Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Effectiveness of consuming dates in increasing hemoglobin levels in pregnant women with anemia Nurdin, Nur Aini; Meldawati; Mariana, Frani; Darsono, Putri Vidiasari
Health Sciences International Journal Vol. 3 No. 1: February 2025
Publisher : Ananda - Health & Education Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71357/hsij.v3i1.57

Abstract

Background: Anemia in pregnancy is a major global health issue, affecting maternal and fetal outcomes. It is often caused by iron deficiency due to increased physiological demands and inadequate nutritional intake. Dietary interventions, including consuming dates (Phoenix dactylifera), are gaining attention as complementary strategies to address this issue. Objective: This study aimed to evaluate the effectiveness of consuming dates in improving hemoglobin levels among pregnant women with anemia. Method: A quasi-experimental study with a one-group pre-test and post-test design was conducted. Twenty-two anemic pregnant women from the Tanjung Aru Public Health Center participated, consuming seven tamr dates (approximately 100 g) daily for 14 days. Hemoglobin levels were measured pre- and post-intervention using the Point of Care Testing (POCT) method. Data were analyzed using paired t-tests to determine statistical significance. Results: Before the intervention, 68.2% of participants had mild anemia, and 31.8% had moderate anemia, with no cases of normal hemoglobin levels. Post-intervention, 45.4% of participants achieved normal hemoglobin levels, while cases of mild and moderate anemia decreased to 36.4% and 18.2%, respectively. The mean hemoglobin level increased significantly from 13.81 g/dL pre-intervention to 14.62 g/dL post-intervention (p = 0.013). Conclusion: Consuming dates effectively improved hemoglobin levels in pregnant women with anemia, offering a promising, culturally appropriate dietary intervention. Further research with larger populations is recommended to validate these findings and explore long-term outcomes.
PENGARUH PEMBERIAN TOPIKAL ASI TERHADAP PELEPASAN TALI PUSAT BAYI BARU LAHIR DI PMB WILAYAH KERJA PUSKESMAS KASARANGAN Nabella Faizah, Muthia; Kabuhung, Elvine Ivana; Mariana, Frani
Midwifery And Complementary Care Vol 3 No 2 (2024): Midwifery and Complementary Care
Publisher : LPPM Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/mcc.v3i2.379

Abstract

Background: Umbilical cord care is the act of treating and tying the newborn's umbilical cord, to avoid infection, the umbilical cord is always cared for in a clean condition. One method of umbilical cord care is using breast milk. Topical breast milk treatment is very efficient because it costs nothing, is easy to apply and is a non-invasive technique, so it is safe to do. Objective: To determine the effect of topical breastfeeding on the release of the umbilical cord of newborns in PMB the working area of the Kasarangan Health Center. Methods: This study used a quasi-experimental with a post-test only with control group approach. The number of samples in this study were 20 respondents who were divided into 2 groups, namely 10 respondents in the intervention group and 10 respondents in the control group used consecutive sampling technique. The research instrument was in the form of respondent characteristics and observation sheets. Data analysis used the Mann Whitney test with a 95% level of confidence. Results: The duration of the release of the umbilical cord of newborns in the intervention group in the fast category was 7 babies (70%) and in the control group in the normal category there were 8 babies (80%). There was an effect of topical breastfeeding on the release of the umbilical cord of newborns in PMB the working area of the Kasarangan Health Center (p=0,028 <0,05). Conclusion: Topical administration of breast milk regularly (2x a day) can accelerate the release of the umbilical cord in newborns compared to non-routine (<2x a day). Keywords: newborn, umbilical cord, topical ASI.
Edukasi Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan Penyakit Hipertensi dengan Gaya Hidup Sehat di Desa Sungai Bakung Mariana, Frani; Yuliantie, Putri; Putri, Febriana Ade; Halfa, Halfa; Cantika, Cantika; Rizqi, Maulidha Camelia; Mahrita, Mahrita; Hidayah, Nurul; Marifah, Nurul; Wati, Nyoman Rindi Ira; Saputri, Oktaviani; Indah, Puspa; Selviana, Sari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Wadah Publikasi Cendekia Vol 1 No 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat WPC
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/jpmwpc.v1i2.415

