Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pelestarian Prasi Dengan Teknologi Digital Trinawindu, Ida Bagus Kt.; Artawan, Cok Alit; Cahyadi, I Wayan Agus Eka
Segara Widya : Jurnal Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Seni Indonesia Denpasar Vol 3 (2015): November
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (569.966 KB) | DOI: 10.31091/sw.v3i0.171

Abstract

Lontar sudah ada dari sejak jaman nenek moyang masyarakat Hindu Bali, sebuah tradisi tua di Bali yang sudah melewati masa keemasan beratus-ratus tahun lamanya. Selain lontar yang disebutkan di atas, ada jenis lontar yang memuat berbagai cerita yang dituliskan dan digambarkan / divisualisasikan sarat dengan makna dan nilai estetika yang tinggi. Lontar yang ada di Bali biasanya berisi mantra-mantra suci untuk berbagai aktivitas masyarakat Hindu Bali. Didalam Lontar-Lontar tersebut tersurat dan terkandung berbagai macam ilmu pengetahuan tentang agama, filsafat, etika, arsitektur, astronomi, pengobatan dan lain sebagainya. Salah satu contoh adalah Lontar Prasi yang terdapat di Desa Tenganan Pegringsingan yang berada di Karangasem-Bali. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif, yang diarahkan pada kondisi asli subyek penelitian. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan Hermeunetik, yang merupakan jenis pengetahuan ilmiah bersifat interpretatif. Dengan adanya perkembangan teknologi seperti sekarang ini maka diharapkan warisan budaya yang telah ada dari sejak beratus-ratus tahun yang lampau ini dapat terekam dalam media digital yang nantinya dapat menjadi sebuah pustaka digital tentang Lontar Prasi dan mampu menjadi pelopor dalam melestarikan warisan budaya yang direkam ke dalam media digital dengan memanfaatkan teknologi komputer sehingga diharapkan agar warisan budaya ini dapat terselamatkan dan dapat dinikmati oleh anak cucu kita di masa yang akan datang. Terciptanya produk baru dari seni prasi dalam bentuk yang berbeda yaitu dalam bentuk digital yang dapat diakses dengan mudah oleh generasi muda sehingga nilai-nilai yang terkandung dalam prasi tersebut dapat dipahami dan dimaknai oleh pembacaLontar already exist since the days of the Balinese ancestors of Hindu society, an old tradition in Bali which already past the golden age for a hundreds of years ago. Besides the above-mentioned of lontar, there are types of of lontar that contains various stories described and illustrated/visualized with full of meaning and  high aesthetic values. Balinese lontar usually contains of sacred mantras for various Balinese Hindu community activities. Inside those various types of lontars there are an explicit meaning and contains of various kinds of knowledge such as religion, philosophy, ethics, architecture, astronomy, medicine and many others. One of the examples is Prasi palm lontar which is located in the village of Tenganan Pegringsingan in Karangasem regency, Bali. This research is a qualitative research, which is pointed on the original condition of the subject research. This research is conducted by using hermeneutic approach, which is interpretative scientific knowledge. With the technology development like today it is expected that the already existing cultures heritage which has existed since hundreds years ago could be recorded on a digital media which later can be a digital library of the Prasi lontar and able to be a pioneer in preserving the cultural heritage that were recorded onto digital media using computer technology it is expected that it can be preserved and enjoyed by our children and grandchildren in the future. The creation of a new products from the art of Prasi in different forms that is in a digital form which can be easily accessed by the younger generation so that the values contained in Prasi could be understood and interpreted by the reader.
