Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

The Influence of The Addition of Potato (Solanum Tuberosum) And Extract of The Skin of The Dragon Fruit on The Level of Flow and Organoleptic Ice Cream Delia Meilani; Yunika Purwanti; Melly Fera; Daryono Daryono
Indonesian Journal of Food Technology Vol 1 No 1 (2022): Indonesian Journal of Food Technology
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan Fakultas Pertanian UNSOED

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (648.631 KB) | DOI: 10.20884/1.ijft.2022.1.1.6120

Abstract

Potato is one of the tubers that can be used as an alternative source of non-fat solids in the manufacture of ice cream, which can act as an emulsifier that functions to slow down the melting power of ice cream. As for the coloring material, dragon fruit peel extract is used because it has a purplish red pigment and is rich in anthocyanin content as a natural dye. This study aims to determine the level of melting of potato ice cream and the organoleptic properties of ice cream with the addition of potatoes and dragon fruit peel extract as natural dyes. The method used in this study was a completely randomized design (CRD) with two factors, namely factor 1 combination of full cream milk: potato (25:75; 50:50; 75:25) and factor 2 the addition of dragon fruit peel extract (10 ml, 20 ml). ml, 30 ml) with 3 replications. The best treatment results were K₃E₃, namely the composition of 75gr full cream milk and 25 gr potatoes, 30 ml dragon fruit peel extract, which resulted in the highest score on aroma (3.84), color (3.86), texture (4.30), and liking (3.96).
PENGARUH TEMPERATUR PEMANASAN TERHADAP SENSORI WARNA PRODUK SARI BUAH LEMON Rois Nurlatifah; Yan El Rizal Unzilatirrizqi; Melly Fera
Journal of Technology and Food Processing (JTFP) Vol. 3 No. 02 (2023): Juli
Publisher : Program Studi Ilmu Teknologi Pangan Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/jtfp.v3i02.1281

Abstract

Kualitas produk sari buah tergantung dari kesegaran dan kandungan zat. Warna merupakan salah satu indikator untuk menentukan kualitas produk. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kualitas sensori pada warna yang disebabkan oleh pengaruh temperatur pemanasan sari buah lemon. Metode pada penelitian ini dilakukan secara eksperimental dengan perlakuan suhu dengan pengamatan sensori warna. Hasil menunjukkan bahwa semua perlakuan memiliki warna yang sama yaitu kuning pucat. Perlakuan pemanasan pada 00C pada suhu ruang terjadi kerusakan dengan munculnya gas dalam botol dan aroma tidak lagi segar.
PENGARUH LAMA PERENDAMAN EKSRAK BUAH NANAS TERHADAP SIFAT FISIK (pH dan SUSUT MASAK) DAN UJI SENSORI DAGING ENTOK Iman Syariffudin; Yunika Purwanti; Melly Fera; Wadli
Journal of Technology and Food Processing (JTFP) Vol. 3 No. 02 (2023): Juli
Publisher : Program Studi Ilmu Teknologi Pangan Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/jtfp.v3i02.1282

Abstract

Entok (Cairina moschata) merupakan salah satu jenis ternak unggas domestik yang mempunyai peranan cukup besar sebagai unggas penghasil daging. Buah nanas mengandung enzim proteolitik bernama bromelin, yang digunakan untuk melunakkan daging. Lama perendaman biasa disebut juga dengan lama marinasi. Prinsip marinasi daging adalah perendaman dalam bahan marinade (larutan atau saus) yang mengandung ingredient tertentu sehingga secara perlahan-lahan terjadi transpor pasif dari bahan marinade ke dalam daging secara osmosis. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis yang optimum dalam proses lama perendaman ekstrak buah nanas terhadap sifat fisik dan sensori daging entok. Penelitian ini menggunakan Metode eksperimental dengan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL) perlakuan yang digunakan sebanyak 5 perlakuan yaitu perendaman ekstrak nanas dengan dosis 35 ml pada 100 g daging entok yang direndam selama (P0 = tanpa perendman, P1 = 15 menit, P2 30 menit, P3 = 45 menit dan P4 = 60 menit). Perlakuan diulang sebanyak 4 kali. Data yang diperoleh di analisis menggunakan uji anova (analisis sidik ragam). Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian ekstrak nanas pada daging entok tidak memberikan pengaruh yang nyata (P>0,05) terhadap susut masak (cooking loss), aroma, dan rasa daging entok. Akan tetapi pemberian larutan ekstrak nanas pada daging entok memberikan pengaruh yang nyata (P<0,05) terhadap pH, warna, tekstur dan kesukaan daging entok
PENDAMPINGAN APLIKASI KOMPOS DAUN BAWANG MERAH DALAM UPAYA MENINGKATKAN PRODUKSI BAWANG MERAH DI BREBES Muhammad Juwanda; Melly Fera; Nurwati Nurwati; Ismatun Nissa; Khoerul Anam
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023): Volume 4 Nomor 4 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i4.18992

