Claim Missing Document
Check
Articles

EVALUASI KELAYAKAN FINANSIAL AGROINDUSTRI KOPI BUBUK DI KELURAHAN SUMBER AGUNG KECAMATAN KEMILING KOTA BANDAR LAMPUNG (STUDI KASUS KOPI BUBUK CAP GUNUNG BETUNG) Luviana Ayu Ningtyas; Zainal Abidin; Ktut Murniati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh Vol 10, No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v10i1.9072

Abstract

Kebutuhan masyarakat terhadap kopi terus meningkat sejalan dengan kenaikan jumlah penduduk.  Provinsi Lampung menduduki peringkat ke dua sebagai penghasil kopi robusta terbesar di Indonesia, tetapi kurangnya studi mengenai kelayakan usaha terutama dari aspek finansial membuat investor ataupun pemerintah tidak memiliki gambaran yang cukup untuk melakukan investasi.  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan non finansial dan finansial pengembangan usaha.  Penelitian ini dilakukan di Agroindustri Kopi Cap Gunung Betung yang berada di Kelurahan Sumber Agung, Kecamatan Kemiling Kota Bandar Lampung.  Waktu pengumpulan data pada Bulan Maret s.d. Agustus 2021. Responden dalam penelitian ini adalah pengelola agroindustri yang berjumlah satu orang pemilik dan enam orang karyawan agroindustri.  Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan analisis kelayakan finansial usaha dengan beberapa kriteria berupa Net Present Value (NPV), Internal Rate Return (IRR), Net Benefit Cost Ratio (Net B/C), Gross Benefit Cost Ratio (Gross B/C), dan Payback Period (PP), serta analisis sensitivitas dengan metode switching value. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan Agroindustri Kopi Cap Gunung Betung ditinjau dari aspek non finansial layak untuk dilakukan, tetapi masih memerlukan perbaikan pada aspek manajemen dan sumber daya terkait dengan kualitas tenaga kerja, perekrutan, dan penentuan jam kerja.  Pengembangan Agroindustri Kopi Cap Gunung Betung ditinjau dari aspek kelayakan finansial layak untuk dilakukan, karena memenuhi seluruh kriteria investasi yang terdiri dari, NPV, IRR, net B/C, gross B/C, dan PP.  Kelayakan finansial pengembangan Agroindustri Kopi Bubuk Cap Gunung Betung masih tetap layak, meski terjadi penurunan harga jual kopi bubuk, kenaikan harga bahan baku, dan penurunan produksi kopi bubuk.
Persepsi Petani Padi Sawah Irigasi dan Tadah Hujan terhadap Perubahan Iklim di Kabupaten Lampung Selatan Ibrohim Saputra; Fembriarti Erry Prasmatiwi; Zainal Abidin; Agus Setiawan
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2023.007.01.15

Abstract

Perubahan iklim yang terjadi saat ini sangat berdampak pada sektor pertanian. Mayoritas petani yang merupakan tokoh utama dalam sektor pertanian tidak mengetahui dan memahami kondisi perubahan iklim, sehingga banyak petani yang kurang tanggap terhadap perubahan iklim. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengetahuan dan persepsi petani padi sawah lahan irigasi dan tadah hujan terhadap perubahan iklim. Penelitian dilakukan di Kecamatan Palas, Kecamatan Candipuro, dan Kecamatan Sidomulyo dari bulan Juni sampai September 2020.  Sampel penelitian berjumlah 100 orang petani dengan rincian 50 orang petani padi irigasi dan 50 petani padi tadah hujan.  Data dianalisis secara deskriptif dan menggunakan skala likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas petani padi lahan irigasi dan tadah hujan tidak mengetahui dan memahami tentang perubahan iklim, hanya 10 persen petani irigasi dan 8 persen petani tadah hujan yang mengetahui tentang perubahan iklim.  Mayoritas cukup setuju bahwa kondisi iklim saat ini berbeda dengan kondisi iklim 10 tahun terakhir dan mereka setuju adanya perubahan iklim berdampak pada usahatani padi yang mereka usahakan.Kata kunci: Iklim, Irigasi, Persepsi, Perubahan, Tadah Hujan
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL PEMBIBITAN KAMBING (STUDI KASUS PETERNAK SKALA MIKRO DAN KECIL) DI PROVINSI LAMPUNG Reli Hevrizen; Ktut Murniati; Zainal Abidin
Wahana Peternakan Vol. 7 No. 1 (2023): Wahana Peternakan
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Tulang Bawang Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v7i1.878

