Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Binahong (Anredera Cordifolia (Ten.) Steenis) Terhadap Bakteri Staphylococcus Epidermidis Cut Bidara Panita Umar; Amelia Niwelle; Syntia Clarce Ririmasse
Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2022): Juli: Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpikes.v2i2.1277

Abstract

. Daun binahong (Anredera cordifolia Ten. Stennis) merupakan salah satu tanaman yang dapat mengobati berbagai jenis penyakit. Hal ini dikarenakan tanaman ini memiliki kandungan sebagai antibakteri dan antivirus, daun binahong (Anredera cordifolia Ten. Stennis) memiliki khasiat obat tradisional sebagai antibakteri.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan senyawa serta mengetahui besarnya aktivitas zona hambat pada ekstrak daun binahong (Anredera cordifolia Ten. Stennis). Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu eksperimental laboratorium dengan menggunakan metode maserasi pada ekstrak daun binahong dan metode difusi agar sumuran dengan tiga konsentrasi yang berbeda yaitu 60%, 80%, 100%. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak daun binahong (Anredera cordifolia Ten. Stennis) memiliki komponen senyawa alkaloid, flavonoid, tanin dan saponin. Ekstrak etanol daun binahong (Anredera cordifolia Ten. Stennis) mampu menghambat bakteri Staphylococcus Epidermidis dengan diameter zona hambat konsentrasi 60%;17mm, konsentrasi 80%;26, dan konsentrasi 100%;30mm. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu ekstrak daun binahong terkandung senyawa alakaloid, flavanoid, tanin dan saponin dengan memiliki konsentrasi ekstrak yang paling efektif menghambat bakteri staphylococcus epidermidis pada konsentrasi 100% diameter zona sebesar 30mm.
PENYULUHAN MENGENAI ZAT BERBAHAYA BORAKS PADA MAKANAN DI DESA WAIMITAL Cut Bidara Panita Umar
Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2022): Maret: Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpikes.v2i1.1401

Abstract

Boraks terhadap kesehatan berdampak negatif karena memiliki efek racun yang dapat membahayakan sistem metabolisme kesehatan manusia seperti iritasi saluran pernafasan, kulit, mata, serta organ sasaran seperti darah, ginjal, jantung, sistem pernafasan, sistem saraf pusat, hati, limfa, sistem pencernaan, mata, sistem reproduksi dan kulit. Paparan jangka pendek terjadinya iritasi saluran pernafasan, mual, diare, kram perut. Paparan jangka panjang menyebabkan gangguan sistemik seperti kerusakan gangguan saluran pencernaan, hati, lemak, dan menimbulkan depresi, kerusakan ginjal, dan gangguan membrane mukosa (Saparinto dan Hidayati, 2006). Tujuan pengabdian kepada masyarakat adalah melakukan pengenalan boraks, bahaya penggunaan, dan cara mendeteksi kandungan boraks. Metode yang digunakan saat penyuluhan metode ceramah dan diskusi kemudian dilanjutkan dengan workshop atau pelatihan dimana peserta bergantian maju kedepan untuk melakukan pengujian boraks dengan melihat bentuk, warna dan bau serta melakukan pengujian makanan secara langsung terhadap makanan yang mengandung boraks kemudian dilakukan evaluasi dan bimbingan berkelanjutan. Hasil capaian dari pengabdian masyarakat ini meliputi evaluasi mengenai boraks, karakter makanan mengandung boraks sebelum penyuluhan dan setelah penyuluhan
Penyuluhan Tentang Pentingnya Peranan Protein Dan Asam Amino Bagi Tubuh Di Desa Negeri Lima Cut Bidara Panita Umar
Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 3 (2021): November: Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpikes.v1i3.1412

Abstract

Asam amino adalah protein yang sudah dipecah melalui proses metabolism menjadi molekul-molekul kecil sebagai bahan dasar untuk proses biosintesis. Secara umum ada lebih dari 20 jenis asam amino dalam biosintesis.Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan perubahan perilaku di Desa Negeri Lima tentang “Pentingnya Peranan Protein da Asam Amino”. Sasaran kegiatan ini adalah masyarakat Desa Negeri Lima Kecamatan Leihitu Kabupaten Maluku Tengah. Pelaksanaan kegiatan ini meliputi tahapan ceramah, demonstrasi dan praktik, tanya jawab serta diakhiri dengan pembagian leaflet. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pengetahuan awal peserta yang rendah terlihat dari pre test yang dilakukan dan terjadi peningkatan pengetahuan yang signifikan setelah dilakukan edukasi. Kesimpulan kegiatan ini adalah terdapat peningkatan pengetauan tentang “Pentingnya Peranan Protein dan Asam Amino Bagi Tubuh” pada Masyarakat Desa Negeri Lima Kecamatan Leihitu Kabupaten Maluku Tengah.
ANALISIS KADAR BORAKS PADA TAHU PUTIH YANG DI PRODUKSI DENGAN MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETRI UV-Vis Cut Bidara Panita Umar; Mylene Latumahina
JURNAL RISET RUMPUN ILMU KEDOKTERAN Vol. 1 No. 1 (2022): April :Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kedokteran
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1075.622 KB) | DOI: 10.55606/jurrike.v1i1.476