Multimedia Interaktif Untuk Proses Pembelajaran TRINAWINDU, IDA BAGUS KETUT; Dewi, Alit Kumala; Narulita, Eldiana Tri
Prabangkara : Jurnal Seni Rupa dan Desain Vol 19 No 23 (2016): Prabangkara
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9492.802 KB)

Abstract

Multimedia mengubah hakikat membaca itu sendiri, dan menjadikan kegiatan membaca itu dinamis dengan memberi dimensi baru pada kata-kata. Multimedia melakukan ini bukan hanya dengan menyediakan lebih banyak teks melainkan juga menghidupkan teks dengan menyertakan bunyi, gambar, musik, animasi dan video. Kelebihan multimedia adalah menarik indera dan menarik minat, karena merupakan gabungan antara pandangan, suara dan gerakan. Keunggulan bersaing suatu perusahaan adalah keunggulan dalam berkomunikasi  sehingga  masalah  dalam bersaing  sebenamya  adalah  masalah  bagaimana  cara kita berkomunikasi dengan target audien. Penerapan multimedia interaktif di kelas merupakan suatu cara untuk memudahkan bagi dosen dalam menyampaikan materi yang dibawakan  sehingga mahasiswa akan lebih jauh memahami materi yang disajikan. Dalam komunikasi dengan mahasiswa, dosen harus mempertajam pesan agar masuk dipikiran mahasiswa. Multimedia dapat membantu mempertajam pesan tersebut, karena kelebihan multimedia adalah menarik  indera  dan  menarik  minat, karena  merupakan  gabungan  antara  pikiran,  suara  dan gerakan.
INOVASI LONTAR PRASI DI DESA TENGANAN PENGRINGSINGAN KARANGASEM BALI Trinawindu, Ida Bagus Ketut; Wibawa, Arya Pageh; Artawan, Cokorda Alit
Ngayah: Majalah Aplikasi IPTEKS Vol 9 No 1 (2018): Ngayah: Majalah Aplikasi IPTEKS
Publisher : Forum Layanan IPTEKS Bagi Masyarakat (FLipMAS) Wilayah Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat di desa tenganan pengringsingan bertujuan untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan prioritas yang dihadapi oleh para perajin lontar prasi yang ada di desa tenganan pegringsingan, baik dari aspek produksi maupun aspek manajemen usaha. Permasalahan dari aspek produksi misalnya ilustrasi yang ada masih sangat monoton, masih sama dari tahun ketahun yaitu hanya berupa kisah pewayangan Mahabarata dan Ramayana. Permasalahan dari aspek manajemen usaha, kelompok perajin ini memiliki permasalahan prioritas lainnya yaitu : perajin kurang memahami manajemen usaha dan pemasaran, perajin tidak memiliki media promosi yang tepat dalam memperkenalkan karya Prasi ke dunia internasional.Penawaran program kegiatan terhadap permasalahan tersebut adalah 1) Meningkatkan kemampuan perajin dalam menggambar wayang yang baik dan benar yaitu sesuai dengan pakem gambar wayang style Bali; 2) Perajin mampu memahami tentang manajemen usaha dan pemasaran, perajin memiliki media promosi yang tepat dalam memperkenalkan karya Lontar Prasi ke dunia internasional; 3) Perajin memilikimedia promosiberupa CD Rom Interactive, brosur, Kartu nama dan Website mengenai produk hasil karya perajin. CD rom akan digunakan untuk mendokumentasikan karya mereka dan memperkenalkan kepada wisatawan, Brosur dan kartu nama akan dapat disebarkan melalui konsumen, dan website akan online dan menyewa hosting dan domain selama 5 tahun, dengan demikian diharapkan potensi kerajinan Lontar Prasi di desa setempat dapat lebih dikenal masyarakat luas. Target luaran yang ingin dicapai terbagi menjadi 3 aspek yaitu aspek produksi, aspek manajemen usaha, aspek usaha. Target luaran pada aspek produksi adalah perajin lontar prasi memiliki kemampuan menggambar wayang yang sesuai dengan pakem wayang style Bali. Target luaran pada aspek manajemen usaha adalah perajin memahami manajemen pemasaran dengan baik. Sebagai indikatornya adalah kelompok mitra dapat membuat rancangan pemasaran secara tertulismulai dari harga bahan, ongkos kerja, harga jual dan penentuan pemasarannya. Target luaran untuk aspek usaha adalah perajin telah memiliki media promosi yang berupa CD Rom Interactive, brosur, Kartu nama dan Website mengenai produk