Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

EDUKASI TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN IBU DALAM SWAMEDIKASI PENANGANAN DEMAM PADA ANAK DI KELURAHAN RANGKAPAN JAYA Daniswara, Monna Aisya; Humaedi, Aji; Lukitasari, Nurraya
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v7i2.15256

Abstract

PENDAHULUAN : Demam merupakan masalah kesehatan terutama di Indonesia. Swamedikasi demam pada anak sangat bergantung pada peran orang tua, terutama ibu. Kesalahpahaman dalam mengobati demam memicu fever phobia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi berupa penyuluhan terhadap tingkat pengetahuan ibu tentang demam pada anak dan cara pengobatannya.METODE : Penelitian ini menggunakan metode Pre-Experimental Designs yaitu dengan menggunakan One-Group Pretest-Posttest Design. Sampel penelitian diperoleh dengan menggunakan metode purposive sampling sebanyak 90 responden. Tingkat pengetahuan diperoleh melalui pengisian angket pada saat pre-test dan post-test. Penyuluhan dilaksanakan dengan metode ceramah dengan penyebaran leaflet. Analisis data angket menggunakan uji Wilcoxon.HASIL DAN PEMBAHASAN : Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan responden sebelum penyuluhan sebesar 67,2% (Cukup) dan setelah dilakukan penyuluhan sebesar 97,6% (Baik). Hasil uji menunjukkan terdapat peningkatan yang signifikan pada pengetahuan tentang swamedikasi demam pada anak sebelum dan sesudah penyuluhan dengan (p=0,000). KESIMPULAN : Disimpulkan bahwa penyuluhan tentang swamedikasi demam pada anak berdampak besar terhadap peningkatan pengetahuan Ibu sebesar 30,4%.
EVALUASI PROFIL PENGGUNAAN ANTIBIOTIK DEMAM TIFOID ANAK DI INSTALASI RAWAT INAP RSUD BUDHI ASIH JAKARTA TIMUR TAHUN 2023 Mulyani, Hanny; Sari, Dwi Puspita; Lukitasari, Nurraya
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.29605

Abstract

Salmonella typhi merupakan bakteri penyebab penyakit tifoid yang ditandai dengan diare, muntah, anoreksia, dan mual. Di Indonesia, jumlah kasus demam tifoid setiap tahunnya dapat meningkat hingga 500 per 100.000 orang, dengan tingkat kematian sebesar 0,6 hingga 5%. 14,1 persen kasus penyakit tifoid di dunia mayoritas berasal dari Asia Tenggara. Jumlah kasus penyakit tifoid lebih tinggi terjadi pada anak, terutama anak usia sekolah. Peristiwa yang akan berdampak secara langsung pada hasil belajar anak. Dikarenakan antibiotik dapat diperoleh dengan mudah tanpa resep dokter, kasus yang sering terjadi pada pasien yaitu mengobati dengan antibiotik yang tidak rasional. Berdasarkan tinjauan diatas, maksud dari hasil observasi yaitu akan melaksanakan penelitian mengenai karakteristik pasien (umur, jenis kelamin, berat badan) dan profil pemberian antibiotik terhadap pasien demam tifoid terhadap usia anak di RSUD Budhi Asih Jakarta Timur tahun 2023.  Jenis penelitian tersebut adalah pengkajian observasi gambaran dan pengambilan sampel dengan cara total sampling, dokumentasi informasi dilaksanakan berdasarkan retrospektif dan metode analisis dalam bentuk tabel berupa persentase. Data yang didapatkan semua pasien demam tifoid anak (usia 6-10 tahun) sebanyak 112 pasien dan sesuai memenuhi kriteria inklusi. Karakteristik usia pasien terbanyak yaitu 6-7 tahun terdapat 58 pasien (52%), jenis kelamin terbanyak laki-laki yaitu 57 pasien (51%) dan berat badan dengan jumlah terbanyak terdapat pada berat badan 15-22 kg 58 pasien (52%) dan profil pemberian antibiotik yang digunakan yaitu ceftriaxone sebanyak 49 pasien (44%), cefixime sebanyak 31 pasien (28%), cefotaxime sebanyak 24 pasien (21%) dan azithromycin sebanyak 8 pasien (7%).
ANALISIS EFEKTIVITAS BIAYA PENGGUNAAN ANTIBIOTIK SEFTRIAKSON DAN SEFOTAKSIM PADA PASIEN DEMAM TIFOID ANAK DI INSTALASI RAWAT INAP RSUD BUDHI ASIH Azmi Mahdiyyah, Raihanah; Destiyana AP, Bunga; Lukitasari, Nurraya
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.35556

