Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Penerapan Nilai-Nilai Ekonomi Syari'ah dalam Pengelolaan Usaha Peternakan Kambing di Bara Farm Desa Sinar Rezeki Kecamatan Jati Agung Lampung Selatan Bintang Aditya; Lisa Efrina; Muslihun
PEMA Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/pema.v5i3.2337

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam penerapan nilai-nilai ekonomi syari’ah dalam pengelolaan usaha peternakan kambing di Bara Farm Desa Sinar Rezeki Kecamatan Jati Agung Lampung Selatan, dengan menekankan pada praktik keadilan, amanah, transparansi, serta penghindaran unsur riba, gharar, dan maysir dalam aktivitas usaha sehari-hari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif-analitis untuk menganalisis penerapan nilai-nilai ekonomi syari’ah dalam pengelolaan usaha peternakan kambing di Bara Farm Desa Sinar Rezeki Kecamatan Jati Agung Lampung Selatan. Lokasi dan subjek penelitian ditentukan secara purposive, meliputi pemilik usaha, pengelola, dan mitra kerja yang terlibat langsung dalam aktivitas usaha. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara tematik melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan dengan mengacu pada prinsip ekonomi syari’ah, serta diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian ini Menunjukkan bahwa penerapan nilai-nilai ekonomi syari’ah dalam pengelolaan usaha peternakan kambing di Bara Farm Desa Sinar Rezeki Kecamatan Jati Agung Lampung Selatan telah terlaksana secara substantif dalam praktik usaha sehari-hari. Prinsip keadilan (al-‘adl) diwujudkan melalui sistem bagi hasil yang disepakati sejak awal dengan pembagian keuntungan dan risiko yang proporsional. Nilai amanah terinternalisasi dalam pengelolaan ternak, keuangan, serta pemenuhan hak mitra kerja secara tepat waktu, sehingga membangun kepercayaan antar pihak. Selain itu, transparansi dalam transaksi dan pengelolaan keuangan diterapkan melalui keterbukaan informasi meskipun dengan sistem pencatatan sederhana, yang mampu meminimalkan konflik dan menghindari unsur gharar. Secara keseluruhan, penerapan nilai-nilai ekonomi syari’ah di Bara Farm berkontribusi pada keberlanjutan usaha, penguatan etika bisnis, dan harmonisasi hubungan kerja, sehingga relevan sebagai model usaha peternakan syari’ah skala mikro di wilayah pedesaan.
Peran Media Sosial Sebagai Strategi Untuk Memperluas Pemasaran di Hafa Toserba Desa Sidoharjo Kecamatan Jati Agung Kabupaten Lampung Selatan Khairul Hudha; Lisa Efrina; Muslihun
PEMA Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/pema.v5i3.2338

Abstract

Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menganalisis peran media sosial sebagai strategi pemasaran dalam memperluas jangkauan konsumen pada Hafa Toserba di Desa Sidoharjo, Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus untuk mengeksplorasi peran media sosial sebagai strategi pemasaran di Hafa Toserba, Desa Sidoharjo, Lampung Selatan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pemilik dan karyawan, observasi partisipatif aktivitas promosi, serta dokumentasi konten digital, termasuk unggahan produk, promo, komentar pelanggan, dan laporan penjualan online. Analisis tematik diterapkan untuk mengidentifikasi pola interaksi, strategi konten, dan efektivitas media sosial. Validitas data dijaga melalui triangulasi, sementara konteks lokal dan karakter konsumen desa menjadi pertimbangan penting, menghasilkan pemahaman kontekstual dan aplikatif bagi strategi pemasaran usaha mikro. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa media sosial berperan strategis dalam memperluas pemasaran Hafa Toserba di Desa Sidoharjo, Lampung Selatan, dengan meningkatkan visibilitas, menjangkau konsumen baru, serta membangun interaksi dan engagement secara real-time. Integrasi media sosial dengan strategi tradisional, seperti promosi langsung di toko dan melalui komunitas lokal, menciptakan pendekatan pemasaran holistik yang mempertahankan loyalitas pelanggan lama sekaligus menarik konsumen baru. Pendekatan ini menyesuaikan strategi dengan perilaku konsumen yang adaptif terhadap teknologi digital dan mendukung pertumbuhan usaha mikro secara berkelanjutan. Temuan ini memperkuat literatur mengenai efektivitas media sosial dalam konteks pedesaan dan menegaskan pentingnya kombinasi strategi tradisional-digital bagi UMKM untuk tetap kompetitif di era modern.
Pekhanjangan Money as a Sanction for Singkil Aceh's Customary Marriage in Review of Maqasid Syariah Muslihun; Maysarah; Ali Shah, Syed Ahmad
Dirasah International Journal of Islamic Studies Vol. 3 No. 1 (2025): Comparative Islamic Studies
Publisher : Perkumpulan Dosen Tarbiyah Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59373/drs.v3i1.36

