Sholeh Hidayat Hidayat
Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Serang

Published : 34 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

PENGARUH PENGGUNAAN LABORATORIUM DAN GAYA BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA Estu Wijayaningsih; Sholeh Hidayat; Yeyen Maryani
JTPPm (Jurnal Teknologi Pendidikan dan Pembelajaran) : Edutech and Intructional Research Journal Vol 3, No 1 (2016): JTPPm (Jurnal Teknologi Pendidikan dan Pembelajaran)
Publisher : http://jurnal.untirta.ac.id/index.php/JTPPm

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jtppm.v3i1.7712

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan laboratorium riil dan virtual terhadap hasil belajar biologi. Penelitian ini dilaksanakan di SMAN 5 Kota Serang di kelas XII IPA tahun pelajaran 2015/2016 dengan menggunakan desain faktorial 2x2. sampel dua jalur dan Uji Tuckey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Hasil belajar biologi siswa yang menggunakan media laboratorium virtual (nilai mean = 18.90) lebih tinggi daripada siswa yang menggunakan media laboratorium riil (nilai mean = 17.87), (2) Hasil belajar biologi siswa yang mempunyai gaya  extrovert (nilai mean = 18.33) lebih rendah daripada yang mempunyai gaya belajar introvert (nilai mean = 18.43), (3) Terdapat  interaksi penggunaan laboratorium dan gaya belajar terhadap hasil belajar biologi, (4) Hasil belajar biologi siswa yang mempunyai gaya belajar extrovert yang menggunakan media laboratorium virtual (nilai mean = 18.93) lebih tinggi dibandingkan yang menggunakan media laboratorium riil (nilai mean = 17.73), (5) Hasil belajar biologi siswa yang mempunyai gaya belajar introvert yang menggunakan media laboratorium virtual (nilai mean = 18.86) lebih tinggi dibandingkan yang menggunakan media laboratorium riil (nilai mean = 18.00), (6) Hasil belajar biologi siswa yang mempunyai gaya belajar  extrovert yang menggunakan media laboratorium virtual (nilai mean = 18.93) lebih tinggi dibandingkan siswa dengan gaya belajar introvert yang menggunakan media laboratorium virtual (nilai mean = 18.86) , dan (7) Hasil belajar biologi siswa yang mempunyai gaya belajar  introvert yang menggunakan media laboratorium riil (nilai mean = 18.00) lebih rendah dibandingkan siswa dengan gaya belajar extrovert yang menggunakan media laboratorium riil (nilai mean = 17.73). Kata kunci : Laboratorium, Gaya Belajar, Hasil Belajar Biologi
PENGARUH PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL DAN BERPIKIR KRITIS TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR Nenah Nenah; Sholeh Hidayat; Luluk Asmawati
JTPPm (Jurnal Teknologi Pendidikan dan Pembelajaran) : Edutech and Intructional Research Journal Vol 5, No 1 (2018): JTPPm (Jurnal Teknologi Pendidikan dan Pembelajaran)
Publisher : http://jurnal.untirta.ac.id/index.php/JTPPm

