Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Optimalisasi Produksi untuk Meningkatkan Profitabilitas Usahatani Kangkung dan Bayam di Kecamatan Merawang Kabupaten Bangka Khasanah, Nur; Muharani, Laily; Wiyandi, Igus; Prihardi, M Galvin
Jurnal Kridatama Sains dan Teknologi Vol 6 No 01 (2024): JURNAL KRIDATAMA SAINS DAN TEKNOLOGI
Publisher : Universitas Ma'arif Nahdlatul Ulama Kebumen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53863/kst.v6i01.1140

Abstract

Horticulture is one of the agricultural sub-sectors that contributes to economic development in Indonesia. This is because horticulture is a subsector in agriculture that has the potential to be developed, because it has an important role in contributing to farmers' income and trade. Kale and spinach are examples of horticultural vegetables that have this potential, because both vegetables are types of vegetables that are always in demand by the community for consumption. This potential can provide benefits for producers, consumers and society. This study aims to: (a) Calculate the optimal amount of green vegetable production (b) Calculate the maximum income that can be received by green vegetable farmers. This research was conducted in Merawang District, Bangka Regency. The analysis method used was Linear Programming analysis. Linear Programming is an operations research technique by solving optimization problems using linear equations and inequalities. The results of the analysis resulted in the maximum income solution value of kale and spinach farming in Merawang District, which is a maximum of Rp 17,355,000 per land area of 0.34 hectares or Rp 51,044,117 per hectare. Based on the results of linear program analysis, the optimal amount of products that farmers can produce for kale products is 3.39 tons per land area of 0.20 hectares or 16.95 tons per hectare, and for spinach products is 1.95 tons per land area of 0.14 hectares or 13.9 tons per hectare.
Analisis Penilaian Perkebunan Kelapa Sawit Swadaya Berkelanjutan Di Kecamatan Selat Penuguan Kabupaten Banyuasin Muharani, laily; Priestiani, Priestiani; Khasanah, Nur; Windarti, Ayu
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 8 No. 1 (2024)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2024.008.01.30

Abstract

Perkebunan kelapa sawit swadaya melakukan pembudidayaan tanpa kerjasama dengan pihak lain, sehingga dalam pengolahannya petani melakukan sesuai kebiasaan masing-masing. Hal ini menyebabkan permasalahan umum pada perkebunan kelapa sawit swadaya antara lain, pengelolaan perkebunan yang tidak sesuai standar ISPO, kurangnya fasilitas kelembagaan, belum adanya kekuatan hukum atas kebun, hingga kurangnya pengetahuan dan informasi tentang pengolaan kebun. Oleh karena itu, penilaian perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan pada berbagai tahapan perkembangan tanaman akan menjadi bahan evaluasi bagi perkebunan kelapa sawit swadaya untuk melakukan perbaikan pada dimensi ekonomi, lingkungan, sosial, teknis dan kelembagaan. Tujuan penelitian ini adalah menilai kondisi keberlanjutan perkebunan kelapa sawit swadaya berdasarkan ISPO pada berbagai tahapan perkembangan tanaman dan menganalisis pencapaian perkebunan kelapa sawit swadaya yang berkelanjutan berdasarkan ISPO di Kecamatan Selat Penuguan Kabupaten Banyuasin. Analisis yang digunakan untuk menjawab hipotesis penelitian ini adalah RAP (Rapid Appraisal Technique) dengan metode Multidimensional Scaling (MDS) yang terintegrasi dalam modifikasi Rap-Palmoil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai keberlanjutan perkebunan kelapa sawit swadaya pada kriteria “kurang berkelanjutan” dengan rata-rata nilai indeks sebesar 27,70 %, dimana hasil analisis untuk lima dimensi adalah dimensi ekonomi (37,82%), lingkungan (40,54%) dan teknis (28,00%) berada pada kriteria kurang, sedangkan dimensi sosial (19,27%) dan kelembagaan (12,90%) berada pada kriteria buruk. Perkebuanan kelapa sawit swadaya memiliki indeks keberlanjutan yang berbeda, sehingga diperlukan kebijakan yang berbeda untuk mengevaluasi permasalaphan di setiap dimensi untuk terciptanya perkebunan kelapa sawit swadaya yang berkelanjutan di Kecamatan Selat Penuguan, Kabupaten Banyuasin.
HIDROPONIK SEDERHANA SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN SISWA DI SMP NEGERI 1 PEMALI Khasanah, Nur; Muharani, Laily; Priestiani, Priestiani; Pidaryani, Pidaryani
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 4 (2023): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i4.19536

