Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

KONSEP SUSUNAN RUANG DAN RAGAM VITRIN PADA PAMERAN TEMPORER NASKAH FILOLOGIKA Muhammad Naufal Fadhil; Aji Sofiana Putri; Nisa Putri Rachmadani; Zuhrahmi DE
DESKOVI : Art and Design Journal Vol. 7 No. 1 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v7i1.14846

Abstract

Museum Aceh pada Bulan Agustus hingga September 2023 mengadakan sebuah pameran temporer yang bertajuk “Rahasia Peradaban dalam Aksara”. Pameran ini mengangkat koleksi filologika (naskah kuno) sebagai objek pamer. Naskah-naskah tersebut terdiri dari ayat suci Al-Qur’an, kitab ajaran Islam, sejarah dan mantra-mantra masa lalu yang sebagian besar ditulis dalam kaligrafi Arab berbahasa Melayu. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini mengkaji susunan ruang dalam perspektif arsitektur dan desain interior, pada pameran koleksi filologikan yang memuat konten sakral. Selain itu, studi ini juga bertujuan untuk mengkaji bagaimana ragam vitrin yang melindungi naskah-naskah filologika tersebut. Penelitian ini menemukan bahwa dalam suatu ruang pameran tanpa pembatas yang masif, terdapat area-area dengan fungsi yang berbeda-beda. Selain itu, terbentuk hubungan antar area dalam pameran yang dihasilkan dari susunan konten pameran berdasarkan geografis asal koleksi dan pengurutan koleksi berdasarkan waktu. Untuk melindungi naskah dan menyampaikan informasi filologika, pameran ini juga mengembangkan ragam jenis vitrin yang terdiri dari box tertutup transparan dan panel lepas. From August to September 2023, Museum Aceh held a temporary exhibition entitled "Rahasia Peradaban dalam Aksara." The exhibition highlights the collection of philology (ancient manuscripts) as the object of the exhibition. The manuscripts consist of Qur'anic verses, Islamic scriptures, history, and past mantras, most of which are written in Arabic calligraphy in Malay. By using a qualitative descriptive methodology, this study investigates the spatial configuration of philological collections containing religious material within the context of interior design and architecture. In addition, this study also aims to investigate how various vitrines can protect the manuscripts containing the Qur'an, religious books, and mantras. This study indicated that exhibition spaces without enormous walls have diverse uses. Additionally, the arrangement of exhibition content according to the geographical origin of the collection and the chronological categorization of the collection established the relationship between regions. To conserve the manuscripts and provide philological information, the exhibition introduced a set of vitrines made out of transparent closed boxes and loose panels  
Perancangan Komik “Two Birds” Sebagai Media Edukasi Dampak dari Sexual Harassment untuk Remaja Helma Aina; Fentisari Desti Sucipto; Zuhrahmi
IKONIK : Jurnal Seni dan Desain Vol. 6 No. 02 (2024): JULI 2024
Publisher : LPPM Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/ijsd.v6i02.16619

Abstract

Sexual Harassment merupakan aktivitas seksual baik verbal maupun non verbal yang dilakukan oleh lawan jenis maupun sejenis tanpa persetujuan. Angka kasus pelecehan yang terjadi di Indonesia cukup tinggi sekitar 9.645 kasus serta tercatat sekitar 8.615 korban perempuan dan sekitar 1.832 korban laki-laki . Victim Blaming merupakan istilah yang digunakan untuk orang yang menyalahkan korban atas apa yang terjadi. Namun, akibat victim blaming yang ada pada masyarakat membuat para korban terpaksa bungkam yang akhirnya berdampak pada psikis korban. Dampak yang terjadi pada korban tidak hanya bertahan satu atau dua hari tapi bisa berdampak dalam jangka panjang. Karena hal ini, maka dilakukan perancangan komik tentang dampak yang terjadi pada korban pelecehan seksual dengan gaya manhwa. Manhwa merupakan istilah yang digunakan untuk komik Korea dengan gaya semi realis. Metode perancangan yang digunakan dalam pembuatan komik ini adalah ADDIE (analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation). Perancangan ini bertujuan untuk meningkatkan rasa empati dari masyarakat terhadap korban dan sebagai media edukasi penyampaian tentang dampak yang korban alami pasca dilecehkan. Hasil dari perancangan ini berupa komik berbasis digital yang berjudul “Two Birds” telah berhasil dipublikasikan melalui platform LINE Webtoon. Komik ini bercerita tentang dua remaja yang memiliki trauma yang sama namun salah satu diantara mereka memilih untuk berdamai dan yang lainnya menyerah.
Memanfaatkan Produk Lokal Alpukat Dalam Upaya Pencegahan Stunting Di Desa Cang Duri, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah Marbun, Mahmudin; Husin, Zakir; Azhar, Azhar; DE, Zuhrahmi; Zulyaden, Zulyaden
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 2 No. 3 (2025): Januari
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/kttejn96