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jtppm.v5i1.7472

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pembelajaran kontekstual dan berpikir kritis terhadap hasil belajar IPA Siswa. Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain grup faktorial 2x2. Penelitian ini dilakukan di SD  Islam Al-Husna Rangkasbitung Kabupaten Lebak. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VI A dan VI B, dengan 20 sampel pada kelas eksperimen dan 20 pada kelas kontrol, jadi sampel penelitian sebanyak 40 siswa. Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) Hasil analisis pendekatan pembelajaran (Kontekstual dan berbasis masalah), didapatkan nilai Fhitung >Ftabel (20,429 > 4,013) dengan nilai Sig. (0,000) > 0,05, sehingga dapat di ambil kesimpulan terdapat perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran kontekstual dan pembelajaran berbasis masalah. 2) Hasil analisis pengaruh interaksi didapatkan nilai Fhitung< Ftabel (1,470 < 4,013) dengan nilai Sig. (0,230) > 0,05, sehingga dapat di ambil kesimpulan tidak terdapat pengaruh interaksi pendekatan pembelajaran dan kemampuan berpikir kritis terhadap hasil belajar IPA Siswa. 3) Hasil analisis pendekatan pembelajaran Kontekstual dan Berbasis masalah pada kemampuan berpikir kritis tinggi, didapatkan nilai Fhitung> Ftabel (16,431 > 4,013), dengan nilai Sig. (0,000) < 0,05, sehingga dapat di ambil kesimpulan terdapat perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran kontekstual dan pembelajaran berbasis masalah untuk siswa yang memiliki kemampuan berpikir kritis tinggi. 4) Hasil analisis pembelajaran kontekstual dan pembelajaran berbasis masalah pada kemampuan berpikir kritis rendah, didapatkan nilai Fhitung> Ftabel (5,469 > 4,013), dengannilai Sig. (0,023) < 0,05, sehingga dapat di ambil kesimpulan terdapat perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran kontekstual dan pembelajaran berbasis masalah untuk siswa yang memiliki kemampuan berpikir kritis rendah.Kata kunci: pembelajaran kontekstual, berpikirkritis, hasil belajar sains
PENGEMBANGAN MEDIA ONLINE GOOGLE CLASSROOM PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI OLAH RAGA DAN KESEHATAN BAGI ATLET REMAJA Agis Muliawan Gandalas; Sholeh Hidayat; Lukmanul Hakim
JTPPm (Jurnal Teknologi Pendidikan dan Pembelajaran) : Edutech and Intructional Research Journal Vol 8, No 1 (2021): JTPPm (Jurnal Teknologi Pendidikan dan Pembelajaran)
Publisher : http://jurnal.untirta.ac.id/index.php/JTPPm

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jtppm.v8i1.11896

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran google classroom  pada  pembelajaran  teknik  dasar  futsal  dalam  meningkatkan  teknik dasar pembelajaran futsal bagi atlet. Penelitian ini menggunakan model 4D terdiri dari 4 langkah, yakni (1) Pendefinisian, (2) Perancangan, (3) Pengembangan, (4) Penyebarluasan. Subjek penelitian ini adalah atlet futsal di Ponpes Kun Karima Pandeglang. Validasi produk dilakukan oleh ahli materi dan ahli media. Uji coba produk dilakukan kepada atlet. Data yang diperoleh dalam uji coba ini diperoleh dari lembar pengamatan. Data analisis dengan mendeskripsikan kelayakan produk media pembelajaran melalui validitas analisis rata rata. Kelayakan media google classroom  teknik  dasar  pembelajaran  futsal  mendapatkan  persentase  sebesar 78,75% dengan kualifikasi cukup baik, kelayakan materi dalam google classroom sebesar  88,  57%  dengan  kualifikasi  baik.  Berdasarkan  penilaian  oleh  atlet terhadap media pembelajaran google classroom teknik dasar pembelajaran futsal memperoleh skor  rata-rata  80%  dengan  kualifikasi  baik.  Walaupun  tergolong layak dan dapat diimplementasikan, terdapat bagian bagian yang harus direvisi sesuai saran perbaikan dari para ahli,  praktisi,  dan atlet.  Media pembelajaran google classroom teknik dasar pembelajaran futsal menjadi salah satu alternative sumber belajar. Sebagai langkah pemanfaatan produk hasil pengembangan, guru disarankan menggunakan media ini dalam proses pembelajaran. Atlet disarankan agar memahami dan dapat mempelajari teknik dasar futsal dengan baikdan benar dengan dukungan media pembelajaran. Pengembangan media pembelajaran ini dapat dijadikan pertimbangan dan inspirasi dalam pengembangan media pembelajaran teknik dasar pembelajaran futsal lainnya yang lebih baik lagi. Kata Kunci : Pengembangan media, google classroom, Teknik dasar futsal
PEMANFAATAN MULTIMEDIA DAN GAYA BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA Masfupah Masfupah; Sholeh Hidayat
JTPPm (Jurnal Teknologi Pendidikan dan Pembelajaran) : Edutech and Intructional Research Journal Vol 1, No 1 (2014): JTPPm (Jurnal Teknologi Pendidikan dan Pembelajaran)
Publisher : http://jurnal.untirta.ac.id/index.php/JTPPm

