Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

ADAPTASI, KESAMAAN SPESIES, DAN TANTANGAN KONSERVASI ANGGREK (ORCHIDACEAE) PADA EKOSISTEM PEGUNUNGAN TINGGI JAWA TENGAH (GUNUNG SINDORO, SUMBING, DAN SLAMET) Nurhaliza, Salma; Perdana, Analekta Tiara
Khazanah: Jurnal Mahasiswa Vol. 17 No. 2 (2025): Khazanah: Jurnal Mahasiswa
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/khazanah.vol17.iss2.art1

Abstract

Ekosistem pegunungan tinggi pada ketinggian 2100–3000 mdpl di Jawa Tengah merupakan lingkungan dengan tekanan ekologis yang tinggi, ditandai oleh suhu rendah dengan fluktuasi harian ekstrem, intensitas radiasi ultraviolet yang tinggi, tekanan atmosfer rendah, serta kondisi tanah yang tipis dan miskin unsur hara. Kondisi tersebut membatasi keberadaan vegetasi sehingga hanya tumbuhan dengan kemampuan adaptasi khusus yang mampu bertahan, termasuk anggrek (Orchidaceae). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji adaptasi, kesamaan spesies, serta tantangan konservasi anggrek yang hidup pada ekosistem pegunungan tinggi di Gunung Sindoro, Gunung Sumbing, dan Gunung Slamet. Kajian dilakukan melalui telaah pustaka terhadap hasil-hasil penelitian terkait kondisi abiotik, vegetasi inang, inventaris anggrek, serta aspek ekologi dan biogeografi kawasan pegunungan Jawa Tengah. Hasil kajian menunjukkan bahwa kesamaan komposisi genus anggrek di ketiga gunung tersebut dipengaruhi oleh kemiripan iklim pegunungan tropis, kemampuan biji anggrek untuk tersebar luas melalui angin, serta keberadaan jamur mikoriza yang relatif merata pada habitat hutan pegunungan lembap. Meskipun memiliki ketinggian yang relatif sama, ketiga gunung memperlihatkan perbedaan karakter lingkungan yang nyata, terutama pada struktur geologi vulkanik, perkembangan tanah, curah hujan, dan iklim mikro, yang turut memengaruhi distribusi dan kelimpahan anggrek. Ancaman utama terhadap keberlanjutan anggrek meliputi perubahan iklim, kebakaran hutan, serta tekanan aktivitas pendakian dan pariwisata. Oleh karena itu, upaya konservasi berbasis ekosistem dan penelitian lanjutan yang terintegrasi sangat diperlukan untuk menjaga kelestarian anggrek pegunungan tinggi di Jawa Tengah.
Efektivitas Gelombang Mikro dan Isolat Lokal Trichoderma sp. serta Gliocladium sp. dalam Menurunkan Infeksi Aspergillus flavus pada Biji Jagung Nurhaliza, Salma; Salamiah, Salamiah
Jurnal Agroekoteknologi Tropika Lembab Vol 9, No 1 (2026): Agroekoteknologi Tropika Lembab Volume 9 Nomor 1 Agustus 2026
Publisher : Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jatl.9.1.2026.26910.99-109

Abstract

Kontaminasi biji jagung oleh Aspergillus flavus merupakan masalah utama karena kemampuannya menghasilkan aflatoksin, yang menimbulkan risiko signifikan bagi kesehatan manusia dan menurunkan kualitas produk pertanian. Oleh karena itu, dibutuhkan alternatif pengendalian yang ramah lingkungan. Penelitian ini mengevaluasi efektivitas perlakuan gelombang mikro dengan jamur antagonis, yaitu Trichoderma sp. dan Gliocladium sp., untuk menekan pertumbuhan A. flavus pada biji jagung. Percobaan disusun dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dan lima ulangan. Parameter yang diamati meliputi tingkat penghambatan, tingkat infeksi, dan perkecambahan biji. Hasil menunjukkan bahwa perlakuan gelombang mikro menurunkan tingkat infeksi menjadi 4,40 dibandingkan dengan 7,40 pada kontrol. Aplikasi Trichoderma sp. menghasilkan tingkat penghambatan berkisar antara 23,54% hingga 26,30% dan menurunkan infeksi menjadi 4,20%. Performa terbaik diamati pada Gliocladium sp., yang mencapai penghambatan tertinggi (31,30%) dan tingkat infeksi terendah (2,40%), serta mampu meningkatkan perkecambahan benih dan pertumbuhan tunas. Perlakuan gelombang mikro dan Trichoderma sp. juga mampu menurunkan tingkat infeksi dan berpotensi sebagai metode pengendalian alternatif. Penelitian lanjutan diperlukan untuk mengevaluasi efektivitasnya pada kondisi lapangan serta mengkaji potensi manfaat dari aplikasi kombinasi.