Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Pengaruh Kualitas Layanan Terhadap Kinerja Pegawai di Sekretariat Daerah Kabupaten Banjar: Penelitian Devia Hetty Hernany; Ahmad Hambali; Ridho Revaldi
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 1 (Juli 2025 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i1.1561

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran yang lebih jelas tentang hubungan antara kualitas layanan dan kinerja pegawai, serta untuk mengidentifikasi faktor-faktor kualitas layanan yang paling mempengaruhi kinerja pegawai di instansi pemerintah. Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan wawasan yang berguna bagi pimpinan di Sekretariat Daerah Kabupaten Banjar dalam meningkatkan kualitas layanan yang diberikan kepada pegawai, sehingga dapat memaksimalkan kinerja pegawai dalam menjalankan tugas-tugas pemerintahan. Kinerja pegawai dipengaruhi oleh faktor lain seperti motivasi kerja, hubungan antar pegawai, dan kebijakan organisasi juga perlu dipertimbangkan untuk meningkatkan kinerja pegawai secara menyeluruh
Efektivitas Sistem Layanan Rujukan Terpadu (SLRT) di Dinas Sosial Kota Banjarbaru: Penelitian Lydia Putri; Junaidy; Devia Hetty Hernany
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 1 (Juli 2025 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i1.2148

Abstract

This study aims to describe the effectiveness of SLRT at the Banjarbaru City Social Service and identify supporting and inhibiting factors. Using a descriptive qualitative approach, data were collected from five informants through observation, interviews, and documentation. Analysis was conducted through reduction, presentation, and drawing conclusions. The results indicate that SLRT is quite effective, with community participation reaching 80%, reflecting the program's success in reaching its targets and providing easy, fast, and reliable services. This success is also supported by effective inter-agency coordination. Supporting factors include a strong legal basis, officer response, and local government support. While obstacles include a lack of information, geographical constraints, and suboptimal inter-agency coordination.
Pendampingan Aparatur dan Kader Guna Meningkatkan Pelayanan Publik Pemerintah Daerah di Kelurahan Sungai Jingah Kota Banjarmasin Dewi Merdayanty; Junaidy; Devia Hetty Hernany; Leita Dwi Novianti; Nida Pratiwi Armidina; Faulina Fitri; Nurul Huda
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 2 (October 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i2.3148

Abstract

Pelayanan publik merupakan fungsi utama pemerintah dalam memberikan kesejahteraan dan kepuasan bagi masyarakat. Kelurahan sebagai unit pemerintahan terdekat memiliki peran penting dalam menyediakan layanan administrasi dan sosial. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia No. 15 Tahun 2014 Tentang pedoman standar pelayanan yaitu; “Bahwa setiap penyelenggara pelayanan publik wajib menyusun, menetapkan, dan menerapkan Standar Pelayanan serta menetapkan Maklumat Pelayanan dengan memperhatikan kemampuan penyelenggara, kebutuhan masyarakat, dan kondisi lingkungan”. Kelurahan Sungai Jingah memiliki 12.884 jiwa sedangkan pelayanan publik dilakukan hanya 10 personel, sehingga mengalami keterbatasan sumber daya manusia. Identifikasi permasalahan di Kelurahan Sungai Jingah, yaitu sering terlambatnya pegawai Kelurahan kembali bekerja memberikan pelayanan setelah mereka melaksanakan istrahat sholat dan makan siang, masih banyak layanan yang tidak segera diselesaikan, seperti surat pengantar dari kelurahan, sehingga masyarakat harus mengambil hasil layanan yang harapkan pada keesokan harinya, dan masih kuranganya peralatan cadangan, jika terjadi kemacetan pada salah satu alat pelayanan. Metode yang digunakan adalah melaksanakan pre-test, penyamaian materi, diskusi dan tanya jawab. melaksanakan post-test dan Data pre-test dan post-test kemudian dianalisis melalui rumus persentasi..Hasil pree-test dan post-test menunjukan peningkatan pengetahuan dan pemahaman bagi aparatur dan kader Kelurahan Sungai Jingah secara keseluruhan indikator, yaitu indikator partisipasi dan transparansi meningkat 40%, sedangakan indikator sederhana, akuntabel dan keadilan meningkat 30%, dan indikator berkelanjutan tetap berada pada kriteria baik sekali.
Sosialisasi Optimalisasi Kinerja Pemerintahan Kelurahan dalam Meningkatkan Partisipasi Masyarakat pada Program Pembangunan di Kelurahan Sungai Jingah: Pengabdian Devia Hetty Hernany; Fakhsiannor; Amelia Puspita; Budi Setiawati
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 3 Nomor 4 (April 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v3i4.592

