Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

PERANCANGAN ULANG HOTEL ATLANTIC CITY BANDUNG DENGAN PENDEKATAN CITRA PERUSAHAAN Junita, Delsa Rezna; Hapsoro, Agustinus Nur Arief; Nanda, Rexha Septine Faril
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bandung adalah kota di Indonesia dengan potensi wisata dan bisnis signifikan,menarik wisatawan internasional maupun domestik. Dikenal karena kreativitas daninovasinya. Bandung unggul dalam berbagai sektor, termasuk industri kreatif,teknologi, dan pariwisata. Sebagai Ibukota Provinsi Jawa Barat, Bandung menjadipusat kegiatan ekonomi, politik, dan budaya. Berdasarkan data Badan PusatStatisitik (BPS) Kota Bandung, pertumbuhan ekonomi kota ini mencapai 5,07% padatahun 2023 namun menurun menjadi 4,99% pada 2024 akibat penurunan jumlahwisatawan yang memengaruhi pendapatan sektor perhotelan dan pariwisata. HotelAtlantic City Bandung, hotel bisnis biintang 3 di Pasir Kaliki No.126, menghadapitantangan mempertahakan sekaligus menningkatkan daya tariknya. Hotel ini perlumemperbaiki pelayanan, terutama fasilitas dan daya tarik, untuk menjagakepuasan dan loyalitas tamu. Perancangan ulang bertujuan menciptakan desaininterior yang mencerminkan nilai, visi dan misi hotel, mengimplementasikan solusiakustik, serta menyediakan fasilitas lengkap sesuai standar bintang 3.Kata kunci : Bandung; Pariwisata; Hotel Bisnis; Citra Merek; Kepuasan Pelanggan
KAJIAN TEORI COLLABORATIVE LEARNING DALAM PERANCANGAN INTERIOR RUANG KELAS SLBN NEGERI TAMANSARI Nabila, Nasya; Asharsinyo, Doddy Friestya; Nanda, Rexha Septine Faril
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan ulang SLB Negeri Tamansari di Tasikmalaya denganpendekatan Collaborative Learning bertujuan menciptakan lingkungan belajar yanginklusif, aman, nyaman, serta sepenuhnya mendukung kebutuhan siswaberkebutuhan khusus dalam berbagai aspek perkembangan mereka. Proyek iniberangkat dari identifikasi sejumlah permasalahan nyata di lapangan, seperti ruangkelas yang terlalu sempit untuk aktivitas belajar yang optimal, furnitur yang tidakergonomis dan kurang ramah bagi siswa dengan keterbatasan fisik, minimnya zonaindividual untuk konsentrasi belajar, serta kurangnya fasilitas keamanan dan sistempemeliharaan bangunan yang memadai. Melalui pendekatan desain yangmenitikberatkan pada kerja sama, fleksibilitas tata ruang, dan integrasi fungsi,perancangan mencakup penyediaan furnitur yang sepenuhnya ramah disabilitas,pencahayaan alami yang memadai, ventilasi silang yang baik, serta elemen desainyang mendukung stimulasi sensorik positif bagi siswa dengan beragam kebutuhan.Selain itu, rancangan juga memperhatikan kemudahan aksesibilitas antar ruang,penataan area belajar kelompok dan ruang pribadi secara proporsional, penggunaanmaterial yang aman, ramah lingkungan, dan mudah dirawat, serta penambahanruang terbuka hijau dan area bermain interaktif untuk mendorong perkembanganfisik, emosional, dan sosial siswa. Hasil desain diharapkan mampu meningkatkankenyamanan, efektivitas pembelajaran, interaksi sosial yang inklusif, sekaligusmenjadi model referensi yang dapat diaplikasikan pada pengembangan sekolahinklusif lainnya di Indonesia.Kata kunci: Collaborative Learning, inklusivitas, desain interior, SLB, disabilitas.
PERANCANGAN ULANG TRENMATIKA ISLAMIC BOARDING SCHOOL DENGAN PENDEKATAN BEHAVIOUR Lubna, Sahira Elmerillia; Laksitarini, Niken; Nanda, Rexha Septine Faril
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan ulang interior Trenmatika Islamic Boarding School denganmenggunakan pendekatan perilaku manusia (Human Behaviour). SMP dan SMATrenmatika, atau Pesantren Matematika, merupakan lembaga pendidikanberasrama yang mengintegrasikan kurikulum pesantren dengan kurikulum sekolah,menggunakan konsep modernisasi pesantren dengan perpaduan antara ilmupengetahuan (sains) dan nilai-nilai keislaman. Metode penelitian yang digunakanmeliputi observasi langsung, wawancara dengan pengelola dan siswa, serta studiliteratur. Pendekatan desain berbasis perilaku dipilih karena ruang dipandangsebagai elemen yang memengaruhi dan merespons perilaku penggunanya. Hasilperancangan menunjukkan bahwa desain yang berfokus pada kebutuhan danperilaku pengguna mampu meningkatkan kenyamanan, efektivitas proses belajarmengajar, serta mendukung internalisasi nilai-nilai dasar Islam sesuai visi dan misisekolah. Tema "Ruang Tumbuh Berkarakter" diterapkan dengan konsep warna netraldan lembut, material alami, serta elemen visual edukatif untuk mendukungpengalaman ruang yang mendidikKata Kunci : Interior, Karakter, Lingkungan Belajar, Kenyamanan, Nilai Islam
Furniture Simpan Sebagai Fasilitas Simpan Pada Kegiatan Administratif Posyandu BUNCIS, Arcamanik, Bandung Fajarsani Retno Palupi; Rexha Septine Faril Nanda; Titihan Sarihati
The Proceeding of Community Service and Engagement (COSECANT) Seminar Vol. 5 No. 2 (2025): Prosiding COSECANT : Community Service and Engagement Seminar
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/cosecant.v5i2.10351