Abstract

This study aims to analyze the financial feasibility of a goat breeding business on a micro-scale farm Tanggamus Regency and a small-scale farm South Lampung. The data used in this study are primary and secondary data obtained through interviews and literature studies. Financial analysis was measured by calculating Net Present Value (NPV), Net Benefit Cost Ratio (Net B/C), Internal Rate of Return (IRR), and Payback Period (PP). Based on the results of the analysis, it was concluded that micro and small scale livestock farming in the two research locations was declared feasible to continue. This feasibility is expressed by an NPV value greater than zero, which is Rp. 121,303,075 for micro-scale farm and Rp. 370,846,687 for small-scale farm. The IRR value which was greater than the discount rate was 30.41% for the micro scale and 50.7% for the small scale farm. Net B/C value > 1, 2.62 for micro scale and 4.20 for small scale farm. The payback period for micro-scale farm was 3 years and 5 months and for small-scale farm was 2 years and 2 months. Keywords: Financial Feasibility, Goat Breeding, Farmers
Efisiensi Teknis, Ekonomi, dan Alokatif Usahatani Jagung di Kabupaten Lampung Selatan Sri Puji Lestari; Dyah Aring Hepiana Lestari; Zainal Abidin; Fembriarti Erry Prasmatiwi
Jurnal Penelitian Pertanian Terapan Vol 23 No 2 (2023)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jppt.v23i2.2615

Abstract

South Lampung Regency is the center of corn production in Lampung Province. However, the low productivity of corn  due to the suboptimal allocation of production factors has affected the efficiency of corn farming production. This research aims to analyze the level of technical, allocative, and economical efficiency corn farming in South Lampung Regency. Two subdistricts in South Lampung Regency—Penengahan and Ketapang—that are major corn production hubs were used for data collection. The data collected in this study are primary and secondary. Primary data was obtained using a survey method, namely by directly interviewing corn farmers using a list of questions (a questionnaire) that has been provided. Secondary data were obtained from institutions or agencies related to this research. A simple random sampling method was used to choose up to 71 maize producers for the sample size. The Stochastic Frontier Cobb-Douglas production function is used in data analysis and is processed by the Frontier 4.1 application. The results show that corn farming was technically efficient but not allocatively or economically efficient.. The use of inputs appropriately and efficiently will reduce the use of excessive inputs, which can then be allocated to the purchase of other inputs that are less used, with the aim of achieving allocative and economic efficiency.
STATUS KEBERLANJUTAN EKOWISATA MANGROVE PETENGORAN, KECAMATAN TELUK PANDAN, KABUPATEN PESAWARAN Alexander Sanjaya; Christine Wulandari; Zainal Abidin; Rahmat Safe’I; Agus Setiawan; Bainah Sari Dewi
Jurnal Hutan Tropis Vol 11, No 4 (2023): Jurnal Hutan Tropis Volume 11 Nomer 3 Edisi Desember 2023
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v11i4.18194

