Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENDAMPINGAN BELAJAR IQRA’ DENGAN PENDEKATAN BERTAHAP DAN INDIVIDUAL BAGI ANAK-ANAK DI DESA BUDAYA LINGGA Siregar, Nurdiana; Putri, Nadia Salsabila; Tanjung, Marisha Rahmani; Siregar, Romaito; Nasution, Nabila Amalia; Hite, Evi Bunga Lestari Boru
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2025): Volume 6 No 4 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i4.49216

Abstract

Kegiatan pendampingan belajar Iqra’ ini dilatarbelakangi rendahnya kemampuan membaca huruf hijaiyah anak-anak di Desa Budaya Lingga. Tim pengabdian menerapkan pendekatan individual, dengan setiap anggota membimbing 3–4 anak melalui identifikasi kemampuan awal, latihan pelafalan (makhraj), pengulangan (tikrar), dan pengenalan tajwid dasar. Kegiatan selama 8 hari (4–11 Juli 2025) menunjukkan peningkatan signifikan pada kemampuan membaca, khususnya dalam ketepatan makhraj dan panjang-pendek bacaan. Hasil ini membuktikan efektivitas pembelajaran bertahap dan berbasis kebutuhan individu.
Konsep dan Kedudukan Pendidikan IPS dalam Perubahan Kurikulum di Sekolah Dasar Yusnaldi, Eka; Nasution, Nadilla Indriani; Dalimunthe, Aissyahkilla Nazwa; Abelia, Abelia; Tanjung, Marisha Rahmani; Anzani, Sindy
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan IPS merupakan salah satu mata pelajaran wajib di sekolah dasar. Pada jenjang sekolah dasar IPS perlu diajarkan karena di dalamnya terdapat muatan materi yang mengajarkan tentang interaksi sosial sebagai bekal siswa agar mampu bersosialisasi, berkomunikasi dan berkolaborasi sebagai bagian darianggota masyarakat. Ruang lingkup IPS yang mempelajari tentang manusia, ruang dan waktu serta perubahan dan kontinuitas memiliki tujuan agar siswa mampu mengembangkan nilai, sikap dan keterampilan baik sebagai makhluk individu maupun sebagai makhluk sosial. Tujuan utama pendidikan IPS tidak lain adalah untuk membekali siswa agar mampu berperan sebagai warga Negara yang baik di dalam kehidupannya sehari -hari. Dengan mempelajari IPS siswa diharapkan memiliki kesadaran dan kepedulian terhadap isu-isu dan masalah masalah sosial, serta mampu membuat analisis yang kritis, dan mampu mengambil tindakan yang tepat sebagai upaya penyelesaian. Pendidikan IPS dalam perkembangannya tidak luput dari perubahan, baik dari segi organisasi materi pembelajaran maupun teknik pembelajarannya. Berbagai perubahan tersebut merupakan konsekuensi dari adanya perubahan kurikulum pembelajaran yang selalu diperbaharui sesuai dengan tuntutan zaman. Melalui penelusuran berbagai literatur yang relevan dalam artikel ini akan mengulas kembali bagaimana konsep, sejarah dan kedudukanpendidikan IPS dalam kurikulum pembelajaran di sekolah dasar.
Pengelolaan Sarana Prasarana dan Analisis SWOT di MIS Ubudiyah Medan Dalimunthe, Aissyahkila Nazwa; Tanjung, Marisha Rahmani; Abelia, Abelia; Fhitriansyah, Iqbal; Tambunan, Putri Zaskia; Salim, Salim
EDU SOCIETY: JURNAL PENDIDIKAN, ILMU SOSIAL DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 5 No. 3 (2025): Oktober 2025 - Januari 2026
Publisher : Association of Islamic Education Managers (Permapendis) Indonesia, North Sumatra Province

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/edu.v5i3.2365

Abstract

Observasi Magang 1 di MIS Ubudiyah Medan dilaksanakan untuk memperoleh pemahaman mendalam mengenai penerapan Standar Nasional Pendidikan, khususnya manajemen sarana dan prasarana sebagai salah satu komponen penting dalam mendukung kualitas proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, pengamatan langsung, dan dokumentasi. Pendekatan ini memungkinkan peneliti melihat secara riil bagaimana sarana prasarana direncanakan, dikelola, dan dimanfaatkan di lingkungan sekolah. Hasil observasi menunjukkan bahwa MIS Ubudiyah telah menerapkan manajemen sarana dan prasarana secara cukup sistematis, ditandai dengan adanya perencanaan kebutuhan yang dilakukan dalam rapat koordinasi sekolah, mekanisme pengadaan yang disesuaikan dengan skala prioritas, serta pemeliharaan rutin untuk menjaga keberlanjutan fungsi fasilitas. Lingkungan sekolah yang tertata, bersih, dan nyaman menjadi indikator bahwapengelolaan sarpras telah berjalan dengan baik dan mendukung terciptanya suasana belajar yang kondusif bagi peserta didik. Selain itu, hasil analisis juga menunjukkan bahwa sarana prasarana yang memadai berkontribusi langsung terhadap efektivitas kegiatan pembelajaran, mulai dari kenyamanan ruang kelas, ketersediaan fasilitas pendukung, hingga optimalisasi ruang ibadah dan areabermain. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa pengelolaan sarana dan prasarana yang efektif merupakan faktor penting dalam meningkatkan mutu pendidikan, memperkuat proses pembelajaran, serta menciptakan lingkungan sekolah yang aman, sehat, dan produktif.