hasil karya perajin. Metode yang digunakan untuk menghasilkan target luaran untuk mencapai tujuan adalah : 1) Mengembangkankemampuan menggambar wayang yang sesuai dengan pakem wayang style Bali. Dengan ceramah dan pelatihan menggambar wayang kepada kelompok perajin dan mendatangkan tenaga ahli dosen ISI Denpasar yang kompetensinya menggambar wayang diharapkan dapat membuat Lontar Prasi yang sesuai dengan pakem wayang style Bali mampu meningkatkan nilai estetika Lontar Prasi tersebut.2) Memberi pemahaman tentang dasar-dasar manajemen pemasaran. Metode yang digunakan adalah ceramah. Hasilnya perajin dapat menuliskan atau merancang manajemen pemasaran produknya berdasarkan 4P yaitu Product, Price, Place dan Promotion; 3) Membuat media promosi berupa CD Rom Interactive, brosur, Kartu nama dan Website tentang produk hasil karya perajin yang dapat disebarkan melalui konsumen, pemerintah daerah dan provinsi, dan wisatawan domestik serta wisatawan mancanegara dengan harapan potensi kerajinan Lontar Prasidi desa setempat dapat dikenal secara luas oleh wisatawan domestik dan wisatawan mancanegara. Community service activities in Tenganan pegringsingan village aim to solve the problems that faced by the lontar craftsmen, both production aspects and business management aspects. Problems from aspects of production such as illustrations are still very monotonous, depicted from an episode of Mahabharata and Ramayana.Problems from the aspects of business management, i.e: crafters lack of understanding of business management and marketing and they do not have the media to promote their artworks. Thecommunity service programs offer: 1) Improving crafters ability in drawing accord of Bali wayang style standardization; 2) Improving crafters ability to understand about business management and marketing and having media to promote their artworks to the local and international visitors; 3) Having promotional media such as Interactive CDs, brochures, business cards and website. Interactive CDs will be used to record their artworks and promoted to the visitors. Brochures and business cards will be used to introduce themand their artworks to thevisitors, and the website will be online. The hosting and domain name for the website will be rented for 5 years, thus the village and crafters will be known in large. Outcome to be achieved are divided into 3 aspects: production aspect, business management aspect, business aspect. Outcome on production aspect is lontar prasi crafters have the ability in drawingaccording to Bali wayang style standardization. The crafters understand marketing management as outcome on the aspect of business management. The success indicator of this activitiesarethe crafters can create their marketing plan starting from the price of materials, cost of work, selling price and determination of target market. Outcome on the business aspect is the crafters have thepromotional media such as Interactive CDs, brochures, business cards and website about their artworks. The methods are used to be achieved the objectives are: 1) Developing the ability to draw wayang in accordance with wayang Bali style.Educating and training in drawing wayang to the craftersare comingfrom ISI Denpasar who have a competency to make Lontar Prasi drawing in accordance with wayang Bali style. They are expected toimprove the aesthetic value of Lontar Prasi. 2) Giving an understanding of the basic of marketing management. The method is used a lecture. The resultsare crafters can plan or design marketing management products based on 4P namely Product, Price, Place and Promotion; 3) Creating promotional media such as interactive CDs, brochures, business cards and websites about their artworks that can be disseminated not onlydomestic and internationalvisitorsbut also provincial governments in the hope that the potential of Lontar Prasi craft in the Tenganan pegringsingan village can be known broadly.
