Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Analisis Kemiringan Lereng DAS Suso Menggunakan Data Digital Elevation Model Nurfalaq, Aryadi; Hi. Manrulu, Rahma; Muis, Ichwan; Jumardi, Andi; Iriansa, Iriansa; Putri, Iin Karmila
Applied Physics of Cokroaminoto Palopo Vol. 5 No. 1 (2024): APCP Journal
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/apcp.v5i1.226

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemiringan lereng DAS Suso dengan memanfaatkan data DEM. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data sekunder. Data sekunder tersebut adalah data vektor wilayah DAS Suso format shapefile (shp) dan data DEMNAS. Kemudian data-data tersebut diolah dengan bantuan aplikasi pengolah data Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk memperoleh klasifikasi kemiringan lereng. kemiringan lereng DAS Suso Agak Curam persentase 35,1% dengan luas 13.010,27 Ha, Landai persentase sebesar 29,2% dengan luas 10.849,11 Ha, Datar persentase sebesar 23,8% dengan luas 8.841,51 Ha, Curam dan Sangat Curam memiliki persentase 11,2% dan 0,7% dengan luas masing-masing 4153,66 Ha dan 255,65 Ha.
Pemanfaatan Drone untuk Pemetaan Daerah Longsor dan Banjir Bandang DAS Suso Kabupaten Luwu Muis, Ichwan; Masluki, Masluki; Rasyid, Miswar; Ali, Baso; Iriansa, Iriansa; Jumardi, Andi; Nurfalaq, Aryadi; Rusdi, Muhammad Idham; Hi. Manrulu, Rahma
Applied Physics of Cokroaminoto Palopo Vol. 5 No. 2 (2024): APCP Journal
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/apcp.v5i2.243

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memetakan titik-titik longsor di Kawasan Latimojong menggunakan drone dapat memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai penyebab, dampak, dan langkah-langkah mitigasi bencana diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi peningkatan kesiapsiagaan dan penanganan bencana di Kabupaten Luwu. Langkah-langkah yang telah dilakukan dalam kegiatan pemetaan drone di Kawasan Latimojong Kabupaten Luwu yakni pengurusan izin penerbangan drone, observasi lapangan, pembentukan tim, pembuatan misi terbang drone, akuisisi data, analisis foto udara, Orthomosaic + DEM (Result), pembuatan virtual tour 360°, pembuatan WebGIS. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa bencana longsor yang terjadi di Kawasan Latimojong umumnya berada di area perkebunan Berdasarkan hasil survei awal yang dilakukan odengan titik longsor sebanyak 510 titik longsor yang tersebar di Kecamatan Latimojong, Bajo Barat dan Bua Ponrang dimana titik longsor terbanyak berada di Desa Tibussan.
Pemetaan Daerah Rawan Longsor Daerah Hulu DAS Suso di Desa Ulusalu Kecamatan Latimojong Berbasis Sistem Informasi Geografis Nurfalaq, Aryadi; Muis, Ichwan; Iriansa, Iriansa; Jumardi, Andi; Hi. Manrulu, Rahma
Applied Physics of Cokroaminoto Palopo Vol. 5 No. 2 (2024): APCP Journal
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/apcp.v5i2.244

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memetakan daerah rawan longsor menggunakan pendekatan Sistem Informasi geografis (SIG). Melalui pemetaan ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat Desa Ulusalu dalam menghadapi bencana longsor dan menyusun rencana mitigasi bencananya. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa citra Landsat 8, data curah hujan tahunan wilayah Kecamatan Latimojong dan sekitarnya dan data DEMNas Desa Ulusalu resolusi 5 m. Metode yang digunakan dalam penentuan zonasi daerah rawan longsor yaitu adalah Spatial Multi Criteria Evaluation (SMCE) dimana pada proses ini dapat dilakukan dengan memberikan kombinasi kriteria spasial dan diberi bobot pada setiap parameter longsor. Kerawanan longsor Desa Ulusalu sebagian besar berada pada tingkat Tinggi dengan luas 7,77 km2 (39,7%). Sedangkan kerawanan rendah mempunyai luas 1,62 km2 (8,3%), kerawanan sedang mempunyai luas 3,85 km2 (19,7%) dan kerawanan sangat tinggi seluas 6,33 km2 (32,3%). Terdapat dua titik kumpul yang ditetapkan yaitu di Dusun Gamaru dan Dusun Madangla.
Utilization of Artificial Intelligence in Chatbot Development for New Student Admission Support at Cokroaminoto University Palopo Hamzah, Muhammad Akram; Siaulhak, Siaulhak; Iriansa, Iriansa; Jumardi, Andi; Aman, Andryanto
Brilliance: Research of Artificial Intelligence Vol. 3 No. 2 (2023): Brilliance: Research of Artificial Intelligence, Article Research November 2023
Publisher : Yayasan Cita Cendekiawan Al Khwarizmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/brilliance.v3i2.3389