Abstract

Demam tifoid paling sering terjadi pada anak usia 5-11 tahun karena beresiko tinggi mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi bakteri Salmonella typhi. Studi farmakoekonomi diperlukan untuk menganalisis pemilihan kombinasi antibiotik yang bervariasi dengan mempertimbangkan biaya dan efektivitas. Tujuan pada penelitian ini yaitu mengetahui pola penggunaan antibiotik oleh pasien demam tifoid anak yang dirawat di RSUD Budhi Asih, mengetahui biaya medis langsung pasien anak demam tifoid yang dirawat di RSUD Budhi Asih, dan mengetahui hubungan antara biaya medis langsung dengan lama rawat inap. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari–Maret 2024. Penelitian ini menggunakan metode retrospektif dimana pengambilan sampel ini menggunakan dua variable yaitu variable bebas terdiri dari biaya medis langsung dan variabel terikat adalah lama rawat inap.  Nilai efektivitas pada penelitian ini diukur dari lamanya rawat inap pasien. Hasil menunjukkan yaitu perhitungan ACER terhadap biaya rata-rata medis langsung antibiotik seftriakson yaitu Rp. 2.153.007 sedangkan ACER antibiotik sefotaksim Rp. 2.589.709 sehingga terapi antibiotik pada pasien demam tifoid anak dengan antibiotik seftriakson lebih hemat biaya dibandingkan sefotaksim. Terdapat hubungan antara biaya medis langsung dengan lama rawat inap karena nilai p value yang dihasilkan adalah 0,004 (H1 = diterima). Antibiotik seftriakson yang lebih cost-effective disebabkan karena lebih tingginya presentase efektivitas dan lebih singkatnya lama rawat inap, karena semakin lama masa perawatan akan meningkatkan biaya medis langsung maupun tidak langsung.  
EVALUASI DRUG SELECTION TERHADAP LENGTH OF STAY (LOS) PASIEN BPJS HIPERTENSI GERIATRI DI RAWAT INAP RSAU DR. ESNAWAN ANTARIKSA PERIODE JANUARI – DESEMBER 2022 ardhyani, ayu; Lukitasari, Nurraya; Wahyu, Syfrima
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.35819

Abstract

Hasil   Riskesdas Indonesia tahun 2013 menunjukan prevelensi hipertensi yang signifikan pada lansia yang cukup tinggi yaitu 45.9% pada kelompok usia (55-64 tahun) 57,6% pada usia (65-74 tahun) dan 63,38% pada kelompok usia 75 tahun keatas. (Rikesdas, 2013). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik, profil pengobatan, jenis ketidaktepatan drug selection, serta menganalisis hubungan antara jumlah kejadian ketidaktepatan drug selection dengan length of stay (LOS) pada pasien geriatri yang menjalani perawatan di rumah sakit. Penelitian ini merupakan penelitian dekskriptif non eksperimental dengan rancangan cross sectional dengan jumlah subjek penelitian sebanyak 41 pasien periode Januari-Desember tahun 2022 di instalasi rawat inap RSAU Dr. Esnawan Antariksa Halim Perdana Kusuma. Hasil penelitian dari 41 pasien yang di teliti terdapat ketidaktepatan Drug Selection yaitu diantarannya, tidak ada indikasi obat, kombinasi obat yang tidak tepat, dan indikasi tanpa obat. Analisis korelasi spearman antara jumlah ketidakatepatan drug selection dengan LOS memberikan nilai p=0,982 (p>0,05).
Edukasi diabetes pada remaja sebagai upaya pemeliharaan kesehatan remaja Halimatushadyah, Ernie; Lukitasari, Nurraya; Yuliana, Agnes; Putri, Dinda Widia Aprilina; Suharto, Muhammad Aldila
Penamas: Journal of Community Service Vol. 5 No. 1 (2025): Penamas: Journal of Community Service
Publisher : Nur Science Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53088/penamas.v5i1.1496

