Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Nilai Tekanan Pengembangan Tanah Ekspansif Ketika Menerima Beban Dan Tanpa Menerima Beban Slab Cahyo Agung Saputra; Fahira Rhomianti Putri
Jurnal Rekayasa Infrastruktur Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Rekayasa Infrastruktur
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/jri.v9i2.227

Abstract

Expansive soil is a soil that easily shrinks and expands. so that it often causes problems for civil building construction, for example causing road construction to experience damage to cracks, waves, and potholes. holes. This soil has the following characteristics large shrinkage expansion due to changes in pore volume that can cause a lifting force to the existing construction existing construction so that it can cause damage to the construction. The purpose of this research is to find out how muchvalue of the swelling pressure that occurs when expansive soil is in a loaded and unloaded state.state and without load. This research is the result of combining two studies that are summarized into one. summarized into one, so as to obtain a more in-depth analysis. The form of this research is experiment with the material used expansive soil taken from Sambungmacan, Sragen, Central Java. Central Java. Test equipment main test equipment used in this test is in the form of test box made of steel. The soil expansive soil is then compacted inside the test box. Then expansive soil is then gradually little by little moistened with water until it reaches maximum water content to determine the swelling pressure that occurs. The results showed that the value of the swelling pressure values that occur have fluctuating values
ANALISIS KERUSAKAN SALURAN PELIMPAH PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MIKTO HIDRO (PLTMH) KEPALA CURUP Fahira Rhomianti Putri; Ridho Minfatkhun; Hidayati; M. Syamsul Ma'arief
STATIKA: Jurnal Teknik Sipil Vol. 11 No. 2 (2025): STATIKA: JURNAL TEKNIK SIPIL
Publisher : Politeknik Raflesia Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53494/jts.v11i2.1214

Abstract

Saluran pelimpah (spillway) merupakan komponen penting dalam sistem Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) yang berfungsi untuk mengalirkan kelebihan debit air guna mencegah kerusakan pada struktur utama. Penelitian ini menganalisis penyebab kerusakan, menghitung volume kerusakan dan perbaikan pada Saluran Pelimpah Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) Kepala Curup. Metode yang digunakan adalah observasi lapangan dan dokumentasi visual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerusakan utama disebabkan oleh kurangnya pemeliharaan berkala sehingga tumbuhan vegetasi liar seperti rumput dan semak, serta bahkan terdapat pohon yang sudah cukup besar yang akarnya mengakibatkan kerusakan struktur pada saluran pelimpah berupa retakan pada dinding dan lantai. Selain itu desain struktur yang tidak adanya struktur tambahan berupa dinding penahan tanah atau talud disisi kanan dan kirinya yang membuat penurunan struktur saluran pelimpah sehingga mengakibatkan retak pada struktur bangunan saluran pelimpah. Material yang digunakan pada lantai saluran pelimpah menggunakan beton rabat dengan mutu rendah, hal ini membuat kerusakan berupa kropos dan berlubang pada lantai saluran pelimpah. Dampak dari kerusakan ini berpotensi mengganggu kelancaran aliran air, menurunkan efisiensi pembangkitan listrik, serta meningkatkan risiko kerusakan struktural pada komponen lain PLTMH.
PENGUKURAN JALAN REL MENGGUNAKAN ALAT UKUR KERETA UKUR DAN ACCELEROMETER Maulidina Siti; Febriyadi; Tryas Rangga Andhika; Fahira Rhomianti Putri
STATIKA: Jurnal Teknik Sipil Vol. 10 No. 1 (2024): STATIKA JURNAL TEKNIK SIPIL
Publisher : Politeknik Raflesia Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53494/jts.v10i1.577

Abstract

Prodi Teknik Perkeretaapian ITERA bertujuan mencetak insan perkeretaapian yang profesional dan beretika dengan fokus pada peningkatan kualitas keilmuan serta pengembangan sumber daya manusia dan teknologi perkeretaapian unggul di tingkat regional, nasional, dan internasional. Salah satu syarat kelulusan adalah kerja praktik di instansi perusahaan bidang perkeretaapian. PT. Kereta Api Indonesia (Persero) menjadi tempat kerja praktik bagi mahasiswa Teknik Perkeretaapian ITERA di Unit Infrastructure Assets (TTA). Kerja praktik ini bertujuan mengembangkan keterampilan, pengalaman lapangan, dan memahami budaya organisasi serta keterampilan interpersonal, serta menerapkan ilmu yang dipelajari saat kuliah ke dalam dunia industri perkeretaapian. Tujuan khusus kerja praktik di Unit Infrastructure Assets (TTA) divisi Track Assets and Geometry (TTAT) adalah mengetahui tugas rutin, program pengukuran geometri jalan rel, pengukuran kondisi jalan rel, dan ilmu perkeretaapian terutama di bidang Track Assets and Geometry. Penulis belajar menerapkan teknologi terbaru untuk pengukuran kondisi track, mengoptimalkan kinerja jalur, dan memberikan layanan yang lebih andal dan aman bagi penumpang dan kargo.
ANALISIS PERBANDINGAN BIAYA DAN WAKTU PENGGUNAAN BEKISTING KONVENSIONAL DAN BEKISTING ALUMINIUM FORMWORK : ANALISIS PERBANDINGAN BIAYA DAN WAKTU PENGGUNAAN BEKISTING KONVENSIONAL DAN BEKISTING ALUMINIUM FORMWORK Mutiara Maharani Wijaya; Elian Zhafira; Galih Rio Prayogi; Putri Ayu Dwiyana; Anggarani Budi Ribowo; Ayu Kamila Khanza; Evan Febri Miranda; Fahira Rhomianti Putri; Raden Gunawan
STATIKA: Jurnal Teknik Sipil Vol. 10 No. 2 (2024): STATIKA : JURNAL TEKNIK SIPIL
Publisher : Politeknik Raflesia Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53494/jts.v10i2.706

