Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Pelatihan Penyusunan Instrumen Penelitian dalam Bimbingan dan Konseling bagi Mahasiswa BK sebagai calon Guru BK dan Konselor Sekolah Maulita, Rizki; Ubaidillah, Muhammad; Nurzafira, Istiqomah
Nemui Nyimah Vol. 4 No. 2 (2024): Nemui Nyimah Vol.4 No.2 2024
Publisher : FT Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/nm.v4i2.149

Abstract

Preparing original and relevant research instruments is an important skill for Guidance and Counseling (BK) Study Program students, especially for producing quality research. However, many students prefer to adapt existing instruments rather than compose their own. This affects the originality of the research and the relevance of the results to actual problems in the field. For this reason, training was held in preparing research instruments for BK students at Lampung University. Training methods include theory dissemination, instrument preparation simulations, and empirical testing. The results of the training show that students are able to compose research instruments independently. Each participant succeeded in producing one original research instrument that was relevant to their research topic. This training succeeded in improving students' practical skills and made a positive contribution to the development of research in the field of BK
ANALISIS CULTURE SHOCK PADA PENDATANG BARU DALAM PENYESUAIAN PENGGUNAAN LOGAT DAERAH LAMPUNG Khotman, Desy Rahmawati; Amalia, Romaisya; Prayogi, Rahmat; Ubaidillah, Muhammad; Muhammad, Ulul Azmi
Jurnal Buana Kata: Pendidikan, Bahasa, dan Ilmu Komunikasi Vol. 2 No. 1 (2025): Jurnal Buana Kata: Pendidikan, Bahasa, dan Ilmu Komunikasi
Publisher : Laboratorium Pembelajaran Bahasa, FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/buanakata.v2i1.786

Abstract

Penelitian ini dikaji untuk mengetahui bagaimana pengalaman culture shock atau gegar budaya yang dialami oleh pendatang baru di Lampung, khususnya dalam penyesuaian penggunaan logat daerah setempat. Culture shock merupakan kondisi psikologis di mana seseorang mengalami tekanan dan keterkejutan saat berhadapan dengan lingkungan dan budaya yang berbeda dari yang biasa mereka kenal. Masalah ini menarik untuk diteliti karena penggunaan logat yang berbeda dari bahasa asal sering kali memicu tantangan bagi pendatang, baik dalam aspek komunikasi maupun interaksi sosial, sehingga memperlambat proses adaptasi mereka. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pendatang baru yang tinggal di Lampung dalam kurun waktu kurang dari dua tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pendatang baru hampir selalu mengalami culture shock atau gegar budaya dengan berbagai tingkat dan bentuk, di mana mereka kerap merasa cemas, bingung, dalam berinteraksi dan berkomunikasi. Meski begitu, dengan proses adaptasi yang baik dan dukungan lingkungan, mereka secara bertahap dapat menyesuaikan diri dengan budaya dan logat bahasa baru. This research was studied to find out how culture shock is experienced by newcomers in Lampung, especially in adjusting the use of local accents. Culture shock is a psychological condition in which a person experiences pressure and shock when dealing with an environment and culture that is different from what they are used to. This issue is interesting to study because the use of accents that are different from the language of origin often triggers challenges for migrants, both in aspects of communication and social interaction, thus slowing down their adaptation process. This research uses a qualitative method with a case study approach. Data was collected through in-depth interviews with newcomers who lived in Lampung for less than two years. The results showed that newcomers almost always experience culture shock with various levels and forms, where they often feel anxious, confused, in interacting and communicating. Even so, with a good adaptation process and environmental support, they can gradually adjust to the new culture and language accent.
Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Berbantuan TimelineJS pada Materi Zuid-Sumatra Staatsspoorwegen & Oosthaven untuk Meningkatkan Hasil Belajar Aji Nalendro, Putut; Muhammad, Ulul Azmi; Yudisthira, Ardhi; Ubaidillah, Muhammad
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 5 No. 6 (2025): EduTIK : Desember 2025
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan menilai media pembelajaran interaktif berbantuan TimelineJS pada materi Zuid-Sumatra Staatsspoorwegen (ZSS) dan Oosthaven untuk meningkatkan hasil belajar sejarah lokal mahasiswa. Latar belakang penelitian ini adalah kebutuhan akan media digital yang mampu menyajikan peristiwa sejarah secara kronologis, kontekstual, dan interaktif agar pembelajaran menjadi lebih bermakna. Metode yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (R&D) dengan model ADDIE yang mencakup tahap analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian terdiri atas satu ahli materi, satu ahli media pembelajaran, dan 20 mahasiswa program studi Pendidikan Sejarah. Data dikumpulkan melalui validasi ahli, angket respon mahasiswa, serta tes hasil belajar, dan dianalisis secara deskriptif kuantitatif serta kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media yang dikembangkan valid, praktis, dan efektif. Hasil validasi ahli materi memperoleh skor 91% (sangat layak), sedangkan ahli media 88% (layak). Kepraktisan media berdasarkan respon mahasiswa mencapai 88,5% (sangat praktis). Uji efektivitas menunjukkan peningkatan hasil belajar dengan rata-rata nilai pretest 62,4 dan posttest 83,7, menghasilkan N-Gain sebesar 0,57 (kategori sedang–tinggi). Dengan demikian, media pembelajaran interaktif berbantuan TimelineJS layak digunakan dalam pembelajaran sejarah lokal di perguruan tinggi karena mampu menampilkan keterkaitan peristiwa secara visual, menarik, dan meningkatkan hasil belajar mahasiswa.
SOSIALISASI DAN IMPLEMENTASI DEEP LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU DI SMA MUHAMMADIYAH 2 BANDAR LAMPUNG Khoerunnisa, Indah; Fatimah, Ismah; Muhammad, Ulul Azmi; Nalendro, Putut Aji; Rahayu, Chika; Ubaidillah, Muhammad; Yudisthira, Ardhi; Sari, Dian Permata
Education, Language, and Arts: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2025): Education, Language, and Arts: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/ela.v4i2.1244