Abstract

Penurunan fungsi ekosistem mangrove terus terjadi akibat degradasi lingkungan, rendahnya koordinasi antar instansi, dan kurangnya keterlibatan masyarakat dalam pengelolaannya, sehingga diperlukan upaya yang tepat untuk menjamin kelestariannya.Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis indeks dan status keberlanjutan ekowisata mangrove, menentukan atribut yang mempengaruhi keberlanjutan ekowisata mangrove dan merumuskan strategi pengelolaan ekowisata mangrove.Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah masyarakat, pengunjung ekowisata dan pemangku kepentingan. Metode pengambilan sampel ditentukan dengan menggunakan simple random sampling, accidental sampling dan purposive sampling.Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, penginderaan jauh, wawancara dan studi pustaka. Metode NDVI dengan perangkat lunak ArcGIS 10.3 digunakan untuk menganalisis kondisi ekologi, sedangkan untuk kondisi social ekonomi dan kelembagaan dianalisis menggunakan metode deskriptif. Status kelestarian ekosistem mangrove dianalisis menggunakan perangkat lunak RAP-MForest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa status keberlanjutan pengelolaan ekowisata mangrove pada dimensi ekologi, sosial dan kelembagaan cukup baik yang ditunjukkan dengan nilai indeks keberlanjutan dimensi ekologi sebesar 60,40; dimensi sosial 52,38; dan dimensi kelembagaan sebesar 57,77. Hasil penelitian untuk dimensi ekonomi masuk dalam kategori kurang berkelanjutan dengan indeks keberlanjutan sebesar 50,14, sedangkan status kelestarian pengelolaan kawasan ekowisata mangrove Petetengoran secara umum termasuk dalam kategori cukup lestari. Strategi pengelolaan ekowisata mangrove yang harus dilakukan antara lain peningkatan rehabilitasi mangrove dan tingkat kerapatannya; menciptakan peluang pendapatan masyarakat sekaligus meningkatkan kunjungan wisata; menyelesaikan potensi konflik dengan penggunaan lain; peningkatan peran kelompok mangrove; meningkatkan koordinasi antar pemangku kepentingan dan komitmen dukungan pemerintah daerah untuk konservasi.
PERSEPSI WISATAWAN TERHADAP FASILITAS WISATA ALAM PULAU MENGKUDU Putri Dwi Mei Kartini; Christine Wulandari; Hari Kaskoyo; Zainal Abidin; Sugeng P. Hariyanto; Ketut Muniarti
Jurnal Hutan Tropis Vol 12, No 1 (2024): Jurnal Hutan Tropis Volume 12 Nomer 1 Edisi Maret 2024
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v12i1.19006

Abstract

Provinsi Lampung menawarkan objek wisata pantai yang berada di Kecamatan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan yaitu Pulau Mengkudu yang dikelola oleh Kelompok Sadar Wiata Ragom (POKDARWIS) Helau sebagai dasar pengembangan suatu lokasi wisata perlu dilakukan penelitian tentang persepsi wisatawan terhadap fasilitas yang ada. Pengelolaan akan dikatakan baik apabila tetap menjaga tata nilai asli tempat wisata ketika mengembangkan berbagai fasilitasnya seperti akomodasi, produk jasa yang diharapkan, berdampak positif bagi masyarakat sekitar kawasan. Penelitian dilakukan pada bulan Maret 2022 dengan menggunakan metode uji validitas dan reabilitas kemudian diolah berdasarkan skala likert. Hasil penelitian didapatkan persepsi wisatawan dengan tertinggi kategori “Baik” yaitu pada kondisi air bersih dan toilet yaitu 3,75, kemudian wahana permainan yaitu 3,66 dan keindahan alam yaitu 3,55. Persepsi wisatawan tentang akses menuju Pulau Mengkudu mempunyai skor rendah yaitu 3,11, restaurant dengan skor 3,02 dan alat transportasi menuju Pulau Mengkudu dengan skor 3,07. Sehingga ketiganya perlu segera ada upaya renovasi.
ANALISIS LIMPASAN AIR PERMUKAAN MENGGUNAKAN HEC-HMS AKIBAT PERUBAHAN TUTUPAN LAHAN DI KECAMATAN JATI AGUNG Syarifuddin Azis; Endro Prasetyo Wahono; Teguh Endaryanto; Samsul Bakri; Zainal Abidin; Nurhasanah Nurhasanah
Jurnal Hutan Tropis Vol 12, No 1 (2024): Jurnal Hutan Tropis Volume 12 Nomer 1 Edisi Maret 2024
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v12i1.19020

Abstract

Kabupaten Lampung Selatan berbatasan langsung dengan ibukota Provinsi Lampung yaitu kota Bandar Lampung, sehingga potensi terjadinya alih fungsi lahan pertanian menjadi lahan non-pertanian sangat besar. Keberadaan kampus Institut Teknologi Sumatera (ITERA), rumah sakit Airan Raya, gerbang Tol Trans Sumatra (gerbang ITERA-Kotabaru) dan calon kantor pusat Pemerintah Provinsi Lampung yang semuanya terletak di Kecamatan Jati Agung Lampung Selatan yang akan mempengaruhi perubahan tutupan lahan pertanian. Penelitian ini dilakukan di sub DAS Way Kandis Kecamatan Jati Agung Kabupaten Lampung Selatan, dengan luas lahan sebesar 164,47 km2. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perubahan tutupan lahan dan besaran limpasan air permukaan akibat alih fungsi lahan di Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan. Alih fungsi lahan yang terjadi dari tahun 2016 sampai tahun 2020 didominasi oleh perubahan lahan perkebunan, pemukiman dan pertanian lahan kering campur. Dari hasil simulasi HEC-HMS diperoleh nilai debit puncak dan volume limpasan air tahun 2016 sebesar 215,80 m3/s dan 13.989.100 m3. Pada tahun 2020 terjadi peningkatan debit puncak dan volume limpasan air sebesar 246,40 m3/s dan 15.444.100 m3. Peningkatan debit puncak dan volume limpasan air terjadi pada setiap tahun. Hal ini disebabkan karena adanya perubahan koefisien limpasan (CN).
Kajian Ketahanan Pangan Rumah Tangga pada Berbagai Agroekosistem di Kabupaten Lampung Utara Putri, Dewi Lestari; Abidin, Zainal; Prasmatiwi, Fembriarti Erry; Kaskoyo, Hari
Agrikultura Vol 33, No 3 (2022): Desember, 2022
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v33i3.42579

