Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Pengaruh Penambahan Cangkang Telur Ayam Ras pada Proses Roasting Biji Kopi Robusta Terhadap Kadar Kalsium, Aktivitas Antioksidan, Serta Kadar Kafein Kopi Muh Taufiq Mahfudh; Yan El Rizal Unzilatirrizqi D; Melly Fera
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 3 No. 6: Oktober 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v3i6.5353

Abstract

Kopi merupakan minuman yang sangat terkenal dan memiliki manfaat bagi kesehatan seperti mengandung antioksidan dan berbagai nutrisi yang bermanfaat bagi tubuh. Namun, kopi memiliki kekurangan jika dikonsumsi secara berlebihan karena dapat menyerap kalsium pada tulang, dapat membuat denyut jantung lebih cepat dan tekanan darah meningkat. Cangkang telur ayam ras mengandung kalsium karbonat sebesar 97% dari keseluruhan total cangkang yang berguna untuk kesehatan tulang pada tubuh manusia. Selain itu, hal ini juga menjadi salah satu upaya untuk mengurangi limbah cangkang telur ayam yang dapat mencemari lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari penambahan cangkang telur ayam ras pada proses roasting biji kopi terhadap kadar kalsium, aktivitas antioksidan serta kadar kafein kopi. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak kelompok (RAK) satu faktor yaitu rasio penambahan cangkang telur ayam dan dilakukan 4 perlakuan dengan 2 kali ulangan. Hasil analisis menunjukan bahwa penambahan cangkang telur ayam ras dapat berpengaruh yang nyata (p < 0,05) terhadap kadar kalsium, aktivitas antioksidan serta kadar kafein kopi.
TINGKAT PENGETAHUAN MAKANAN SEHAT PADA MAHASISWA UNIVERSITAS MUHADI SETIABUDI Purwanti, Yunika; Rizqiyah, Jazirotur; Rizki Utami, A’Allya; Fera, Melly; Nurwati, Nurwati
Journal of Technology and Food Processing (JTFP) Vol. 5 No. 02 (2025): Juli
Publisher : Program Studi Ilmu Teknologi Pangan Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/jtfp.v5i02.1784

Abstract

Penelitian ini mengkaji tingkat pengetahuan mahasiswa Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) tentang makanan sehat, mengingat pentingnya pola makan sehat untuk kesehatan tubuh dan pencegahan penyakit. Permasalahan yang dihadapi adalah kurangnya pemahaman mahasiswa terhadap konsep dan penerapan makanan sehat. Tujuan penelitian adalah untuk mengevaluasi pengetahuan mahasiswa agar dapat digunakan sebagai dasar pengembangan program pendidikan kesehatan di kampus. Metode penelitian menggunakan survei dengan kuesioner, yang dibagikan kepada 30 mahasiswa UMUS pada 20 Mei 2025. Analisis data dilakukan dengan SPSS versi 26 dan Microsoft Excel 2021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 96.7% mahasiswa menganggap penting mengonsumsi makanan bergizi seimbang. Namun, terdapat kekurangan dalam pemahaman tentang metode memasak yang optimal dan sumber protein tinggi, dengan 70% responden memilih metode memasak yang kurang tepat dan 80% tidak mengetahui bahwa ikan laut mengandung protein tinggi. Kesimpulannya, meskipun sebagian besar mahasiswa memiliki pemahaman dasar yang baik tentang pentingnya makanan sehat, masih ada area yang memerlukan peningkatan pengetahuan. Penelitian ini memberikan wawasan penting untuk mengembangkan program pendidikan kesehatan yang lebih efektif di lingkungan kampus.
Gerakan Gemar Makan Ikan Sebagai Upaya Pencegahan Stunting Masrikhiyah, Rifatul; Fera, Melly; Rahmawati, Yuniarti Dewi; Wahyani, Anggray Duvita; Purwanti, Yunika
JAMU : Jurnal Abdi Masyarakat UMUS Vol. 6 No. 01 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/jamu.v6i01.1789