Abstract

Cang Duri merupakan salah satu desa yang terletak di kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, provinsi Aceh, Indonesia. Melihat banyaknya penghasilan komoditi buah alpukat di desa Cang Duri, maka dapat dimanfaatkan dengan baik sebagai makanan tambahan guna mencegah permasalahan stunting pada anak anak. Tujuan dari kegiatan ini ialah agar masyarakat lebih memahami terkait pentingnya pengelolaan bahan pangan dari produk lokal yang nantinya mampu mengurangi masalah stunting. Produk lokal seperti alpukat yang terdapat di desa Cang Duri memiliki berbagai manfaat. Buah alpukat memiliki manfaat unutuk mencegah anemia, pembentukan sel darah merah, mengandung serat dan berbagai manfaat baik lainnya. Dengan berbagai manfaat baik inilah diharapkan masyarakat mampu berbagai olahan dari bahan pangan lokal. Pada kegiatan peraktek kerja nyata di kampong cang duri mahasiswa membuat olahan dari Buah alpukat menjadi beberapa produk yaitu (1) pembuatan pudding alpukat, (2) pembuatan selai alpukat sebagai pelapis roti tawar, dan (3) pembuatan selai sebagai isian roti goreng alpukat. Kegiatan ini sangat baik untuk mengatasi dan membantu permasalahan pencegahan stunting di desa cang duri kecamatan ketol kabupaten aceh tengah.
TOEFL AND ART STUDENTS: BETWEEN ACADEMIC NECESSITY AND THE CHALLENGE OF A FOREIGN LANGUAGE Helmi, Rahil; Payana, Wita Dwi; Anwar, Humaira; Yanti, Nurlayli; DE, Zuhrahmi
English Edu: Journal of English Teaching and Learning Vol 4 No 1 (2025): Technology in ELT
Publisher : Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/jetl.v4i1.15235

Abstract

This study examines the intersection between institutional academic requirements and the linguistic challenges faced by undergraduate art students concerning the Test of English as a Foreign Language (TOEFL). In many Indonesian universities, TOEFL is mandated as a condition for graduation, positioning it as a vital component of academic success. However, for students in non-English disciplines, especially the arts, this requirement often poses a significant barrier due to limited exposure to English in their coursework. This research adopts a qualitative approach through semi-structured questionnaire and interviews with 43 art students to explore perceptions, preparation strategies, and motivational dynamics related to TOEFL. Using thematic analysis, key findings reveal that while students acknowledge the importance of TOEFL for future academic and professional opportunities, they frequently lack the necessary linguistic preparation, support, and test-taking strategies. Challenges such as inadequate vocabulary, low familiarity with standardized test formats, test-related anxiety, and limited integration of English in the art curriculum emerged prominently. Furthermore, the study identifies a predominance of extrinsic motivation such as graduation requirements and employment prospects rather than intrinsic interest in language mastery. These findings suggest a disconnect between institutional expectations and the lived academic experiences of art students. The study recommends incorporating English for Specific Purposes programs tailored to the arts, greater institutional support through preparatory workshops, and the integration of English into creative academic learning. Addressing these factors is crucial to enhancing both compliance with graduation standards and the development of functional English proficiency.
Sinergi Seni, Bahasa, dan Religi: Program Psikososial bagi Remaja Korban Banjir Pante Bidari, Aceh Timur Nurun Nisa; Dinda Destari; Seprina Yana Alidha; Zuhrahmi Zuhrahmi; Elmi Novita
INTEGRASI : Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 4, No. 1 : INTEGRASI (JANUARI-JUNI 2026)
Publisher : Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61590/int.v4i01.286

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendukung pemulihan psikososial remaja korban banjir melalui pendekatan integratif berbasis seni, bahasa, dan religi di Pante Bidari, Aceh Timur. Kegiatan dilaksanakan pada 13–16 Februari 2026 dengan melibatkan 50 peserta berusia 16–18 tahun dari SMAN 1 Pante Bidari dan MAN Pante Bidari. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dengan tahapan identifikasi kebutuhan, perencanaan program, pelaksanaan kegiatan, dan evaluasi. Pelaksanaan kegiatan meliputi aktivitas ekspresi seni untuk membantu peserta menyalurkan emosi, kegiatan komunikasi melalui diskusi dan berbagi pengalaman untuk meningkatkan kepercayaan diri, serta penguatan nilai religi melalui refleksi spiritual untuk membangun ketahanan psikologis. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pada aspek emosional, sosial, dan kepercayaan diri peserta. Peserta menjadi lebih terbuka dalam mengekspresikan perasaan, lebih aktif dalam berinteraksi, serta menunjukkan kondisi emosional yang lebih stabil. Program ini juga memberikan ruang aman bagi remaja untuk berbagi pengalaman dan membangun dukungan sosial