Abstract

Diabetes mellitus (DM) is a chronic disease caused by the inability of the body to produce sufficient insulin or to use insulin effectively. The prevalence of diabetes among young people in Indonesia, based on doctor diagnoses, remained unchanged from 2013 to 2018 (0.5%). However, the percentage of young diabetes patients who do not receive treatment is 18.5% (highest). Young adults also represent the age group with the highest percentage of individuals who have never had their blood sugar levels checked (86.6%). This activity aims to provide adolescents with basic knowledge about the definition of diabetes, available therapies for young diabetes patients, and preventive measures. The method used in this community service activity involved delivering material in person and distributing brochures on diabetes prevention among adolescents at SMK Bhumi Husada. The target participants were adolescents aged 17–19 years. The activity proceeded smoothly, and the students comprehended the educational material provided. Adolescents gained an understanding of diabetes prevention, leading to healthier lifestyle behaviors.
PEMBUATAN OLAHAN MINUMAN KELAPA KOPYOR UNTUK PEMBERDAYAAN USAHA MIKRO KECIL MENENGAH DI KELURAHAN JATIRANGGA BEKASI Wijayanti, Dian Rachma; Septiani, Septiani; Lukitasari, Nurraya; Yoelianto, Yassmin Athaya; Riyadi, Sugeng Ahmad; Marvianda, Delva Rouza; Astriana, Destia; Sintya, Dinda Putri
GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2025): GERVASI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/gervasi.v9i1.8040

Abstract

Pemberdayaan masyarakat menjadi prioritas penting dalam upaya mensejahterakan dan mengurangi kemiskinan masyarakat, terutama pasca pandemi Covid-19. Pemberdayaan masyarakat melalui UMKM Usaha Ibu Mandiri dengan pengembangan olahan minuman kelapa kopyor adalah suatu langkah strategis sebagai kontribusi SDM Perguruan Tinggi Universitas Binawan dalam menurunkan persentase penduduk miskin khususnya di Kelurahan Jatirangga. Hal ini penting untuk dilakukan mengingat persentase penduduk miskin di Bekasi yang terus meningkat dari 4,11% tahun 2018 naik menjadi 14,38% pada tahun 2020. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan dan wawasan pelaku UMKM dalam mengolah produk berbasis kelapa kopyor. Metode pengabdian yang dilakukan adalah Participatory Action Research (PAR) dengan beberapa tahapan yaitu survei lanjut potensi UMKM, kegiatan Focus Grup Discussion, dan kegiatan workshop. Hasil dari kegiatan ini adalah peningkatan pemahaman terkait manfaat, potensi, dan teknik pengolahan kelapa kopyor menjadi minuman siap jual. Hal ini dibuktikan melalui hasil post-test serta antusiasme peserta selama sesi pelatihan.
Hubungan polifarmasi dengan potensial interaksi obat pada pasien diabetes melitus tipe 2 Tambun, Romauli; Halimatushadyah, Ernie; Lukitasari, Nurraya
Jurnal Inovasi Kesehatan Masyarakat Vol 5 No 2 (2025): Journal of Public Health Innovation (JPHI)
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jphi.v5i2.1485