Abstract

Bawang merah merupakan komoditas hortikultura yang berfungsi sebagai bumbu penyedap masakan. Brebes merupakan sentra bawang merah nasional, namun telah terjadi penurunan produktivitas akibat dari rendahnya bahan organik di dalam tanah. Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) “Tani Hasil“ merupakan organisasi kumpulan kelompok tani di kelurahan Gandasuli, Kabupaten Brebes yang secara umum melakukan budidaya tanaman bawang merah. Petani anggota Gapoktan “Tani Hasil” selama ini dalam kegiatan pemupukan selalu menggunakan pupuk kimia pabrikan secara terus menerus tanpa adanya pemberian bahan organik ke lahan. Hal ini yang menyebabkan kesuburan tanah dilahan pertanaman menjadi rendah. Oleh karena itu perlu adanya penambahan bahan organik. Salah satu bahan organik yang mudah dibuat adalah kompos. Tujuan pendampingan aplikasi kompos daun bawang merah ini adalah memberikan pengetahuan dasar kepada petani anggota Gapoktan “Tani Hasil” Kelurahan Gandasuli tentang inovasi teknologi terbaru manfaat pemberian kompos daun bawang merah yang dapat meningkatkan kesuburan tanah dan produksi tanaman bawang merah di lahan rendah bahan organik / C-organik. . Hasil berat kering umbi menunjukkan bahwa pada perlakuan pemberian kompos daun bawang merah diperoleh rata-rata hasil 14,25 t/ha lebih baik dibandingkan dengan kontrol atau tanpa pemberian kompos yaitu sebesar 10,41 t/ha. Pemberian kompos menunjukkan kenaikan hasil sebesar 36,89 % dibandingkan dengan kontrol. Petani menjadi memahami pentingnya pemanfaatan limbah daun bawang merah untuk dijadikan kompos dan dimanfaatkan kembali ke lahan pertanaman untuk menjaga kesuburan tanah dan meningkatkan produksi tanaman bawang merah.
Analisa Proksimat Ekstrak Limbah Kulit Kedua Bawang Merah (Allium Cepa L.) Zul Muzhahir; Yan El Rizal Unzilatirrizqi; Melly Fera
Journal of Food and Agricultural Product Vol. 3 No. 2 (2023): JFAP
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jfap.v3i2.4608

Abstract

This research used samples of shallot skin (Allium cepa L.) where shallot skin contains many chemical compounds such as flavonoids, saponins, tannins, glycosides, and steroids or triterpenoids. The aim of this research was to determine the amount of proximate levels in the waste extract of the second skin of shallots and the process of preserving duck meat using shallot skin waste. The methods used in this research are protein testing using the Kjedhal method, fat content using the Soxhlet method, water content using the oven method, ash content using the tannur method, and carbohydrates using the by different method. The results of the proximate test on the waste extract of the second skin of shallots, namely water content amounting to 98.34% ash content 0.12% fat content 0.03% protein content 0.24% and carbohydrates amounting to 1.28%. Keywords: Proximate, Shallots, Shallot skin
Pengaruh Penambahan Tepung Daun Kelor (Moringa oleifera) Terhadap Kandungan Vitamin C dan Organoleptic Pada Tempe ALI SABARUDIN; Nurwati; Daryono; Melly Fera
GEMA AGRO Vol 28 No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/ga.28.2.7734.108-114