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit kronik yang ditandai peningkatan tekanan darah persisten dengan nilai sistolik sama dengan atau lebih dari 140 mmHg dan atau tekanan darah diastolik sama dengan atau lebih dari 90 mmHg. Hipertensi mengakibatkan peningkatan angka morbiditas maupun mortalitas.  Pada tahun 2017, World Health Organization (WHO) melaporkan ada sekitar 600 juta penderita hipertensi di seluruh dunia, dengan sekitar tiga juta di antaranya meninggal setiap tahun. Jumlah penderita hipertensi diperkirakan akan meningkat hingga mencapai 1,15 miliar pada tahun 2025. WHO juga mencatat bahwa 46% orang dewasa tidak menyadari bahwa mereka menderita hipertensi, sementara 42% telah didiagnosis dan menjalani pengobatan. Di Indonesia, prevalensi hipertensi meningkat menjadi 34,1% pada tahun 2018, dibandingkan dengan 25,8% pada tahun 2013. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang penyakit hipertensi dan mampu melakukan terapi komplementer di kehidupan sehari-hari. Metode pelaksanaan kegiatan yang dilakukan adalah penyuluhan mengenai edukasi penyakit hipertensi dan gaya hidup sehat dengan menggunakan media leaflet, kemudian diberikan praktik terapi komplementer dan pengecekan tekanan darah pada masyarakat Desa Sungai Bakung.  Kegiatan penyuluhan kepada masyarakat yang dilakukan di Desa Sungai Bakung dapat meningkatkan pengetahuan dan motivasi masyarakat untuk melakukan pemeriksaan tekanan darah secara rutin dan menerapkan pola hidup sehat serta melakukan terapi komplementer untuk menurunkan tekanan darah sebagai tata laksana lini pertama ataupun kombinasi obat-obatan yang digunakan.
Midwifery Project Cegah Ibu Hamil Anemia dan Kekurangan Energi Kronis (Cemilan KEK) di Puskesmas Pulau Kupang Fauziah, Rahmi; Mariana, Frani; Rahman, Luthfia Hidayati; Jannah, Raudhatul
Jurnal Pengabdian Masyarakat Wadah Publikasi Cendekia Vol 2 No 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat WPC
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/jpmwpc.v2i1.593

Abstract

Kekurangan Energi Kronis (KEK) adalah kondisi di mana ibu mengalami kekurangan makanan yang berlangsung lama (kronis) dan menyebabkan gangguan kesehatan seperti badan lemah dan muka pucat. KEK pada ibu hamil dapat mengakibatkan risiko dan komplikasi seperti anemia, infeksi, berat badan ibu tidak bertambah normal, persalinan sulit dan lama, persalinan prematur, serta perdarahan. Anemia selama kehamilan dapat berdampak serius saat hamil, bersalin, dan postpartum. Data Riskesdas 2018 menunjukkan bahwa 48,9% ibu di Indonesia mengalami anemia, dengan 84,6% kasus terjadi pada ibu hamil berusia 15-24 tahun. Menurut data Puskesmas Pulau Kupang, jumlah ibu hamil yang mengalami anemia pada Januari-Juni 2024 adalah 6,7%, sedangkan yang mengalami KEK sebesar 16,2%. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil mengenai pencegahan anemia dan KEK. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dalam kelas ibu hamil tentang edukasi anemia dan KEK serta pemberian buku saku menu makanan CEMILAN KEK. Evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan setelah edukasi: sebelum edukasi, kategori kurang (33,3%), cukup (22,2%), dan baik (44,5%); setelah edukasi, kategori cukup (44,5%) dan baik (55,5%). Program ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan motivasi ibu hamil mengenai pencegahan anemia dan KEK dalam asuhan kebidanan komunitas.
SKRINING PRENATAL ATTACHMENT TERHADAP RISIKO DEPRESI PADA IBU HAMIL DI WIKAYAH KERJA PUSKESMAS SUNGAI JINGAH: Prenatal Attachment Screening For The Risk Of Depression In Pregnant Women In The Working Area Of Sungai Jingah Public Health Center Yuliantie, Putri; Mariana, Frani
Jurnal Ilmiah Kebidanan (Scientific Journal of Midwifery) Vol. 11 No. 2 (2025): JIKeb | September 2025
Publisher : LPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikeb.v11i2.2873

