Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PREDIKSI NILAI CBR LABORATORIUM BERDASARKAN PARAMETER INDEKS TANAH (ATTERBERG LIMIT, SPESIFIC GRAVITY) DAN DATA PEMADATAN PROCTOR Arif Rahman Hakim Sitepu; siti rahma; Erdina Tyagita Utami; siska apriwelni; Putri Ayu Dwiyana
STATIKA: Jurnal Teknik Sipil Vol. 11 No. 2 (2025): STATIKA: JURNAL TEKNIK SIPIL
Publisher : Politeknik Raflesia Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53494/jts.v11i2.1221

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode regresi linier berganda (Multiple Linear Regression Analysis/MLRA) untuk memprediksi nilai California Bearing Ratio (CBR) dalam kondisi tidak jenuh (unsoaked) berdasarkan parameter parameter tanah hasil pengujian laboratorium, yaitu batas Atterberg (LL, PL, PI), berat jenis tanah (Specific Gravity/Gs), serta parameter pemadatan standar Proctor seperti MDD dan OMC. Seluruh pengujian dilakukan sesuai dengan standar ASTM yang berlaku. Hasil analisis regresi linier sederhana (SLRA) menunjukkan bahwa nilai koefisien determinasi (R²) yang diperoleh masih tergolong rendah, masing-masing sebesar 0,2504 untuk LL, 0,6989 untuk PL, 0,2326 untuk PI, 0,0829 untuk Gs, 0,3427 untuk MDD, dan 0,0917 untuk OMC. Nilai-nilai ini mengindikasikan bahwa model SLRA belum mampu menggambarkan hubungan yang kuat antara masing-masing parameter terhadap nilai CBR. Sebaliknya, hasil regresi linier berganda menunjukkan bahwa kombinasi parameter LL, PL, dan MDD menghasilkan R² sebesar 1, yang berarti seluruh variasi nilai CBR unsoaked dapat dijelaskan oleh model dengan sangat baik. Model lainnya, yang menggabungkan PI, Gs, dan OMC, juga menunjukkan hasil yang sama dengan nilai R² sebesar 1. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa metode MLRA jauh lebih akurat dan dapat diandalkan untuk memprediksi nilai CBR dibandingkan SLRA, serta berpotensi menghemat waktu dan biaya dalam proses perencanaan dan evaluasi teknis pada proyek infrastruktur jalan.
Cost and Time Optimization Analysis using the Time Cost Trade Off Method Putri Ayu Dwiyana; Siti Agmaliza; Rajiman
Journal of Civil Engineering and Planning (JCEP) Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Program Studi Sarjana Teknik Sipil Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/jcep.v6i2.11446

Abstract

The implementation of construction projects often faces delays that are difficult to avoid, as experienced in the construction of the City X Hospital Building, where there was a discrepancy between the initial plan and actual field implementation, resulting in a two-week delay in weekly progress. This study aims to analyze time and cost efficiency and compare the effectiveness of alternatives between extending working hours and adding labor using the Time Cost Trade Off method. This research is comparative, comparing the total cost and duration of the project for both acceleration alternatives. The total project cost under normal conditions was recorded at IDR 7,289,386,643.45 with a duration of 86 days until the completion of the third floor. The analysis shows that extending working hours by 1 to 4 hours resulted in costs of IDR 14,584,817,481; IDR 21,871,659,072; IDR 28,672,701,971; and IDR 34,564,808,294, with cost efficiency of –100.08%, –200.05%, –293.35%, and –374.18%, respectively. The project duration was reduced to 64, 50, 41, and 36 days, with time efficiency of 26%, 42%, 53%, and 58%. Meanwhile, the alternative of adding labor resulted in a total cost of IDR 13,660,989,499 with a cost efficiency of –87.41% and a project duration of 64 days (26% time efficiency). Based on these results, both extending working hours by one hour and adding labor showed the most efficient outcomes, but overall, adding labor was considered more optimal as it achieved the same acceleration with the lowest total cost.
ANALISIS TINGKAT KEPUASAN PENUMPANG TERHADAP RUANG TUNGGU STASIUN KERETA API TANJUNG KARANG Arya Mareta; Galih Rio Prayogi; Ayu Kamila Khanza; Reza Asriandi Ekaputra; Putri Ayu Dwiyana; Cahyo Agung Saputra; Michael; Indri Rahmandhani Fitriana; Ruslin
STATIKA: Jurnal Teknik Sipil Vol. 10 No. 1 (2024): STATIKA JURNAL TEKNIK SIPIL
Publisher : Politeknik Raflesia Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53494/jts.v10i1.582

