Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Keterlibatan Kerja dan Konflik Peran Ganda pada Polisi Wanita Saviera, Bella; Juniarly, Amalia
Psychology Journal of Mental Health Vol 2 No 1 (2020): Psychology Journal Of Mental Health
Publisher : Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (671.353 KB) | DOI: 10.32539/pjmh.v2i1.17

Abstract

REGULASI EMOSI DAN PEMAAFAN PADA DEWASA AWAL KORBAN PERSELINGKUHAN Febriyanti, Atikah; Juniarly, Amalia
Psychology Journal of Mental Health Vol 2 No 1 (2020): Psychology Journal Of Mental Health
Publisher : Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (610.509 KB) | DOI: 10.32539/pjmh.v2i1.22

Abstract

Abstrak. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan antara regulasi emosi dengan pemaafan pada dewasa awal korban perselingkuhan di kota Palembang. Hipotesis penelitian yaitu ada hubungan antara regulasi emosi dengan pemaafan pada dewasa awal korban perselingkuhan di kota Palembang. Populasi penelitian adalah dewasa awal di kota Palembang korban perselingkuhan dalam relasi romantis, dengan jumlah tidak diketahui. Sampel penelitian sebanyak 100 orang dan untuk uji coba sebanyak 50 orang, diambil melalui teknik purposive sampling. Alat ukur penelitian mengunakan skala pemaafan mengacu pada dimensi-dimensi pemaafan dari Baumeister, Exline, dan Sommer (1998); skala regulasi emosi mengacu pada aspek-aspek regulasi emosi dari Gross dan Thompson (2007). Analisis data penelitian menggunakan korelasi Pearson’s Product Moment. Hasil analisis korelasi menunjukkan bahwa regulasi emosi memiliki hubungan yang signifikan dengan pemaafan, nilai p=0,012 (p<0,05) dan r= 0.250. Dengan demikian, hipotesis yang diajukan diterima. Kata kunci: Regulasi Emosi, Pemaafan. Abstract. The research objective was to determine the relationship between emotion regulation with forgiveness in early adults, the victim of infidelity at Palembang city. The hypothesis of this research has a relationship between emotion regulation with forgiveness in early adults, the victim of infidelity in Palembang city. The research population were early adults at Palembang city, the victim of infidelity in romantic relationship, with unknown population. The research sample were 100 people and for try out were 50 people, taken by purposive sampling technique. The research measurement instruments used forgiveness scale that referring to dimensions of forgiveness from Baumeister, Exline, and Sommer (1998); emotion regulation scale that referring to aspects of emotion regulation from Gross and Thompson (2007). The data analysis used Pearson’s Product Moment correlation. The result of correlation analysis showed that emotion regulation has a significant relationship with forgiveness, p-value=0,012 (p<0,05) and r=0.250. Therefore, the proposed hypothesis is accepted. Keywords: Emotion Regulation, Forgiveness.
KONTROL DIRI DENGAN PROKRASTINASI AKADEMIK PADA MAHASISWA SELAMA PANDEMI Rahayu, Sri; Juniarly, Amalia
Psychology Journal of Mental Health Vol 2 No 2 (2020): Psychology Journal of Mental Health
Publisher : Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.09 KB) | DOI: 10.32539/pjmh.v2i2.31