Abstract

Posyandu BUNCIS yang berada di kelurahan Cisaranten Bina Harapan, kecamatan Arcamanik, merupakan sebuah lembaga masyarakat yang fokus pada pelayanan pencatatan, pendataan dan edukasi pada masyarakat dengan kategori bayi, balita, ibu hamil, dan lansia. Selama ini Posyandu ini melaksanakan pelayanan yang dilaksanakan secara rutin dengan bekerja-sama dengan PUSKESMAS setempat dan pemangku kepentingan lainnya. Melalui diskusi dan observasi yang telah dilaksanakan pada lokasi, terdapat adanya permasalahan terkait dengan fasilitas pendukung penyimpanan dokumen-dokumen masyarakat. Fasilitas penyimpanan ini akan mempermudah petugas dalam penyusunan, pengelompokan, dan akses dokumen, sehingga waktu yang dibutuhkan dalam mencari dan menata dapat terlaksana secara baik, hal ini akan berdampak pada pelayanan petugas yang efektif dan efisien pada masyarakat. Tim PKM Telkom University merespons perihal di lapangan dengan mengusulkan solusi adanya penataan dan mengonsepkan fasilitas pendukung penyimpanan yang akan diwujudkan dalam program PKM kali ini. Adapun pertimbangannya adalah dimensi dokumen, jumlah banyaknya dokumen serta kemudahan aksesibilitas secara ergonomi dan antropometri pengguna, pertimbangan solusi tidak lepas dari adanya proses diskusi yang dilaksanakan oleh tim dengan petugas dan ketua Posyandu. Hasil dari program PKM ini diharapkan akan memberikan dampak yang positif pada operasional fasilitas ini.
Furniture Multifungsi: Perancangan Furniture Fasilitas Ajar Anak Usia Dini Dengan Pendekatan Partisipatori Pada Yayasan Miftahul ’Ulum Kiki Putri Amelia; Rexha Septine Faril Nanda; Widyanesti Liriantri; M.N. Azmil Kamalt; Luthfan Haikal Abdillah
The Proceeding of Community Service and Engagement (COSECANT) Seminar Vol. 5 No. 2 (2025): Prosiding COSECANT : Community Service and Engagement Seminar
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/cosecant.v5i2.10367

