Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PERENCANAAN DAN PEMELIHARAAN SISTEM DRAINASE DALAM UPAYA MENGATASI GENANGAN AIR DI DESA BATU MBELIN, KABUPATEN DELI SERDANG Indi Rezki Uli Simanjuntak; Elian Zhafira; Lestari P Winata
Nusantara Hasana Journal Vol. 6 No. 1 (2026): Nusantara Hasana Journal, June 2026
Publisher : Yayasan Nusantara Hasana Berdikari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59003/nhj.v6i1.2190

Abstract

Batu Mbelin Village, located in Sibolangit District, Deli Serdang Regency, North Sumatra, has a problem of frequent water puddles in residential areas due to an inadequate drainage system. This community service activity aims to design a drainage system that suits the local hydrological conditions and provide assistance and education to the community regarding sustainable drainage maintenance. The methods used in this activity included field surveys and observations of existing conditions, drainage design based on rainfall and topographical data, and assistance to village officials and the community. The results of this activity include a drainage system design plan for Batu Mbelin Village recommended for construction to address water puddles. Additionally, the community and village officials showed enthusiasm and increased understanding of the importance of routine drainage maintenance. This activity is expected to be the first step toward achieving a sustainable drainage system and reducing the risk of water puddles in Batu Mbelin Village.
EFEKTIVITAS ASPAL EMULSI METODE CAMPURAN DINGIN PADA LAPISAN LASTON AC-BASE: EFEKTIVITAS ASPAL EMULSI METODE CAMPURAN DINGIN PADA LAPISAN LASTON AC-BASE Hermon Frederik Tambunan; Yohanes Martono; Bernaditha Catur Marina; Kerri Dwiky Iswara; Muhammad Abi Berkah Nadi; Elian Zhafira; Raden Gunawan
STATIKA: Jurnal Teknik Sipil Vol. 10 No. 1 (2024): STATIKA JURNAL TEKNIK SIPIL
Publisher : Politeknik Raflesia Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53494/jts.v10i1.575

Abstract

Perancangan campuran aspal panas merupakan metode pencampuran umum yang diterpakan dalam pelaksanaan lapis perkerasan jalan. Tantangan suhu yang harus memenuhi spesifikasi teknis menjadi perhatian saat penghamparan. Penggunaan aspal emulsi untuk campuran spal dingin diharapkan mmpu menjadi solusi. Studi ini dilakukan untuk melihat efektifitas dari penggunaan aspal emulsi campuran dingin dibandingkan dengan aspal campuran panas pada jenis perkerasan Laston AC-Base. Hasil penelitian penelitian menunjukkan dengan campuran aspal emulsi sebesar KAE 7,3% memiliki nilai stabilitas mencapai 2.635 kg, namun memiliki angka flow sebesar 1,78 mm. Angka ini menunjukkan bahwa hasil campuran aspal dengan menggunakan aspal emulsi campuran dingin memiliki tingkat kelelehan plastis yang masih dibawah ambang batas minimal sebesar 3 mm.
PENGARUH CURAH HUJAN, KEMIRINGAN LERENG SERTA BEBAN GEMPA TERHADAP STABILITAS LERENG DENGAN METODE KESETIMBANGAN BATAS Arif Rahman Hakim Sitepu; Agnes Dallis Evalinesuri; Julita Hayati; Syahidus Syuhada; Andry Yuliyanto; Elian Zhafira; Anggarani Budi Ribowo
STATIKA: Jurnal Teknik Sipil Vol. 10 No. 1 (2024): STATIKA JURNAL TEKNIK SIPIL
Publisher : Politeknik Raflesia Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53494/jts.v10i1.576

Abstract

Lereng saat hujan sering mengalami kelongsoran, maka dilakukan penelitian menggunakan metode kesetimbangan batas yaitu metode bishop untuk mencari nilai faktor of safety (FOS) lereng dengan kemiringan lereng 30,45, dan 60. Intensitas hujan yang digunakan yaitu 20 mm/jam, 50 mm/jam, dan 100 mm/jam. Longsor juga disebabkan oleh gempa, pada pemodelan digunakan percepatan gempa sebesar 0,304. Berdasarkan hasil analisis, pengaruh dari curah hujan dan percepatan gempa mengakibatkan nilai FOS menurun. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai FOS tereduksi rata-rata 1,4% terhadap hujan, 18% terhadap kemiringan, dan 37% terhadap gempa. Hal ini menunjukkan bahwa lereng yang tidak stabil akibat dari adanya gaya gravitasi yang mendoorng material terjatuh kebawah serta adanya infiltrasi air hujan dan menambah berat tanah karena kenaikan air pori tanah. Hasil analisis menunjukkan bahwa lereng pada kondisi stabil pada kemiringan 30 karena FOS>1,5 dalam kondisi statik dan FOS>1 dalam kondisi dinamik.
ANALISIS PERBANDINGAN BIAYA DAN WAKTU PENGGUNAAN BEKISTING KONVENSIONAL DAN BEKISTING ALUMINIUM FORMWORK : ANALISIS PERBANDINGAN BIAYA DAN WAKTU PENGGUNAAN BEKISTING KONVENSIONAL DAN BEKISTING ALUMINIUM FORMWORK Mutiara Maharani Wijaya; Elian Zhafira; Galih Rio Prayogi; Putri Ayu Dwiyana; Anggarani Budi Ribowo; Ayu Kamila Khanza; Evan Febri Miranda; Fahira Rhomianti Putri; Raden Gunawan
STATIKA: Jurnal Teknik Sipil Vol. 10 No. 2 (2024): STATIKA : JURNAL TEKNIK SIPIL
Publisher : Politeknik Raflesia Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53494/jts.v10i2.706

Abstract

Seiring dengan pesatnya perkembangan industri konstruksi, berbagai material berkualitas tinggi mulai banyak digunakan dalam proyek-proyek konstruksi, terutama untuk pekerjaan bekisting pada gedung bertingkat. Oleh karena itu, diperlukan analisis terhadap jenis material yang akan digunakan untuk mencapai efisiensi biaya dan waktu. Pembangunan proyek XYZ memiliki podium 5 lantai yang menggunakan bekisting konvensional, serta tower 43 lantai yang menggunakan bekisting aluminium. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan biaya dan waktu antara penggunaan bekisting konvensional, aluminium, serta kombinasi keduanya. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis kuantitatif komparatif. Berdasarkan hasil analisis, anggaran yang dibutuhkan untuk bekisting konvensional adalah Rp27.149.858.086, atau 22% lebih mahal dibandingkan bekisting campuran, dengan durasi pekerjaan 497 hari. Sementara itu, anggaran untuk bekisting aluminium adalah Rp24.251.496, atau 9% lebih mahal dibandingkan bekisting campuran, dengan durasi pekerjaan 126 hari. Durasi pekerjaan dengan bekisting campuran adalah 337 hari. Dengan demikian, penggunaan bekisting campuran lebih hemat biaya dibandingkan bekisting konvensional atau aluminium, dan waktu pengerjaan lebih cepat dibandingkan bekisting konvensional, meskipun tidak secepat aluminium. Hal ini disebabkan oleh kemudahan pemasangan pada metode bekisting aluminium. Sehingga peningkatan kualitas material bekisting dapat meningkatkan efisiensi biaya dan waktu, terutama dalam konstruksi gedung bertingkat.