Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Tracing the Evolution of Community Empowerment Models in Development Planning Mustanir, Ahmad; Sellang, Kamaruddin; Adnan, A. Astinah; Lubis, Sandi
JSP (Jurnal Ilmu Sosial dan ilmu Poltik) Vol 28, No 3 (2025): March
Publisher : Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsp.99202

Abstract

This study examines community empowerment models in development planning to identify the most effective and relevant across various socio-political contexts. It examines central themes, research trends, and challenges in community empowerment through a systematic literature review and bibliometric analysis. The article search was conducted comprehensively using the Scopus database, focusing on publications from 2014 to 2024 to ensure a focus on the most recent developments in the field. The results indicate that the Asset-Based Community Development (ABCD), Participatory Rural Appraisal (PRA), and Community-Led Development (CLD) models are the most effective approaches for empowering communities when supported by robust institutional frameworks and adapted to local contexts. This study also highlights the importance of institutional support and a deep understanding of external power structures in enhancing the resilience and sustainability of community empowerment initiatives. These findings suggest the need for further exploration of the interactions between these empowerment models and external factors, such as economic pressures and social hierarchies, to develop more adaptive and contextually appropriate strategies. Further research is also needed on the scalability and long- term sustainability of these models, particularly in diverse and evolving development settings, to ensure that community empowerment efforts can effectively address the complexities of modern development challenges.
PERAN GOOD GOVERNANCE DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK DI TINGKAT DESA BINABARU KABUPATEN SIDENRENG RAPPANG Rahman, Auliyah; Mustanir, Ahmad; Lubis, Sandi
GOVERNANCE: Jurnal Ilmiah Kajian Politik Lokal dan Pembangunan Vol. 12 No. 1 (2025): 2025 September
Publisher : Lembaga Kajian Ilmu Sosial dan Politik (LKISPOL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56015/gjikplp.v12i1.548

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya kualitas pelayanan publik di desa yang dipengaruhi oleh keterbatasan penerapan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis implementasi prinsip akuntabilitas, responsivitas, efisiensi, dan efektivitas dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di Desa Bina Baru Kecamatan Kulo Kabupaten Sidenreng Rappang. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akuntabilitas mulai terwujud melalui transparansi laporan kegiatan, meskipun belum sepenuhnya konsisten. Responsivitas aparat desa terlihat dalam kesigapan menanggapi kebutuhan masyarakat, tetapi terkendala oleh keterbatasan sumber daya. Efisiensi pelayanan sudah mulai meningkat dengan pemanfaatan sarana teknologi, namun masih menghadapi hambatan pada distribusi tugas dan keterbatasan tenaga kerja. Dari segi efektivitas, sebagian program pelayanan publik sudah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, meskipun capaian belum merata. Kesimpulannya, penerapan prinsip good governance di Desa Bina Baru telah memberikan pengaruh positif terhadap perbaikan pelayanan publik, namun masih memerlukan optimalisasi secara berkelanjutan agar kualitas pelayanan dapat tercapai secara maksimal. Kata kunci: tata kelola pemerintahan; pelayanan publik; akuntabilitas; responsivitas; efisiensi; efektivitas
Digitalisasi Pengelolaan Dana Desa di Desa Bina Baru Kabupaten Sidenreng Rappang Razak, Muhammad Rais Rahmat; Nonci, Nurjannah; Lubis, Sandi; Dayadi; Khaerunnisa, Mutiah
Jurnal Noken: Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 11 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/jn.v11i2.4947

