence to digital compliance standards such as data security, privacy, and consumer protection is increasingly mandated, the ways in which these regulatory and technological cues actively construct tourist trust within culturally sensitive contexts remain underexplored. Addressing this gap, this study adopts a Grounded Theory approach to develop a contextualised understanding of how digital compliance is interpreted and psychologically experienced by tourists in Bali’s cultural tourism market. Drawing on in-depth interviews tourism stakeholders with tourists, tourism operators, and platform intermediaries, the study inductively examines how trust emerges through interactions with digitally compliant systems. Through iterative coding and constant comparison, the analysis generates a four-dimensional compliance framework encompassing data security, transactional integrity, institutional legitimacy, and platform reliability. The findings reveal trust as a processual and situational outcome, assembled through compliance cues at critical transactional moments and shaped by Bali’s socio-cultural expectations of authenticity and ethical conduct. This study contributes a grounded, empirically derived model for designing trustworthy digital ecosystems in culturally embedded tourism destinations worldwide.
Pemberdayaan Masyarakat dalam Mewujudkan Pariwisata yang Berkelanjutan, Inklusif, dan Berdaya Saing Global Yuda, Ida Bagus Nyoman Krisna Prawira; Subadra, I Nengah
Jurnal Pengabdian Dosen Republik Indonesia Vol. 2 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Dosen Republik Indonesia
Publisher : Language Assistance

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Editorial ini merefleksikan peran strategis keterlibatan komunitas akademik dalam mendorong pariwisata yang berkelanjutan, inklusif, dan kompetitif secara global. Dengan mengacu pada sembilan artikel layanan masyarakat yang diterbitkan dalam Jurnal Pengabdian Dosen Republik Indonesia (JPDRI) Volume 2 Nomor 1, editorial ini mensintesis praktik-praktik beragam yang diterapkan di Bali, Lombok, dan Lampung untuk menunjukkan bagaimana pemberdayaan komunitas beroperasi sebagai paradigma pengembangan transformatif. Alih-alih memposisikan pengabdian masyarakat sebagai kewajiban akademik tambahan, editorial ini memandangnya sebagai arena kritis untuk produksi pengetahuan bersama, pembelajaran sosial, dan intervensi etis. Kontribusi-kontribusi tersebut secara kolektif menyoroti tiga pilar yang saling terkait: keberlanjutan lingkungan sebagai landasan tak terbantahkan untuk masa depan pariwisata; pengembangan sumber daya manusia sebagai pendorong utama kualitas layanan dan daya saing; serta pendekatan partisipatif dan dialogis sebagai mekanisme esensial untuk menumbuhkan agen lokal dan kesadaran kritis. Editorial ini berargumen bahwa keterlibatan masyarakat yang berdampak memerlukan akademisi untuk bertindak sebagai fasilitator, mitra reflektif, dan katalis perubahan, menghormati kebijaksanaan lokal sambil mengatasi tantangan struktural. Pada akhirnya, edisi ini menegaskan keterlibatan berbasis masyarakat sebagai jembatan vital antara penelitian akademis dan transformasi sosial yang berkelanjutan.