Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Hubungan Lama Penggunaan Ventilator Dengan Kejadian Ventilator Associated Pneumonia (VAP) Di Intensive Care Unit Rumah Sakit Bhayangkara Palangka Raya Mia Ari Andayani; Feri Catur Yuliani; Bunari Bunari
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 5 No 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1489

Abstract

Latar Belakang : Ventilator Associated Pneumonia (VAP) merupakan salah satu infeksi nosokomial yang sering terjadi pada pasien yang menggunakan ventilator mekanik di Intensive Care Unit (ICU). Lama penggunaan ventilator merupakan salah satu faktor risiko utama yang dapat meningkatkan kejadian VAP. Semakin lama penggunaan ventilator mekanik, semakin besar risiko terjadinya kolonisasi bakteri pada saluran napas sehingga meningkatkan kemungkinan terjadinya infeksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lama penggunaan ventilator dengan kejadian Ventilator Associated Pneumonia (VAP) di Intensive Care Unit Rumah Sakit Bhayangkara Palangka Raya. Metodologi : Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 30 responden yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Data diperoleh dari rekam medis pasien ICU kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian : Sebagian besar responden menggunakan ventilator selama ≥48 jam sebanyak 20 responden (66,7%), tidak mengalami VAP sebanyak 17 responden (56,7%). Hasil analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square diperoleh nilai p-value = 0,004 (p<0,05), sehingga menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara lama penggunaan ventilator dengan kejadian Ventilator Associated Pneumonia (VAP). Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara lama penggunaan ventilator dengan kejadian Ventilator Associated Pneumonia (VAP) di Intensive Care Unit Rumah Sakit Bhayangkara Palangka Raya.
Hubungan Berat Badan Lahir Rendah Dengan Kejadian Ikterus Neonatorum Pada Bayi Baru Lahir Di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Cepu Fitria Erni Mulyani; Feri Catur Yuliani; Rizal Fajri
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 5 No 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1492

Abstract

Latar Belakang: Ikterus neonatorum merupakan gangguan kesehatan umum pada bayi baru lahir, yang berpotensi mengancam jiwa. BBLR diketahui sebagai faktor risiko utama akibat imaturitas sistem konjugasi bilirubin hepatik. Hubungan antara BBLR dengan kejadian ikterus neonatorum di RS PKU Muhammadiyah Cepu belum pernah diteliti secara khusus. Tujuan: Mengetahui hubungan antara BBLR dengan kejadian ikterus neonatorum pada bayi baru lahir di RS PKU Muhammadiyah Cepu. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain observasional analitik cross sectional. Sampel berjumlah 34 bayi BBLR periode April-Mei 2026, diambil dari rekam medis. Analisis data menggunakan Fisher Exact Test dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil: Dari 34 sampel BBLR, 20 bayi (58,8%) BBLR preterm dan 14 bayi (41,2%) BBLR aterm. Ikterus ditemukan pada 28 bayi (82,4%), seluruhnya fisiologis. Semua BBLR preterm 100% mengalami ikterus, sedangkan BBLR aterm 57,1%. Uji Fisher Exact Test menghasilkan nilai p = 0,002 dan RR = 1,75. Kesimpulan: Terdapat hubungan bermakna antara BBLR dengan kejadian ikterus neonatorum (p = 0,002). BBLR preterm memiliki risiko lebih tinggi dibandingkan BBLR aterm (RR = 1,75).
Pengaruh Edukasi Perawatan Luka Mandiri Berbasis Media Video terhadap Kepatuhan dan Kemampuan Perawatan Luka pada Pasien Post-Sectio Caesarea Sebelum Kepulangan (Discharge Planning) di RS PKU Muhammadiyah Cepu Sri Indah Nurul Qomariyah Al Mursyidah; Ratna Ratna; Rizal Fajri; Feri Catur Yuliani
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 5 No 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1495

Abstract

Latar Belakang: Kelalaian perawatan luka Sectio Caesarea (SC) memicu risiko infeksi daerah operasi. Media edukasi berbentuk video dipandang lebih aplikatif dalam meningkatkan kemampuan mandiri pasien dibandingkan metode leaflet. Tujuan: Menganalisis pengaruh video edukasi perawatan luka mandiri terhadap kemampuan mandiri dan kepatuhan perilaku pasien pasca-SC di RS PKU Muhammadiyah Cepu. Metode: Penelitian quasi-experimental (one group pretest-posttest) pada 50 responden pasca-SC dengan teknik purposive sampling. Analisis bivariat menggunakan uji Paired Samples T-Test (data normal) dan uji Wilcoxon Signed Rank Test (data tidak normal) berdasarkan uji Shapiro-Wilk. Hasil: Mayoritas responden berusia reproduksi sehat (88,0%), riwayat SC pertama (70,0%), dan berpendidikan SMA (48,0%). Pasca-intervensi, rata-rata nilai kemampuan naik dari 32,60 ± 4,16 menjadi 55,00 ± 5,10. Rata-rata skor kepatuhan juga meningkat dari 7,48 ± 1,61 menjadi 10,92 ± 1,35. Uji bivariat kedua variabel menunjukkan nilai p-value < 0,001. Simpulan: Video edukasi perawatan luka mandiri terbukti efektif secara signifikan dalam meningkatkan kemampuan mandiri sekaligus kepatuhan perilaku ibu pasca-SC selama program discharge planning.
Hubungan Kepatuhan Tenaga Kesehatan Dalam Penerapan Bundle Pencegahan Ventilator Associated Pneumonia (VAP) Dengan Kejadian VAP Di ICU RS Bhayangkara Palangka Raya Ayu Arlina; Feri Catur Yuliani; Bunari Bunari
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 5 No 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1544