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kontrol diri dengan prokrastinasi akademik pada mahasiswa yang mengerjakan skripsi di masa pandemi. Hipotesis penelitian ini adalah ada hubungan antara kontrol diri dengan prokrastinasi akademik. Partisipan penelitian ini adalah 150 orang mahasiswa yang mengerjakan skripsi di Universitas X angkatan 2016 dan 2017. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik sampling kuota. Alat ukur yang digunakan adalah skala prokrastinasi akademik yang mengacu pada aspek dari Tuckman (1990) dan skala kontrol diri yang mengacu pada jenis dari Averill (1973). Analisis data penelitian menggunakan metode korelasi Pearson’s Product Moment menggunakan Program SPSS 16.00. Hasil penelitian menunjukkan nilai r = -0,312 dan p = 0,000 (p>0,05). Hal ini menunjukkan bahwa kontrol diri memiliki hubungan negatif dan signifikan pada prokrastinasi akademik. Dengan demikian, hipotesis dalam penelitian ini diterima.
The Hubungan Antara Harga Diri dengan Resiliensi Pada Remaja Yang Orang Tuanya Bercerai Muhayati, Muhayati; Fikri, Muhammad Zainal; Juniarly, Amalia
Psychology Journal of Mental Health Vol 4 No 1 (2022): Psychology Journal of Mental Health
Publisher : Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/pjmh.v4i1.71

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara harga diri dengan resiliensi pada remaja yang orang tuanya bercerai. Hipotesis dalam penelitian ini adalah ada hubungan antara harga diri dengan resiliensi pada remaja yang orang tuanya bercerai. Populasi pada penelitian ini adalah remaja yang memiliki orang tua yang sudah bercerai di Indonesia. Sampel penelitian yang digunakan sebanyak 150 orang dalam pengambilan data dan 30 orang digunakan sebagai partisipan uji coba. Teknik pengambilan data menggunakan purposive sampling. Alat ukur yang digunakan yaitu skala resiliensi yang mengacu pada aspek dari Reivich dan Shatte (2002) dan skala harga diri mengacu pada aspek Coopersmith (1967). Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik korelasi pearson product moment. Hasil analisis korelasi menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05) dengan nilai r = 0,836 yang berarti bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan harga diri dengan resiliensi.
Apakah Psychological Contract Memengaruhi Safety Behavior? Kajian pada Karyawan di Industri Kelapa Sawit Juniarly, Amalia; Eprisa, Amelia Sesariska
Jurnal Online Psikogenesis Vol 12 No 1 (2024): June
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jps.v12i1.3026

Abstract

Data showed that many employees working in the palm oil industry experienced many work accidents. This indicates a lack of practice in employee safety behaviour at the plantation company. The psychological contract is one of the factors that influence safety behaviour. This research aimed to see the influence of psychological contracts on safety behaviour among employees in the palm oil industry. This research involved 229 harvesting employees in the palm oil industry who were hired using a purposive sampling technique. The scale used was the safety behaviour and psychological contract scale. The data was analyzed using simple linear regression analysis, showing that the research hypothesis was accepted. Psychological contracts have a significant influence on safety behaviour (R2 = 0.414; F (1, 228) = 160.476; p < 0.05) in palm oil industry employees. This shows the importance of psychological contracts in reducing the number of work accidents for plantation employees.
Career Coaching: Developing a Constructive Mindset and Ethical Conduct in the Realm of Employment from a Young Age Anggraini, Dewi; Pratiwi, Marisya; Rachmawati, Rachmawati; Juniarly, Amalia
Altifani Journal: International Journal of Community Engagement Vol 4, No 2 (2024): Altifani Journal: International Journal of Community Engagement
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/altifani.v4i2.8021

Abstract

The current era in which the world of work is evolving into 4.0 requires businesses to be more competitive; therefore, human resources are essential to this end. Effective employee performance positively influences the company's overall performance. This pertains to the correlation between good attitudes and behaviours in employees, leading to increased engagement in work, heightened motivation, and job satisfaction. Developing a positive attitude and behaviour in individuals from a young age is crucial. Students, as future human resources entering the workforce, should be equipped with abilities and character that align with the company's requirements. Through this career coaching programme, students are expected to develop insight, knowledge, and positive attitudes and behaviours related to the workplace from an early age by implementing them in an educational environment. 63 persons from the 1st-semester students of the Psychology Study Programme at Sriwijaya University participated in this activity. This service activity is aligned with the industrial and organisational psychology courses that participants will complete in semester 3. The outcomes of this activity may be determined through pre and post-evaluation, revealing that 95.3% of participants grasp the career coaching activity effectively.
Self-Compassion and Friendship Quality Toward Resilience Of Adolescents Who Experienced Parental Loss Audita, Putri; Iswari, Rosada Dwi; Juniarly, Amalia
Journal of Health and Behavioral Science Vol 6 No 2 (2024): June (2024)
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jhbs.v6i2.17760