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi ruang tunggu stasiun kereta api Tanjung Karang. Stasiun kereta api merupakan prasarana dalam sistem transportasi perkeretaapian, pada stasiun kereta api perlu adanya perhatian dalam upaya menjaga kinerja pelayanan stasiun terhadap kebutuhan pengunaannya baik secara kuantitas maupun kualitas. Penelitian ini mempunyai tujuan yaitu untuk mengetahui seberapa baiknya fasilitas serta pelayanan yang ada di Stasiun Tanjung Karang terutama pada Ruang Tunggu keberangkatan yang mengacu pada Standar Pelayanan Minimum (SPM) 63 Tahun 2019 dengan metode CSI (Customer Satisfaction Index), serta mengetahui sejauh mana tingkat kepuasan tingkat kepuasan penumpang diruang tunggu, Kepuasan penumpang yaitu bagaimana perasaan seseorang setelah mengevaluasi situasi atapun kinerja yang dia rasakan dan yang diharapkan. Salah satu fakor yang menunjang kepuasan penumpang adalah fasilitas dan pelayanan. Yang menjadi fokus penulis pada penelitian kali ini adalah fasilitas serta pelayanan yang ada diruang tunggu stasiun. Penelitian ini menggunakan metode CSI berdasarkan indeks kepuasann nilai Customer Satisfaction index (CSI) yang didapatkan berdasarkan atribut pertanyaan pada kuisioner yang ditujukan kepada 100 responden sebesar 83,38 berada pada kisaran 81 – 100 yang berarti, secara umum indeks kepuasan pengguna jasa Stasiun Tanjung Karang berada pada kriteria “Sangat Puas”.
ANALISIS PERBANDINGAN BIAYA DAN WAKTU PENGGUNAAN BEKISTING KONVENSIONAL DAN BEKISTING ALUMINIUM FORMWORK : ANALISIS PERBANDINGAN BIAYA DAN WAKTU PENGGUNAAN BEKISTING KONVENSIONAL DAN BEKISTING ALUMINIUM FORMWORK Mutiara Maharani Wijaya; Elian Zhafira; Galih Rio Prayogi; Putri Ayu Dwiyana; Anggarani Budi Ribowo; Ayu Kamila Khanza; Evan Febri Miranda; Fahira Rhomianti Putri; Raden Gunawan
STATIKA: Jurnal Teknik Sipil Vol. 10 No. 2 (2024): STATIKA : JURNAL TEKNIK SIPIL
Publisher : Politeknik Raflesia Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53494/jts.v10i2.706

Abstract

Seiring dengan pesatnya perkembangan industri konstruksi, berbagai material berkualitas tinggi mulai banyak digunakan dalam proyek-proyek konstruksi, terutama untuk pekerjaan bekisting pada gedung bertingkat. Oleh karena itu, diperlukan analisis terhadap jenis material yang akan digunakan untuk mencapai efisiensi biaya dan waktu. Pembangunan proyek XYZ memiliki podium 5 lantai yang menggunakan bekisting konvensional, serta tower 43 lantai yang menggunakan bekisting aluminium. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan biaya dan waktu antara penggunaan bekisting konvensional, aluminium, serta kombinasi keduanya. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis kuantitatif komparatif. Berdasarkan hasil analisis, anggaran yang dibutuhkan untuk bekisting konvensional adalah Rp27.149.858.086, atau 22% lebih mahal dibandingkan bekisting campuran, dengan durasi pekerjaan 497 hari. Sementara itu, anggaran untuk bekisting aluminium adalah Rp24.251.496, atau 9% lebih mahal dibandingkan bekisting campuran, dengan durasi pekerjaan 126 hari. Durasi pekerjaan dengan bekisting campuran adalah 337 hari. Dengan demikian, penggunaan bekisting campuran lebih hemat biaya dibandingkan bekisting konvensional atau aluminium, dan waktu pengerjaan lebih cepat dibandingkan bekisting konvensional, meskipun tidak secepat aluminium. Hal ini disebabkan oleh kemudahan pemasangan pada metode bekisting aluminium. Sehingga peningkatan kualitas material bekisting dapat meningkatkan efisiensi biaya dan waktu, terutama dalam konstruksi gedung bertingkat.
ANALISA PENGARUH PENGGUNAAAN KERTAS HVS SEBAGAI SUBSTITUSI AGREGAT HALUS PADA CAMPURAN BETON: ANALISA PENGARUH PENGGUNAAAN KERTAS HVS SEBAGAI SUBSTITUSI AGREGAT HALUS PADA CAMPURAN BETON ayu Sinta Aprilia; Rawid Panji Asmara; Kirtinanda P; Ahmad Yudi; Arif Rahman Hakim Sitepu; Putri Ayu Dwiyana; Ayu Kamila Khanza; Miskar Maini; Bernaditha Catur Marina
STATIKA: Jurnal Teknik Sipil Vol. 10 No. 2 (2024): STATIKA : JURNAL TEKNIK SIPIL
Publisher : Politeknik Raflesia Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53494/jts.v10i2.712