Abstract

Tahu adalah makanan yang dibuat dari kacang kedelai yang difermentasikan dan diambil sarinya. Penggunaan Bahan Tambahan Pangan (BTP) dalam proses produksi pangan perlu diwaspadai. Boraks dilarang digunakan dalam BTP karena dapat menyebabkan gangguan otak, hati dan ginjal, penggunaan boraks dalam jangka panjang dapat menyebabkan kematian. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuktikan ada tidaknya kadar boraks dalam tahu yang diproduksi diberbagai tempat dikota Ambon. Sampel tahu yang diteliti adalah sampel A (Pabrik tahu sumber rezeki) dan Sampel B (Pabrik tahu A sukarti), kemudian kadar boraks diamati menggunakan metode uji nyala, metode uji kertas tumerik dan metode spektrofotometri UV-Vis. Pada uji nyala, sampel di katakan mengandung boraks jika memberi nyala api berwarna hijau. Untuk uji warna kertas tumerik, sampel di katakan mengandung boraks jika kertas tumerik berubah warna menjadi merah kecoklatan. Metode spektrofotometri di lakukan dengan penentuan panjang gelombang, pembuatan kurva standar boraks dan penetapan kadar boraks dalam sampel. Hasil penelitian percobaan identifikasi boraks dalam sampel tahu dengan uji nyala dan uji warna kertas tumerik diketahui bahwa kedua sampel yang diuji tidak mengandung bahan pengawet berbahaya yaitu boraks. Hasil analisis boraks menggunakan spektrofotometer UV-Vis menunjukkan bahwa kadar boraks pada sampel A (Pabrik tahu sumber rezeki) adalah 0,07% dan sampel B (Pabrik tahu A sukarti) adalah 0,09 %
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Rumput Laut Merah (Eucheuma Spinosum) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Escherichia Coli Dengan Menggunakan Metode Difusi Sumuran Cut Bidara Panita Umar; Anatje J Pattipeilohy; Wa Yatmi Wali
JURNAL RISET RUMPUN ILMU KEDOKTERAN Vol. 1 No. 1 (2022): April :Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kedokteran
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrike.v1i1.1002

Abstract

Rumput laut merah (Eucheuma spinosum) merupakan salah satu jenis tumbuhan obat tradisional oleh masyarakat di Indonesia. Rumput laut merah (Eucheuma spinosum) mengandung flavonoid, alkaloid,dan saponin. Bakteri Escherichia coli merupakan bakteri gram negatif. Bakteri ini merupakan spesies dengan habitat alami dalam saluran percernaan manusia maupun hewan, dimana bakteri ini membentuk spora dan motil dengan flagella peritrikus disebut juga bakteri gram negatif. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui uji aktivitas ekstrak etanol rumput laut merah (Eucheuma spinosum) dapat menghambat pertumbuhan antibakteri Escherichia coli dengan menggunakan metode difusi sumuran. Metodologi Penelitian ini menggunakan metode eksperimental .Metode difusi sumuran dimana dibuat sumuran pada media agar yang telah ditanami dengan mikroorganisme kemudian diinkubasi dan diberi agen antimikroba yang akan di uji. Hasil penelitian Pada Pengujian aktivitas antibakteri dapat dilihat bahwa zona hambat yang dihasilkan dari berbagai konsentrasi rumput laut merah (Eucheuma spinosum) yaitu konsentrasi 60%,70,80, dan 90% terhadap bakteri Escherichia coli, memiliki zona hambat konsentrasi berbeda-beda. Pada konsentrasi 60% zona hambat sebesar 16 mm (kuat), konsentrasi 70% dengan zona hambat sebesar 19 mm, (kuat), konsentrasi 80% dengan zona hambat sebesar 21 mm (sangat kuat), konsentrasi 90% dengan zona hambat sebesar 30 mm (sangat kuat). Kesimpulan bahwa ekstrak rumput laut merah (Eucheuma spinosum) mengandung antibakteri yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli
FORMULASI SEDIAAN PASTA GIGI BUBUK RIMPANG JAHE PUTIH (Zingiber officinale Rosc) ASAL DAERAHNAMROLE KABUPATEN BURU SELATAN DENGAN VARIASI KONSENTRASI BAHAN PENGIKAT Micie Sariwating; Cut Bidara Panita Umar; Nurliani Tomia
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Vol. 2 No. 1 (2022): MARET : Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jikki.v2i1.1152

