Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU PENCEGAHAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA PADA SISWA DI SMA “X” PONTIANAK KALIMANTAN BARAT Fitriah Baharuddin; Dwi Ratna
Surya Medika: Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 15, No 1 (2020)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.365 KB) | DOI: 10.32504/sm.v15i1.153

Abstract

ABSTRACTBackground: The highest drug abuse cases in Pontianak in 2016 are at the age of 20-30 years (88 people). Based on the level of education, the highest are at Senior High School (89 people). The district of East Pontianak is the largest drug user area (79 people). The Senior High School “X” is a school with the highest number of students in the distict of East Pontianak.Research Method:This type of research is descriptive quantitative analytic with cross sectional approach. The population of this research is the students of class X and XI from Senior High School “X” Pontianak, West Kalimantan which amounts 594 students. The technique of this research is proportionate stratified random sampling by using Slovin formula, got 86 samples.Research Result: The knowledge of students Senior High School “X” about drug abuse 50,00%  is good, the attitude of students about drug abuse 61,63% is good, the attitude of health workers 55,81% is not good, and the behavior of drug abuse prevention 67,44% is good. Multivariate test result indicate a significant influence between knowledge and drug abuse prevention behavior, the result of p value is 0,004 0,05. There is a significant influence between the attitude and drug abuse prevention behavior, the result of p value is 0,003 0,05. There is a significant influence between the attitude of healt worker and drug abuse prevention behavior, the result of p value is 0,005 0,05. The attitude variable is a dominant variable that effect (6.546) to the drug abuse prevention behavior.Conclusion: There is a significant influence between knowledge and behavior of drug abuse prevention. There is a significant influence between health worker and behavior of drug abuse prevention. Attitude is the most influence variable to the behavior of drug abuse prevention.Key Words: Knowledge, attitude, behavior, drug.
Peningkatan Pengetahuan Tentang Kesiapan Mental Pada Calon Ibu Dalam Menghadapi Kehamilan Popy, Popy; Fitriah, Fitriah; Listiya, Meta Aldila
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 2 No. 9 (2025): Juli
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/hhrnph87

Abstract

Kehamilan merupakan sumber stres bagi wanita. Umumnya, saat pertama kali seorang wanita mengetahui dirinya hamil, ia merasa bahagia, namun di saat yang sama muncul rasa takut akibat perubahan yang terjadi dalam dirinya dan perkembangan janin. Kehamilan merupakan pengalaman spiritual penting yang membawa banyak perubahan psikologis bagi ibu hamil. Selama kehamilan, berbagai hormon berubah. Perubahan hormonal tersebut dapat menyebabkan berbagai perubahan emosi pada ibu yang dapat berujung pada kecemasan dan depresi. Kecemasan dan depresi pada masa kehamilan merupakan permasalahan utama yang terjadi di masyarakat karena prevalensinya yang tinggi. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesiapan tentang kesehatan mental pada calon ibu. Pengabdian dilakukan menggunakan metode ceramah, diskusi dan demonstrasi pada tanggal 12 Oktober 20224. Kegiatan tersebut diikuti oleh santri Rumah Quran Assyifa sebanyak 18 orang. Hasil kegiatan pengabdian ini yakni, terjadi peningkatan pengetahuan baik dari 75% menjadi 100%.
Optimalisasi Pembelajaran Interaktif dengan Teknologi Multimedia untuk Meningkatkan Keterampilan Guru Menggunakan Media Pembelajaran Nur Aflah, Mita; Fitriah, Fitriah
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i2.18264