Abstract

Seiring dengan pesatnya perkembangan industri konstruksi, berbagai material berkualitas tinggi mulai banyak digunakan dalam proyek-proyek konstruksi, terutama untuk pekerjaan bekisting pada gedung bertingkat. Oleh karena itu, diperlukan analisis terhadap jenis material yang akan digunakan untuk mencapai efisiensi biaya dan waktu. Pembangunan proyek XYZ memiliki podium 5 lantai yang menggunakan bekisting konvensional, serta tower 43 lantai yang menggunakan bekisting aluminium. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan biaya dan waktu antara penggunaan bekisting konvensional, aluminium, serta kombinasi keduanya. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis kuantitatif komparatif. Berdasarkan hasil analisis, anggaran yang dibutuhkan untuk bekisting konvensional adalah Rp27.149.858.086, atau 22% lebih mahal dibandingkan bekisting campuran, dengan durasi pekerjaan 497 hari. Sementara itu, anggaran untuk bekisting aluminium adalah Rp24.251.496, atau 9% lebih mahal dibandingkan bekisting campuran, dengan durasi pekerjaan 126 hari. Durasi pekerjaan dengan bekisting campuran adalah 337 hari. Dengan demikian, penggunaan bekisting campuran lebih hemat biaya dibandingkan bekisting konvensional atau aluminium, dan waktu pengerjaan lebih cepat dibandingkan bekisting konvensional, meskipun tidak secepat aluminium. Hal ini disebabkan oleh kemudahan pemasangan pada metode bekisting aluminium. Sehingga peningkatan kualitas material bekisting dapat meningkatkan efisiensi biaya dan waktu, terutama dalam konstruksi gedung bertingkat.
ANALISIS PERBANDINGAN BIAYA PADA PENGGUNAAN MATERIAL KAYU DAN BAJA RINGAN SEBAGAI KONSTRUKSI KUDA-KUDA: ANALISIS PERBANDINGAN BIAYA PADA PENGGUNAAN MATERIAL KAYU DAN BAJA RINGAN SEBAGAI KONSTRUKSI KUDA-KUDA Ingnellia Damelpa Retina Aproga; Hidayati; Fahira Rhomianti Putri; Syaflenedi
STATIKA: Jurnal Teknik Sipil Vol. 11 No. 1 (2025): Statika: Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Politeknik Raflesia Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan biaya yang dibutuhkan antara penggunaan material kayu dan baja ringan sebagai rangka atap yang digunakan pada rumah subsidi tipe 36 di wilayah Kabupaten Rejang Lebong. Objek yang akan diteliti adalah rumah tipe 36 di perumahan Sineba Estate dengan melakukan perencanaan ulang pada konstruksi rangka atap dengan menggunakan material kayu dan baja ringan untuk mengetahui material mana yang lebih ekonomis digunakan dalam pembangunan jangka panjang serta merninimalisir terjadinya kerugian bagi para developer. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini antara lain dengan metode studi literatur, dokumentasi, serta studi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya yang dibutuhkan untuk pekerjaan rangka atap kuda-kuda kayu adalah sebesar Rp.6.764,336 sedangkan untuk rangka atap baja ringan biaya yang dibutuhkan sebesar Rp.12.990.892. Selisih biaya kedua material tersebut adalah sebesar Rp. 6.226,556. Berdasarkan penelitian tersebut penulis menyimpulkan bahwa material yang lebih ekonornis digunakan pada konstruksi rangka atap adalah material baja ringan, meskipun merniliki biaya lebih mahal akan tetapi merniliki tingkat keawetan yang tinggi serta minim perawatan dibandingkan dengan material kayu yang memerlukan perawatan khusus agar dapat digunakan untuk jangka waktu yang lama.