Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Cendikia Pendidikan

DAMPAK MODERNISASI TERHADAP MINIMNYA KESADARAN BERBUDAYA Lesi Oktiani Putri; Dinie Anggraeni Dewi; Rizky Saeful Hayat
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan
Publisher : CV SWA Anugrah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v2i2.1523

Abstract

Modernisasi berdampak pada identitas dan akar budaya generasi muda, diantaranya adalah Krisis Identitas yang ditandai dengan beberapa generasi muda mengalami krisis identitas, mencari jati diri di luar budayanya sendiri. Hal ini dapat mengakibatkan memperkenalkan diri pada budaya asing atau populer. Selain itu adanya urbanisasi, migrasi dari desa ke kota seringkali membuat generasi muda terputus dari akar budayanya, akibat perubahan lingkungan dan gaya hidup. Penelitian ini merupakan penelitian dengan menggunakan metode studi pustaka atau tinjauan pustaka. Salah satu dampak modernisasi adalah menurunnya kesadaran akan budaya dan kewarganegaraan. Generasi muda seringkali terpapar dengan budaya populer global yang didominasi oleh media massa dan teknologi modern. Mereka lebih sering dikaitkan dengan tren global dibandingkan dengan nilai-nilai budaya lokal. Hal ini dapat mengakibatkan hilangnya pemahaman terhadap tradisi, bahasa, dan warisan budaya yang dimiliki suatu negara atau komunitas. Generasi muda mempunyai peran penting dalam membentuk masa depan masyarakat dan negara. Oleh karena itu, perlu adanya upaya bersama dari pemerintah, pendidik, dan masyarakat untuk memastikan bahwa modernisasi tidak menghancurkan kesadaran budaya dan bernegara, namun justru memperkuatnya untuk membangun masyarakat yang lebih harmonis dan bertanggung jawab.
LITERASI BUDAYA DAN KEWARGAAN: TANTANGAN GLOBALISASI TERHADAP IDENTITAS NASIONAL DAN KEBUDAYAAN LOKAL BANGSA INDONESIA Zakiah Ulfiah; Dinie Anggraeni Dewi; Rizky Saeful Hayat
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan
Publisher : CV SWA Anugrah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v2i2.1547

Abstract

Globalisasi menyebabkan tidak adanya batasan ruang dan waktu dalam mengakses informasi secara global. Hal tersebut dapat mempengaruhi kehidupan dan perubahan pada suatu negara. Pengaruh tersebut dapat memberikan dampak positif dan juga dapat memberikan dampak negatif. Pengaruh yang dapat memberikan dampak negatif menjadi sorotan karena dapat mengancam indentitas nasional dan budaya lokal. Oleh karena itu, peneliti bermaksud untuk menganalisis hal-hal apa saja yang dapat mengancam penguatan identitas nasional dan kebudayaan lokal sebagai tantangan globalisasi dengan tujuan agar masyarakat Indonesia menyadari bahwa literasi budaya dapat mencegah terjadinya infiltrasi budaya. Penelitian ini menggunakan metode study literatur dengan mengkaji secara teoritis dan juga dari referensi lain yang berkaitan dengan masalah yang akan diteliti. Hasil yang diperoleh yaitu dampak negatif yang ditimbulkan yaitu timbulnya kesempatan negara asing untuk mengambil alih hak kepemilikan budaya Indonesia, warga Indonesia yang lebih memilih menerapkan budaya asing daripada budaya sendiri, dan terjadinya penyerapan budaya asing yang tidak sesuai dengan norma masyarakat Indonesia sehingga mengancam ideologi Pancasila. Oleh karena itu, perlu adanya kesadaran dari masyarakat untuk meningkatkan literasi budaya sebagai upaya melestarikan dan menguatkan identitas nasional, serta keterlibatan dari pemerintah.
PENANAMAN LITERASI BUDAYA DAN KREATIVITAS MELALUI PEMBELAJARAN TARI TRADISIONAL SISWA SEKOLAH DASAR DI ERA DIGITAL Tsani Shofiah Nurazizah; Dinie Anggraeni Dewi; Rizky Saeful Hayat
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan
Publisher : CV SWA Anugrah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v2i2.1549

Abstract

Penelitian ini dilakukan karena adanya kekurangan literasi budaya pada peserta didik. Tujuannya adalah untuk menggambarkan strategi penanaman literasi budaya dan kreativitas melalui pembelajaran tari tradisional pada siswa di era digital, sebagai solusi untuk meningkatkan literasi budaya. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai berbagai gerak dan lagu daerah melalui pembelajaran tari. Selain itu, mereka juga belajar melakukan analisis, terutama terkait dengan teknik dalam konteks kreativitas. Peserta didik menjadi terampil dalam menari, fleksibel, dan mampu mengekspresikan diri. Studi ini menunjukkan bahwa penerapan strategi ini dapat membantu anak-anak sekolah dasar memperoleh pemahaman budaya yang lebih baik, meningkatkan kreativitas mereka, dan menghadapi era digital dengan lebih baik, sambil tetap menjaga keberlanjutan warisan seni dan budaya tradisional yang memiliki nilai tinggi.