Abstract

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan bagian penting dalam perkembangan kognitif, sosial, dan motorik anak. Pada tahap ini, anak belajar melalui eksplorasi dan pengalaman langsung, sehingga ruang belajar harus mampu mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Akan tetapi banyak lembaga PAUD di Indonesia masih memiliki keterbatasan fasilitas, terutama ruang dan furnitur yang belum dirancang sesuai kebutuhan anak usia dini. Kondisi ini berdampak pada kurang optimalnya proses pembelajaran yang seharusnya berlangsung dalam suasana aman, nyaman, dan menarik. Salah satu solusi yang ditawarkan adalah perancangan furnitur aplikatif yang sesuai dengan aktivitas belajar dan metode pembelajaran kreatif. Furnitur tidak hanya berfungsi sebagai pelengkap ruang, tetapi juga berperan penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, fleksibel, tertata, serta aman dan nyaman bagi anak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berfokus pada perancangan furnitur aplikatif untuk PAUD di bawah naungan Yayasan Miftahul ‘Uluum. Proses perancangan mengutamakan aspek ergonomi anak, keamanan material, kemudahan perawatan, serta kemampuan furnitur dalam mendukung berbagai aktivitas belajar. Hasilnya tidak hanya berupa rancangan dan prototipe furnitur, tetapi juga kontribusi pengetahuan di bidang desain interior dan ergonomi anak. Dengan furnitur aplikatif yang dirancang khusus, ruang belajar di Yayasan Miftahul ‘Uluum diharapkan menjadi lebih fleksibel, inspiratif, dan berkualitas. Pemilihan warna cerah juga mendukung kenyamanan belajar bagi anak dan guru. Konsep ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi lembaga PAUD lainnya.
Konfigurasi Spasial dan Keterbukaan Visual pada Interior Coffee Shop: Analisis Space Syntax Rexha Septine Faril Nanda; Kiki Putri Amelia; Hana Faza Surya Rusyda
Jurnal Teknologi dan Desain Vol. 2 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Desain
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM), Universitas Pradita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51170/jtd.v2i1.360

Abstract

This study is based on the design concept of Sawo Coffee and Roastery, which aims to create a coffee shop that is visually contrasting yet remains contextual to the heritage environment of Braga through visual openness, transitional spaces, and a minimalist interior that provides an inviting and comfortable spatial experience. This strategy is implemented through the use of a transparent facade, a building setback that forms a transitional space for pedestrians, and landscape elements as an entrance path that enhances visual attraction from the pedestrian corridor. This approach reflects a design effort to establish a visual connection between exterior and interior spaces. However, a strategy that emphasizes visual aspects does not necessarily correspond to a spatial configuration that supports optimal spatial connectivity and accessibility. Therefore, this study aims to evaluate the relationship between visual design strategies and spatial configuration using a space syntax approach. The method employed is a quantitative descriptive approach by analyzing connectivity, total depth, mean depth, relative asymmetry, real relative asymmetry, and visual graph analysis (VGA) based on spatial topology representation. The case study focuses on Sawo Coffee and Roastery in Bandung, using architectural plans and visual documentation as the basis of analysis. The results indicate that the initial transitional areas possess high visual visibility based on VGA results, allowing users to visually perceive interior activities from the pedestrian area. However, the space syntax analysis reveals that initial spaces such as the semi-outdoor area (RRA 1.537) and souvenir space (RRA 1.592) have low integration levels and relatively high spatial depth. This condition indicates that visual openness is not fully accompanied by optimal spatial connectivity. Thus, the effectiveness of commercial space design is determined not only by visual transparency, but also by spatial configurations capable of creating stronger integration, clearer orientation, and easier accessibility from the entrance area.
Desain Interaksi Pengguna dalam Interior Kantor Teknologi: PT Inti Optima Teknologi Athifa Sri Ismiranti; Rexha Septine Faril Nanda; Akhmadi Akhmadi
Waca Cipta Ruang Vol. 12 No. 1 (2026): Waca Cipta Ruang : Jurnal Ilmiah Desain Interior
Publisher : Program Studi Desain Interior Unikom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/wcr.v12i1.19812

Abstract

Penelitian ini memetakan human-space interaction di interior kantor startup teknologi melalui analisis aktivitas pengguna (direktur, staf, programmer, klien) dan interaksi mereka di ruang kerja dengan kondisi luasan terbatas. PT Inti Optima Teknologi dijadikan sebagai studi kasus kantor startup teknologi, diidentifikasi hambatan dan permasalahan aktivitas dan interaksinya dalam bekerja. Aspek yang dikaji dari segi layout, furnitur, kondisi pencahayaan, visual, keamanan dan aksesibilitas, wayfinding, serta perangkat digital penunjang lainnya. Menggunakan metode design thinking, dengan fase empathize dan ideate berupa observasi, wawancara, FGD, studi literatur, analisis dan sintesis, serta fase ideate dan prototipe dikembangkan menjadi rekomendasi intervensi desain berupa relayout ruang, redesain furnitur multifungsi, penambahan smart lock & monitoring system, signage, serta perangkat digital lainnya untuk mendukung produktivitas dan kenyamanan pengguna. Konsep desain mendapat validasi 100% positif dari stakeholder dengan revisi minor, berpotensi dijadikan sebagai model redesain kantor startup di Indonesia untuk optimalisasi ruang dan staf terbatas, dengan penguatan identitas teknologi.   Kata Kunci: design thinking, desain interior,human-space interaction, kantor startup teknologi,
Kajian Space Syntax pada Penelitian Kantor BPJS Kesehatan Cabang Utama Bandung Alifah Nuhaa Khuzaimah; Ully Irma Maulina Hanafiah; Rexha Septine Faril Nanda
Jurnal Desain Interior Vol 9 No 2 (2024)
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j12345678.v9i2.4464