Abstract

Latar Belakang: Ventilator Associated Pneumonia (VAP) merupakan infeksi nosokomial pada pasien pengguna ventilator mekanik di ICU yang meningkatkan lama rawat inap dan risiko mortalitas. Pencegahan VAP dilakukan melalui penerapan bundle pencegahan VAP secara konsisten oleh tenaga kesehatan. Tujuan: Mengetahui hubungan kepatuhan tenaga kesehatan dalam penerapan bundle pencegahan VAP dengan kejadian VAP di ICU RS Bhayangkara Palangka Raya Tahun 2026. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel berjumlah 30 pasien pengguna ventilator dan 25 tenaga kesehatan yang dipilih menggunakan total sampling. Data dikumpulkan melalui lembar observasi dan rekam medis, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan p<0,05. Hasil: Sebanyak 19 pasien (63,3%) mendapatkan pelayanan dari tenaga kesehatan yang patuh dalam penerapan bundle pencegahan VAP, sedangkan 11 pasien (36,7%) dari tenaga kesehatan yang tidak patuh. Sebagian besar pasien tidak mengalami VAP, yaitu 20 pasien (66,7%), sedangkan 10 pasien (33,3%) mengalami VAP. Uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara kepatuhan tenaga kesehatan dengan kejadian VAP (p-value=0,010). Kesimpulan: Kepatuhan tenaga kesehatan dalam menerapkan bundle pencegahan VAP berhubungan signifikan dengan penurunan kejadian VAP pada pasien pengguna ventilator.
Hubungan Waktu Tunggu Pelayanan Dengan Tingkat Kepuasan Pasien Di Poliklinik Rawat Jalan Rumah Sakit Altius Bekasi Ni Made Dwi Astiti Asih; Feri Catur Yuliani; Rizal Fajri
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 5 No 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1545

Abstract

Latar Belakang: Dalam pelayanan modern pasien tidak hanya menilai hasil pengobatan, tetapi juga proses pelayanan yang diterima. Salah satu aspek yang sangat diperhatikan oleh pasien adalah waktu tunggu pelayanan, terutama pada unit rawat jalan atau poliklinik. Waktu tunggu yang lama seringkali menjadi keluhan utama pasien karena dianggap sebagai bentuk ketidakefisienan sistem pelayanan Kesehatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan waktu tungu pelayanan degan tingkat kepuasan pasien di poliklinik rawat jalan rumah sakit altius bekasi. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode deskriptif korelasi. Desain yang digunakan dalam penelitian adalah cross sectional. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah Simple Randoml Sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah 58 responden. Hasil: Hasil uji statistik dengan uji Spearman rank didapatkan nilai p(0,000)<α(0,005) dimana nilai p-value lebih kecil dari nilai alpha dan Ha diterima. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa ada hubungan waktu tunggu pelayanan dengan tingkat kepuasan pasien di poliklinik rawat jalan rumah sakit altius bekasi.
Hubungan Kepatuhan Persiapan Pasien Dengan Keberhasilan Kolonoskopi Di Rumah Sakit Altius Harapan Indah Bekasi Putri Nurlitasari; Feri Catur Yuliani; Rizal Fajri
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 5 No 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1551