Abstract

The rhizome of white ginger (Zingiber officinale Rosc) has been known by the public because apart from being a cooking spice, it can also be used as medicine, one of which is to treat toothache. Control of dental and oral health problems is to use toothpaste properly and regularly. The higher the concentration of the binder (sodium CMC), the more compact the toothpaste preparation will be and the release of the active substance is less than optimal, besides that it will be difficult to apply at the time of use. On the other hand, the concentration of the binder is too low, causing the preparation to be easily crushed and disintegrate like a lotion. Variations in the concentration of different binders were made to see the physical form among the three formulations of toothpaste which had the best consistency and met the requirements. The purpose of this study was to identify the chemical content of white ginger (Zingiber officinale Rosc) rhizome, to formulate white ginger (Zingiber officinale Rosc) powder toothpaste with various concentrations of binders and to evaluate the preparation of white ginger (Zingiber officinale Rosc) powdered toothpaste. This research was conducted using laboratory experimental methods. The result of this research is that white ginger (Zingiber officinale Rosc) rhizome powder contains alkaloids, flavonoids, tannins and triterpenoids. White ginger rhizome powder (Zingiber officinale Rosc) can be formulated into toothpaste preparations. The toothpaste with the most physically stable consistency and fulfills the requirements is formula III (4% CMC sodium)
UJI FARMAKOLOGI EKSTRAK IKAN GABUS (Channa Striata ) TERHADAP PROSES PENYEMBUHAN LUKA BAKAR PADA MENCIT ( Mus Musculus ) Jayanti Djarami; Cut Bidara Panita Umar; Astini Nurlatu
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Vol. 2 No. 1 (2022): MARET : Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jikki.v2i1.1156

Abstract

. Indonesia merupakan negara yang memiliki beragam hasil alam yang melimpah, salah satunya tanaman obat. Negara Indonesia yang merupakan negara kepulauan memungkinkan setiap daerah memiliki komoditi hasil alam tersendiri. Hal ini juga mempengaruhi cara pengobatan tradisional yang berbeda pula untuk tiap - tiap daerah. Negara Indonesia dikenal karena memiliki beragam suku dengan ciri khas masing - masing. Keragaman suku ini juga membuat adanya perbedaan dari jenis warisan budaya, baik itu terkait kepercayaan, upacara, maupun pengobatan menggunakan obat tradisional. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium, untuk mengetahui ekstrak ikan gabus ( Channa Striata ) terhadap proses penyembuhan luka bakar mencit ( Mus muscullus ) yang tampak mengalami perubahan. Rancangan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap ( RAL ) yaitu dengan konsentrasi K1 ( diberi aquadest ), K2 ( ekstrak ikan gabus 0.30 g / kg BB ), dan K3 ( ekstrak ikan gabus 0,50 g / kg BB ), dan K4 ( ekstrak ikan gabus 1,00 g / kg BB ). Hasil uji Homogenitas terlihat bahwa nilai sig sebesar 0,110 yang artinya sig > p.sig 0.05. sehingga dapat di simpulkan bawah varian data luka bakar adalah homogen.Berdasarkan hasil uji Anova, maka diperoleh bahwa pemberian ekstrak ikan gabus terhadap diameter luka bakar berbeda atau berpengaruh nyata sampai hari ke 10 ada berbedaan signifikan ( p < 0,05 ) antara kelompok variasi dosis dengan kontrol negatif 1,00 g / kg BB memberikan efek penyembuhan terbaik sebesar ( 2.35 % ) pada hari ke 10 jika dibandingkan dengan dosis 0,30 g / kg BB ( 2.5975 % ) dan dosis 0,50 g / kg BB ( 2.5175 % ). Kesimpulan dari penelitian ini menunjukan ekstrak ikan gabus dengan dosis 1,00 g / kg BB memiliki efek penyembuhan tercepat terhadap luka bakar.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL KULIT BATANG SANTIGI (Pemphis acidula) TERHADAP BAKTERI Escherichia coli DENGAN METODE DIFUSI CAKRAM Pia Batmomolin; Cut Bidara Panita Umar; Arga Rizqiati Wahid
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Vol. 2 No. 2 (2022): JULI : Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jikki.v2i2.1158