Pelestarian Prasi Dengan Teknologi Digital Ida Bagus Kt. Trinawindu; Cok Alit Artawan; I Wayan Agus Eka Cahyadi
Segara Widya : Jurnal Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 3 (2015): November
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (569.966 KB) | DOI: 10.31091/sw.v3i0.171

Abstract

Lontar sudah ada dari sejak jaman nenek moyang masyarakat Hindu Bali, sebuah tradisi tua di Bali yang sudah melewati masa keemasan beratus-ratus tahun lamanya. Selain lontar yang disebutkan di atas, ada jenis lontar yang memuat berbagai cerita yang dituliskan dan digambarkan / divisualisasikan sarat dengan makna dan nilai estetika yang tinggi. Lontar yang ada di Bali biasanya berisi mantra-mantra suci untuk berbagai aktivitas masyarakat Hindu Bali. Didalam Lontar-Lontar tersebut tersurat dan terkandung berbagai macam ilmu pengetahuan tentang agama, filsafat, etika, arsitektur, astronomi, pengobatan dan lain sebagainya. Salah satu contoh adalah Lontar Prasi yang terdapat di Desa Tenganan Pegringsingan yang berada di Karangasem-Bali. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif, yang diarahkan pada kondisi asli subyek penelitian. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan Hermeunetik, yang merupakan jenis pengetahuan ilmiah bersifat interpretatif. Dengan adanya perkembangan teknologi seperti sekarang ini maka diharapkan warisan budaya yang telah ada dari sejak beratus-ratus tahun yang lampau ini dapat terekam dalam media digital yang nantinya dapat menjadi sebuah pustaka digital tentang Lontar Prasi dan mampu menjadi pelopor dalam melestarikan warisan budaya yang direkam ke dalam media digital dengan memanfaatkan teknologi komputer sehingga diharapkan agar warisan budaya ini dapat terselamatkan dan dapat dinikmati oleh anak cucu kita di masa yang akan datang. Terciptanya produk baru dari seni prasi dalam bentuk yang berbeda yaitu dalam bentuk digital yang dapat diakses dengan mudah oleh generasi muda sehingga nilai-nilai yang terkandung dalam prasi tersebut dapat dipahami dan dimaknai oleh pembacaLontar already exist since the days of the Balinese ancestors of Hindu society, an old tradition in Bali which already past the golden age for a hundreds of years ago. Besides the above-mentioned of lontar, there are types of of lontar that contains various stories described and illustrated/visualized with full of meaning and  high aesthetic values. Balinese lontar usually contains of sacred mantras for various Balinese Hindu community activities. Inside those various types of lontars there are an explicit meaning and contains of various kinds of knowledge such as religion, philosophy, ethics, architecture, astronomy, medicine and many others. One of the examples is Prasi palm lontar which is located in the village of Tenganan Pegringsingan in Karangasem regency, Bali. This research is a qualitative research, which is pointed on the original condition of the subject research. This research is conducted by using hermeneutic approach, which is interpretative scientific knowledge. With the technology development like today it is expected that the already existing cultures heritage which has existed since hundreds years ago could be recorded on a digital media which later can be a digital library of the Prasi lontar and able to be a pioneer in preserving the cultural heritage that were recorded onto digital media using computer technology it is expected that it can be preserved and enjoyed by our children and grandchildren in the future. The creation of a new products from the art of Prasi in different forms that is in a digital form which can be easily accessed by the younger generation so that the values contained in Prasi could be understood and interpreted by the reader.
INOVASI LONTAR PRASI DI DESA TENGANAN PENGRINGSINGAN KARANGASEM BALI Ida Bagus Ketut Trinawindu; Arya Pageh Wibawa; Cokorda Alit Artawan
Ngayah: Majalah Aplikasi IPTEKS Vol. 9 No. 1 (2018): Ngayah: Majalah Aplikasi IPTEKS
Publisher : Forum Layanan IPTEKS Bagi Masyarakat (FLipMAS) Wilayah Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat di desa tenganan pengringsingan bertujuan untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan prioritas yang dihadapi oleh para perajin lontar prasi yang ada di desa tenganan pegringsingan, baik dari aspek produksi maupun aspek manajemen usaha. Permasalahan dari aspek produksi misalnya ilustrasi yang ada masih sangat monoton, masih sama dari tahun ketahun yaitu hanya berupa kisah pewayangan Mahabarata dan Ramayana. Permasalahan dari aspek manajemen usaha, kelompok perajin ini memiliki permasalahan prioritas lainnya yaitu : perajin kurang memahami manajemen usaha dan pemasaran, perajin tidak memiliki media promosi yang tepat dalam memperkenalkan karya Prasi ke dunia internasional.Penawaran program kegiatan terhadap permasalahan tersebut adalah 1) Meningkatkan kemampuan perajin dalam menggambar wayang yang baik dan benar yaitu sesuai dengan pakem gambar wayang style Bali; 2) Perajin mampu memahami tentang manajemen usaha dan pemasaran, perajin memiliki media promosi yang tepat dalam memperkenalkan