Abstract

The BPJS office serves as a place for administrative activities and public services related to social security programs in Indonesia. The BPJS Kesehatan office, specifically, plays a crucial role in providing services related to health insurance and social security. The importance of delivering excellent services is paramount to meet the needs and satisfaction of the public. However, issues regarding the quality of public services in Indonesia have influenced public opinions about the services provided by BPJS. To address these issues, the research employs a space syntax approach to analyze the spatial relationships between adjacent spaces and identify the connectivity of spaces, both direct and indirect. The applied methodology involves surveys and observations, with data being analyzed by referencing previous research. The primary objective of the research is to analyze the spatial configuration, including the elements of interior design, in the BPJS Kesehatan office. The anticipated outcomes of this research are expected to serve as a valuable reference and contribute to further studies by other researchers. By gaining insights into the spatial configuration and interior elements, it is hoped that the research findings will provide a basis for improvements in the quality of public services at BPJS Kesehatan. This research also aims to be a foundation for future investigations in this field.
Analisis Proxemics dalam Transformasi Ruang Budaya Minangkabau terkait Pergeseran Fungsi pada Istano Basa Pagaruyuang Rexha Septine Faril Nanda
Jurnal Desain Interior Vol 10 No 1 (2025)
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j12345678.v10i1.19789

Abstract

Istano Basa Pagaruyuang, sebuah bangunan bersejarah di Sumatera Barat yang menandakan kekayaan budaya suku Minangkabau. Bangunan yang dibangun oleh Raja Adityawarman ini, bukan hanya merupakan peninggalan sejarah, tetapi juga monumen yang mempertahankan identitas kuat suku Minangkabau. Sebagai Rumah Gadang, Istano Basa Pagaruyuang ini meruapakan pusat kekuasaan kerajaan yang mencerminkan kearifan lokal dan kekayaan budaya pada zamannya. Pembangunan kembali Istano setelah kebakaran tahun 2007 menjadi bukti ketahanannya dan menceritakan kisah yang berharga.Terletak di Nagari Padang Siminyak, Kecamatan Tanjung Emas, Kabupaten Tanah Datar, Istano Basa Pagaruyuang memiliki struktur bangunan sejarah yang terintegrasi dengan makna penting bagi masyarakat Minangkabau. Penelitian ini fokus pada proxemics, khususnya ruang interior Rumah Gadang di dalam Istano Basa Pagaruyuang. Perubahan fungsi dari pusat kerajaan menjadi situs cagar budaya telah memengaruhi komunikasi nonverbal, mengeksplorasi aspek-aspek ruang, jarak, dan perilaku individu. Literatur penelitian membahas aspek-aspek fundamental proxemics, mengambil teori dari Edward T. Hall dan penelitian lain yang mengeksplorasi dampak desain fisik terhadap perilaku manusia. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif komprehensif dengan observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan analisis dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pergeseran fungsi Istano Basa Pagaruyuang telah memengaruhi transformasi ruang budaya Minangkabau, terutama terlihat dalam penggunaan ruang yang berubah dan pergeseran komunikasi nonverbal. Pembahasan mendetail melibatkan analisis ruang setiap area Rumah Gadang dan mengeksplorasi faktor-faktor proxemics yang mempengaruhi perubahan. Studi ini menyimpulkan bahwa pergeseran fungsi Istano Basa Pagaruyuang dari pusat kerajaan menjadi situs cagar budaya tidak hanya memengaruhi ruang fisik, tetapi juga hubungan sosial dan budaya yang kompleks yang tetap terjaga dalam monumen budaya ini.