Abstract

Background: Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini mengeksplorasi integrasi teknologi multimedia dalam pendidikan dasar untuk meningkatkan keterampilan instruksional guru dalam rangka meningkatkan keterlibatan siswa di dalam kelas. Metode: Melalui lokakarya satu hari yang dirancang untuk para guru, kami bertujuan untuk membekali para peserta dengan strategi praktis dalam memanfaatkan berbagai alat multimedia, seperti presentasi interaktif, video edukasi, dan sumber belajar dengan game edukasi dan platform lainnya. Hasil: Hasil kegiatan menunjukkan bahwa para guru yang berpartisipasi menunjukan peningkatan kepercayaan diri dan kemahiran dalam menggunakan multimedia, yang mengarah kepada pengaturan lingkungan kelas yang lebih dinamis dan menarik. Kesimpulan: Dari kegiatan ini, dapat digarisbawahi pentingnya pengembangan dan dukungan profesional yang berkelanjutan dalam mengoptimalkan penggunaan multimedia di pendidikan dasar, yang pada akhirnya mempromosikan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan praktis.
HUBUNGAN DUKUNGAN SUAMI DENGAN TINGKAT KECEMASAN PADA IBU HAMIL PRIMIGRAVIDA DI PUSKESMAS PONTIANAK TIMUR Popy, Popy; Fitriah, Fitriah; Meta Aldila Listiya
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 6 (2025): Nopember 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A first pregnancy is a crucial period for women, often leading to anxiety due to the uncertainty and physical and mental changes experienced. While husband support is crucial in helping pregnant women reduce anxiety, many women still experience high levels of anxiety due to a lack of emotional support, information, and practical assistance from their partners. The first pregnancy is a particularly sensitive period for anxiety. The husband's role in providing support significantly impacts a pregnant woman's ability to cope with her anxiety. The problem is that many pregnant women experience high levels of anxiety due to a lack of husband support. Therefore, the aim of this study was to understand the relationship between partner support and anxiety levels in primigravida pregnant women. This study employed a quantitative approach through a cross-sectional design. The sample consisted of 36 first-time pregnant women who met certain criteria and were selected using a total sampling technique. The results of the study indicate that the majority of respondents (55.6%) stated that their husbands did not provide support, while the majority of respondents (44.4%) experienced mild levels of anxiety. No respondents experienced high levels of anxiety. Spearman Rank analysis showed that a p-value of 0.00 indicates a significant relationship between husband's support and the level of anxiety of pregnant women. The correlation coefficient of 0.949 indicates a very strong relationship between husband's support and the level of anxiety in pregnant women. In other words, the greater the support received by the wife, the lower the level of anxiety in pregnant women. The results of this study indicate a relationship between husband's support and the level of anxiety in pregnant women experiencing their first pregnancy. It is hoped that husbands are able to provide both emotional and financial support to pregnant women
IMPLEMENTATION OF CLEAN AND HEALTHY LIVING BEHAVIOR IN SCHOOL-AGE CHILDREN IN TEMAJUK VILLAGE, WEST KALIMANTAN Limansyah, Dodik; Virdiyanti, Ruri; Fitriah, Fitriah
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2024): Volume 5 No. 3 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i3.30108

Abstract

Desa Temajuk merupakan wilayah yang berada di perbatasan antara Indonesia – Malaysia, saat ini hanya memiliki satu fasilitas kesehatan berupa puskesmas dan rumah sakit berjarak yang cukup jauh dari pemukiman masyarakat. Anak usia sekolah merupakan kelompok yang berisiko terkena masalah kesehatan seperti penyakit diare, Ispa dan lain-lain. Periode anak usia sekolah merupakan titik awal pembentukan perilaku sehat sehingga menjadi sasaran strategis pendidikan kesehatan, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang dipraktikkan atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran, yang menjadikan seseorang, keluarga, kelompok atau masyarakat mampu menolong dirinya sendiri secara mandiri dibidang kesehatan dan berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan masyarakat. Hal ini yang mendorong dilaksankannya pengabdian pada masyarakat tentang cuci tangan pakai sabun (CTPS). Metode yang digunakan dalam pengabdian benar. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah anak usia sekolah memahami dan mampu mendemonstrasikan masyarakat ini yaitu memberikan edukasi langsung melalui penyuluhan dan demonstrasi cara mencuci tangan yang 6 langkah cuci tangan pakai sabun dengan benar.
Edukasi Kesehatan Mental untuk Meningkatkan Kesejahteraan Ibu Hamil dalam Masa Kehamilan Popy, Popy; Fitriah, Fitriah; Listiya, Meta Aldila; Suryani, Vina Ayu
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 2 (2025): Bulan November
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i2.667