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jtppm.v1i1.7896

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek pemanfaatan multimedia dan gaya belajar siswa terhadap hasil belajar IPA. Penelitian ini dilaksanakan di SDN Sukasari 6 pada bulan Januari sampai dengan April 2013. Populasi berjumlah 76 siswa kelas 5 SDN Sukasari 6. Sampel berjumlah 68 siswa kelas 5 SDN Sukasari 6. Metodologi penelitian ini adalah eksperimen dengan treatmet dua level yaitu kelompok eksperimen menggunakan multimedia dengan kelompok kontrol menggunakan media gambar. Pengumpalan data menggunakan teknik kuesioner dengan skala Likert dan hasil belajar IPA menggunakan tes hasil belajar. Teknik analisis data menggunakan Anova dengan signifikansi 0,05 atau 5%.  Hasil Penelitian terdapat perbedaan hasil belajar IPA siswa kelas V SDN Sukasari 6 Kota Tangerang antara pembelajaran menggunakan multimedia dan pembelajaran menggunakan media gambar, (2)  terdapat perbedaan hasil belajar IPA siswa kelas V SDN Sukasari 6 Kota Tangerang antara yang memiliki gaya belajar visual dan gaya belajar auditori, (3) interaksi pembelajaran menggunakan multimedia dan gaya belajar siswa dalam pengaruhnya terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SDN Sukasari 6 Kota Tangerang, (4) terdapat perbedaan hasil belajar IPA siswa kelas V SDN Sukasari 6 Kota Tangerang yang memiliki gaya belajar visual yang mengikuti pembelajaran menggunakan multimedia dibandingkan dengan pembelajaran menggunakan media gambar dan (5) Terdapat perbedaan hasil belajar IPA siswa kelas V SDN Sukasari 6 Kota Tangerang yang memiliki gaya belajar auditori yang mengikuti pembelajaran menggunakan multimedia dibandingkan dengan pembelajaran menggunakan media gambar. Hasil uji Tuckey Qh = 12.36 > Qt = 2,89. Kata kunci : pemanfaatan media animasi, gaya belajar, hasil belajar IPA Kelas 5 SD.
PENGEMBANGAN MEDIA MEDIA KOMIK DIGITAL PADA PEMBELAJARAN PPKn DI SMA Ida Nurhayati; Sholeh Hidayat; Luluk Asmawati
JTPPm (Jurnal Teknologi Pendidikan dan Pembelajaran) : Edutech and Intructional Research Journal Vol 6, No 1 (2019): JTPPm (Jurnal Teknologi Pendidikan dan Pembelajaran)
Publisher : http://jurnal.untirta.ac.id/index.php/JTPPm

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jtppm.v6i1.7413

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) kelayakan model dan desain media komik digital, (2) efektivitas penggunaan media dalam meningkatkan motivasi peserta didik, (3) efektivitas penggunaan media dalam meningkatkan kreativitas peserta didik. Metode yang digunakan untuk mengetahui kelayakan produk yang dikembangkan melalui validasi ahli media, ahli Informasi dan Teknologi, ahli praktisi, dan uji coba produk, untuk mengetahui efektivitas media dalam meningkatkan motivasi dan kreativitas peserta didik melalui angket motivasi dan kreativitas yang diisi oleh peserta didik. Model pengembangan ADDIE yang digunakan terdiri dari lima langkah pengembangan yakni (1) analisis, (2) desain, (3) pengembangan, (4) implementasi dan (5) evaluasi. Instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian dan pengembangan ini adalah angket kuesioner skala 1 sampai 5 dengan analisis data deskriptif kuantitatif dan persentase. Hasil dari penelitian dan pengembagan ini berupa media pembelajaran PPKn berbentuk komik digital. Hasil pengujian kelayakan ahli media pembelajaran sebesar 3,73 dan 74,6 % dengan kategori layak, ahli informasi dan teknologi sebesar 3,81 dan 76,2%, ahli materi sebesar 3,89 dan 77,8% dengan kategori layak, dan uji coba lapangan sebesar 3,94 dan 78,7 % dengan kategori layak. Sehingga dengan demikian, komik digital yang dikembangkan dalam penelitian ini dinyatakan dalam kategori “layak”. Hasil pengujian motivasi peserta didik sebesar 3,92 dan 78,4% dengan kategori “baik”. Hasil pengujian kreativitas peserta didik sebesar 3,90 dan 78,0% dengan kategori “baik”. Sehingga produk yang dikembangkan layak digunakan dalam pembelajaran. Kata kunci : Pengembangan Media Pembelajaran, Komik Digital, Pembelajaran PPKn
HUBUNGAN ANTARA PENGUASAAN TATA BAHASA DAN KOSAKATA TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS TEKS RECOUNT PADA PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS DI SMP Dana Sudarjat; Sholeh Hidayat; Luluk Asmawati
JTPPm (Jurnal Teknologi Pendidikan dan Pembelajaran) : Edutech and Intructional Research Journal Vol 4, No 2 (2017): JTPPm (Jurnal Teknologi Pendidikan dan Pembelajaran)
Publisher : http://jurnal.untirta.ac.id/index.php/JTPPm