karya Lontar Prasi ke dunia internasional; 3) Perajin memilikimedia promosiberupa CD Rom Interactive, brosur, Kartu nama dan Website mengenai produk hasil karya perajin. CD rom akan digunakan untuk mendokumentasikan karya mereka dan memperkenalkan kepada wisatawan, Brosur dan kartu nama akan dapat disebarkan melalui konsumen, dan website akan online dan menyewa hosting dan domain selama 5 tahun, dengan demikian diharapkan potensi kerajinan Lontar Prasi di desa setempat dapat lebih dikenal masyarakat luas. Target luaran yang ingin dicapai terbagi menjadi 3 aspek yaitu aspek produksi, aspek manajemen usaha, aspek usaha. Target luaran pada aspek produksi adalah perajin lontar prasi memiliki kemampuan menggambar wayang yang sesuai dengan pakem wayang style Bali. Target luaran pada aspek manajemen usaha adalah perajin memahami manajemen pemasaran dengan baik. Sebagai indikatornya adalah kelompok mitra dapat membuat rancangan pemasaran secara tertulismulai dari harga bahan, ongkos kerja, harga jual dan penentuan pemasarannya. Target luaran untuk aspek usaha adalah perajin telah memiliki media promosi yang berupa CD Rom Interactive, brosur, Kartu nama dan Website mengenai produk hasil karya perajin. Metode yang digunakan untuk menghasilkan target luaran untuk mencapai tujuan adalah : 1) Mengembangkankemampuan menggambar wayang yang sesuai dengan pakem wayang style Bali. Dengan ceramah dan pelatihan menggambar wayang kepada kelompok perajin dan mendatangkan tenaga ahli dosen ISI Denpasar yang kompetensinya menggambar wayang diharapkan dapat membuat Lontar Prasi yang sesuai dengan pakem wayang style Bali mampu meningkatkan nilai estetika Lontar Prasi tersebut.2) Memberi pemahaman tentang dasar-dasar manajemen pemasaran. Metode yang digunakan adalah ceramah. Hasilnya perajin dapat menuliskan atau merancang manajemen pemasaran produknya berdasarkan 4P yaitu Product, Price, Place dan Promotion; 3) Membuat media promosi berupa CD Rom Interactive, brosur, Kartu nama dan Website tentang produk hasil karya perajin yang dapat disebarkan melalui konsumen, pemerintah daerah dan provinsi, dan wisatawan domestik serta wisatawan mancanegara dengan harapan potensi kerajinan Lontar Prasidi desa setempat dapat dikenal secara luas oleh wisatawan domestik dan wisatawan mancanegara. Community service activities in Tenganan pegringsingan village aim to solve the problems that faced by the lontar craftsmen, both production aspects and business management aspects. Problems from aspects of production such as illustrations are still very monotonous, depicted from an episode of Mahabharata and Ramayana.Problems from the aspects of business management, i.e: crafters lack of understanding of business management and marketing and they do not have the media to promote their artworks. Thecommunity service programs offer: 1) Improving crafters ability in drawing accord of Bali wayang style standardization; 2) Improving crafters ability to understand about business management and marketing and having media to promote their artworks to the local and international visitors; 3) Having promotional media such as Interactive CDs, brochures, business cards and website. Interactive CDs will be used to record their artworks and promoted to the visitors. Brochures and business cards will be used to introduce themand their artworks to thevisitors, and the website will be online. The hosting and domain name for the website will be rented for 5 years, thus the village and crafters will be known in large. Outcome to be achieved are divided into 3 aspects: production aspect, business management aspect, business aspect. Outcome on production aspect is lontar prasi crafters have the ability in drawingaccording to Bali wayang style standardization. The crafters understand marketing management as outcome on the aspect of business management. The success indicator of this activitiesarethe crafters can create their marketing plan starting from the price of materials, cost of work, selling price and determination of target market. Outcome on the business aspect is the crafters have thepromotional media such as Interactive CDs, brochures, business cards and website about their artworks. The methods are used to be achieved the objectives are: 1) Developing the ability to draw wayang in accordance with wayang Bali style.Educating and training in drawing wayang to the craftersare comingfrom ISI Denpasar who have a competency to make Lontar Prasi drawing in accordance with wayang Bali style. They are expected toimprove the aesthetic value of Lontar Prasi. 2) Giving an understanding of the basic of marketing management. The method is used a lecture. The resultsare crafters can plan or design marketing management products based on 4P namely Product, Price, Place and Promotion; 3) Creating promotional media such as interactive CDs, brochures, business cards and websites about their artworks that can be disseminated not onlydomestic and internationalvisitorsbut also provincial governments in the hope that the potential of Lontar Prasi craft in the Tenganan pegringsingan village can be known broadly.