Abstract

Tempeh is a processed vegetable product made from legumes. Tempeh has a softer texture than soybeans, because the tempeh mold digests the matrix between the cells of soybean seeds, so that the cells are separated from the surrounding materials. Efforts to improve the quality of tempeh by adding Moringa (Moringa Oliefera) leaf extract were carried out in this study. The purpose of this study was to determine the effect of the addition of Moringa leaf extract on tempeh and determine the vitamin C content and organoleptic on tempeh. This method that I used was an experimental method with a complete randomized design (CRD) with 6 treatments and each repeated four times. The treatments were the addition of moringa leaf extract at 0%, 1%, 2%, 3%, 4%, and 5%. The analysis was conducted on vitamin C content and organoleptic test. The results of this study showed that the addition of moringa leaf extract had a significant effect on the protein, fat, and carbohydrate content of tempeh. The addition of moringa leaf extract as much as 5% increased the protein content by 1.47% fat by 1.41% and carbohydrates by 0.70%, tempeh with the addition of moringa leaf extract 4% and had the best value in all aspects of the organoleptic test, namely aroma, taste, texture and color. The conclusion of this study is the addition of moringa leaf extract affects the vitamin C content and organoleptics in tempeh.
Pengaruh Penambahan Kapur Sirih Terhadap Karakteristik Organoleptik Keripik Kulit Pisang Kepok (Musa Paradisiaca Linn) Ilma Aenan Hidayah; Melly Fera; Yan El Rizal Unzilatirrizqi Dewantoro
Jurnal Teknologi Pangan dan Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Katolik Widya Karya Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59581/jtpip-widyakarya.v1i3.1347

Abstract

Banana is one of the potential tropical fruit commodities in Indonesia, including in Brebes Regency, Central Java Province. So far, people have only used the banana fruit and heart as food processing materials, while banana peels have only been processed product waste. Even though the banana peel contains 18.5% carbohydrates, 68.90% water, some vitamin C, various B-complex vitamins, including B6, fat, lutein, anti-oxidants, calcium, vegetable oil, fiber, serotonin and sufficient protein. With a simple food processing technology, these banana peels can be processed into banana peel chips with sweet, savory and spicy flavors which can be family meals or snacks that have nutritional value and can automatically reduce organic waste and generate income. The purpose of this study was to determine the effect of the addition of whiting on the organoleptic characteristics of banana peel chips. This research was conducted using a quantitative experimental method using a completely randomized design (CRD) with two factors, namely the addition of whiting and soaking time. Parameters measured were acceptability or organoleptic texture, color, aroma and taste.
Aplikasi kompos dalam upaya meminimalisir penggunaan pupuk kimia dan meningkatkan produksi bawang merah Juwanda, Muhammad; Fera, Melly; Khotimah, Khusnul; Saputra, Sadam; Deliyah
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jp2m.v6i1.22558

Abstract

Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) “Bahagia Makmur“ merupakan kumpulan kelompok tani di Desa Banjaratma Kabupaten Brebes. Petani Gapoktan “Bahagia Makmur” dalam kegiatan pemupukan selalu menggunakan pupuk kimia secara terus menerus tanpa pemberian bahan organik. Hal ini menyebabkan kesuburan tanah dan produksi tanaman menjadi rendah. Oleh karena itu perlu adanya usaha meminimalisir penggunaan pupuk kimia pabrikan yaitu dengan cara penambahan bahan organik di lahan. Salah satu bahan organik tersebut adalah kompos daun bawang merah. Tujuan pendampingan aplikasi kompos daun bawang merah ini adalah memberikan pengetahuan dasar kepada petani Gapoktan “Bahagia Makmur” tentang inovasi teknologi terbaru manfaat pemberian kompos daun bawang merah yang dapat digunakan sebagai sarana usaha meminimalisir penggunaan pupuk kimia pabrikan, meningkatkan kesuburan tanah dan produksi tanaman bawang merah. Metode yang digunakan adalah Community Based Research (CBR). Hasil berat kering umbi menunjukkan bahwa pada perlakuan pemberian pupuk ZA sebesar 100 kg/ha dan kompos daun bawang merah 23,94 t/ha diperoleh rata-rata hasil 13,24 t/ha lebih baik dibandingkan dengan kontrol 9,68 t/ha (tanpa pemberian pupuk ZA dan kompos). Pemberian pupuk ZA 100 kg/ha dan kompos 23,94 t/ha menunjukkan peningkatan hasil sebesar 34,28 % dibandingkan dengan kontrol. Aplikasi kompos dapat meminimalisir penggunaan pupuk kimia ZA sampai sebesar 66,67%.
Tingkat Kesukaan dan Fenol Serbuk Minuman Jagung Manis yang Diformulasi Ekstrak Jahe dan Jenis Gula Syahidah Mutmainah; Yunika Purwanti; Melly Fera
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 3 No. 4: Juni 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v3i4.3895

