Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : Jurnal Didactical Mathematics

Analisis Kompetensi Strategis Matematis Siswa dalam Menyelesaikan Soal Cerita pada Materi Aljabar Siti Kulsum; Mokhammad Ridwan Yudhanegara
Didactical Mathematics Vol. 5 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/dm.v5i2.5516

Abstract

Kompetensi yang penting untuk dimiliki siswa adalah kemampuan kompetensi strategis, apabila seorang siswa mempunyai kompetensi strategis yang baik maka secara tidak langsung menguasai empat kemampuan lainnya. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan seberapa baik siswa menggunakan strategi untuk memecahkan masalah cerita berdasarkan materi aljabar. Untuk mencapai tujuan, metodologi deskriptif kualitatif diterapkan. Siswa kelas VII SMP Al-Mushlih Karawang menjadi subjek penelitian, yang dilakukan pada hari jumat, 2 Desember 2022. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan instrumen tes materi aljabar. Kemampuan untuk merumuskan masalah, menggambarkan masalah, dan memecahkan masalah matematika dianalisis sebagai tiga indikasi kompetensi strategis dari data yang diperoleh. Hasil dari penelitian yaitu kategori tinggi memiliki 5 siswa, kategori sedang memiliki 10 siswa, dan kategori rendah memiliki 6 siswa. Dengan rata-rata nilai keseluruhan siswa 62,5 menunjukkan bahwa kelas VII-A SMP Al-Mushlih Karawang memiliki kemampuan kompetensi strategis matematis dengan kategori sedang.
Korelasi antara Kemampuan Koneksi Matematis dengan Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Anisa Fitriani; Mokhammad Ridwan Yudhanegara
Didactical Mathematics Vol. 5 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/dm.v5i2.5809

Abstract

Ketika belajar matematika ada beberapa keterampilan atau kemampuan yang penting dimiliki bagi peserta didik, di antaranya adalah kemampuan membuat koneksi dan kemampuan berpikir secara kreatif. Kemampuan koneksi ketika belajar matematika merupakan kemampuan untuk dapat menghubungkan konsep-konsep matematika sementara kemampuan berpikir kreatif yaitu kemampuan peserta didik untuk dapat memberikan solusi atau jawaban yang berbeda-beda dari masalah matematika yang ada. Tujuan penelitian untuk mengetahui adanya korelasi antara kedua kemampuan tersebut, maka digunakan metode korelasional dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian yakni peserta didik kelas X dengan jumlah sampel sebanyak 121. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan pertimbangan peserta didik yang sudah menerima pokok pembahasan sistem persamaan linear dua dan tiga variabel. Penelitian dilakukan di SMAS Budi Mulia Karawang pada tanggal 16 – 20 bulan Mei tahun 2023. Pengumpulan data dilakukan dengan memberikan instrumen berupa tes untuk mengukur kemampuan koneksi dan berpikir kreatif peserta didik yang selanjutnya dilakukan analisis menggunakan teknik uji korelasi spearman rank. Hasil penelitian menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar positif 0,512 menggambarkan terdapat korelasi yang cukup berdasarkan tabel interpretasi dengan arah positif. Diperoleh nilai  lebih besar dari nilai  menggambarkan korelasi yang ada signifikan. Adapun kontribusi yang diberikan sebesar 26,26% berdasarkan perhitungan koefisien determinasi.
Pengaruh Minat Belajar Siswa Terhadap Hasil Belajar Matematika Siti Husnul Hotimah; Mokhammad Ridwan Yudhanegara
Didactical Mathematics Vol. 5 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/dm.v5i2.6588