Pengabdian Masyarakat di Desa Temesi, Gianyar: “Mural Temesi Mewali ka Guru” (Kembali ke Jati Diri Untuk Membangun Ekonomi Desa Temesi) Subtema Mural “Karang Desa” Wibawa, Arya Pageh; Swandi, I Wayan; Trinawindu, Ida Bagus Ketut; Janottama, I Putu Arya; Putraka, Agus Ngurah Arya; Putra, Gede Bayu Segara; Indira, Wahyu; Artha, I Gede Agus Indram Bayu; Wirawan, I Gusti Ngurah; Swandi, I Made Dwiarya
Abdi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 1 (2024): Abdi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/awjpm.v3i1.3572

Abstract

Desa Temesi merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Gianyar, Kabupaten Gianyar, Bali. Desa Temesi merupakan salah satu yang menjadi desa binaan PKK Provinsi Bali dengan tema “Aku Hatinya PKK” dan “Desa Peduli Gigi (Deligi)” menuju Bali Bebas Karies tahun 2030. Pada tanggal 15 maret 2023 telah dilaksanakan pembukaan melukis mural yang dihadiri oleh dosen Program Studi Desain Komunikasi Visual dan dekan Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Denpasar. Pelaksanaan melukis mural ini dimulai dari tanggal 15 sampai 24 maret, selama 10 hari. Tujuan dari program mural ini adalah untuk memperindah dan menambah wawasan masyarakat tentang potensi yang ada di Desa Temesi. Tema besar dari mural yang akan dibuat adalah “Mural Temesi Mewali ka Guru” (kembali ke jati diri untuk membangun ekonomi Desa Temesi). Tema ini teebagi menjadi tiga subtema yaitu karang desa, karang awak, dan karang umah. Karang desa memiliki arti mengangkat potensi-potensi yang ada dan dimiliki oleh Desa Temesi seperti berbagai tumbuhan yang unik, kehidupan masyarakat, lingkungan, obyek wisata, dan sebagainya yang digambarkan dalam mural. Mural dapat diartikan sebagai cara menggambar atau melukis diatas permukaan luas yang bersifat permanen lainnya. Tahapan kegiatan ini adalah persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Mural diharapkan dapat memperindah Desa.
Desain Karakter untuk Animasi 2D "Tarian dalam Hening" di Pixli Studio Reviana Susanto, Natasha; Trinawindu, Ida Bagus Ketut; Astuti, Ni Ketut Rini
AMARASI: JURNAL DESAIN KOMUNIKASI VISUAL Vol 5 No 02 (2024): Amarasi: Jurnal Desain Komunikasi Visual
Publisher : Program Studi Desain Komunikasi Visual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

"Tarian dalam Hening," (Dance in Silence) which tells the story of a deaf girl and her passion for performing Balinese dance, is one of the 2D animation projects produced by Pixli Studio. This research aims to explore the character design process in the animation. The method used is data analysis with a project-based learning approach. The stages identified in this research start with brainstorming and discussions to understand the vision and characteristics of each character, gathering references and creating mood boards, making several rough sketches, revising based on feedback, and finishing with lineart and coloring. The results show that good character design can enhance visual appeal and story quality in an animation or story, making it more engaging for the audience.