Abstract

This research aims to develop an artificial intelligence-based chatbot as a support tool for the New Student Admission (PMB) process at Cokroaminoto University Palopo. The system development method applied is the waterfall method, which consists of analysis, design, implementation, testing, and maintenance stages. The main focus of this research is to design and implement a chatbot that is able to provide information and support to prospective new students throughout the admission process. In the analysis stage, user needs and scenarios were identified to guide the development of the chatbot. System design includes the selection of artificial intelligence algorithms and a friendly user interface. Implementation involves developing a chatbot prototype that utilizes artificial intelligence technology. The expected results can improve the efficiency and quality of new student admission services at Universitas Cokroaminoto Palopo.
Pengembangan Kebun Wisata Anggur Berkelanjutan di Desa Padang Kamburi Masluki, Masluki; Jumardi, Andi; Firdamayanti, Erni; Mutmainnah, Mutmainnah; Muis, Ichwan; Naim, Muhammad; Iriansa, Iriansa
Abdimas Toddopuli: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024): Juni 2024
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/atjpm.v5i2.4124

Abstract

Kebun wisata anggur desa Padang Kamburi merupakan salah satu destinasi wisata yang memadukan konsep perkebuanan dengan wisata petik. Tujuan penelitian untuk menganalisis potensi pengembangan kebun wisata menjadi kawasan wisata anggur yang sebagai basis ekonomi desa. Metode yang digunakan meliputi wawancara, observasi, studi dokumentasi. Data dan informasi dianalisis dengan menggunakan SWOT yang dilanjutkan dengan penyusunan rekomendasi. Kelompok masyarakat yang terlibat dalam kegiatan yaitu terdiri atas 2 kelompok tani masing berjumlah 20 orang sehingga terdapat 40 orang peserta dan pemerintah Desa Padang Kamburi terdiri dari 4 orang. Manfaat yang diperoleh yaitu peningkatan kapasitas masyarakat dalam memahami pengembangan agrowisata berbasis anggur beserta produk turunan lainnya. Pengembangan kebun wisata anggur Desa Padang Kamburi memiliki potensi untuk menjadi kawasan agrowisata dengan mempertimbangkan hasil analisis SWOT. Skala perkebunan yang tergolong kecil membutuhkan upaya serius untuk menambah areal perkebunan dengan segala aspek pendukung seperti ketersedian pembibitan, sarana produksi, sarana edukasi, pengolahan dan pemasaran produk.
KosyFinder E-Commerce System Based on Web Geographic Information System and Expert System Hardiana, Hardiana; Siaulhak, Siaulhak; Jumardi, Andi; Iriansa, Iriansa
Jurnal Bumigora Information Technology (BITe) Vol. 6 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/bite.v6i2.4493

Abstract

Background : The current problem of students and the community in searching for boarding house information only relies on information from friends, relatives or manual searches in searching for boarding house availability. Currently, the availability of information service provider platforms for boarding houses is now abundant, especially those based on websites or android-based. Boarding house information services based on websites or android-based only provide general information related to boarding house information, have not been able to provide comprehensive information. Objective : The purpose of this study is the KosyFinder e-commerce platform integrated with the Web Geographic Information System (WebGis) and Expert System which can help users in choosing a boarding as needed. Method : The research method used is Research and Development using the waterfall development model and the certainty factor (CF) method in diagnosing the health of the residential environment around the boarding house. Result : The results of this study were able to produce an e-commerce application product KosyFinder that was able to be integrated with WebGis and expert systems. The results of expert testing and user testing obtained a final value of 3.8 (very suitable), which means that the resulting system can be used. Conclusion : The platform that develops is functioning properly and as expected in accordance with the results of expert and user testing in the category is very appropriate.
PEMANFAATAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFI UNTUK ANALISIS POLA SPASIAL-TEMPORAL DISTRIBUSI MAHASISWA BARU UNIVERSITAS COKROAMINOTO PALOPO Iriansa, Iriansa; Hamzah, Muhammad Akram; Jumardi, Andi
J SIG (Jurnal Sains Informasi Geografi) Vol 7, No 1 (2024): Edisi Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/jsig.v7i1.2786