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jtppm.v4i2.7679

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara: (1). Penguasaan tata bahasa Inggris dengan kemampuan menulis teks recount. (2). Penguasaan kosakata bahasa Inggris dengan kemampuan menulis teks recount dan (3). Penguasaan tata bahasa Inggris dan penguasaan kosakata bahasa Inggris secara bersama-sama dengan kemampuan menulis teks recount. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 6 Maja Kabupaten Lebak dari tanggal 3 Maret sampai dengan  Mei 2017. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitaif metode korelasional.Populasi penelitian ini meliputi seluruh peserta didik kelas VIII SMP Negeri 6 Maja Kabupaten Lebak.Sampel dalam penelitin ini adalah 34 peserta didik yang diambil secara purposive sampling. Instrumen untuk mengumpulkan data penelitian ini adalah tes penguasaan tata bahasa Inggris, tes penguasaan kosakata bahasa Inggris dan tes kemampuan menulis teks recount. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik statistik regresi dan korelasi (sederhana dan ganda). Hasil analisis menunjukan bahwa : (1) ada hubungan positif antara penguasaan tata bahasa Inggris dengan kemampuan menulis teks recount (rx1y = 0,334 taraf nyata α = 0,05 dengan N = 34); (2) ada hubungan positif antara penguasaan kosakata bahasa Inggris dengan kemampuan menulis teks recount (rx2y = 0,653 taraf nyata α = 0,05 dengan N = 34); dan (3) ada hubungan positif antara penguasaan tata bahasa Inggris dan penguasaan kosakata bahasa Inggris secara bersama-sama dengan kemampuan menulis teks recount (ry12 = 0,653 taraf nyata α = 0,05 dengan N = 34. Dari hasil analisis di atas dapat dinyatakan bahwa secara bersama-sama penguasaan tata bahasa Inggris dan penguasaan kosakata bahasa Inggris memberikan sumbangan yang berarti kepada kemampuan menulis teks recount Kata kunci :Penguasaan Tata Bahasa, Kosakata, Menulis Teks Recount
PENGARUH PENGGUNAAN METODE PEMBELAJARAN BERMAIN PERAN DAN KONSEP DIRI TERHADAP KEMAMPUAN MENJADI TUTOR SEBAYA Neneng Nuraeni; Sholeh Hidayat
JTPPm (Jurnal Teknologi Pendidikan dan Pembelajaran) : Edutech and Intructional Research Journal Vol 1, No 2 (2014): JTPPm (Jurnal Teknologi Pendidikan dan Pembelajaran)
Publisher : http://jurnal.untirta.ac.id/index.php/JTPPm

