Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : SmartComp

PENERAPAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE DALAM APLIKASI CHATBOT SEBAGAI HELPDESK OBJEK WISATA DENGAN PERMODELAN SIMPLE REFLEX-AGENT (STUDI KASUS : DESA KARANGBENDA) Rahayu, Dhawuh; Mukrodin, Mukrodin; Hariyono, Rito Cipta Sigitta
Smart Comp :Jurnalnya Orang Pintar Komputer Vol 9, No 1 (2020): Smart Comp :Jurnalnya Orang Pintar Komputer
Publisher : Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/smartcomp.v9i1.1813

Abstract

Perkembangan teknologi informasi berbasis komputer yang sangat cepat telah membuat banyak perubahan dalam sendi kehidupan manusia. Salah satu perkembangan teknologi terkini adalah kecerdasan buatan (artificial intelligence). Dengan adanya kecerdasan buatan, komputer dapat melakukan tugas tertentu seperti yang dilakukan oleh manusia robot chatting (chatbot). Chatbot adalah program komputer yang dapat melakukan percakapan melalui tulisan. Dalam era globalisasi sekarang ini, aspek kehidupan sehari-hari tak pernah lepas dari penggunaan teknologi informasi, salah satunya dalam aspek pariwisata. Pariwisata yang ada di Desa Karangbenda memiliki potensi yang banyak dikunjungi wisatawan. Namun pengembangan informasi pariwisata yang ada dirasa kurang efektif dan akurat. Dalam penyampaian informasi masih manual, yaitu dari informasi yang di dengar melalui orang lain. Karena itu, peneliti mencoba mengembangkan aplikasi chatbot sebagai helpdesk dengan pendekatan simple-reflex agent. Dengan aplikasi ini nantinya wisatawan mampu melakukan tanya jawab kepada sistem. Aplikasi ini menggunakan bahasa yang digunakan sehari-hari untuk manusia berkomunikasi.Kata kunci : artificial intelligence, chatbot, helpdesk, simple reflex-agent.
PENGENALAN EDUKASI GERAKAN DAN BACAAN SHALAT WAJIB BERBASIS ANDROID Wibowo, Sigit Tri; Hariyono, Rito Cipta Sigitta; Aeni, Khurotul
Smart Comp :Jurnalnya Orang Pintar Komputer Vol 9, No 1 (2020): Smart Comp :Jurnalnya Orang Pintar Komputer
Publisher : Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/smartcomp.v9i1.1819

Abstract

Prayer is the main pillar of religion and worship in the religion of Islam, the ruling on prayer is obligatory for all Muslims. In the procedure for working on the prayer movement must be orderly and in accordance with the way that has been determined. In this paper, we will discuss the process of making the application of movement learning and reading the obligatory prayers. This theme was raised because of the interest of children (aged 5-7 years) in the village of Prupuk Selatan RT 02 RW 03 still lacking in learning about the obligatory prayer guidelines. Parents usually provide movement learning and prayer recitation to their children still using conventional media such as books, brochures and the like. The purpose of this study was to produce a 3D educational application of compulsory prayer and reading prayers based on android with system design methods using the waterfall method. The results of the design of 3D motion education applications and prayer readings must display the animation of the prayer movement must be accompanied by the sound of reading, this educational application was successfully built with the developer tools 3DS Max 2012 and Unity 3D. Kata kunci : Shalat, Unity 3D, Animasi 3D, 3DS Max
AUDIT SISTEM INFORMASI MENGGUNAKAN FRAMEWORK COBIT 4.1 PADA WEBSITE UNIVERSITAS PERADABAN Hariyono, Rito Cipta Sigitta
Smart Comp :Jurnalnya Orang Pintar Komputer Vol 7, No 1 (2018): Smart Comp :Jurnalnya Orang Pintar Komputer
Publisher : Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/smartcomp.v7i1.725

Abstract

Teknologi informasi (TI) saat ini menjadi teknologi yang banyak diadopsi oleh hampir seluruh organisasi dan dipercaya dapat membantu meningkatkan efisiensi proses yang berlangsung, tak terkecuali di institusi pendidikan. Untuk mencapai hal tersebut diperlukan suatu pengelolaan TI yang ada secara terstruktur. Pedoman yang dapat memberikan panduan mengenai tata kelola TI di organisasi yang dapat diukur, dimanfaatkan dan dikelola untuk mendapatkan daya saing organisasi adalah menggunakan Control Objective for Information and Related Technology (COBIT) 4.1.  Hasil penelitian menemukan bahwa tata kelola system informasi pada Website di Universitas Peradaban dalam Capability Maturity Model sudah mencapai level 4 (Managed), seperti adanya SOP untuk pemantauan proses Akademik, melakukan backup, recovery dan penghapusan data secara periodik, fasilitas kemanan lingkungan secara fisik, pemantauan kinerja teknologi informasi, hak akses diberikan ke setiap pengguna aplikasi, sistem informasi pada Website UniversitasPeradaban telah mengikutsertakan peraturan dari eksternal khususnya dari pemerintah dan mencapai level 3 (Defined), seperti fasilitas login untuk bisa mengakses aplikasi, pemasangan firewall dan antivirus, identifikasi dan alokasi biaya-biaya TI dalam anggaran tahunan, pelatihan pemakaian aplikasi dan penanganan permasalahan dalam sistem informasi keuangan disepakati melalui peraturan yang sudah ada Kata Kunci: Capability Maturity Model, tingkat kematangan, COBIT 4.1, Audit Sistem Informasi
Implementasi Framework Flutter Pada Pengembangan Sistem Informasi Obyek Wisata di Kabupaten Tegal sigitta, rito cipta; Murtopo, Aang Alim; Surorejo, Sarif; Juniyanto, Rudi
Smart Comp :Jurnalnya Orang Pintar Komputer Vol 12, No 2 (2023): Smart Comp: Jurnalnya Orang Pintar Komputer
Publisher : Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/smartcomp.v12i2.5100

Abstract

Di era digital seperti saat ini, dengan bantuan teknologi informasi, siapapun dapat mengakses informasi dengan sangat mudah. Teknologi informasi merupakan teknologi yang berguna untuk memproses, mengolah, memperoleh, menyimpan dan mengubah data sehingga menghasilkan suatu informasi yang berguna sehingga memungkinkan komunikasi yang cepat dan akurat di dalam atau antar organisasi serta menyimpan informasi dengan jumlah yang sangat besar dalam ruang yang kecil namun ringan untuk diakses, salah satunya sistem informasi. Pengolahan data yang manual di penangan obyek wisata khususnya di guci menjadikan wisatawan kurang maksimal dalam mencari informasi obyek obyek wisata apa saja disekitar guci, makanan dan penginapan. Sehingga kurang mendongkrak animo wisatawan untuk berkunjung ke obyek wisata tersebut. Maka perlu dibangun suatu sistem yang dapat memudahkan dalam pengelolaan data destinasi objek wisata. Tujuan dibangun sistem ini adalah memberi kemudahan kepada wisatawan dalam mengakses informasi destinasi wisata dan kuliner dimanapun mereka berada. Sehingga quest (pengunjung) dapat mengetahui informasi wisata, hotel dan makanan dengan lebih jelas. Selain itu dapat meningkakan efisiensi waktu pencarian data.