Abstract

Latar Belakang: Diabetes merupakan penyebab kematian terbesar keempat di dunia. Organisasi Diabetes Internasional memprediksi bahwa jumlah penderita diabetes secara global akan meningkat dari 537 juta pada tahun 2021 menjadi 643 juta pada 2030, dan mencapai 783 juta pada 2045, terutama pada individu berusia 20–79 tahun. Diabetes melitus (DM) tipe 2 terjadi akibat resistensi insulin pada organ target serta gangguan fungsi sel beta pankreas yang menyebabkan kekurangan insulin relatif. Pengelolaan DM tipe 2 dilakukan dengan pemberian obat antidiabetes serta perubahan gaya hidup. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara penggunaan polifarmasi pada pasien DM tipe 2 rawat jalan di RS UKI dengan potensi interaksi obat.Metode: Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan purposive sampling, melibatkan 111 sampel.Hasil: Uji statistik chi-square digunakan dalam analisis bivariat, dengan hasil menunjukkan nilai p = 0,000 (<0,05).Kesimpulan: Mengindikasikan adanya hubungan signifikan antara polifarmasi dan potensi interaksi obat pada pasien dewasa hingga lansia penderita DM tipe 2 di Instalasi Farmasi Rawat Jalan RS UKI
ANALISIS EFEKTIVITAS BIAYA PENGGUNAAN ANTIBIOTIK SEFOTAKSIM DAN SEFTRIAKSON PASIEN PNEUMONIA KOMUNITAS PADA BALITA Rahmadini, Tiara; Destiyana AP, Bunga; Lukitasari, Nurraya
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.27797

Abstract

Pneumonia yaitu infeksi pernafasan akut pada paru-paru yang merupakan penyebab utama kematian pada balita di dunia. Tercatat 740.180 anak di sampai dengan usia lima tahun yang meninggal akibat pneumonia. Analisis farmakoekonomi terkait pelayanan kesehatan metode cost effectiveness analysis (CEA) harus dilakukan untuk menentukan apakah biaya pengobatan tersebut efektif atau tidak. Antibiotik golongan sefalosporin generasi ketiga, sefotaksim dan seftriakson yang digunakan dalam penelitian ini. Ketidakefektifan terapi antibiotik menimbukan dampak yang tidak di ingikan yaitu resistensi terhadap bakteri, berbagai antibiotik yang dapat digunakan sebagai pengobatan pneumonia. Tujuan pada penelitian ini yaitu bagaimana profil penggunaan antibiotik sefotaksim dan seftriakson di RSUD Budhi Asih pada pasien balita yang menderita pneumonia komunitas,terapi yang efektif antara antibiotik sefotaksim dan sefriakson secara biaya di rawat inap RSUD Budhi Asih, pengumpulan data menggunakan observasi secara retrospektif. Data kemudian di analisis menggunakan metode statistika spearman. Perhitungan ACER terhadap biaya rata-rata medis langsung antibiotik sefotaksim yaitu Rp. 9.013.793 sedangkan ACER antbiotik seftriakson Rp.3.748.258 sehingga terapi antibiotik pada pneumonia komunitas balita dengan antibiotik seftriakson lebih hemat biaya dibandingkan sefotaksim. Tidak terdapat hubungan antara biaya medis langsung dengan outcome karena nilai p value yang dihasilkan adalah 0,438 (Ho = diterima).
ANALISIS EFEKTIVITAS BIAYA TERAPI KOMBINASI PADA PASIEN RAWAT JALAN DENGAN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RSU SWASTA JAKARTA SELATAN Lukitasari, Nurraya; Waluyo, Dyah Ayuwati; Purnomo, Frida Octavia; Wardana, Mutia Sari; Rahmawati, Icha
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.28018