ANALISIS RELEVANSI DAN MAKNA PADA DESAIN BALIHO PESTA KESENIAN BALI TAHUN 2020-2023 TERHADAP KONSEP SAT KERTHI LOKA BALI Putra, Gede Bayu Segara; Indira, Wahyu; Trinawindu, Ida Bagus Ketut
Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara Vol. 4 (2024): Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis relevansi dan makna dari desain baliho Pesta Kesenian Bali (PKB) dalam mencerminkan konsep Sat Kerthi Loka Bali, sebuah filosofi yang menekankan keseimbangan spiritual dan ekologis dalam kehidupan masyarakat Bali. Sebagai media publikasi, baliho PKB berfungsi tidak hanya sebagai sarana promosi acara budaya tetapi juga sebagai medium visual untuk menyampaikan nilai-nilai kearifan lokal yang tertanam dalam Sat Kerthi Loka Bali. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis semiotik terhadap elemen-elemen visual, seperti warna, simbol, dan tipografi pada desain baliho. Data diperoleh melalui studi pustaka dan observasi pada beberapa baliho PKB yang dipublikasikan dalam periode 2019–2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain baliho PKB secara konsisten mengusung simbol-simbol budaya dan religius yang mendukung visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, yaitu menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali. Melalui penggunaan simbol-simbol khas Hindu-Bali, warna-warna natural, dan bentuk visual yang mencerminkan filosofi Tri Hita Karana, baliho PKB berfungsi sebagai perwujudan nilai spiritual dan identitas budaya Bali. Penelitian ini menekankan pentingnya peran desain komunikasi visual dalam memperkuat ideologi pelestarian budaya dan ekologi melalui media publikasi.
Menghidupkan Pesona Air Terjun Kanto Lampo Melalui Desain Website Swarai, Jessica Gumanti; Julianto, I Nyoman Larry; Trinawindu, Ida Bagus Ketut
AMARASI: JURNAL DESAIN KOMUNIKASI VISUAL Vol 6 No 1 (2025): Amarasi: Jurnal Desain Komunikasi Visual
Publisher : Program Studi Desain Komunikasi Visual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/amarasi.v6i1.4734

Abstract

Perkembangan teknologi telah mengubah cara orang-orang mencari informasi, termasuk dalam merencanakan sebuah perjalanan wisata. Website merupaaan salah satu media utama untuk membangun citra serta daya tarik destinasi wisata. Website memiliki peran penting dalam memperkuat brand identity yang tidak hanya berfungsi sebagai pengenal tapi juga menciptakan daya tarik serta kepercayaan wisatawan. Tulisan ini berfokus pada perancangan website untuk CV. Waterfall Kanto Lampo, yakni pengelola obyek wisata air terjun yang memiliki potensi besar untuk dikenal lebih luas. Website dirancang untuk menampilkan nilai-nilai unik dan citra Air Terjun Kanto Lampo secara profesional dan menarik. Proses perancangan melibatkan pendekatan yang secara menyeluruh, mulai dari pengumpulan data sampai pengembangan konten untuk meningkatkan visibilitas destinasi ini di dunia digital dan juga dapat membangun identitas brand yang kuat. Metode design thinking digunakan dalam penciptaan karya ini untuk memastikan solusi yang berfokus pada kebutuhan dan pengalaman pengguna. Metode ini terdiri dari lima tahap utama yaitu empati, definisi, ideasi, prototipe, dan pengujian. Hasil perancangan website ini diharapkan menjadi alat efektif dalam menarik perhatian wisatawan, meningkatkan citra Air Terjun Kanto Lampo, serta mendukung strategi pemasaran digital yang relevan di era modern. Website ini juga diharapkan menjadi platform untuk membangun hubungan yang lebih baik dengan para pengunjung dan meningkatkan popularitas Air Terjun Kanto Lampo di industri pariwisata.
Desain Karakter untuk Animasi 2D "Tarian dalam Hening" di Pixli Studio Reviana Susanto, Natasha; Trinawindu, Ida Bagus Ketut; Astuti, Ni Ketut Rini
AMARASI: JURNAL DESAIN KOMUNIKASI VISUAL Vol 5 No 02 (2024): Amarasi: Jurnal Desain Komunikasi Visual
Publisher : Program Studi Desain Komunikasi Visual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

"Tarian dalam Hening," (Dance in Silence) which tells the story of a deaf girl and her passion for performing Balinese dance, is one of the 2D animation projects produced by Pixli Studio. This research aims to explore the character design process in the animation. The method used is data analysis with a project-based learning approach. The stages identified in this research start with brainstorming and discussions to understand the vision and characteristics of each character, gathering references and creating mood boards, making several rough sketches, revising based on feedback, and finishing with lineart and coloring. The results show that good character design can enhance visual appeal and story quality in an animation or story, making it more engaging for the audience.