Abstract

Antenatal depression is a common mental health problem among pregnant women and can negatively impact both the mother and the fetus. One protective factor believed to reduce the risk of depression is prenatal attachment, the emotional bond between mother and fetus during pregnancy. At the Sungai Jingah Community Health Center, a study found that some pregnant women complained of anxiety, fatigue, difficulty sleeping, and excessive worry regarding the condition of the fetus and the delivery process. Ten respondents admitted to frequently feeling anxious and demotivated, having experienced sleep disturbances and prolonged feelings of sadness. This study aimed to determine the relationship between prenatal attachment and the risk of antenatal depression among pregnant women in the Sungai Jingah Community Health Center's work area. The study used a quantitative analytical design with a cross-sectional approach. A sample of 30 pregnant women was selected through purposive sampling. The instruments used were the Prenatal Attachment Inventory (PAI) to measure maternal attachment to the fetus and the Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) to measure the risk of depression. Data analysis was performed using the Chi-Square test. The results showed that the majority of respondents had a moderate prenatal attachment category (60%). The risk of antenatal depression was found to be 70% non-risk. Chi-square analysis showed a significant association between prenatal attachment and the risk of antenatal depression (p < 0.05). Prenatal attachment is associated with the risk of antenatal depression. Mothers with low prenatal attachment are at higher risk of depression during pregnancy. Interventions to improve prenatal attachment are needed during pregnancy to prevent antenatal depression.
HUBUNGAN PARITAS DENGAN KEJADIAN PARTUS PREMATURUS IMMINENS PADA IBU HAMIL Mariana, Frani; Istiqamah; Nida Herni
Midwifery And Complementary Care Vol 2 No 1 (2023): Midwifery and Complementary Care
Publisher : LPPM Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/mcc.v2i1.601

Abstract

Background: Preterm birth, according to WHO criteria, is defined as birth occurring between 22 and 37 weeks of gestation with a fetal weight of 500 grams. Preterm birth is one of the leading causes of perinatal morbidity and mortality worldwide, contributes to the development of neonatal pathologies, and significantly impacts medical, demographic, economic, and social conditions (Arstanalievna et al., 2022). Parity is one of the predisposing factors for preterm birth, as it can affect the mother's health status during pregnancy. The incidence of preterm birth is higher among primiparous women, around 9.5%, compared to 7.5% in multiparous women (Herman and Joewono, 2020). Objective: To analyze the relationship between parity and the incidence of Partus Prematurus Imminens (PPI) in pregnant women. Method: This research used a quantitative analytical method with a cross-sectional approach. The sampling technique was total sampling, involving 93 pregnant women. Bivariate analysis was conducted using the chi-square test. Results: Among the 93 pregnant women who experienced Partus Prematurus Imminens (PPI), the highest parity was found in nulliparous women, totaling 37 individuals (39.8%). The chi-square statistical test showed a p-value = 0.011 < α = 0.05 with a confidence level of 95%. Conclusion: There is a significant relationship between parity and the incidence of Partus Prematurus Imminens (PPI). For the community, particularly pregnant women with risk factors, it is important to recognize the causes of preterm labor to take early preventive measures. Health workers are expected to provide optimal services to the community, especially in prenatal care. Keywords: Partus Prematurus Imminens, Parity, Pregnant Women
Analisis Pengaruh Pemberian Susu Kedelai Terhadap Perubahan Kadar Hemoglobin Pada Ibu Hamil dengan Anemia Ringan di RSIA Paradise: Analysis of the Effect of Soy Milk on Changes in Hemoglobin Levels in Pregnant Women with Mild Anemia at Paradise Hospital Alyasari Anggreini; Suhartati, Susanti; Yunita, Laurensia; Mariana, Frani
Jurnal Kebidanan Besurek Vol. 10 No. 2 (2025): JULI-DESEMBER
Publisher : Program Studi D III Kebidanan Akademi Kesehatan Sapta Bakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jkb.v10i2.871