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) adalah salah satu penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan global yang mengalami peningkatan angka kesakitan dan kematian tertinggi di dunia termasuk di Indonesia. Penatalaksanaan terapi pada pasien dengan DM tipe 1 menggunakan insulin merupakan pilihan utama, sedangkan indikasi untuk obat diabetes oral terutama ditujukan untuk mengobati pasien dengan DM tipe 2 yang tidak dapat dikendalikan dengan mengatur asupan energi, karbohidrat, dan olahraga Terapi insulin adalah salah satu pilihan tambahan pada pasien DM tipe 2 jika langkah pertama pengobatan yang menggabungkan kebiasaan gaya hidup dan obat diabetes oral tidak mencapai target HbA1c yang diinginkan Berbagai jenis kombinasi obat antidiabetes yang diberikan kepada pasien, antara lain kombinasi 2 obat antidiabetes oral, kombinasi insulin dengan 1 obat antidiabetes oral, kombinasi insulin dengan 2 obat antidiabetes oral atau bahkan kombinasi 2 jenis insulin dengan antidiabetes oral. Penelitian ini akan memberikan informasi menyeluruh mengenai efektivitas biaya antidiabetes baik oral maupun insulin terhadap luaran klinis Gula Darah Sewaktu (GDS) yang diamati selama tiga bulan terapi pada pasien diabetes rawat jalan di suatu rumah sakit umum di Jakarta Selatan. Diperoleh hasil terapi kombinasi Acarbose+Gliquidone dengan nilai REB yang baik yaitu Rp 6.027,06 disusul dengan terapi Levemir pen+Acarbose+Glibenklamid+Metformin dan Novorapid pen+Gliquidone masing-masing sebesar Rp 12.532,14 dan Rp 12.638,28. Nilai RIEB terapi kombinasi Acarbose+Metformin+Gliquidone perlu menambahkan biaya sebesar Rp 905,82 per peningkatan efektivitas.
ANALISIS DRUG SELECTION TERHADAP LENGTH OF STAY (LOS) PASIEN BPJS DIABETES MELLITUS TIPE II GERIATRI PERIODE JANUARI-DESEMBER TAHUN 2022 Nur Rizki, Adinda Ayu; Wahyu, Syafrima; Lukitasari, Nurraya
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.30938

Abstract

Drug Related Problem (DRP) adalah kejadian yang tidak diharapkan yang dapat menganggu hasil klinis kesehatan, salah satunya terkait dengan ketidaktepatan pemilihan obat. Penelitian ini bertjuan untuk mengetahui karakteristik, profil pengobatan, jenis ketidaktepatan drug selection, serta menganalisis hubungan antara jumlah kejadian ketidaktepatan drug selection dengan length of stay (LOS). Pasien geriatri yaitu pasien lanjut usia (60-74 tahun) dengan multi penyakit akibat penurunan fungsi organ, psikologi, serta lingkungan sehingga membutuhkan pelayanan kesehatan secara terpadu. Penelitian ini merupakan penelitian dekskriptif non eksperimental dengan rancangan cross sectional dengan jumlah subjek penelitian sebanyak 40 pasien periode Januari-Desember Tahun 2022. Hasil penelitian dari 40 pasien terdapat ketidaktepatan Drug Selection yaitu sebanyak 77 kejadian diantarannya obat sesuai pedoman, namun terdapat kontraindikasi 1 kejadian (1,30%), tidak ada indikasi obat 5 kejadian (6,49%), kombinasi obat yang tidak tepat misalnya obat-obat, obat-herbal, obat-suplemen 66 kejadian (85,71%), dan indikasi tanpa obat 5 kejadian (6,49%). Tidak ada hubungan yang signifikan antara jumlah ketidaktepatan Drug Selection dengan LOS dengan nilai signifikasi p = 0,816 (0.05) dan nilai r = 0,038. Ketidaktepatan Drug Selection yang terjadi yaitu obat sesuai pedoman namun terdapat kontraindikasi 1 kejadian (1,30%), tidak ada indikasi obat 5 kejadian (6,49%), kombinasi obat yang tidak tepat misalnya obat-obat, obat-herbal, obat-suplemen 66 kejadian (85,71%), dan indikasi tanpa obat 5 kejadian (6,49%).