Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search
Journal : Journal Of Chemical Process Engineering (JCPE)

PEMURNIAN MINYAK JELANTAH DENGAN PROSES ADSORBSI Muhammad Alamsyah; Ruslan Kalla; La Ifa La Ifa
Journal of Chemical Process Engineering Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.23 KB) | DOI: 10.33536/jcpe.v2i2.162

Abstract

Pemakaian minyak jelantah yang berkelanjutan dapat merusak kesehatan manusia. Upaya untuk mengolah minyak jelantah dalam rangka penghematan namun tidak membahayakan kesehatan sangat diperlukan. Salah satunya adalah dengan melakukan regenerasi menggunakan bahan alam yang ramah lingkungan sebagai adsorben. Yang bertujuan mengetahui pengaruh zeolit dan biji kelor sebagai adsorben dalam pemurnian minyak jelantah terhadap kualitas minyak jelantah serta Mengetahui kualitas minyak jelantah yang dihasilkan dari zeolit dan biji kelor dengan metode adsorben. Penelitian ini menggunakan alat kolom kromatografi yang telah di desain untuk proses adsorpsi dan menggunakan bahan baku zeolit dan biji kelor dengan variable tetap 150 ml minyak jelantah dan variable berubah zeolit 5 gr, 10 gr, 15 gr, 20 gr serta biji kelor 5 gr, 10gr, 15 gr, 20 gr. Hasil yang diperoleh dalam penentuan kandungan asam lemak bebas minyak goreng bekas setelah pemurnian sebesar 0,284% dan peroksida 6,4259 kandungan air 0,065%,. Ini menunjukkan bahwa minyak yang telah dimurnikan dengan adsorben zeolit serta adsoben biji kelor hasil yang diperoleh dalam penentuan kandungan peroksida 8,8368 dan bilangan asam 0,584 serta kandungan air 0,094%, mempunyai kemumian cukup baikĀ 
PEMBUATAN KITOSAN DARI SISIK IKAN KAKAP MERAH La Ifa; Andi Artiningsih; Julniar Julniar; Suhaldin Suhaldin
Journal of Chemical Process Engineering Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.868 KB) | DOI: 10.33536/jcpe.v3i1.195

Abstract

Industri pengolahan ikan banyak menimbulkan hasil samping berupa limbah sisik ikan yang belum dimanfaatkan secara optimal, yaitu hanya dijadikan tepung dan dijadikan sebagai kerajinan tangan. Hal itu kurang memiliki nilai ekonomis dibandingkan dengan mengolahnya menjadi kitin dan kitosan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kondisi operasi optimum proses deasetilasi kitin serta mempelajari pengaruh derajat deasetilasi terhadap kitosan. Proses deproteinisasi dengan larutan NaOH (3.5 % w/v) selama 2 jam pada suhu 65 oC dan proses demineralisasi dalam larutan HCl (1N) selama 30 menit pada suhu kamar. Proses deasetilasi dilakukan dengan memanaskan kitin dengan larutan NaOH (40%, 50%, 60% w/v) pada suhu 121 oC selama 1 jam. Penentuan derajat deasetilasi dilakukan berdasarkan spektrum IR dengan metode Fourier Transform Infra Red (FTIR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi optimum proses deasetilasi kitin menjadi kitosan adalah pada konsentrasi NaOH 60% yang memberikan derajat deasetilasi sebesar 73,40%.