Abstract

Abstrak Masalah stunting masih menjadi tantangan serius di Desa Kupu, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes, yang merupakan wilayah dekat pesisir. Minimnya pengetahuan masyarakat, khususnya kader Posyandu, tentang manfaat konsumsi ikan sebagai sumber protein hewani menjadi salah satu penyebab rendahnya asupan gizi anak. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kapasitas kader Posyandu dalam edukasi pencegahan stunting melalui Gerakan Gemar Makan Ikan (Gemarikan) yang berbasis potensi lokal. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini meliputi penyuluhan gizi, demonstrasi memasak olahan ikan lokal, dan pendampingan intensif kepada kader Posyandu selama satu bulan. Kegiatan dilaksanakan secara partisipatif dengan pendekatan edukatif dan praktik langsung. Teknik analisis yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan observasi dan evaluasi sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan dan keterampilan kader Posyandu dalam menyampaikan informasi gizi serta mengolah makanan berbasis ikan lokal. Kegiatan ini juga membangun kesadaran akan pentingnya pemanfaatan sumber daya lokal dalam intervensi gizi. Gerakan Gemarikan terbukti menjadi model edukasi yang relevan, aplikatif, dan kontekstual untuk wilayah pesisir dengan permasalahan stunting. Abstract Stunting remains a serious public health challenge in Kupu Village, Wanasari Subdistrict, Brebes Regency, a coastal area in Central Java, Indonesia. One contributing factor is the limited knowledge among the community—particularly Posyandu (integrated health post) cadres—regarding the nutritional benefits of fish consumption as a source of animal protein, which leads to inadequate dietary intake among children. This community service project aimed to strengthen the capacity of Posyandu cadres in delivering stunting prevention education through the Fish-Eating Movement (Gemarikan), leveraging local resources and potentials. The methods employed included nutrition education sessions, cooking demonstrations using locally sourced fish, and intensive mentoring of Posyandu cadres over the course of one month. Activities were carried out using a participatory approach combining educational strategies and hands-on practice. A qualitative descriptive analysis was used, involving pre- and post-activity observations and evaluations. The results showed a significant improvement in the knowledge and skills of Posyandu cadres in communicating nutritional information and preparing fish-based meals. Furthermore, the program fostered increased awareness of the importance of utilizing local food resources in nutrition interventions. The Gemarikan initiative proved to be a relevant, practical, and contextually appropriate educational model for coastal communities facing stunting issues.
Tantangan Challenge 30 Hari terhadap Kebiasaan Menabung Siswa MI Islamiah Balamoa : Pengabdian Wiwin Julianti; Melly Fera; Windi Nur Aeni; Slamet Bambang Riono; Nur Khojin
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 1 (Juli 2025 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i1.2768

Abstract

This community service activity aimed to foster the habit of saving among students through the implementation of the 30-Day Challenge as a medium of financial education from an early age. The program was designed to encourage students to consistently save for 30 consecutive days by combining both individual and group activities. A participatory approach was applied, involving the support of teachers and parents to strengthen students’ motivation and awareness in developing financial discipline. The results of the activity showed that the 30-Day Challenge successfully improved students’ saving habits. Students not only understood the importance of saving regularly but were also motivated to achieve short-term saving targets that had been set. The program also had a positive impact on students’ financial management behaviors both at school and at home, shaping sustainable saving habits from an early age. This community service initiative demonstrates that the 30-Day Challenge is effective as an educational strategy to build a saving culture among elementary school students.
Effect of Cassava Peel Starch-Based Edible Coating with Galangal Extract Filtrate on Moisture Content, Weight Loss, and Vitamin C of Large Red Chili during Storage Hasanah, Lutfiyatun; Hasdar, Muhammad; Fera, Melly; Deederm, Waroonporn
Journal of Food and Agricultural Product Vol. 5 No. 2 (2025): JFAP
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jfap.v5i2.6908