Abstract

This community service program aimed to improve teachers’ pedagogical competence through the socialization and implementation of Deep Learning approaches in classroom practice. Conducted at SMA Muhammadiyah 2 Bandar Lampung, the activity involved 57 teachers from various disciplines. Using a participatory and reflective training model, the program consisted of three main phases: conceptual socialization, collaborative workshops on learning module design, and mentoring for classroom implementation. Evaluation results showed that 90% of participants reported a clearer understanding of Deep Learning principles, 88% found the methods effective, and 90% felt more confident applying the approach in their teaching. Teachers also perceived increased student motivation and engagement after implementation. Overall, the activity succeeded in enhancing teachers’ readiness to design meaningful, reflective, and technology-integrated learning experiences aligned with 21st-century educational goals. This program underscores the importance of sustainable teacher development in fostering deep and transformative learning environments.   Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pedagogik guru melalui sosialisasi dan implementasi pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dalam praktik pembelajaran di kelas. Dilaksanakan di SMA Muhammadiyah 2 Bandar Lampung, kegiatan ini melibatkan 57 guru dari berbagai disiplin ilmu. Menggunakan model pelatihan partisipatif dan reflektif, program ini terdiri dari tiga fase utama: sosialisasi konseptual, lokakarya kolaboratif tentang perancangan modul pembelajaran, dan pendampingan untuk implementasi di kelas. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 90% peserta melaporkan pemahaman yang lebih jelas tentang prinsip-prinsip Pembelajaran Mendalam, 88% merasa metode ini efektif, dan 90% merasa lebih percaya diri dalam menerapkan pendekatan ini dalam pengajaran mereka. Guru juga merasakan peningkatan motivasi dan keterlibatan siswa setelah implementasi. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil meningkatkan kesiapan guru untuk merancang pengalaman belajar yang bermakna, reflektif, dan terintegrasi dengan teknologi yang selaras dengan tujuan pendidikan abad ke-21. Program ini menggarisbawahi pentingnya pengembangan guru yang berkelanjutan dalam mendorong lingkungan belajar yang mendalam dan transformatif.
Sosialisasi Persiapan Program Beasiswa Pendidikan Ke Luar Negeri bagi Anggota Karang Taruna Youngunter Desy Awal Mar'an; Anwar Fadila; Nita Sitta Rachma; Muhammad Ubaidillah; Nabila Hasri Ainun
Ruang Pengabdian: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): RUANG PENGABDIAN: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/rp/v5i2.hal.89-99