Abstract

ABSTRAKPenurunan minat generasi muda untuk berkarir pada bidang pertanian disebabkan oleh beberapa faktor diantarannya mind set pertanian konvensional, modal terbatas, lahan garapan sempit, dan tidak adanya peluang pengembangan karir, beberapa faktor tersebut yang membuat generasi muda tidak memiliki minat untuk bergabung dalam ketenagakerjaan bidang pertanian. Upaya untuk meningkatkan minat generasi muda pada bidang pertanian dapat dilakukan melalui pendidikan dengan memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai media pembelajaran. Melalui pendidikan yang di laksanakan di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Pemali ini, dapat menjadi terobosan agar anak mengenal dunia pertanian. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan pengetahuan dan pelatihan budidaya tanaman secara hidroponik dan siswa dapat memanfaatkan lahan kosong disekolah sebagai media pembelajaran pertanian. Metode yang digunakan pada kegiatan ini adalah metode ceramah, demonstrasi, dan partisipatif. Hasil PkM menunjukkan peningkatan pengetahuan bidang pertanian dari 29% menjadi 71%, siswa dapat melakukan budidaya tanaman sayuran hidroponik dengan hasil yang baik, dan siswa dapat memanfaatkan lahan kosong di Sekolahnya. Keywords: budidaya; hidroponik; SMP ABSTRACTThe less interest of the younger generation in pursuing their career in the agricultural sector is caused by several factors, such as a conventional agricultural mindset, lack of capital, limited arable land, and opportunities for career development. Some of these factors make the younger generation less interested in joining at agricultural sector. The effort to increase the younger generation's interest in the agricultural sector can be made through an event in the educational field. The event was held at Pemali 1 State Middle School. The aims of this event are to introduce the students to the agricultural sector and to give them training in planting hydroponics in their school area. Lecturing, demonstrating, and participating are the methods used in this research. The findings of the research show that the younger generation or the students’ interest in the agricultural sector increased from 29% to 71%. The students are also can cultivate hydroponic vegetable plants with the best results by utilizing the space at their school. Kata kunci: cultivation; hydroponics; junior high school
PERSEPSI NELAYAN TERHADAP DAMPAK PERUBAHAN IKLIM PADA SUMBER DAYA PERIKANAN DI KECAMATAN SUNGAILIAT BANGKA Ainin, Dewi Tumatul; Khasanah, Nur; Muharani, Laily; Alfaresyah, Priestian; Handayani, Fitri
MAHATANI: Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal) Vol 8 No 2 (2025): Mahatani : Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal)
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/mja.v8i2.42517

Abstract

Climate change has had a significant impact on the fisheries sector, especially in coastal areas that depend on marine resources. This study aims to identify and analyze fishermen’s perceptions in Sungailiat District, Bangka Regency, regarding the impact of climate change on their fisheries resources. The research employed a qualitative approach using in-depth interviews, focus group discussions (FGD), and field observations. The findings indicate that fishermen are aware of changing weather patterns, rising sea temperatures, and shifts in ocean currents that affect their catch and safety at sea. Some adaptations made by fishermen include changes in fishing techniques, adjusting their fishing times, and improving fishing gear. However, limited resources and knowledge about long-term adaptation strategies remain challenges for these fishermen. This study recommends enhancing education and providing policy support for climate change adaptation to better prepare fishermen for increasingly unpredictable environmental changes. Keywords: adaptation, climate change, fishermen’s perceptions, fisheries, Sungailiat
IMPLEMENTASI SENSOR BERAT DAN GAS PADA SISTEM SORTASI TOMAT OTOMATIS Sintiawati, Aan Febriansyah, Nur Khasanah, Noni Cornelia,
Technologia : Jurnal Ilmiah Vol 17, No 1 (2026): Technologia (Januari)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/tji.v17i1.21294

Abstract

Proses penyortiran tomat pada tahap pascapanen di Indonesia hingga saat ini sebagian besar masih dilakukan secara manual. Kondisi tersebut menyebabkan tingginya tingkat kesalahan, ketidakkonsistenan hasil, dan rendahnya efisiensi waktu kerja. Keterbatasan tenaga manusia, faktor kelelahan, serta penurunan konsentrasi menjadi penyebab utama ketidakakuratan dalam proses penyortiran. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan sistem sortasi tomat otomatis berbasis mikrokontroler Arduino dengan mengintegrasikan sensor load cell HX711 untuk pengukuran berat pada tomat serta sensor gas MQ-135 dan MQ-3 untuk mendeteksi tingkat kesegaran tomat berdasarkan kandungan senyawa volatil. Metode penelitian meliputi perancangan mekanik dan elektrik, pemrograman, kalibrasi sensor, pengujian kinerja, serta analisis hasil. Sistem dirancang untuk mengklasifikasikan tomat ke dalam tiga kategori, yaitu medium (30–50 g), besar (51–70 g), dan tidak layak dikonsumsi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu mengukur berat dengan akurasi dan mendeteksi tingkat kesegaran tomat dengan baik melalui variasi nilai sensor gas. Sistem ini terbukti dapat meningkatkan efisiensi waktu penyortiran dibandingkan metode manual serta menurunkan tingkat kesalahan pada klasifikasi tomat. Dengan demikian, sistem sortasi berbasis sensor ini dapat menjadi solusi inovatif, efisien, dan aplikatif untuk meningkatkan mutu serta produktivitas hasil pertanian tomat di Indonesia.