Abstract

This study aimed to determine the role of self-compassion and friendship quality on resilience in adolescents experienced parental loss. The hypothesis in this study is that there is a role for self-compassion and friendship quality on resilience. This research was conducted using quantitative methods with the number of respondents in the study as many as 153 teenagers who had been left by their father, mother or both of them due to loss. The sampling technique used is purposive sampling. The measuring instrument used is the self-compassion scale, the friendship quality scale and the resilience scale. In addition, the data analysis in this study was carried out using the multiple regression technique. The results of the analysis show that the R square value between self-compassion and friendship quality simultaneously on resilience is 0.401, the F value is 50.116 and the significance value is 0.000 (p <0.05). This shows that self-compassion and friendship quality have a significant role in resilience, thus the hypothesis proposed in this study can be accepted. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran self-compassion dan kualitas pertemanan terhadap resiliensi pada remaja yang kehilangan orang tua karena meninggal dunia. Hipotesis dalam penelitian ini adalah ada peran self-compassion dan kualitas pertemanan terhadap resiliensi. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode kuantitatif dengan jumlah responden dalam penelitian sebanyak 153 orang remaja yang telah ditinggal ayah, ibu serta ayah dan ibu karena meninggal dunia. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Alat ukur yang digunakan adalah skala self-compassion, skala friendship quality dan skala resiliensi. Selain itu. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik multiple regression. Hasil analisis menunjukkan hasil bahwa nilai R square antara self-compassion dan kualitas pertemanan secara bersamaan terhadap resiliensi sebesar 0,401, nilai F sebesar 50,116 dan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p<0,05). Hal ini menunjukkan bahwa self-compassion dan kualitas pertemanan memiliki peran yang signifikan terhadap resiliensi, dengan demikian hipotesis yang diajukan pada penelitian ini dapat diterima.
Work Engagement pada Karyawan yang Bekerja secara Remote Ditinjau dari Meaningful Work Anggraini, Dewi; Juniarly, Amalia; Pratiwi, Marisya
Psikobuletin:Buletin Ilmiah Psikologi Vol 5, No 3 (2024): Psikobuletin: Buletin Ilmiah Psikologi
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/pib.v5i3.29040

Abstract

Pandemi Covid-19 telah merubah tatanan sistem kerja di dunia. Sistem kerja yang dilakukan adalah secara remote, dimana pengaturan waktu kerja dilakukan di luar ruang dan waktu organisasi secara formal, mereka bekerja secara online menggunakan aplikasi zoom, teams dan skype. Bekerja secara remote digambarkan pekerja melakukan aktivitas pekerjaannya dari lokasi yang terpisah fisik dari supervisor mereka sehingga jarang untuk bertemu satu dengan yang lainnya. Kondisi ini menimbulkan waktu kerja yang luar biasa dan tidak pasti sehingga berdampak pada tidak jelasnya batasan antara pekerjaan dengan kehidupan pribadi yang dapat menghilangkan perasaan work engagement pada karyawan. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi work engagement adalah meaningful work. Berdasarkan isu tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara meaningful work terhadap work engagement pada karyawan yang bekerja secara remote. Jumlah dari sampel penelitian ini sebanyak 152 orang dan akan dilakukan try out pada 50 orang karyawan dengan karakteristik yang sama pada sampel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hipotesis diterima sehingga terdapat hubungan yang signifikansi antara work engagement dengan meaningful work yang ditunjukkan oleh nilai signifikansi 0,000 (p<0,05) dan nilai R Square 0,557 yang berarti meaningful wotk berkontribusi sebesar 55,7% terhadap work engagement. Faktor lain yang dapat mempengaruhi work engagement seperti budaya organisasi, komunikasi, gaya manajerial dan lainnya.
Self-Determination Pecandu Narkoba yang Sedang Menjalani Masa Rehabilitasi Dikaitkan dengan Abstinence Self-Efficacy Purnamasari, Ayu; Iswari, Rosada Dwi; Juniarly, Amalia; Alya, Shafa; Putri, Windy Adelia
Jurnal Psikologi Integratif Vol. 12 No. 2 (2024): Psikologi Integratif
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jpsi.v12i2.2830