Abstract

This community service aims to increase community participation in development programs implemented by the Sungai Jingah Village government. This activity is carried out through socialization which aims to optimize the performance of the village government in implementing development programs by involving active community participation. Increasing community participation is very important in creating sustainable development and in accordance with community needs. The program implemented involves various stakeholders, such as village officials, community leaders, and local residents. Through an educational approach, it is hoped that the community can understand the importance of their role in village development and contribute to decision making. The results of this activity show an increase in community understanding of their role in development and increased participation in development programs in Sungai Jingah Village.
MANAJEMEN STRATEGIS PEMERINTAH DESA DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK DI DESA SEMANGAT DALAM HANDIL BAKTI KABUPATEN BARITO KUALA Hernany, Devia Hetty; Setiawati, Budi; Humaidi, M. Agus; Puspita, Amelia
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024): Volume 5 No. 2 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i2.27722

Abstract

Pemerintah desa merupakan salah satu pihak yang mempunyai tugas dan tanggung jawab dalam pemberian pelayanan publik. Baik atau buruk pelayanan yang diberikan kepada masyarakat akan tergantung pada kualitas dan kuantitasnya, efektivitas dan efesiensinya. Kualitas aparat pemerintah tercermin dari kemampuannya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat sesuai dengan beban tugas masing-masing, dalam meningkatkan pelayanan publik pemerintah desa diberikan keleluasaan untuk merancang dan menentukan sendiri jenis pelayanan yang dibutuhkan oleh masyarakat. Pemerintah Desa mempunyai peranan yang sangat penting terhadap akselerasi (pelaksanan implementasi) dari pada pelayanan publik karena peranan pemerintah di desa yang salah satu fungsinya ialah sebagai penyelenggara pemerintahan harus mampu untuk meningkatkan dan memperbaiki kualitas pelayanan yang diberikan dalam menunjang keberhasilan dari pada proses penyelenggaraan pemerintahan yang ada di desa lewat kebijakan-kebijakan yang di implementasikan atau yang dilaksanakan guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat
Optimalisasi Sistem Informasi Desa (SID) untuk Transparansi Anggaran dan Pelayanan Publik di Setda Kabupaten Banjar: Pengabdian Khairullah Anshari; Devia Hetty Hernany; Amelia Puspita; Muhammad Amin Hafi; Rani Inayah; Muhammad Hafi; Masrifah; Aji Rahadian
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 2 (October 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i2.3633

Abstract

This community service program aims to improve the capacity of village officials to utilize the Village Information System (SID) as an instrument for budget transparency and strengthening public services. The program was implemented in collaboration with the Banjar Regency Regional Secretariat through a series of technical training sessions, implementation assistance, needs analysis, and evaluation of SID use in several pilot villages. The results of the program demonstrated a significant increase in village officials' understanding of budget features, data publication, and digital-based village administration service processing. Furthermore, there was a shift in work patterns toward more open, participatory, and accountable village governance. This program emphasized that optimizing SID requires synergy between regulations, human resource capacity, and local government commitment.
Dampak Program Pemberdayaan Masyarakat Desa terhadap Ketimpangan Wilayah Pedesaan dan Perkotaan: Penelitian Devia Hetty Hernany; Khairullah Anshari; Amelia Puspita; Muhammad Haegel Rizfian; Nurul Syifa; Muhammad Rifqi Fadillah; Rosanda Nur Dwitara; Nur Ersanda
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 2 (October 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i2.3634

Abstract

This study examines the extent to which the Village Community Empowerment Program (PPMD) impacts socio-economic inequality between rural and urban areas in Banjar Regency. Using a quantitative-qualitative approach, the study compares indicators of welfare, access to public services, economic participation, and social capital in villages receiving an empowerment intervention and their buffer urban areas. The analysis design involves Difference-in-Differences (DiD), propensity score matching (PSM), and social network analysis to capture direct, indirect, and spillover effects. The results are expected to provide policy evidence for the district government to design more equitable and effective empowerment interventions.
STRATEGI PENINGKATAN KUALITAS PEMASARAN MELALUI PLATFORM MEDIA SOSIAL DI KELURAHAN SUNGAI BARU KEC. BANJARMASIN TENGAH Amelia Puspita; M. Agus Humaidi; Devia Hetty Hernany; Annisa Yunisa Wulandari
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 No. 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i1.41196