Abstract

Meningkatkan kesadaran masyarakat akan kesehatan ditandai dengan semakin banyaknya permintaan akan pangan fungsional. Banyaknya potensi jagung manis di Indonesia menjadikan Indonesia memiliki peluang sebagai pengembangan pangan fungsional. Jagung manis mengandung serat, vitamin, kalori, mineral, senyawa karotenoid dan fenol yang memiliki sifat antioksidan. Selain itu, untuk menambah sifat fungsionalitasnya, pada penelitian ini ditambahkan ekstrak jahe yang mengandung senyawa shagaol dan gingerol yang bersifat termostabil dan sebagai antioksidan. Penggunaan jenis gula berfungsi sebagai agen pengkristal dalam pembuatan serbuk minuman fungsional jagung manis. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh ekstrak jahe dan jenis gula terhadap kadar total fenol dan tingkat kesukaan serbuk minuman fungsional jagung manis. Metode yang digunakan yaitu eksperimental dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) 2 faktor yaitu ekstrak jahe (0%, 15%, 30%, dan 45%) dan jenis gula (100% gula tebu dan 75% gula tebu + 25% gula kelapa). Berdasarkan hasil analisis, perlakuan penambahan ekstrak jahe dan jenis gula berpengaruh nyata terhadap total fenol dan rasa namun tidak berpengaruh nyata terhadap warna dan aroma. Hasil tertinggi fenol terdapat pada perlakuan J4G2 (37,921 mgGAE/g), warna pada J3G2 (3,9667), aroma pada J3G1 dan J3G2 (3,7333), serta rasa pada J3G1 (3,933).
Pengaruh Berbagai Jenis Eco Enzyme Sebagai Pupuk Organik Cair Terhadap Produktivitas dan Kadar Gizi Sawi Hijau (Brassica juncea L) Akh Khotib Kurniawan; Melly Fera; Mohammad Jusuf Randi
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 3 No. 6: Oktober 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v3i6.5334

Abstract

Eco enzyme adalah larutan zat organik kompleks yang diproduksi dari hasil fermentasi limbah organik yang dapat digunakan sebagai pupuk organik. Kandungan enzimnya membantu dalam proses dekomposisi organik dalam meningkatkan produktivitas tanaman termasuk tanaman sawi yang permintaannya semakin meningkat. Sawi (Brassica juncea L) merupakan jenis sayuran yang digemari masyarakat dikarenakan cara budidaya sawi hijau cukup mudah, pertumbuhannya cepat dan dapat dinikmati dalam kondisi masih segar, memiliki kandungan gizi untuk mempertahankan kesehatan tubuh seperti protein dan zat besi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh berbagai jenis dan konsentrasi eco enzim terhadap produktivitas dan kadar gizi tanaman sawi hijau. Metode yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap 2 faktorial dengan 8 perlakuan dan 3 kali ulangan. Hasil analisis menunjukkan berbagai jenis dan konsentrasi eco enzim berpengaruh nyata terhadap produktivitas (kadar air dan bobot basah), dan kadar gizi (protein dan zat besi) tanaman sawi hijau. Namun tidak berpengaruh nyata terhadap produktivitas yaitu bobot kering dari tanaman sawi hijau.