Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Hubungan Perilaku Body Shaming Terhadap Kesehatan Mental Remaja di SMAN 1 Limboto Gafar, Tariza Amalia; Firmawati; Nur Uyuun I. Biahimo
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Vol 10 No 4 (2025): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK TARIZA AMALIA GAFAR, Hubungan Perilaku Body Shaming Terhadap Kesehatan Mental Remaja Di SMAN 1 Limboto. Dimbimbing oleh FIRMAWATI dan NUR UYUUN BIAHIMO sebagai Anggota. Body shaming merupakan salah satu bentuk kekerasan verbal yang sering terjadi pada remaja, terutama di lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara perilaku body shaming dengan kesehatan mental remaja di SMAN 1 Limboto. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif korelasi untuk mengetahui dan menganalisis hubungan antar variabel tersebut. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa SMA Negeri 1 Limboto yang berjumlah 1063 yang terdiri dari kelas 1 sampai dengan 3. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 92 siswa yang terdiri dari kelas Satu berjumlah 30 siswa, kelas Dua berjumlah 31 siswa dan kelas Tiga berjumlah 31 siswa. Teknik pengambilan sampel adalah total sampling. Uji statistik yang digunakan adalah uji Normalitas, uji homogenitas dan uji korelasi. Data dalam analisis ini diperoleh dari hasil uji yang akan dilakukan oleh peneliti, kemudian dihitung frekuensi jawaban benar setiap responden. Dasar pengambilan keputusan untuk menerima hipotesis penelitian didasarkan pada taraf signifikansi 95% dan tingkat kesalahan α = 5% atau 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar remaja di SMAN 1 Limboto mengalami body shaming dalam berbagai bentuk, baik verbal maupun non-verbal, yang berdampak signifikan terhadap kesehatan mental mereka. Analisis korelasi menunjukkan adanya hubungan yang sangat signifikan antara body shaming dengan kesehatan mental, dengan koefisien korelasi sebesar 0,821, yang menunjukkan bahwa semakin tinggi intensitas body shaming yang dialami maka semakin buruk kondisi kesehatan mental remaja tersebut. terdapat hubungan yang sangat signifikan dan kuat antara keduanya, dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,821 dan nilai signifikansi sebesar 0,000. Kata Kunci: Abuse, Body Shaming, Kesehatan Mental, Remaja, Verbal
Hubungan Trauma Masa Kecil Dengan Kesehatan Mental Remaja Di Wilayah Kerja Puskesmas Limboto Beleneti, Miranda Putri; Firmawati; Nur Uyuun I. Biahimo
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Vol 11 No 1 (2026): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jkm.v10i3.26610

Abstract

ABSTRAK MIRANDA PUTRI BELENETI. Hubungan Trauma Masa Kecil Dengan Kesehatan Mental Remaja Di Wilayah Kerja Puskesmas Limboto. Dibirnbing oleh Firmawati sebagai Ketua dan Nur Uyuun I Biahimo sebagai Anggota Kesehatan mental dan trauma memiliki hubungan yang sangat erat. Trauma yang terjadi pada seseorang dapat berdampak signifikan pada kesehatan mental. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara trauma masa kecil dan kesehatan mental remaja di wilayah kerja Puskesmas Limboto. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sebanyak 50 responden remaja yang memiliki riwayal trauma masa kecil dipilih sebagai sampel. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur pengalaman trauma dan kondisi kesehatan mental. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 29,57% responden mengalami trauma masa kecil dan 63,45% memiliki kesehatan mental yang baik. Analisis bivarial dengan uji Chi-Square menunjukkan p-value sebesar 0,001, yang berarti terdapat hubungan signifikan antara trauma masa kecil dan kesehatan mental. Remaja yang mengalami trauma memiliki risiko 416 kali lebih besar untuk mengalami gangguan kesehatan mental dibandingkan mereka yang tidak mengalami trauma. Ternuan ini menyoroti pentingnya penernuan dini dan intervensi psikologis bagi remaja yang mengalami trauma. Penelitian ini merekomendasikan agar Puskesmas meningkatkan layanan kesehatan mental dan melibatkan keluarga dalam proses pemulihan remaja untuk mengurangi dampak negatif trauma di masa depan Kata kunci: Kesehatan mental, Trauma masa kecil