Abstract

Kadar hemoglobin yang rendah pada ibu hamil tetap menjadi permasalahan kesehatan masyarakat di tingkat global dengan angka prevalensi mencapai sekitar 40%, sedangkan di Indonesia mencapai 48,9% dan di Kalimantan Selatan 51,9%. Kondisi ini berdampak pada peningkatan risiko perdarahan, lahir prematur, dan BBLR. Susu kedelai berpotensi menjadi intervensi non-farmakologis karena mengandung protein, zat besi non-heme, dan isoflavon yang berperan dalam pembentukan eritrosit. Tujuan penelitian yakni menelaah pengaruh konsumsi susu kedelai terhadap peningkatan nilai Hb di masa kehamilan. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuasi-eksperimen dengan desain pretest–posttest control group. Responden terdiri dari 20 ibu hamil kehamilan pertengahan hingga akhir (13–40 minggu) yang teridentifikasi mengalami anemia ringan, kemudian dibagi ke dalam 2 kelompok, masing-masing beranggotakan 10 responden. Kelompok intervensi mendapat susu kedelai 250 ml/hari selama 14 hari disertai suplemen besi per oral, sedangkan kelompok kontrol di beri tablet zat besi selama kehamilanhanya. Uji Mann–Whitney digunakan untuk menganalisis data dalam penelitian ini. Hasil penelitian memperlihatkan adanya peningkatan rerata kadar Hb pada kelompok intervensi, yaitu dari 10,11 ± 0,35 g/dL menjadi 11,22 ± 0,42 g/dL, sedangkan kelompok kontrol hanya meningkat dari 10,15 ± 0,38 g/dL menjadi 10,25 ± 0,41 g/dL. Hasil uji memperoleh nilai p = 0,000, yang mengindikasikan adanya perbedaan bermakna secara statistik antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Temuan ini menunjukkan bahwa konsumsi susu kedelai berpengaruh signifikan terhadap peningkatan jumlah Hb dalam darah ibu hamil yang mengalami anemia ringan, sehingga dapat direkomendasikan sebagai intervensi pendukung dalam program suplementasi zat besi.  
Influence of education with video on Posyandu cadres knowledge about contraceptive implant Suharniati, Rohma; Yunita, Laurensia; Mariana, Frani; Kabuhung, Elvine Ivana
Health Sciences International Journal Vol. 4 No. 1: February 2026
Publisher : Ananda - Health & Education Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71357/hsij.v4i1.80