Abstract

Pencapaian ketahanan pangan merupakan masalah inti yang dihadapi petani terutama petani yang memiliki produktivitas tanaman utama yang rendah. Kemampuan petani untuk memenuhi kebutuhannya dipengaruhi oleh luas lahan dan produksi tanaman yang mereka usahakan. Ketahanan pangan ini harus terwujud untuk menghindari keadaan rawan pangan di kalangan petani. Penelitian ini bertujuan melakukan analisis ketahanan pangan beserta faktor-faktor yang memengaruhinya untuk rumah tangga petani pada berbagai agroekosistem di Kabupaten Lampung Utara. Penelitian dilakukan pada agroekosistem padi di Desa Sinar Jaya Kecamatan Tanjung Raja, agroekosistem singkong di Desa Ratu Jaya Kecamatan Sungkai Tengah, dan agroekosistem lada di Desa Tanjung Jaya Kecamatan Sungkai Barat. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Juni – September 2021. Jumlah sampel adalah 105 rumah tangga petani. Metode analisis data yang digunakan, yaitu klasifikasi silang antara pangsa pengeluaran pangan dan tingkat kecukupan energi serta regresi ordinal logistik. Penelitian menyimpulkan bahwa mayoritas rumah tangga petani diklasifikasikan sebagai kurang pangan. Jumlah rumah tangga yang paling banyak terkategori tahan pangan adalah petani agroekosistem padi, sedangkan rumah tangga yang paling banyak terkategori rawan pangan adalah petani agroekosistem singkong. Variabel pendidikan ibu rumah tangga, pendapatan rumah tangga, dan dummy agroekosistem berpengaruh nyata terhadap tingkat ketahanan pangan.
EVALUASI KELAYAKAN FINANSIAL AGROINDUSTRI TAHU SUTRA BERDASARKAN PERBEDAAN PENGGUNAAN METODE PEMBAKARAN DI GUNUNG SULAH WAY HALIM BANDAR LAMPUNG Desi Talita Ramadani; Zainal Abidin; Eka Kasymir
Jurnal Agristan Vol 5, No 1 (2023): Jurnal Agristan
Publisher : Jurusan Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/agristan.v5i1.7086

Abstract

Penelitian bertujuan dalam melakukan analisis kelayakan finansial dan sensitivitas terhadap penurunan jumlah produksi dan kenaikan harga bahan baku pada dua agroindustri tahu sutra dengan penggunaan metode pembakaran yang berbeda, yaitu tungku kayu bakar dan boiler di Gunung Sulah Way Halim Bandar Lampung. Kedua agroindustri tahu tersebut dilakukan peramalan (forecasting) selama 15 tahun, terhitung dari tahun 2022. Metode dasar penelitian yang diterapkan berupa studi kasus. Analisis memakai lima kriteria investasi, yaitu NPV, Gross B/C, Net B/C, IRR, dan PP. Diperoleh hasil yaitu kedua agroindustri tahu sutra tersebut layak secara finansial dengan nilai NPV masing-masing agroindustri positif sebesar Rp. 15.875.787.640,-. dan Rp. 90.694.762.429,-. Net B/C kedua agroindustri 1 yaitu 1,93 dan 3,65., nilai IRR kedua agroindustri lebih besar dari tingkat suku bunga bank komersil tahun 2022sebesar 21%, dan 35%, nilai Gross B/C kedua agroindustri 1 yaitu 1,16 dan 1,21., serta nilai PP lebih rendah dari umur usaha yaitu 10 tahun 3 bulan, dan 8 tahun 9 bulan. Hasil analisis sensitivitas terhadap penurunan produksi 5%,dan kenaikan harga bahan baku 26% menyebabkan terjadinya penurunan NPV, Gross B/C, Net B/C, dan IRR tetapi tetap dalam tingkatan diterima yang mengartikan usaha masih layak dikembangkan. 
ANALISIS PRODUKSI LATEKS PADA PTPN VII WAY BERULU Eka Fitriani; Zainal Abidin; Muhammad Ibnu
Jurnal Ilmu Ilmu Agribisnis: Journal of Agribusiness Science Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Lampung University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (616.926 KB) | DOI: 10.23960/jiia.v1i2.236