Abstract

The phenomenon of pekhanjangan money as a customary sanction in the marriage of the Singkil Aceh Tribe creates a dilemma between the fulfillment of the right to marry and customary obligations. This tradition requires the bride-to-be to compensate her unmarried brother before the wedding. This research aims to analyze the practice of pekhanjangan money and its relevance to maqasid sharia, especially in the aspects of maintaining religion, soul, offspring, mind, and property. The research method uses a qualitative approach with the type of case study in three sub-districts of Aceh Singkil District. Data were collected through in-depth interviews with 15 informants (traditional leaders, religious leaders, perpetrators, and recipients of pekhanjangan), participant observation in three marriage cases, and documentation studies. Data were analyzed using the Miles and Huberman interactive model. The results showed that the practice of pekhanjangan is still strongly implemented with a flexible system, where the value of compensation can be negotiated according to economic capacity, ranging from one mayam of gold to other forms of compensation. From the maqasid sharia perspective, this practice supports the maintenance of the soul and intellect through its function in maintaining family harmony and mental health. However, implementation adjustments are needed so as not to cause excessive hardship for the less well-off parties and remain in line with sharia principles.
Pengaruh Data Akuntansi Bank Umum Syariah di Indonesia: Perspektif Sebelum dan Saat COVID-19 Sitira Novitasari; Farida Diyan Pertiwi; Muslihun
El-Mal: Jurnal Kajian Ekonomi & Bisnis Islam Vol. 6 No. 9 (2025): El-Mal: Jurnal Kajian Ekonomi & Bisnis Islam
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/elmal.v6i9.8390

Abstract

The global pandemic known as Covid-19 has impacted nearly every country, including Indonesia. In addition to its impact on the health sector, the economic realm, including Islamic Banking, is among the most affected sectors. A financial institution, known as a bank, plays a crucial role in a country's economy. The sustained performance and profitability of banks are vital for the continuous operation of Islamic banks as intermediaries. This research aims to assess the impact of Capital Adequacy Ratio (CAR), Financing to Deposit Ratio (FDR), Non-Performing Financing (NPF), Total Assets, and Operational Costs on the Operating Income (BOPO) influencing the Return on Equity (ROE) during the Covid-19 pandemic in Islamic Commercial Banks in Indonesia. The analytical approach employed is Multiple Linear Regression Analysis. The results of the partial study, as indicated by the t-test, reveal that CAR, FDR, NPF, and Total Assets do not exert a significant effect on profitability (ROE), whereas BOPO significantly influences profitability (ROE).
Reinterpreting Ihdad in The Context Of Modernity: An Analysis From The Shafi’i School of Thought on The Practices of The Village Community of Pengambengan, Bali Dwi Juniarty, Mila; Hasani; Muslihun; Wahyudi
NUR EL-ISLAM : Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan Vol. 13 No. 1 (2026): (April 2026)
Publisher : Institut Agama Islam Yasni Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51311/nuris.v13i1.1402

Abstract

This study aims to analyze the application of iḥdād for women during the ‘iddah period following a spouse’s death in the modern era, as well as to examine its alignment with the Shafi’i school of thought in Pengambengan Village, Negara Subdistrict, Jembrana Regency, Bali. This study employs a qualitative method with a case study approach to gain a deep understanding of the social practices developing within the community. Data were collected through in-depth interviews with informants, direct observation of social conditions, and a documentary study of Islamic legal sources within the Shafi’i School. Data analysis was conducted using an interactive model encompassing data reduction, data presentation, and the systematic drawing of conclusions. The results of the study indicate that the majority of women in Pengambengan Village still observe iḥdād in accordance with the provisions of Shafi’i fiqh, particularly regarding the prohibition on adornment, the use of perfumes, and restrictions on activities outside the home during the ‘iddah period. However, in practice, there are several forms of adaptation influenced by economic demands and social realities, such as the need to work or meet daily living needs. These adjustments are made within limited parameters and continue to consider the principle of public interest, without substantially contradicting the fundamental provisions of the Shafi’i School. Thus, it can be concluded that the application of iḥdād in the modern era is not entirely rigid but rather adaptive and contextual, without undermining the normative values that form the primary foundation of Islamic law.