Abstract

Latar Belakang: Kolonoskopi merupakan prosedur diagnostik yang digunakan untuk mengevaluasi kondisi kolon dan rektum. Keberhasilan tindakan kolonoskopi sangat dipengaruhi oleh kualitas persiapan usus sebelum pemeriksaan. Persiapan yang tidak adekuat dapat menyebabkan visualisasi mukosa kolon menjadi kurang optimal sehingga meningkatkan risiko kegagalan pemeriksaan, memperpanjang waktu tindakan, serta mengharuskan pengulangan prosedur. Kepatuhan pasien dalam mengikuti instruksi persiapan merupakan faktor penting yang dapat memengaruhi keberhasilan kolonoskopi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepatuhan persiapan pasien dengan keberhasilan kolonoskopi di Rumah Sakit Altius Harapan Indah Bekasi. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian diambil menggunakan teknik total sampling. Data kepatuhan persiapan pasien diperoleh melalui kuesioner, sedangkan data keberhasilan kolonoskopi diperoleh dari lembar observasi atau rekam medis. Sampel dalam penelitian ini adalah 30 pasien. Hasil: Hasil uji statistik dengan uji Spearman rank didapatkan nilai koefisien korelasi r = 0,838, yang menunjukkan hubungan sangat kuat dan positif, serta nilai signifikansi p = 0,002 (p < 0,05). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara kepatuhan persiapan pasien dengan keberhasilan kolonoskopi di Rumah Sakit Altius Harapan Indah Bekasi.
Hubungan Pemberian Informasi Layanan Dengan Kepuasan Pasien Rawat Inap Di Rumah Sakit Bhayangkara Palangka Raya Regina Maghfirati; Feri Catur Yuliani; Rizal Fajri
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 5 No 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1553

Abstract

Latar Belakang: Kepuasan pasien merupakan salah satu indikator penting dalam menilai mutu pelayanan rumah sakit. Salah satu faktor yang memengaruhi kepuasan pasien adalah pemberian informasi layanan yang jelas, lengkap, tepat waktu, dan mudah dipahami oleh pasien. Pemberian informasi yang baik dapat meningkatkan pemahaman pasien terhadap pelayanan yang diterima, menumbuhkan kepercayaan, serta meningkatkan kepuasan pasien selama menjalani perawatan. Tujuan: Mengetahui hubungan antara pemberian informasi layanan dengan kepuasan pasien rawat inap di Rumah Sakit Bhayangkara Palangka Raya. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Penelitian dilaksanakan di Ruang Rawat Inap Dhira Brata Husada Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat III Palangka Raya pada tanggal 10 Mei sampai 15 Juni 2026. Sampel penelitian berjumlah 64 responden yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pemberian informasi layanan sebanyak 11 pernyataan dan kuesioner kepuasan pasien sebanyak 25 pernyataan dengan skala Likert. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian informasi layanan berada pada kategori sangat baik. Sebanyak 91,0% responden menyatakan sangat setuju terhadap kejelasan informasi, 92,0% terhadap kelengkapan informasi, 88,9% terhadap ketepatan waktu informasi, dan 86,7% terhadap cara penyampaian informasi. Tingkat kepuasan pasien juga berada pada kategori sangat baik berdasarkan dimensi tangible, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy. Hasil uji Spearman Rank menunjukkan nilai koefisien korelasi r = 0,657 dengan p-value < 0,001, yang menunjukkan adanya hubungan yang signifikan, kuat, dan positif antara pemberian informasi layanan dengan kepuasan pasien rawat inap. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara pemberian informasi layanan dengan kepuasan pasien rawat inap di Rumah Sakit Bhayangkara Palangka Raya. Semakin baik pemberian informasi layanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan, maka semakin tinggi tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan yang diterima.
Hubungan Persepsi Perawat Dengan Implementasi Budaya Keselamatan Pasien Di RS Bhayangkara TK III Palangka Raya Dati Novrila; Feri Catur Yuliani; Rizal Fajri
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 5 No 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1556

Abstract

Latar belakang: Budaya keselamatan pasien merupakan bagian penting dalam peningkatan mutu pelayanan rumah sakit. Persepsi perawat terhadap keselamatan pasien berperan dalam membentuk sikap dan perilaku kerja yang mendukung implementasi budaya keselamatan pasien. Tujuan: Mengetahui hubungan persepsi perawat dengan implementasi budaya keselamatan pasien di RS Bhayangkara TK III Palangka Raya. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh perawat di RS Bhayangkara TK III Palangka Raya sebanyak 86 orang, dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner persepsi perawat dan budaya keselamatan pasien, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan (62,8%), berusia 20-35 tahun (96,5%), masa kerja 6-10 tahun (60,5%), dan berpendidikan Ners (65,1%). Persepsi perawat tentang budaya keselamatan pasien sebagian besar dalam kategori baik sebanyak 69 responden (80,2%). Budaya keselamatan pasien juga sebagian besar dalam kategori baik sebanyak 69 responden (80,2%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p-value = 0,000 (<0,05). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi perawat dengan implementasi budaya keselamatan pasien di RS Bhayangkara TK III Palangka Raya.
HUBUNGAN ANTARA USIA GESTASI DENGAN KEJADIAN ASFIKSIA NEONATORUM DI RUANG PERINATOLOGIRSI SULTAN HADLIRIN JEPARA Mega Selviana; Akbar Amin Abdulllah; Feri Catur Yuliani
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2026): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Bulan Oktober
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v2i2.81

Abstract

https://galen.journalpustakacendekia.com/index.php/Galen/submission?id=81#details