Abstract

Kesehatan mental merupakan aspek penting yang berpengaruh terhadap kesejahteraan ibu hamil selama masa kehamilan. Kurangnya pengetahuan dan pemahaman tentang kesehatan mental dapat meningkatkan risiko stres, kecemasan, dan depresi yang berdampak negatif pada kondisi ibu dan janin. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental melalui edukasi yang terarah dan interaktif. Metode pelaksanaan dilakukan dengan pemberian edukasi secara langsung menggunakan media audiovisual dan diskusi kelompok. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan tingkat pengetahuan ibu hamil setelah diberikan edukasi, di mana sebelum kegiatan sebanyak 15 orang (58%) memiliki tingkat pengetahuan tinggi, 3 orang (11%) sedang, dan 8 orang (31%) rendah; sedangkan setelah edukasi meningkat menjadi 21 orang (81%) tingkat tinggi, 3 orang (11%) sedang, dan hanya 2 orang (8%) rendah. Peningkatan ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan mental efektif dalam meningkatkan pemahaman ibu hamil mengenai kesehatan mental selama kehamilan. Dengan demikian, kegiatan edukasi ini dapat menjadi salah satu upaya promotif untuk meningkatkan kesejahteraan ibu hamil dan mencegah gangguan psikologis selama kehamilan.
Optimalisasi Pertumbuhan dan Perkembangan Anak Usia di Bawah Dua Tahun Melalui Stimulasi Tumbuh Kembang Anak di Puskesmas Telok Melano Listiya, Meta Aldila; Nisma, Nisma; Fitriah, Fitriah; Popy, Popy
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 2 (2025): Bulan November
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i2.809

Abstract

Anak usia di bawah dua tahun merupakan periode emas dimana pertumbuhan dan perkembangan anak sangat berkembang dengan pesat. Namun masih banyak ibu tidak mengetahui cara menstimulasi anak sehingga anak berpotensi keterlambatan pertumbuhan dan perkembangan. Minimnya ak­­ses terhadap informasi yang benar dan kurangnya edukasi mengenai pola asuh yang sesuai menjadi hambatan utama dalam mendukung tumbuh kembang anak. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan ibu dalam menstimulasi pertumbuhan dan perkembangan anak usia di bawah dua tahun. Metode yang digunakan dalam melaksanakan pengabdian ini adalah menggunakan metode edukasi dan pengukuran pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan edukasi. Hasil menunjukkan bahwa hasil pengukuran tingkat pengetahuan sebelum diberikan edukasi terdapat 73,08% yang mempunyai pengetahuan yang baik dan setelah edukasi meningkat menjadi 88,46%. Sedangkan pengetahuan yang kurang dari 7,69% hingga setelah diberikan edukasi tidak ada responden yang masuk dalam kategori pengetahuan rendah. Sehingga dapat disimpulkan bahwa edukasi efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu tentang stimulasi pertumbuhan dan perkembangan anak usia di bawah dua tahun.
Penguatan Peran Siswa sebagai Bystander melalui Edukasi Anti-Bullying di Sekolah Menengah Fitriah, Fitriah; Aflah, Mita Nur; Listiya, Meta Aldila; Popy, Popy; Yenni, Yenni
Jurnal SOLMA Vol. 15 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v15i1.21230

Abstract

Pendahuluan: Bullying masih menjadi persoalan serius di lingkungan sekolah dan berdampak pada kesehatan mental serta prestasi akademik siswa. Minimnya pemahaman dan keterampilan sosial siswa, terutama dalam merespons sebagai saksi (bystander), memperparah kondisi tersebut. Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan sosial siswa dalam mencegah dan menghadapi bullying melalui pendekatan edukatif partisipatif. Metode: Edukasi interaktif, diskusi reflektif, simulasi peran (role play), dan diskusi kasus nyata. Tahapan kegiatan mencakup identifikasi masalah mitra, penyusunan materi, pelaksanaan intervensi, serta evaluasi. Pengumpulan data dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pemahaman siswa. Hasil: Sebelum kegiatan, 70% siswa berada pada kategori pemahaman tinggi, sedangkan setelah kegiatan seluruh siswa (100%) mencapai kategori tersebut. Kesimpulan: Program ini efektif meningkatkan pemahaman, empati, dan keberanian siswa untuk bertindak sebagai active bystander dalam mencegah bullying di lingkungan sekolah.
Hubungan Identitas Moral dengan Perilaku Cyberbullying pada Remaja Fitriah Fitriah; Meta Aldila Listiya; Nisma Nisma
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 4 (2025): Volume 7 Nomor 4 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i4.19309