Abstract

This study aimed to evaluate the effect of cassava peel starch-based edible coating enriched with galangal extract filtrate on the quality of large red chili peppers (Capsicum annuum L.) during storage. The experiment was conducted using a Completely Randomized Block Design (CRBD) with two treatment factors: galangal extract filtrate concentration (control, 5%, 10%, and 15%) and storage duration (5, 10, and 15 days). The observed parameters included moisture content, weight loss, and vitamin C content. Statistical analysis showed that both treatment and storage duration had significant effects (P<0.05) on all measured parameters. The best treatment was edible coating with 10% galangal extract filtrate (P2), which was able to maintain moisture content at 68.80%, reduce weight loss to 49.98%, and preserve vitamin C content at 2.18 mg/100g up to the 15th day of storage. This combination formed a semipermeable layer that effectively inhibited transpiration and slowed the degradation rate of nutritional compounds. These findings indicate that the incorporation of natural antimicrobial compounds from galangal extract filtrate into edible coatings can enhance the shelf life of large red chili peppers at room temperature. Keywords: cassava peel starch, edible coating, galangal filtrate, red chili, postharvest quality
Pengaruh Pemberian Pangan Fungsional Gracillaria sp dan Kopi Terhadap Penurunan Berat Badan pada Mencit Rosidah, Nuraedi; Fera, Melly; Nurwati
Poltanesa Vol 23 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : P3KM Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/tanesa.v23i2.1340

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian formula rumput laut Gracillaria sp dan kopi terhadap penurun berat badan pada mencit serta untuk mengetahui mana formula pangan fungsional antara Gracillaria sp dan kopi yang lebih berpengaruh terhadap penurunan berat badan pada mencit. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode kuantitatif True Eksperimental Post Test Only Control Group Design dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Hasil uji menunjukkan perbedaan bermakna antara BB mencit pre-test dan post-test, Hasil uji one way ANOVA menunjukkan formula terbaik yang paling berpengaruh adalah P3 Gracillaria sp 32ml/hari+ Kopi 1,08ml/40gram BB dapat menurunkan BB mencit obesitas 31,41gram menjadi 20,83gram dengan nilai p < 0,05 hampir setara dengan pembanding orlistat (K+) dari berat 32,12gram menjadi 21,46gram. Hasil uji Kruskal-Wallis p > 0,05, menunjukkan perbedaan tidak bermakna dan tidak berpengaruh terhadap konsumsi mencit. Kandungan serat, flavonoid, dan asam klorogenat mengurangi pemecahan glukosa, serta berperan menghambat aktivitas enzim lipase menghidrolisis lemak penyebab kegemukan.
Program Agrofood Technopreneur Sebagai Wadah Membangun Jiwa Wirausaha Berbasis IPTEK di Mahasiswa Faperta UMUS Brebes Hasdar, Muhamad; Fera, Melly; Syaifulloh, Muhammad
Jurnal SOLMA Vol. 8 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29405/solma.v8i1.3206

Abstract

Program agrofood technopreneur merupakan salah satu bentuk program pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk memfasilitasi semua kreatifitas mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes yang bisa bernilai ekonomis. Metode pelaksanaan program ini dibagi menjadi tiga fase yaitu fase penyadaran kewirausahaan, fase peningkatan kapasitas dan fase pembinaan. Program agrofood technopreneur ini juga membuka pola pikir mahasiswa untuk dapat memanfaatkan waktu luang yang dimiliki untuk lebih produktif dengan memulai bisnis termasuk bisnis pengolahan pangan atau bidang agribisnis yang dapat dilakukan di rumah dengan konsep Small Office Home Office (SOHO). Program agrofood Technopreneur juga bekerja sama dengan laboratorium teknologi pangan UMUS untuk memberikan pelatihan-pelatihan dengan produk unggulan nata de coco dan nata de soya. Program ini juga melaukan pelatihan pemasaran secara ofline dengan mengikuti banyak event serta pemasaran secara online dengan aktif memasarkan produk di bukalapak, shoope, tokopedia, dan google bisnisku.