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jtppm.v1i2.7901

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui :(1) pengaruh perbedaan penggunaan metode bermain peran dan metode pembelajaran STAD dalam pembelajaran materi TRIAD KRR ( seksualitas, NAPZA, HIV dan AIDS ) untuk meningkatkan kemampuan menjadi tutor sebaya (2) pengaruh  perbedaan konsep diri anggota kelompok PIK-Remaja dalam proses pembelajaran dengan menggunakan metode bermain peran dan metode STAD terhadap kemampuan menjadi tutor sebaya. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan menggunakan desain treatmen by level 2x2. Sampel terdiri dari dua kelas yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol yang merupakan siswa kelas XI  yang diambil secara purposive sampling.  Analisa hipotesis menggunakan ANOVA dua jalur yang diketahui bahwa (1) Adanya perbedaan kemampuan menjadi tutor sebaya antara siswa yang belajar dengan metode bermain peran dengan siswa yang menggunakan metode STAD ( A1dan A2), dilihat dari  nilai Fhitung = 13.017, sedangkan nilai Ftabel pada taraf signifikansi α = 0,05 adalah 4,11 dan taraf signifikansi α = 0,01 adalah 7,40. Jadi nilai Fhitung > Ftabel dengan demikian berarti bahwa terdapat perbedaan rata-rata skor kemampuan menjadi tutor sebaya siswa yang diberikan pembelajaran bermain peran dengan pembelajaran kooperatif STAD.(2) Adanya pengaruh perbedaan konsep diri terhadap kemampuan menjadi tutor sebaya (B1B2)dilihat dari nilai Fhitung = 7.4081, sedangkan nilai Ftabel pada taraf signifikansi α = 0,05 adalah 4,11. Jadi nilai Fhitung > Ftabel. Kata kunci: Metode Bermain Peran, Konsep Diri, Kemampuan Menjadi Tutor Sebaya
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DAN BERPIKIR KRITIS TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA Lilis Hendayati; Sholeh Hidayat; Luluk Asmawati
JTPPm (Jurnal Teknologi Pendidikan dan Pembelajaran) : Edutech and Intructional Research Journal Vol 3, No 2 (2016): JTPPm (Jurnal Teknologi Pendidikan dan Pembelajaran)
Publisher : http://jurnal.untirta.ac.id/index.php/JTPPm

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jtppm.v3i2.7760

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan model pembelajaran berbasis masalah (PBM)  dan Kemampuan berpikir kritis siswa terhadap hasil belajar pada pelajaran pendidikan kewarganegaraan  (Materi : Peran serta masyarakat dalam sistem politik di Indonesia) di SMK Guna Bangsa Banjarsari Kabupaten Lebak.Sampel diacak secara random (Random Sampling) dari sampel yang ditentukan.Populasi penelitian ini kelas X berjumlah 80 orang yang juga dijadikan sampel (sampel jenuh). Teknik pengumpulan datanya dengan member test (Post).hasil penelitian tersebut memperoleh (1) Terdapat perbedaan hasil belajar pendidikan kewarganegaraan pada siswa X dengan menggunakan modelpembelajaran berbasis masalah (PBM) dengan Model pembelajaran langsung. (2) Terdapat perbedaan hasil belajar siswa dengan kemampuan berpikir kritis tinggi dengan kemampuan siswa berpikir kritis rendah . (3) Terdapat perbedaan hasil belajar siswa dengan model pembelajaran berbasis masalah dengan siswa yang memiliki kemampuan berpikir kritis tinggi dan dengan menggunakan model pembelajaran langsung dengan siswa yang memiliki kemampuan berpikir kritis tinggi. (4) Terdapat perbedaan hasil belajar menggunakan model pembelajaran berbasis masalah dengan siswa yang memiliki kemampuan berpikir kritis rendah  dan hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran langsung siswa yang memiliki kemampuan berpikir kritis rendah. (5) Terdapat perbedaan hasil belajar model pembelajaran berbasis masalah dengan siswa yang memiliki kemampuan berpikir kritis tinggi     dengan hasil belajar siswa menggunakan model pembelajaran langsung dengan siswa yang memiliki kemampuan berpikir kritis rendah. (6) Terdapat perbedaan hasil belajar siswa dengan model pembelajaran langsung dengan siswa yang memiliki kemampuan berpikir kritis tinggi dan hasil belajar siswa dengan model pembelajaran langsung dengan siswa yang memiliki kemampuan berpikir kritis rendah. Kata Kunci : Model Pembelajaran berbasis masalah (PBM), Kemampuan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar.
PENGEMBANGAN MODUL BERBASIS MASALAH UNTUK MENIGKATKAN POLA WACANA ARGUMENTASI SISWA SEKOLAH DASAR Agus Wahyudi; Sholeh Hidayat; Enggar Utari
JTPPm (Jurnal Teknologi Pendidikan dan Pembelajaran) : Edutech and Intructional Research Journal Vol 5, No 1 (2018): JTPPm (Jurnal Teknologi Pendidikan dan Pembelajaran)
Publisher : http://jurnal.untirta.ac.id/index.php/JTPPm