Abstract

ABSTRACT The increasing internet penetration among adolescents has brought both benefits and challenges. While it facilitates access to information, it also raises social issues such as cyberbullying, which negatively impacts adolescents' mental and physical health. This study aims to analyze the relationship between moral identity and cyberbullying behavior among adolescents at SMPN 21 Pontianak, West Kalimantan. An analytical survey with a cross-sectional design was conducted, involving 90 adolescents selected through accidental sampling. Data were collected using the Moral Identity Questionnaire (MIQ) and the Cyber Victim and Bullying Scale (CVBS). The study revealed a significant negative correlation between moral identity and cyberbullying behavior (r = -0.326; p = 0.002). Adolescents with stronger moral identity are less likely to engage in cyberbullying, while moral disengagement increases the risk of such behavior. Social support from family and peers also strengthens adolescents' moral identity. Moral identity serves as a protective factor against cyberbullying among adolescents. A holistic approach, including moral education in schools, parental involvement, and community support, is essential to prevent cyberbullying. Future studies should explore other environmental factors influencing this behavior. Keywords: Moral Identity, Cyberbullying, Adolescents, Moral Disengagement, Moral Education  ABSTRAK Peningkatan penetrasi internet di kalangan remaja membawa manfaat sekaligus tantangan. Di satu sisi, akses terhadap informasi menjadi lebih mudah, tetapi di sisi lain, cyberbullying menjadi masalah sosial yang berdampak negatif pada kesehatan fisik dan mental remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara identitas moral dan perilaku cyberbullying pada remaja di SMPN 21 Pontianak, Kalimantan Barat. Penelitian ini menggunakan desain survei analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 90 remaja dipilih sebagai sampel menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan melalui Moral Identity Questionnaire (MIQ) dan Cyber Victim and Bullying Scale (CVBS). Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara identitas moral dan perilaku cyberbullying (r = -0,326; p = 0,002). Remaja dengan identitas moral yang lebih kuat cenderung tidak terlibat dalam cyberbullying, sedangkan pelepasan moral meningkatkan risiko perilaku tersebut. Dukungan sosial dari keluarga dan teman sebaya juga memperkuat identitas moral remaja. Identitas moral berperan sebagai faktor pelindung terhadap perilaku cyberbullying. Pendekatan holistik, termasuk pendidikan moral di sekolah, keterlibatan orang tua, dan dukungan komunitas, diperlukan untuk mencegah cyberbullying. Penelitian lebih lanjut direkomendasikan untuk mengeksplorasi faktor lingkungan lainnya. Kata Kunci: Identitas Moral, Cyberbullying, Remaja, Pelepasan Moral, Pendidikan Moral
Uji Efektivitas Model Self Management Education for Pregnancy Risk (SMEERI) dalam Meningkatkan Kemampuan Diri Deteksi Dini Tanda Bahaya Kehamilan Nisma Nisma; Diena Juliana; Nurul Hidayah; Fitriah Fitriah
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 8 (2024): Volume 6 Nomor 8 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i8.15166

Abstract

ABSTRACT Pregnancy complications are one of the health problems that contribute to an increase in the prevalence of deaths during pregnancy, childbirth and the postpartum period. The ability to detect early pregnancy risks and danger signs is needed to know more quickly whether the mother is experiencing risks in her pregnancy. This study aims to test the effectiveness of the self management education for pregnancy risk (SMEERI) model in improving the ability to detect early pregnancy risks and danger signs during the pregnancy period of mothers.  The design used in this study will test the SMEERI model using a quantitative study with a quasi experiment design and a pre and post one group design. Based on the results of the paired t test, the p-value is 0.000. This shows the effectiveness of the SMEERI method in improving the mother's ability to detect early pregnancy danger signs.There is a difference in the average ability of mothers to detect early signs of danger of pregnancy before and after the SMEERI model. The SMEERI model effectively improves the ability of mothers in early detection of pregnancy danger signs. Keywords: Self Management Education, Early Detection, Pregnancy Danger Signs  ABSTRAK Komplikasi kehamilan menjadi salah satu diantara masalah kesehatan yang menyumbangkan peningkatan prevalensi kematian selama masa kehamilan, persalinan dan masa nifas. Kemampuan deteksi dini risiko dan tanda bahaya kehamilan sangat diperlukan untuk mengetahui lebih cepat apakah ibu mengalami risiko pada kehamilannya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas model self management education for pregnancy risk (SMEERI) dalam meningkatkan kemampuan deteksi dini risiko dan tanda bahaya kehamilan selama masa periode kehamilan ibu. Berdasarkan hasil uji paired t test diperoleh nilai p-value sebesar 0.000. hal ini menunjukan efektifitas metode SMEERI efektif meningkatkan kemampuan ibu dalam deteksi dini tanda bahaya kehamilan . Terdapat perbedaan rata-rata kemampuan ibu deteksi dini tanda bahaya kehamilan sebelum dan sesudah pemberian model SMEERI. Model SMEERI efektif meningkatkan kemampuan ibu dalam deteksi dini tanda bahaya kehamilan. Kata Kunci: Self Management Education,  Deteksi Dini, Tanda Bahaya Kehamilan