Abstract

Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya pengaruh minat belajar peserta didik terhadap hasil belajar matematika peserta didik. Metode yang digunakan pada penelitian ini, yaitu deskriptif verifikatif dengan pendekatan kuantitatif yakni dengan melakukan uji statistik deskriptif, uji prasyarat, analisis regresi sederhana, analisis determinasi, dan uji hipotesis yang dilakukan dengan menggunakan program perangkat lunak SPSS 16.0 untuk memastikan pengaruh yang diberikan oleh minat belajar peserta didik terhadap hasil belajar matematika peserta didik. Menurut hasil analisis verifikatif, didapat bahwa adanya pengaruh positif antara minat belajar peserta didik terhadap hasil belajar matematika peserta didik sebesar 13,4%. Untuk nilai t hitung 2,339 > 2,048 (t tabel), dan nilai signifikansi pengaruh antara minat belajar peserta didik (X) dengan hasil belajar matematika (Y) adalah 0,027 < 0,05. Dengan demikian, dapat ditarik kesimpulan bahwa minat belajar peserta didik berpengaruh pada hasil belajar matematika peserta didik.
Analisis Hubungan Antara Hasil Belajar Matematika Dengan Bahasa Indonesia Menggunakan K-Means Clustering Sekar Pangesti; Mokhammad Ridwan Yudhanegara
Didactical Mathematics Vol. 6 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/dm.v6i1.8030

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan hasil belajar matematika dan bahasa Indonesia untuk mengetahui kemampuan siswa. Tujuan penelitian adalah untuk mengelompokan hasil belajar mata pelajaran matematika dan bahasa Indonesia berdasarkan penilaian tengah semester menggunakan algoritma K-Means Clustering, selain itu untuk mengetahui hubungan antara hasil belajar matematika dan bahasa Indonesia menggunakan analisis korelasi rank spearman. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMK Bina Karya 2 Karawang Tahun Ajaran 2023/2024 sebanyak 148 siswa, sampel pada penelitian ini menggunakan simple random sampling sehingga diperoleh sampel sebanyak 108 siswa. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa melalui klasterisasi dengan menggunakan algoritma K-means Clustering diperoleh bahwa cluster 2 dengan kategori tinggi terdapat 33 siswa, cluster 1 dengan kategori sedang terdapat 51 siswa dan cluster 3 dengan kategori rendah terdapat 24 siswa. Berdasarkan analisis korelasi rank spearman pada seluruh sampel, diperoleh hubungan yang sedang antara hasil belajar matematika dan hasil belajar bahasa Indonesia dengan  sebesar 0,606 dan koefisien determinasi sebesar 36,7%. Sedangkan uji korelasi rank spearman pada seluruh sampel cluster 1 menunjukkan hubungan yang rendah antara hasil belajar matematika dan hasil belajar bahasa Indonesia dengan  sebesar 10,1124%. Uji korelasi rank spearman pada seluruh sampel cluster 2 menunjukkan hubungan yang sedang antara hasil belajar matematika dan hasil belajar bahasa Indonesia dengan  sebesar 19,1844%. Uji korelasi rank spearman pada seluruh sampel cluster 3 menunjukkan hubungan yang sangat rendah antara hasil belajar matematika dan hasil belajar bahasa Indonesia dengan  sebesar 1,4641%.
Analisis Cluster untuk Hubungan antara Kemampuan Pemahaman Konsep dan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Menggunakan K-Means Clustering Zilka Sabrina Rochadi; Mokhammad Ridwan Yudhanegara
Didactical Mathematics Vol. 6 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/dm.v6i1.8044