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jtppm.v5i1.7473

Abstract

Modul pembelajaran adalah media pembelajaran yang dapat mempermudah siswa dalam belajar secara mandiri untuk menguasai konsep dan materi-materi yang harus dikuasai.Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul berbasis masalah untuk meningkatkan pola wacana argumentasi pada tema selamatkan makhluk hidup dan juga perangkat pembelajaran berupa rencana pelaksanaan pembelajaran yang sesuai dengan modul. Penelitian ini termasuk penelitian pengembangan (Research and Development) dengan pendekatan ASSURE, yang merupakan singkatan dari Analyze learners, State Objectives, Select methods, media and material, Utilize media and materials, Require learner participation, Evaluate and revise.Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Agustus sampai dengan Desember 2017 Semester satu tahun pelajaran 2017/2018.Instrumen dalam penelitian ini adalah angket penilaian kualitas modul, lembar kualitas rencana pelaksanaan pembelajaran dan lembar saran serta lembar angket respon siswa terhadap produk akhir modul.Modul dinilai dari aspek didaktik, konstruksi, dan teknis.Sedangkan rencana pelakssanaan pembelajaran dinilai berdasarkan kelengkapan dan kesesuaian dengan modul.Data diperoleh dari angket penilaian kualitas modul dan rencana pelaksanaan pembelajaran dianalisis secara kuantitatif.Data yang diperoleh dari lembar saran digunakan untuk perbaikan modul yang disusun.Hasil dari penelitian ini adalah tersusunya modul berbasis masalah untuk meningkatkan pola wacana argumentasi pada tema selamatkan makhluk hidup. Berdasarkan hasil penilaian kualitas modul oleh ahli media/desain, materi dan praktisi, memperoleh nilai 94 dan penilaian kualitas rencana pelaksanaan pembelajarn memperoleh nilai 94,2, serta dari hasil respon siswa terhadap hasil akhir modul memperoleh nilai 90. Ketiganya termasuk kedalam kategori sangat layak, Dari perolehan nilai tersebut dapat disimpulkan bahwa modul berbasis masalah dapat digunakan sebagai media pembelajaran dalam kelas. Kata kunci : Modul Berbasis Masalah, Argumentasi, Tema Selamatkan Makhluk Hidup, Respon Siswa.
PENGEMBANGAN MODUL CETAK PEMBELAJARAN IPA BERBASIS INKUIRI TERBIMBING Ucu Kulsum Srilaswati; Sholeh Hidayat; Suparno Suparno
JTPPm (Jurnal Teknologi Pendidikan dan Pembelajaran) : Edutech and Intructional Research Journal Vol 8, No 1 (2021): JTPPm (Jurnal Teknologi Pendidikan dan Pembelajaran)
Publisher : http://jurnal.untirta.ac.id/index.php/JTPPm

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jtppm.v8i1.11897

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan modul pembelajaran IPA berbasis inkuiri terbimbing yang valid untuk hasil belajar IPA pada semester I peserta didik kelas IV SD/MI.Penelitian ini termasuk ke dalam rumpun penelitian dan pengembangan, menggunakan Dick and Carey.,. Sedangkan validasi pembelajaran IPA berbasis inkuiri terbimbing  dengan uji statistik menggunakan SPSS 25 dengan uji paired sample t-tes. Adapun hasil perhitungan modul pembelajaran IPA berbasis inkuiri terbimbing yang telah dikembangkan, berdasarkan penilaian ahli materi sangat baik (SB) dengan skor rata-rata 93 rentang angaka 80-100% dan tingkat persentase keidealan 93 %. Penilaian ahli media  baik (B) dengan skor 80 dan tingkat persentase ideal 80%. Penilaian ahli bahasa baik (B) dengan skor 320 dan tingkat persentase 91%. Sedangkan respon siswa terhadap produk yang dikembangkan sangat baik (SB) dengan persentase keidealan sebesar 94%. Hasil belajar siswa terdapat signifikansi antara sebelum menggunakan modul dan sesudah menggunakan modul.Berdasarkan data diatas maka Pengembangan modul cetak materi bunyi dan keterkaitannya dengan indra pendengaran memiliki validitas tinggi dan termasuk kategori sangat baik sehingga layak dijadikan bahan ajar dikelas IV SD/MI. Kata kunci: modul, pembelajaran IPA, inkuiri terbimbing, meningkatkan hasil belajar IPA