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pemasaran produk UMKM di Kelurahan Sungai Baru, Banjarmasin, melalui penguasaan teknologi digital. Program ini mencakup pelatihan tentang pemanfaatan media platform untuk pemasaran, pembuatan konten kreatif, dan penggunaan aplikasi pengeditan gratis. Metode pelaksanaan meliputi pre-test untuk mengukur pengetahuan awal peserta, penyampaian materi secara teoritis, praktik langsung, serta post-test untuk mengevaluasi peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan peserta mengenai media platform, kemampuan menggunakan aplikasi pengeditan, serta kepercayaan diri dalam mencoba teknologi baru. Namun, beberapa hambatan ditemukan, seperti rendahnya tingkat pendidikan peserta, pengetahuan terbatas tentang teknologi, dan keterbatasan finansial. Meskipun demikian, antusiasme dan partisipasi aktif peserta selama pelatihan menunjukkan potensi besar dalam penerapan teknologi digital untuk pemasaran. Untuk mencapai hasil yang lebih optimal, diperlukan dukungan berkelanjutan dan kerjasama dengan pihak terkait agar peningkatan kualitas pemasaran dan kesejahteraan ekonomi masyarakat dapat terwujud secara berkelanjutan.
Optimalisasi Pemenuhan Hak Anak dan Hak Guru PAUD dalam Perspektif Negara Kesejahteraan dan Sistem Hukum Indonesia : Penelitian Hairansyah; Devia Hetty Hernany; Beni Akhmad; Amelia Puspita
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 5 Nomor 1 (Juli 2026 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v5i1.7255

Abstract

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan fondasi penting dalam pembangunan sumber daya manusia karena berperan dalam mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan anak pada masa golden age. Keberhasilan penyelenggaraan PAUD tidak hanya bergantung pada terpenuhinya hak anak sebagai peserta didik, tetapi juga pada terpenuhinya hak guru PAUD sebagai tenaga profesional yang berperan langsung dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaturan hak anak dan hak guru PAUD dalam sistem hukum Indonesia serta mengkaji keterkaitan antara pemenuhan hak guru dengan pemenuhan hak anak dalam perspektif teori sistem hukum Lawrence M. Friedman. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh melalui studi terhadap peraturan perundang-undangan, buku, jurnal ilmiah, dan dokumen kebijakan yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem hukum Indonesia telah memberikan landasan normatif yang kuat dalam menjamin hak anak dan hak guru PAUD melalui berbagai regulasi di bidang pendidikan dan perlindungan anak. Namun, implementasinya masih menghadapi berbagai tantangan, antara lain belum optimalnya kesejahteraan guru, perlindungan profesi, pemerataan kualitas layanan PAUD, serta efektivitas koordinasi antar lembaga penyelenggara pendidikan. Berdasarkan perspektif teori sistem hukum Lawrence M. Friedman, efektivitas pemenuhan hak anak dan hak guru dipengaruhi oleh keterpaduan antara substansi hukum, struktur hukum, dan budaya hukum. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemenuhan hak guru PAUD merupakan prasyarat penting dalam mewujudkan pemenuhan hak anak atas layanan pendidikan yang berkualitas. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan yang lebih integratif melalui penguatan regulasi, peningkatan kesejahteraan dan profesionalisme guru, serta penguatan budaya hukum yang mendukung penyelenggaraan PAUD secara berkelanjutan.
Efektivitas Pelayanan Kebersihan pada Ruang Rawat Inap di RSUD Ulin Banjarmasin: Penelitian Rahmad Riadi; Junaidy; Devia Hetty Hernany; Budi Setiawati
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 5 Nomor 1 (Juli 2026 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v5i1.7256

Abstract

Tujuan penelitian untuk menganalisis efektivitas pelayanan kebersihan di RSUD Ulin Banjarmasin dan mengetahui faktor-faktor penghambat pelaksanaan pelayanan kebersihan pada ruang rawat inap RSUD Ulin Banjarmasin. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus data dikumpulkan dengan menggunakan metode wawancara ke pada orang 4 informan. Hasil penelitian menujukan bahwa pelayanan kebersihan pada ruang rawat inap RSUD Ulin Banjarmasin telah berjalan efektif berdasarkan indikator efektivitas organisasi menurut Gibson yang meliputi produksi, efisiensi, kepuasan, adaptasi, dan perkembangan adapun Faktor-faktor yang menjadi hambatan dalam pelayanan kebersihan ruang rawat inap RSUD Ulin Banjarmasin meliputi meningkatnya beban kerja petugas ketika jumlah pasien dan pengunjung meningkat, kendala pada sarana dan prasarana kebersihan yang memerlukan perawatan atau penggantian, serta rendahnya kesadaran sebagian pasien dan pengunjung dalam menjaga kebersihan lingkungan rumah sakit. Namun demikian, hambatan tersebut masih dapat diatasi melalui pengawasan, evaluasi, koordinasi, dan pembinaan yang dilakukan oleh pihak rumah sakit.