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengklasterisasi kemampuan pemahaman konsep dan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa serta untuk mengetahui hubungan kedua kemampuan tersebut. Pendekatan yang digunakan yaitu kuantitatif dengan metode korelasional. Populasi pada penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas X SMK Negeri 3 Karawang yang berjumlah 612 siswa dengan sampel sebanyak 86 siswa yang diperoleh bersadarkan rumus Slovin serta menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data diperoleh dari hasil pemberian instrumen tes berbentuk soal uraian untuk mengukur kemampuan pemahaman konsep dan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Pengolahan data pada penelitian ini yaitu dengan melakukan penskoran yang selanjutnya dilakukan pengelompokkan menggunakan metode k-means clustering dan dianalisis menggunakan teknik uji korelasi rank spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pemahaman konsep dan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas X SMK Negeri 3 Karawang terbagi menjadi 3 cluster, yaitu cluster tinggi, sedang, dan rendah. Kemudian, secara umum terdapat hubungan yang signifikan antara kedua kemampuan tersebut dengan tingkat kekuatan hubungan pada kategori sedang/cukup. Namun, secara khusus pada cluster 1 dan 3 tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kedua kemampuan tersebut.
Analisis Klaster Pengaruh Hasil Belajar Matematika dan Bahasa Indonesia Terhadap Pengerjaan Soal Matematika Dibantu ChatGPT Yuntaro, Isnan Sunu; Yudhanegara, Mokhammad Ridwan
Didactical Mathematics Vol. 6 No. 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/dm.v6i2.9490

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi hubungan antara hasil belajar matematika dan bahasa Indonesia dengan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal matematika yang dibantu oleh Chatbot ChatGPT. Metode penelitian yang digunakan adalah observasional kuantitatif. Sampel dipilih menggunakan metode purposive sampling, yang melibatkan satu kelas XI di SMAN 6 Karawang dengan memastikan kefasihan penggunaan teknologi peserta didik. Data dikumpulkan dari hasil belajar siswa dalam mata pelajaran Matematika dan Bahasa Indonesia serta performa siswa dalam menyelesaikan soal Matematika dengan bantuan ChatGPT. Analisis data dilakukan dengan uji korelasional Rank Spearman dan algoritma K-means clustering untuk mengidentifikasi sub-kelompok dalam data. Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi positif yang signifikan antara hasil belajar matematika dengan skor pengerjaan soal matematika yang dibantu ChatGPT (r = 0.828), sementara korelasi antara hasil belajar Bahasa Indonesia dengan skor pengerjaan soal matematika yang dibantu ChatGPT lebih rendah (r = 0.334). Analisis klaster menunjukkan bahwa kelompok siswa dengan hasil belajar matematika tinggi menunjukkan kinerja yang lebih baik dalam menyelesaikan soal matematika dengan bantuan ChatGPT dibandingkan kelompok lain.
Analisis Klaster terhadap Hubungan Kemampuan Representasi Matematis dengan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Menggunakan Metode K-Means Clustering pada Materi Matriks Ramadhan, M. Rafly Satria; Yudhanegara, Mokhammad Ridwan
Didactical Mathematics Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/dm.v7i2.13920

Abstract

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional yang berfokus pada kemampuan representasi matematis dan kemampuan pemecahan masalah matematis dalam menyelesaikan materi Matriks pada siswa kelas XI tingkat SMA. Populasi dalam penelitian ini mencakup seluruh siswa kelas X di SMA Negeri 1 Klari, dengan total 501 siswa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah simple random sampling dan untuk menentukan berapa banyaknya sampel yaitu menggunakan rumus Slovin, sehingga diperoleh sampel sebanyak 84 siswa. Instrumen penelitian ini berupa soal uraian yang dirancang untuk mengukur kemampuan representasi matematis dan pemecahan masalah matematis pada materi Matriks. Data yang diperoleh akan dianalisis dengan menilai seluruh instrumen, kemudian dikelompokkan menggunakan metode K-Means Clustering dan dianalisis menggunakan uji korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa klaster 1 (kategori tinggi) terdiri dari 26 siswa, klaster 2 (kategori sedang) mencakup 33 siswa, dan klaster 3 (kategori rendah) berjumlah 25 siswa. Secara keseluruhan, hasil uji korelasi menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kemampuan representasi matematis dan pemecahan masalah matematis pada seluruh sampel penelitian. Namun, pada uji korelasi yang dilakukan untuk masing-masing klaster, baik klaster 1, klaster 2, maupun klaster 3, tidak ditemukan hubungan yang signifikan secara statistik antara kemampuan representasi matematis dan pemecahan masalah matematis