Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Analisis Waktu Tunggu dan Faktor yang Mempengaruhi Pelayanan Resep di Puskesmas Kecamatan Jatinegara Syifa Nurhaliza; Bunga Destiyana; Mutia Sari Wardana
Tinctura Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Farmasi Tinctura
Publisher : Program Studi S1 Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/tinctura.v7i1.8119

Abstract

Durasi antrean obat menjadi tolok ukur kualitas pelayanan kefarmasian yang berpengaruh terhadap kepuasan pasien. Studi ini dimaksudkan untuk menilai rerata durasi tunggu resep racikan dan resep non racikan di Puskesmas Kecamatan Jatinegara dan kesesuaiannya mengacu pada regulasi Permenkes No. 129/Menkes/SK/II/2008. Penelitian menggunakan menggunakan pendekatan metode analisis deskriptif analitik kuantitatif. Sampel sebanyak 385 resep (353 non racikan dan 32 racikan) diperoleh melalui teknik simple random sampling pada bulan Maret 2025. Hasil penelitian menunjukkan rerata durasi antrean resep non racikan 13,73 menit serta racikan 20,14 menit, keduanya sesuai standar pelayanan (≤30 menit non racikan serta ≤60 menit racikan). Tingkat kesesuaian standar waktu tunggu resep non racikan 97% serta racikan 100%, dengan pengaruh utama jam sibuk, keterbatasan tenaga kefarmasian, serta jumlah item obat. Disimpulkan bahwa durasi antrean resep di Puskesmas Jatinegara sesuai standar namun masih diperlukan penambahan tenaga kefarmasian untuk mengoptimalkan pelayanan terutama pada shift pagi.
Optimization of oil-based liquid lipstick formula from sesame seed oil (Sesamum indicum L.) and antibacterial activity test against Staphylococcus aureus Miksusanti, Miksusanti; Wijaya, Dina Permata; Kovalina, Yosi; Sari Wardana, Mutia; Herlina, Herlina
JURNAL ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 23 No. 2 (2025): JIFI
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/jifi.v23i2.1712

Abstract

Liquid lipstick is a type of lip color cosmetic that consumers highly favor. However, repeated use of liquid lipstick can promote the growth of Staphylococcus aureus (S. aureus) bacteria. The formulation of liquid lipstick involves several components, including a mixture of wax, oil, and other additives. Sesame seed oil (Sesamum indicum L.), incorporated into the formulation, serves as both a base and preservative due to its fatty acid content, which is expected to inhibit the growth of S. aureus bacteria. Microcrystalline wax is added to achieve a good texture and enhance the adhesion properties of the formulation. This study aimed to determine the optimum formula and evaluate the antibacterial activity of the liquid lipstick formulation. The formula was developed using a 2² factorial design method, with sesame seed oil and microcrystalline wax as variables. The optimum formula was analyzed using Design Expert® 13 software based on parameters such as viscosity, spreadability, and adhesion. The final optimum formula consisted of 70% sesame seed oil and 5% microcrystalline wax. The formulation demonstrated good stability during the cycling test, maintaining red color, vanilla and sesame-like aroma, liquid texture, and pH 5. The viscosity was 11797.51 cP, the spreadability was 6.06 cm, and the adhesion time was 64 seconds. Antibacterial activity, assessed using the disk diffusion method, yielded an inhibition zone diameter of 15±1.322 mm, indicating a strong inhibition zone. Based on the research findings, it was concluded that the optimum sesame seed oil-based liquid lipstick formula exhibited good product characteristics, stability, and strong antibacterial activity.
Edukasi dan Pelatihan Pemanfaatan Daun Kenikir Sebagai Minuman Fungsional Antioksidan dan Kosmetika Herbal di Desa Ulak Kerbau Baru Herlina, Herlina; Wijaya, Dina Permata; Starlista, Viva; Liberitera, Sternatami; Wardana, Mutia Sari
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v6i2.554

Abstract

Penyakit degeneratif dapat dicegah dan disembuhkan dengan mengkonsumsi minuman fungsional ramuan herbal yang mengandung antioksidan. Banyak masyarakat yang belum memiliki pengetahuan mengenai tanaman herbal yang memiliki aktivitas sebagai antioksidan. Daun kenikir banyak mengandung zat gizi, vitamin, dan metabolit sekunder yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber antioksidan dalam bentuk minuman fungsional dan kosmetik. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan pelatihan kepada masyarakat di Desa Ulak Kerbau Baru untuk memanfaatkan daun kenikir menjadi produk teh celup yang siap dikonsumsi dan produk masker untuk kecantikan sehingga dapat dipasarkan yang bertujuan untuk meningkatkan nilai perekonomian masyarakat. Metode pelaksanaan dilakukan dengan edukasi dan pelatihan kepada masyarakat khususnya ibu rumah tangga dan remaja putri. Kegiatan pengabdian ini meliputi tiga tahapan yaitu observasi, pengenalan dan pemanfaatan daun kenikir serta demonstrasi pelatihan pembuatan teh celup dan masker. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan meningkatnya pengetahuan masyarakat tentang tanaman berkhasiat obat dan mampu membuat produk minuman fungsional antioksidan dalam bentuk teh celup dan kosmetika herbal dalam bentuk masker bubuk daun kenikir.  Kegiatan ini berperan dalam meningkatkan kesehatan masyarakat dan menjadi peluang bisnis bagi masyarakat setempat untuk membuat produk komersil dalam bidang kesehatan dan kecantikan yang bernilai ekonomis tinggi untuk sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
PENGABDIAN MASYARAKAT EDUKASI PASIEN RAWAT JALAN RS X JAKARTA PUSAT “OBAT PATEN VS OBAT GENERIK” Dwi Puspitasari; Bunga Destiyana; Mutia Sari Wardana
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 5 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Obat merupakan komoditi penting dibidang kesehatan. Obat merupakan bahan atau campuran bahan, yang merupakan produk biologi yang digunakan untuk mempengaruhi sistem fisiologi atau keadaan patologi dalam rangka penetapan diagnosis, pencegahan, penyembuhan, pemulihan, peningkatan kesehatan dan kontrasepsi untuk manusia. Obat terbagi menjadi obat paten dan obat generik. Pengabdaian Masyarakat ini dilakukan untuk membantu para partisipan untuk mengenal apa itu obat paten dan obat generik. Pada pengabdaian Masyarakat ini dilakukan pre test dan post test dengan kuesioner, edukasi berupa presentasi terkait materi obat paten vs obat generik serta dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Pada pengisian pre test di dapatkan 35 % pastisipan yang menjawab benar, kemudian setelah dilakukan edukasi terlihat peningkatan partisapan yang menjawab benar menjadi 78%