Abstract

This research aims to analyze the factors of production of latex and the efficiency of latex production in PTPN VII Way Berulu. The data used in this research wass monthly time series data (periodical data) in the period 2007-2011. Independent variables consisted of the  harvest areas, usage of urea fertilizer, usage of TSP fertilizer, rainfall, and SEM (Scrapping Ethrel Minyak). The data was analyzed using Ordinary Least Square (OLS). The study showed that: (1) the factors that significantly affected the production of latex were the usage of urea (X2), rainfall (X4), and SEM (X5); while the  harvest areas (X1) and usage of TSP (X3) had not to effected to the production of latex;  (2) the production of latex in PT Nusantara Plantation VII Way Berulu was still inefficient, operating at decreasing return to scale. Keywords : production, latex, efficiency, time serries
Co-Authors Abd. Rasyid Syamsuri Achdiansyah Soelaiman Adia Nugraha Adia Nugraha Agus Setiawan Agus Setiawan Agus Setiawan Ahmad Syafe’i Alexander Sanjaya Amalia Huda Angga Andala, Angga Anitha Andarrini T Annisa Nevy Prihartini Annisya Meilia Dwi Safitri Aufa Dian Utami Bainah Sari Dewi Bayu Suci C. Sunarya Bustanul Arifin BUSTANUL ARIFIN Cherli Medika Christine Wulandari Christine Wulandari Davina, Diva Fitria Desi Talita Ramadani Devira Nurani Sejati Efendi, Andrie Eka Fitriani Eka Kasymir Eka Kasymir Eka Kasymir Endro Prasetyo Wahono Evita Natasya Hutapea Fadilah F Febrina Veronika Saragih Fembriarti Erry Prasmatiwi Hari Kaskoyo Hurip Santoso Ibrohim Saputra Intan Anisa Putri Kaskoyo, Hari Ketut Muniarti Ktut Murniati Ktut Murniati Ktut Murniati Lestari, Dyah Aring Hepiana Lina Marlina Lina Marlina Lina Marlina Luh Putu Ratna Sundari Luviana Ayu Ningtyas M. Reza Fachrezy Magdalena Meiliani Muhamad Irfan Affandi Muhammad Ibnu Muhammad Irfan Affandi Muhammad Irfan Affandi Muhammad Teguh Wibowo Nasution, Annio Indah Lestari Ni Desak Gede Putri Megagita Ni Wayan Hermayanti Nopralita Nopralita Novi Rosanti Novia Setyaningrum Nur Syavira Rahmalia Putri Nurhasanah Nurhasanah Nurhasanah Nurhasanah Purwoko, Agus Putri Dwi Mei Kartini Putri, Dewi Lestari R Hanung Ismono Rahmat Akrima Rahmat Rizky Maulana Rahmat Safe'i Reli Hevrizen Reny Mardiana Rio Tedi Prayitno Risca Fara Midta Sari Rizka Esty Wulandari Rizky Agung Permadi Samsul Bakri Samsul Bakri Sartika Lestari Selvy Friana Sary Sri Puji Lestari Sri Puji Lestari Suarno Sadar Sugeng P. Hariyanto Suriaty Situmorang Susan Novita Syarifuddin Azis Tasmania Ayu Permata Liana Teguh Endaryanto Tri Naftaliasari Tri Nugroho Tri Nugroho Tutik Alfiah Umi Kalsum Vanna Fitriana Wuryaningsih Dwi Sayekti Yaktiworo Indriani Yuni Elmita Sari Zainal Abidin Zakiyah Noor Balqis