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengatasi masalah lingkungan akibat limbah kertas sekaligus mencari alternatif material ramah lingkungan dalam konstruksi dengan mengkaji pemanfaatan limbah kertas sebagai subtitusi agregat halus pada beton. Substitusi limbah kertas dilakukan dengan variasi 2%, 5%, dan 7,5%, dan hasil menunjukkan bahwa kuat tekan beton menurun seiring peningkatan substitusi kertas, dengan nilai berturut-turut 20,18 MPa, 19,05 MPa, 18,30 MPa, dan 17 MPa. Penurunan ini terjadi karena kertas menyerap air yang dibutuhkan dalam hidrasi semen. Meskipun demikian, beton dengan substitusi kertas HVS pada variasi yang digunakan masih dapat diaplikasikan untuk beton non-struktural dan struktural ringan. Penggunaan limbah kertas dalam variasi tersebut mampu mengurangi limbah kertas masing-masing sebesar 3,380 kg/m³, 8,449 kg/m³, dan 12,673 kg/m³, serta menawarkan alternatif material yang lebih ramah lingkungan.
ANALISIS RISIKO KECELAKAAN KERJA PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG MENGGUNAKAN METODE BOW TIE ANALYSIS (STUDI KASUS: PROYEK PEMBANGUNAN HOTEL AZANA BANDAR LAMPUNG): ANALISIS RISIKO KECELAKAAN KERJA PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG MENGGUNAKAN METODE BOW TIE ANALYSIS Fajri Dharmais; Anggarani Budi Ribowo; Rajiman; Putri Ayu Dwiyana
STATIKA: Jurnal Teknik Sipil Vol. 11 No. 1 (2025): Statika: Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Politeknik Raflesia Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proyek pembangunan Hotel Azana Bandar Lampung merupakan proyek gedung berlantai 11 yang memiliki potensi risiko kecelakaan kerja tinggi. Identifikasi risiko dilakukan terhadap beberapa faktor, seperti kurang fokusnya pekerja, penggunaan alat berat, area proyek yang tidak bersih, dan rendahnya kesadaran penggunaan Alat Pelindung Diri (APD). Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis risiko kecelakaan melalui identifikasi risiko, survei lapangan, penilaian tingkat kecelakaan (likelihood index dan severity index), serta penentuan peringkat risiko. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa risiko paling dominan adalah pekerja terjatuh dari ketinggian dengan likelihood index 21% dan severity index 64%, serta putusnya sling crane dengan likelihood index 7% dan severity index 61%. Analisis risiko menggunakan diagram Bow Tie mengungkap bahwa risiko pekerja terjatuh disebabkan oleh kecerobohan pekerja, tidak adanya alat pengaman, fasilitas yang tidak memadai, dan kebersihan lokasi yang buruk, dengan konsekuensi berupa luka ringan, luka berat, atau kematian. Sementara itu, risiko putusnya sling crane dipicu oleh usia alat yang sudah tua, kondisi sling tidak aman, kelebihan beban, cuaca ekstrem, kurang fokusnya operator, dan tidak adanya rambu pengaman, yang berakibat pada luka berat, kematian, atau kerusakan alat berat. Kontrol peristiwa dan faktor eskalasi juga dianalisis untuk memitigasi risiko yang mungkin terjadi.