Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk dan dinamika konflik batin tokoh utama dalam film Agak Laen sutradara Muhadkly Acho dengan menggunakan pendekatan psikoanalisis Sigmund Freud. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan sumber data berupa adegan dan dialog film yang telah ditranskripsikan ke dalam bentuk novelisasi maupun naskah drama. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui simak dan catat, kemudian data dianalisis dengan mengidentifikasi konflik antara id, ego, dan superego yang tampak melalui perilaku verbal dan nonverbal tokoh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik batin dalam film Agak Laen berkembang secara progresif seiring meningkatnya tekanan situasi yang dihadapi tokoh. Bentuk konflik batin yang dominan meliputi kecemasan dan rasa bersalah, khususnya pada tokoh Bene yang mengalami tekanan superego paling kuat. Tokoh Jegel dan Boris menunjukkan konflik batin yang relatif lebih stabil karena fungsi ego masih mampu menengahi dorongan id dan tuntutan superego, sedangkan tokoh Oki cenderung didominasi oleh id berupa kepanikan dan dorongan menyelamatkan diri. Temuan ini menunjukkan bahwa film Agak Laen tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga merepresentasikan dinamika psikologis manusia yang kompleks dan relevan untuk kajian psikologi sastra dan pembelajaran sastra di SMA.