Abstract

The phenomenon of relapse is still widespread. It is show that the recovery of drug patients has less effective effect without the support of motivation to change from that individual. In psychology, the motivation of drug patients to change is generally associated with the term self-determination. This correlational-quantitative study aims to determine whether there is a relationship between self-determination and abstinence self-efficacy on drug addicts undergoing rehabilitation. Respondents in this study are 200 drug addicts undergoing rehabilitation. The sampling technique uses purposive sampling. The measurement instrument used Self-Determination Scale ( = 0,859) and Abstinence Self-Efficacy Scale ( = 0,930). According to the correlation study results, self-determination and abstinence self-efficacy had a significant value of 0,000 (p<0,05) with r = 0,373. It can be concluded that there is a significant positive relationship between the two variables. The individual that had motivation to change (self-determination) will help them to increase their confidence to recover from drug use.   Masih maraknya fenomena relapse pada pasien narkoba menunjukkan bahwa pemulihan narkoba kurang efektif tanpa adanya dukungan motivasi berubah dari diri individu itu sendiri. Dalam ilmu psikologi, motivasi pasien pengguna narkoba untuk berubah umumnya dikaitkan dengan istilah self-determination. Penelitian kuantitatif-korelasional ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan self-determination dan abstinence self-efficacy pada pecandu narkoba yang sedang menjalani masa rehabilitasi. Partisipan adalah 200 pecandu narkoba yang sedang menjalani masa rehabilitasi yang didapat melalui teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Skala Self-Determination ( = 0,859) dan Skala Abstinence Self-Efficacy ( = 0,930). Hasil analisis korelasi menunjukkan self-determination dan abstinence self-efficacy memiliki nilai signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05) dengan r = 0,373, sehingga dapat disimpulkan bahwa kedua variabel memiliki hubungan positif yang signifikan. Individu yang memiliki motivasi untuk berubah (self-determination) akan membantunya untuk lebih yakin dengan kemampuannya untuk pulih dari penggunaan narkoba (abstinence self-efficacy).
Apakah Social Support Memengaruhi Perasaan Malu ? : Tinjauan Pada Dewasa Muda yang Menganggur Juniarly, Amalia; Anjani, Dewi
Merpsy Journal Vol 16, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/merpsy.v16i2.30632

Abstract

Unemployment in Indonesia is still high, this is due to an imbalance between the number of job vacancies available and the number of job applicants. The consequences of being unemployed have an impact on a person's of shyness. The aim of this research is to determine the role of social support and each type (emotional support, instrumental support, informational support and companionship support) on shyness in unemployed young adults. The hypotheses in this research consist of a major hypothesis, namely that there is a role of social support in shyness. The minor hypothesis is that there is a role for emotional support, instrumental support, informational support, and companionship support in shyness. The sampling technique used was purposive sampling. The measuring instrument used is a scale compiled by the researcher himself by referring to the symptoms of shyness from Henderson and Zimbardo (1998) and referring to the types of social support from Sarafino and Smith (2011). Data analysis uses multiple regression analysis. The research results show that social support has a role in shyness in unemployed young adults. The results of this research also show that the types of social support, namely emotional support and informational support, have a negative and significant role in shyness, so the hypothesis is accepted. The types of social support, namely instrumental support and companionship support, do not play a role in shyness, so the hypothesis is rejected. Meanwhile, emotional support contributed to shyness by 19.5% and informational support by 12.93%.