Abstract

Background: The low uptake of Long-Term Contraceptive Methods, particularly implants, in Indonesia is often linked to limited community knowledge and prevalent misconceptions. Posyandu cadres, as frontline health promoters, play a pivotal role in providing counseling; however, their own knowledge levels are frequently inadequate, hindering effective family planning promotion. Objective: Determine the influence of education using video media on the knowledge of Posyandu cadres about contraceptive implants in the working area of the Jejangkit Community Health Center. Method:  A quantitative pre-experimental study with a one-group pre-test-post-test design was conducted. A total of 30 cadres were selected via simple random sampling. Data were collected using a validated questionnaire administered before and after a single-session intervention featuring an educational video on contraceptive implants. The non-parametric Wilcoxon Signed-Rank Test was used for data analysis due to the non-normal distribution of the knowledge scores. Result: The study revealed a significant improvement in cadres' knowledge post-intervention. Prior to the video education, only 23.3% of cadres had good knowledge. Following the intervention, this proportion rose dramatically to 83.3%, with the remaining 16.7% achieving a sufficient level. No cadres remained in the poor knowledge category. Statistical analysis confirmed this improvement was highly significant (p < 0.001). Conclusion: Video-based education is a highly effective intervention for significantly enhancing the knowledge of Posyandu cadres regarding contraceptive implants. Integrating this media into regular training programs is recommended to empower cadres with accurate information, thereby improving community counseling and supporting national efforts to increase long-term contraceptive methods uptake.  
Hubungan pemberian makanan tambahan dengan perubahan LILA pada ibu hamil KEK di Puskesmas Martapura 1 Septiana, Wahyu; Istiqamah, Istiqamah; Dona, Sister; Mariana, Frani
Jurnal Riset Kebidanan Indonesia Vol 9, No 2 (2025): Desember
Publisher : AIPKEMA (Asosiasi Institusi Pendidikan Kebidanan Muhammadiyah-'Aisyiyah Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Kekurangan energi kronis (KEK) dapat meningkatkan risiko ibu untuk mengalami penyulit persalinan atau melahirkan bayi dengan gangguan tumbuh kembang. Prevalensi kejadian KEK pada ibu hamil di Puskesmas Martapura 1 mengalami peningkatan dalam 1 tahun terakhir yaitu pada tahun 2023 sebesar 10,44% dan pada tahun 2024 sebesar 13,22%. Pemberian Makanan Tambahan (PMT) merupakan program pengentasan masalah KEK yang ditetapkan oleh pemerintah. Tujuan penelitian: Menganalisis hubungan pemberian makanan tambahan dengan perubahan LILA pada ibu hamil KEK di Puskesmas Martapura 1. Metode: Penelitian kuantitatif berjenis analitik korelasional dengan rancangan retrospektif ini dilakukan pada data sekunder 187 ibu hamil KEK periode 1 Januari–31 Desember 2024 di Puskesmas Martapura 1 yang diambil secara total sampling. Pengambilan data dilakukan dengan menyalin data laporan Puskesmas ke dalam lembar checklist. Pengujian hipotesis dilakukan menggunakan uji chi square. Hasil: Mayoritas ibu hamil KEK tidak diberikan PMT (51,9%), memiliki LILA yang naik (48,1%) dan ada hubungan pemberian makanan tambahan dengan perubahan LILA (p = 0,000). Simpulan: Pemberian makanan tambahan harus dioptimalkan selama 120 hari pada ibu KEK. Pemanfaatan bahan pangan lokal, kerjasama lintas sektor, dan penggunaan media kalender “Steril KEK” diperlukan sebagai upaya meningkatkan LILA pada ibu hamil yang tidak mendapatkan PMT.
Faktor Usia, Paritas dan Infeksi Saluran Kemih pada Kejadian Partus Prematurus Imminens Herni, Nida; Istiqamah; Mariana, Frani; Dona, Sismeri
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 2 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i2.1014

Abstract

Pendahuluan: Partus Prematurus Imminens (PPI) adalah suatu ancaman pada kehamilan dimana timbulnya tanda persalinan pada usia kehamilan yang belum aterm dan berat badan lahir bayi kurang dari 2500 gram. Di RSUD Brigjend H. Hasan Basry Kandangan terjadi peningkatan kasus PPI dari tahun 2019 sampai dengan 2021, yaitu dari 8% menjadi 13,3%. Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk engetahui faktor penyebab kejadian PPI di RSUD Brigjend H. Hasan Basry Kandangan tahun 2022. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah analisis kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, dengan teknik pengambilan sampel yaitu total sampling yang berjumlah 93 ibu hamil. Hasil: Dari 93 ibu hamil yang mengalami PPI didapatkan bahwa usia terbanyak terjadi pada 20-35 tahun dengan jumlah 59 orang (63,4%), paritas terbanyak terjadi pada nulipara yaitu 37 orang (39,8%) dan kasus terbanyak terjadi pada ibu hamil yang tidak mengalami infeksi saluran kemih berjumlah 54 orang (58,1%). Hasil uji analisis untuk hubungan faktor usia (ρ value = 0,028), paritas (ρ value = 0,0211) dan ISK (ρ value = 0,001). Simpulan: Dari hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara faktor usia, paritas dan Infeksi Saluran Kemih (ISK) dengan kejadian Partus Prematurus Imminens (PPI) di RSUD Brigjend H. Hasan Basry Kandangan pada tahun 2022.