Abstract

Santigi plant (Pemphis acidula) is a plant from the Lythraceae family in the form of a dense shrub or small tree. People in Buru Regency use this plant as a daily treatment, one of which is to treat diarrhea. Santigi plant (Pemphis acidula) contains chemical compounds that function as antibacterial. Antibacteria are substances that inhibit and kill. Escherichia coli is a gram-negative bacterium that causes infection in the intestines and causes diarrhea. This study aims to determine the antibacterial activity of the bark of santigi (Pemphis acidula) against bacteria Escherichia coli. This research is an experimental laboratory research. The study used a thick 95% ethanolic extract of santigi stem bark (Pemphis acidula), variations in extract concentration were 20%, 40%, 60%, 80%, and 100%, for negative control using distilled water and for positive control using cotrimoxazole. In antibacterial testing of the ethanolic extract of the santigi stem bark (Pemphis acidula) against Escherichia coli bacteria, it showed that at concentrations of 20%, 40%, 60%, 80% and 100% sensitive to inhibit bacterial growth with an inhibition zone diameter of 12.3 mm, 14.17 mm, 16.00 mm, 17.00 mm, and 17.67 mm. The negative control did not have antibacterial activity and did not have an inhibition zone diameter, positive control had an inhibition zone diameter of 39.33 mm. The results showed that the bark of santigi has an inhibitory power against the growth of Escherichia coli bacteria with a strong category.
SKRINING FITOKIMIA DAN UJI DAYA HAMBAL EKSTRAK ETANOL DAUN BINAHONG (Anredera Cordifolia) ASAL SANANA TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Propionibacterium Acnes Micie Sariwating; Cut Bidara Panita Umar; Walfa Syafidya Buamona
JURNAL RISET RUMPUN ILMU KESEHATAN Vol. 1 No. 1 (2022): April : Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrikes.v1i1.898

Abstract

Daun Binahong (Anredera cordifolia) merupakan tumbuhan fungsional karena sebagian besar dapat dimanfaatkan sebagai obat. Daun binahong memiliki kandungan metabolis sekunder yaitu alkaloid flavonoid tanin dan saponin yang memiliki aktivitas sebagai antibakteri. Metode yang di gunakan yaitu metode sumuran. Penelitian ini secara umum bertujuan untuk mengetahui kandungan kimia yang ada di dalam daun binahong dan daya hambat ekstrak daun binahong (Anredera cordifolia) sebagai antibakteri terhadap biakan bakteri Propionibacterium acnes, subjek pada penelitian ini adalah ekstrak etanol daun binahong. Objek pada penelitian ini adalah daya hambat antibakteri ekstrak etanol daun binahong. Sebagai kontrol positif yang di gunakan adalah kloramfenikol. Ekstrak diperoleh dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Ekstrak etanol daun binahong yang diperoleh dibuat dalam 3 seri konsentrasi 5%, 10% dan 15% kemudian diujikan pada bakteri propionibacterium acnes, nilai KHM pada bakteri propionibacterium acnes yang diperoleh pada konsentrasi 5% tidak memiliki zona hambat 0 mm untuk konsentrasi 10% dengan luas zona hambat yang terbentuk sebesar 13 mm dan konsentrasi 15% dengan luas zona hambat yang terbentuk sebesar 20 mm. Berdasarkan hasil penelitian ekstrak etanol daun binahong memiliki daya hambat terhadap bateri Propionibacterium acnes.
Identifikasi Senyawa Metabolit Sekunder dan Penetapan Kadar Total Flavonoid Ekstrak Etanol Daun Gatal (Laportea Stimulans) Cut Bidara Panita Umar; Lukman La Bassy; Syamsudin Kelutur
Protein : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan.  Vol. 2 No. 3 (2024): Juli : Protein: Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/protein.v2i3.728

Abstract

Determination of total flavonoid levels is calculated based on the linear regression equation based on the calibration curve of the quercetin standard solution from the reading results of the UV-Vis spectrophotometry tool. The absorbance value (ppm) is entered into the linear regression formula as the y value, while the x value is the concentration of flavonoids in the working sample solution. The results are stated in triplicate and the flavonoid content is stated with the equivalence of flavonoid standards using quercetin standard standards, qualitative and quantitative research methods to determine metabolite compounds and determination of levels using UV-vis spectrophotometry. Qualitative testing is carried out by taking a thick extract and adding reagents according to the identified compounds. Based on the results of the tests carried out, it shows that alkaloid, flavonoid, steroid, triterpenoid, tannin, and saponin compounds show positive results while quinone compounds show negative results. Quantitative testing From the results of this study, the total flavonoid content of the ethanol extract of itching leaves (Laportea stimulans) was 175.961%. Based on the results of qualitative tests, it shows that the ethanol extract of itchy leaves (Laportea stimulants) positively contains several compounds including alkaloids, flavonoids, steroids, terpenoids, tannins, and saponins which are indicated by changes in color. Based on the results of quantitative tests, it shows that the determination of the content of 95% ethanol extract of itchy leaves (Laportea stimulants) spectrophotometrically at a wavelength of 430 nm has an average total flavonoid content of 0.2999%.