Abstract

Education is one of the strategic efforts to improve the quality of human resources, particularly through the equitable distribution of access to educational scholarships. However, in practice, many young people still lack adequate information regarding overseas educational scholarships. Therefore, efforts are needed to disseminate information about international scholarships through socialization activities. This community service program aims to enhance youths’ understanding of various overseas scholarship opportunities and the requirements that need to be prepared from an early stage. This activity employed a descriptive qualitative approach, focusing on youths’ perceptions of the implementation of an overseas scholarship socialization program. The activity was conducted at the Community Hall of Gunung Terang Sub-district, Bandar Lampung, involving 13 youth members of Karang Taruna Youngunter. Data were collected through open-ended questionnaires and post-activity interviews with the participants. The data were analyzed using thematic analysis to identify changes in perceptions, levels of understanding, and participants’ motivation. The outcomes of the program were assessed based on indicators including increased knowledge of scholarship types and requirements, enhanced motivation to prepare for scholarship applications, and heightened awareness of the importance of early preparation. The findings indicate improvements in participants’ understanding and motivation, as well as the emergence of an action-oriented mindset in planning initial steps for overseas educational scholarship preparation, suggesting that this activity has the potential to serve as an initial model of youth empowerment at the community level.
PENGUATAN PERAN GURU DALAM MENANGANI MASALAH SOSIAL EMOSIONAL ANAK MELALUI PELATIHAN KOMUNIKASI EMPATIK DAN PEMBELAJARAN BERMAKNA Mujiyati; Diah Utaminingsih; Chasya Aghniarrahmah; Muhammad Ubaidillah; Miranda Abung
Bagimu Negeri Vol 9 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan sosial-emosional anak usia sekolah dasar semakin menuntut perhatian, terutama pasca pandemi COVID-19 yang memunculkan gejala kecemasan, perilaku menarik diri, hingga agresivitas. Guru memiliki peran strategis dalam mendampingi perkembangan sosial-emosional siswa, namun masih banyak yang belum memiliki keterampilan komunikasi empatik dan strategi pembelajaran bermakna. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas guru TK dan SD di Sekolah Tunas Mekar Indonesia (TMI) Bandar Lampung melalui pelatihan komunikasi empatik dan pembelajaran bermakna. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif berbasis pelatihan dan pendampingan, meliputi tahap persiapan, pelaksanaan workshop, simulasi, pendampingan implementasi di kelas, serta evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman guru tentang komunikasi empatik, perubahan pendekatan pembelajaran menjadi lebih kontekstual dan bermakna, serta terbentuknya iklim kelas yang lebih positif. Selain itu, kegiatan ini menghasilkan modul pelatihan, instrumen observasi, laporan praktik baik, dan artikel ilmiah sebagai luaran. Kesimpulannya, pelatihan komunikasi empatik dan pembelajaran bermakna efektif memperkuat peran guru dalam menciptakan lingkungan belajar yang humanis, inklusif, dan mendukung kesejahteraan sosial-emosional siswa.
Investigating the Deep Learning Approach and Lampung Cultural Values (Piil Pesenggiri): A Theoretical and Cultural Analysis Prastyo, Yanuar Dwi; Ariyani, Farida; Ubaidillah, Muhammad; Zakiya, Hanifah; Rahayu, Chika; Dharmawan, Yanuarius Yanu
Linguistics and ELT Journal Vol 13, No 2 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/leltj.v13i2.36543

Abstract

This conceptual paper investigates how the deep learning approach articulated in the New Pedagogies for Deep Learning (NPDL) framework can be theoretically and culturally aligned with Indonesian national graduate profiles, recent Indonesian government formulations of Pembelajaran Mendalam (PM), and the Lampung cultural philosophy of Piil Pesenggiri in the context of English language teaching (ELT). Drawing on document analysis of NPDL texts, Indonesian curriculum and policy documents, the Academic Paper on Deep Learning, scholarly discussions of graduate profiles, and regional literature on Piil Pesenggiri, the study develops a tri-level comparison between global, national, and local frameworks. The analysis shows that NPDL’s six global competencies-character, citizenship, collaboration, communication, creativity, and critical thinking-broadly converge with Kemendikdasmen’s holistic, competency-based vision of graduates and with national deep learning discourse, which combines knowledge, skills, character, and citizenship in integrated graduate profiles. At the local level, core elements of Piil Pesenggiri such as juluk adok, nemui nyimah, nengah nyappur, and sakai sambayan provide cultural resources that can support the social, ethical, and collaborative dimensions of deep learning, while also generating tensions around honour, face, hierarchy, and group harmony. The paper argues that, when these convergences and tensions are explicitly recognised, ELT classrooms in Lampung can be designed as spaces for deep learning projects that develop the 6Cs through locally meaningful themes, tasks, and interaction norms. The study concludes by outlining principles for culturally responsive, deep learning-oriented ELT and by suggesting directions for future empirical research on the localisation of global pedagogies and national deep learning reforms in Indonesian schools.