Abstract

Spatial-temporal information on the new college student amount is of significant importance in planning, strategic decision-making, and managing higher education institutions to increase the number of new college student. Therefore, the role of geospatial technology is needed to assist in the analysis and provision information. This research aims to understand the characteristics of spatial-temporal patterns and clusters in the amount distribution of new UNCP college student from Luwu Regency. The study utilizes secondary data analyzed using GIS techniques. A spatial approach is applied to interpret the results of data analysis, and conclusions are drawn qualitatively. The research findings show a varied distribution of the number of new college student, both spatially and temporally. The spatial distribution pattern tends to be centralized, while the temporal characteristics exhibit three patterns: increasing, fluctuating, and decreasing. Several districts fall into clusters of Potential Areas and Critical Areas that require attention from UNCP for strategic planning and more effective policies to increase the interest of prospective new college student in the future.
Analisis Risiko Sosial dan Analisis SWOT Rencana Implementasi Sistem Padi Semi Rakit Apung Tangguh Bencana (PASITABE) di Desa Laskap, Luwu Timur Muis, Ichwan; Masluki, Masluki; Jumardi, Andi; Iriansa, Iriansa; Nurfalaq, Aryadi; Sacita, Andi Safitri
Social Landscape Journal Vol 5, No 2 (2024): July
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56680/slj.v5i2.65652

Abstract

Risiko Sosial merupakan aneka risiko yang menggiring pada rusaknya bangunan dan lingkungan sosial sebagai dampak dari faktor-faktor eksternal. Faktor-faktor penyebab terjadinya risiko sosial pada umumnya disebabkan oleh kondisi alam, teknologi, industri, kecelakaan, hingga bencana. Untuk itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan faktor-faktor risiko sosial yang terjadi serta menguraikan dampak sosial yang terjadi di lokasi penelitian. Desain penelitian kualitatif dengan 16 responden dari beragam profesi yang terkait dengan masyarakat, pemerintahan hingga perusahaan disekitar lokasi. Kami terfokus pada risiko sosial sebagai objek utama penelitian serta penyelesaian masalah sebagai rekomendasi hasil penelitian yang dilengkapi dengan analisis SWOT (strengths, weaknesses, opportunities dan threats). Data yang dikumpulkan berupa wawancara, observasi, dan diskusi pada kegiatan focus group disscussion (FGD). Selanjutnya, analisis data dilakukan dengan mereduksi data, menyajikan data, hingga penarikan kesimpulan. Keabsahan data dilakukan dengan perpanjangan pengamatan, ketelitian penelitian, dan melibatkan triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa risiko sosial yang terjadi di Desa Laskap disebabkan oleh kondisi hidrologi desa yang terletak diantara aliran Sungai Larona dan Sungai Pongkeru serta adanya kondisi tidak normal volume air Sungai Larona pada kondisi tertentu akibat aktivitas pelimpah (spillway) pembangkit listrik tenaga air (PLTA) milik PT.Vale Indonesia. Analisis penyelesaian masalah merupakan strategi peneliti dalam memberi feedback kepada masyarakat. Sistem padi semi rakit apung tangguh bencana (PASITABE) merupakan rekomendasi yang layak dalam penyelesaian masalah sosial yang terjadi dalam di masyarakat.
Transformasi Rantai Nilai dan Penjualan Produk Olahan Sagu di Desa Waelawi Melalui Sistem Promosi dan Penjualan Produk Berbasis Digital Iriansa, Iriansa; Cambaba, Sunarti; Akramunnisa, Akramunnisa; Masluki, Masluki; Andi Jumardi
Abdimas Toddopuli: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2025): Volume 7, No 1, Desember 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/atjpm.v7i1.7459

