Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Penguatan Kesadaran Hukum dan Pemberdayaan SDM dalam Menekan Tingkat Kemiskinan di Desa Dewa Tana, Sumba Tengah Umbu Djadji, Osfred; Lombu, Pajaru; Ramompas, Yuvensius; Jekson, Alfred; Rambu Eku Mangngi, Ervi; Day Mbati, Lisna
ABDINE: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): ABDINE : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Riau Pesisir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52072/abdine.v5i1.1159

Abstract

Desa Dewa Tana merupakan desa yang berada di kecamatan Umbu Ratu Nggay Barat, kabupaten Sumba Tengah, provinsi Nusa Tenggara Timur. Hasil observasi menunjukkan bahwa permasalahan sengketa tanah, kualitas SDM yang terbatas, tata kelola desa yang kurang baik dan stunting mengakibatkan permasalahan tersebut semakin berkembang. Tujuan kegiatan ini adalah mensosialisasikan hukum agraria dan upaya pemberdayaan SDM dalam menekan tingkat kemiskinan. Metode yang digunakan adalah sosialisasi dengan teknik ceramah dan diskusi. Hasilnya adalah; pada aspek hukum, kegiatan tersebut membuka wawasan Mitra dalam membedakan hak-hak agraria, peraturan yang berlaku, hak guna dan ulayat atas tanah yang bersifat turun-temurun yang dibuktikan menurunnya jumlah kasus sengketa tanah sebesar 40%. Pada aspek peningkatan kualitas SDM, Mitra menyadari bahwa pentingnya peningkatan kualitas SDM desa saat ini yang dilihat dari aspek pengetahuan, keterampilan dan sikap melalui pemberdayaan aparatur dan masyarakat desa seperti pendidikan dan pelatihan. Pada aspek kebijakan atau strategi desa, Mitra dapat menyusun kebijakan strategis desa yang tepat untuk menyelesaikan permasalahan kemiskinan seperti melalui program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Selain itu, diperlukan mobilisasi tenaga kerja, transfer sumber daya dan penggunaan teknologi dalam sektor pertanian. PkM selanjutnya diharapkan dapat menjalankan kegiatan sosialisasi secara keberlanjutan kepada desa konflik untuk terus memantau perkembangan kesadaran masyarakat akan hukum agraria.
Pemberdayaan Masyarakat Sebagai Upaya Meningkatkan Kesejahteraan Ekonomi, Pertanian, Peternakan, Pendidikan, Dan Sosial Di Desa Tamburi Yuvensius Ramompas; Risto Pindu Djawa; Umbu Tamu Kilinggoru; Anggreni Wulandari Hukapati; Jesika Dangi Lonja; Frichelya Maharani Tamu Ina; Asririn Nggaba; David Meta Kamala; Desta Rastra Putra Anggaraksa; Osfred Umbu Djadji; Salmon Pandarangga; Firat Meiyasa; Nurbety Tarigan; Erwianta Gustial Radjah
AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 7 : Agustus (2026): AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tamburi Village, located in the Rindi District of East Sumba, possesses significant potential rooted in its rich traditions and local knowledge—particularly regarding land management, livestock rearing, and tie weaving. However, the community remains heavily reliant on traditional farming practices and livestock management methods that are ill-suited to local environmental conditions. Furthermore, they face challenges such as an inability to utilize digital information for various needs, limited knowledge regarding the promotion of woven fabrics and organic fertilizer production, and a lack of signage directing visitors to the village. The objective of this community service initiative is to identify and address development challenges in Tamburi Village through programs tailored to local needs and potential. The project engages various stakeholders, including village officials, housewives, farmer groups, livestock breeders, and students. A descriptive-qualitative approach was employed for implementation. The results indicate that, in the agricultural and livestock sectors, the community has gained new knowledge to ensure the sustainability of cost-effective and high-value horticultural and livestock enterprises. In the education sector, children have shown increased interest in learning. Regarding digital information, village officials are now capable of independently managing the village information system. Additionally, signage directing visitors to the village has been installed, making it easier for newcomers to navigate their way to Tamburi.