Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

STRATEGI PEMGEMBANGAN EKOWISATA PANTAI TANJUNG TABAKO DESA LAMPATA KECAMATAN RUMBIAH TENGAH KABUPATEN BOMBANA Mariana Zainun; Lies Indriyani; Arniawati Arniawati; Hafidah Nur; Dewi Fitriani
Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia Vol. 6 No. 1 (2025): Celebica Jurnal Kehutanan Indonesia
Publisher : Jurusan Kehutanan -FHIL-UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This Research aims to determine the strategy for developing ecotourism at Tanjung Tabako Beach to maintain sustainability. Research using SWOT analysis is used to design steps for developing ecotourism at Tanjung Tabako Beach. Assessment of strengths, weaknesses, opportunities, and threats. The development of ecotourism at Tanjung Tabako Beach is assessed from the results of observations at the research location, interviews and questionnaires. The results of the study indicate that the development of ecotourism at Tanjung Tabako Beach uses: (1) Strengths-Opportunity (SO) strategy, namely, Involving local communities in development in the Tanjung Tabako Beach ecotourism area, making Lampata Village a tourist village, conserving flora in the ecotourism area so that its sustainability is maintained and making it one of the mainstay ecotourism areas in the annual cultural festival. (2) Weakness-Opportunity (WO) strategy, namely, Repairing and adding facilities and infrastructure in the Tanjung Tabako Beach ecotourism area and increasing human resource capacity. (3) Strengths-Threats (ST) Strategy, namely, the importance of local culture in including cultural elements in the school curriculum, preventing environmental pollution within and outside the area in environmentally friendly waste management. (4) Weakness-Threats (WT) Strategy, namely, Increasing cooperation between the Tourism Office, village government and the community in tourism object development activities from planning to management.
Model Bisnis Berkelanjutan dalam Perhutanan Sosial: Studi Kasus Pemanfaatan Getah Pinus di Desa Kongga Mea Kabupaten Konawe La De Ahmaliun; Sarwinda Intan Putri; Sahindomi Bana; Abdul Sakti; Nur Arafah; Arniawati Arniawati; Marsyalin Maharanu Pandin
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 10, No 1 (2026)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v10i1.24489

Abstract

Studi ini menunjukkan bahwa pemanfaatan getah pinus dalam skema kehutanan sosial di Indonesia memiliki potensi ekonomi yang signifikan bagi masyarakat pedesaan, namun masih dibatasi oleh kelemahan struktural dalam institusi lokal, teknologi produksi, dan akses pasar. Analisis model bisnis yang ada mengungkapkan bahwa teknologi pemanenan yang terbatas, ketergantungan pada satu saluran pemasaran, kapasitas organisasi yang lemah, dan kurangnya diversifikasi produk membatasi daya tawar dan mengurangi nilai tambah ekonomi bagi para penyadap getah. Integrasi Business Model Canvas dan SWOT menempatkan bisnis tersebut dalam kuadran kelemahan-peluang, menunjukkan perlunya analisis perubahan strategi untuk mengatasi keterbatasan internal sambil memanfaatkan peluang pasar yang muncul. Model bisnis berkelanjutan yang menjamin tekanan penguatan institusi masyarakat, peningkatan praktik pemanenan, formalisasi kemitraan, diversifikasi pasar dan proposisi nilai, serta investasi pada produk-produk baru dengan nilai tambah yang lebih tinggi untuk meningkatkan stabilitas pendapatan dan ketahanan bisnis jangka panjang. Temuan ini berkontribusi pada pengetahuan yang berkembang tentang model bisnis berkelanjutan untuk produk hutan non-kayu dalam konteks kehutanan sosial, yang menggambarkan bagaimana strategi integrasi desain model bisnis dan penguatan kelembagaan dapat mendukung hasil triple-bottom-line. Studi ini menggarisbawahi peran diversifikasi pasar, peningkatan kapasitas, dan kolaborasi kelembagaan sebagai pendorong utama untuk meningkatkan daya saing usaha resin berbasis komunitas.