Abstract

Produk olahan sagu memiliki potensi ekonomi tinggi bagi masyarakat Desa Waelawi, namun kontribusinya terhadap peningkatan pendapatan masih terbatas akibat rendahnya literasi digital dan belum optimalnya strategi pemasaran. Program Pemberdayaan Berbasis Masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas petani sagu dan pelaku UMKM dalam memanfaatkan pemasaran digital melalui pelatihan dan pendampingan terstruktur. Metode pelaksanaan meliputi identifikasi kebutuhan mitra, pelatihan pemasaran digital (media sosial, marketplace, dan website e-commerce), serta pendampingan selama dua hingga tiga bulan untuk memastikan implementasi strategi digital marketing. Pengumpulan data dilakukan melalui pre–post test, wawancara, observasi, dan monitoring berkelanjutan.Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada literasi digital peserta, di mana seluruh 35 peserta mampu membuat akun bisnis, mengunggah produk, dan mempraktikkan promosi digital. Skor pengetahuan terkait media sosial, marketplace, dan website e-commerce meningkat antara 82% hingga 114%. Pada tahap pendampingan, peserta mulai menghasilkan konten promosi, mengunggah produk, dan berinteraksi aktif dengan konsumen. Penerapan digital marketing meningkat tajam, ditunjukkan oleh kenaikan penggunaan media sosial dari 20% menjadi 90%, marketplace dari 0% menjadi 85%, serta adopsi website e-commerce oleh 70% peserta. Dampaknya terlihat pada peningkatan pembeli bulanan sebesar 150%, transaksi online hingga 95 transaksi per bulan, serta peningkatan kepuasan konsumen dari 62% menjadi 88%. Program ini mampu meningkatkan kompetensi pemasaran digital dan daya saing UMKM berbasis sagu. Keberlanjutan program memerlukan pendampingan jangka panjang dan dukungan infrastruktur digital desa agar transformasi pemasaran dapat terus berkembang
PENERAPAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA BERBASIS TEKNOLOGI PENARIK DAN PERONTOK RUMPUT LAUT OTOMATIS BAGI KELOMPOK TANI PASAMPA KATONIK Jumardi, Andi; Masluki, Masluki; Suaedi, Suaedi; Ali, Baso; Naim, Muhammad; Iriansa, Iriansa; Irgi, Irgi; Ardyansa, Andre; Chaila, Nadya
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.36371

Abstract

Abstrak: Kegiatan pemberdayaan masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas pascapanen rumput laut melalui penerapan teknologi tepat guna berbasis sistem penarik dan perontok otomatis. Mitra pada kegiatan ini yakni Kelompok Tani Rumput Laut Pasampa Katonik yang beranggotakan 20 orang. Permasalahan utama mitra adalah proses penarikan dan perontokan rumput laut yang masih dilakukan secara manual, membutuhkan waktu lama, tenaga kerja banyak, dan menurunkan kualitas hasil panen. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi survei kebutuhan mitra, perancangan dan pembuatan alat berbasis motor listrik berdaya rendah, pelatihan operasional dan perawatan alat, serta uji coba lapangan dengan pendekatan partisipatif serta sistem evalusia pada kegiatan yang sudah dilaksanakan. Indikator keberhasilan pada kegiatan ini yakni, alat penarik dan perontok otomatis mampu mengurangi waktu kerja hingga 80% dalam hal memisahkan rumput laut dari tali bentangan, menurunkan kebutuhan tenaga kerja sebesar 60% dan meningkatkan kebersihan hasil panen hingga 95%. Selain itu, berhasil meningkatkan kemampuan teknis petani dalam mengoperasikan dan memelihara alat secara mandiri. Kegiatan ini terbukti efektif meningkatkan produktivitas, efisiensi kerja, serta kemandirian kelompok tani dalam pengelolaan rumput laut pasca panen.Abstract: This community service program aims to improve the efficiency and productivity of post-harvest seaweed processing through the application of appropriate technology in the form of an automatic seaweed pulling and threshing machine for the Seaweed Farmers Group in Bassiang Timur Village, Ponrang Selatan District, Luwu Regency. The main problem faced by the partner community is the traditional manual method of pulling and threshing seaweed, which requires considerable time and labor, leading to reduced quality and productivity. The implementation method involved a needs assessment, the design and fabrication of a low-power electric motor–based device, training on operation and maintenance, and field trials using a participatory approach. The results indicated that the automatic pulling and threshing tool reduced working time by up to 80%, decreased labor requirements by 60%, and improved product cleanliness to 95%. Moreover, the training activities successfully enhanced farmers’ technical competence and independence in operating and maintaining the equipment. This activity effectively increased productivity, work efficiency, and technological independence among local seaweed farmers. The introduced innovation is expected to be replicated by other coastal farmer groups in the Luwu Raya region to support blue economy development and the strengthening of community-based maritime industries.