Abstract

This study analyzes the digitization of village fund management in Bina Baru Village, focusing on implementation conditions, stakeholder roles, and strategies for improving effectiveness. Using a qualitative approach with NVivo 12 Plus data analysis through in-depth interviews with Village Head, Finance Head, Village Operator, Village Secretary, and Community Leaders. The research results show that digitization of village fund management experiences paradoxical conditions with partial achievements in various aspects. Digital systems have been successfully implemented operationally internally and provide convenience for village officials in administrative and managerial functions. However, digitization faces significant challenges in public accessibility aspects where the community cannot access digital systems, so the principles of transparency and public accountability have not been optimally achieved. Digital transformation involves collaborative roles from various stakeholders with clear differentiation. Strategies to improve digitization effectiveness require a comprehensive approach including increasing accessibility through public digital portals, stabilizing technical infrastructure, developing human resource capacity, increasing community participation with digital consultation mechanisms, and multi-stakeholder collaboration.
Perbandingan Sistem Pengawasan Lalu Lintas antara Singapura dan Indonesia: Studi Benchmarking Internasional Jabbar, Abdul; Muliani, Muliani; Ahmad, Jamaluddin; Razak, Muhammad Rais Rahmat; Lubis, Sandi; Khaerunnisa, Mutiah; Tahir, Mubarak
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 3 (2026): Bulan Februari
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i3.1218

Abstract

Pelayanan publik yang efektif merupakan indikator penting tata kelola pemerintahan yang baik. Kegiatan pengabdian masyarakat internasional ini bertujuan mengidentifikasi praktik terbaik sistem pengawasan lalu lintas di Singapura yang dapat dijadikan model modernisasi manajemen lalu lintas Indonesia, khususnya sebagai bahan rekomendasi bagi instansi terkait di Indonesia. Kegiatan dilaksanakan pada 14–21 Januari 2025 di Singapura dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi lapangan, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil kegiatan menunjukkan Singapura menerapkan sistem pengawasan lalu lintas berbasis Intelligent Transport System (ITS), Electronic Road Pricing (ERP), dan CCTV berbasis AI yang mampu mendeteksi pelanggaran secara otomatis dan real-time. Sistem ini didukung penegakan hukum konsisten dan partisipasi aktif masyarakat melalui aplikasi digital. Sebaliknya, Indonesia masih menghadapi tantangan keterbatasan teknologi, inkonsistensi penegakan hukum, dan rendahnya integrasi antarinstansi. Kegiatan ini juga berdampak positif terhadap peningkatan wawasan mahasiswa Pascasarjana Administrasi Publik dalam memahami kebijakan publik internasional serta mendukung implementasi kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dan Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi.
E-GOVERNMENT QUALITY AND ORGANIZATIONAL READINESS AS DRIVERS OF PUBLIC SERVICE EFFICIENCY Sandi Lubis; Hardianti Hardianti; Jamaluddin Ahmad; Muhammad Rais Rahmat
Jurnal Ilmiah Wahana Bhakti Praja Vol 15 No 2 (2025)
Publisher : Lembaga Riset dan Pengkajian Strategi Pemerintahan IPDN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33701/jiwbp.v15i2.5969

Abstract

Studi ini meneliti dampak kualitas e-government dan kesiapan organisasi terhadap efisiensi pelayanan publik dan menyelidiki peran mediasi penggunaan e-government dalam konteks pemerintahan daerah. Studi ini menjawab kesenjangan utama dalam literatur di mana kualitas sistem dan kesiapan organisasi sering dianalisis secara terpisah meskipun keduanya relevan secara bersamaan untuk kinerja pelayanan publik digital. Dengan menggunakan desain penjelasan kuantitatif, data survei dikumpulkan dari 300 pegawai negeri sipil di tiga kotamadya di Indonesia (Makassar, Parepare, dan Palopo) dan dianalisis dengan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) untuk memperkirakan efek langsung dan tidak langsung. Hasil menunjukkan bahwa kualitas e-government memiliki dampak positif dan signifikan terhadap efisiensi pelayanan publik, dan kesiapan organisasi juga berkontribusi secara signifikan terhadap hasil efisiensi. Selain itu, penggunaan e-government berfungsi sebagai mekanisme mediasi penting yang memperkuat efek kualitas e-government dan kesiapan organisasi terhadap efisiensi. Kualitas sistem yang lebih tinggi dan kesiapan organisasi yang lebih kuat meningkatkan penggunaan layanan pemerintah digital, yang pada gilirannya meningkatkan efisiensi operasional dalam penyampaian layanan. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya mengintegrasikan kemampuan teknologi dengan kapasitas organisasi dalam inovasi sektor publik, menyoroti bahwa reformasi digital memerlukan sistem yang andal, lembaga yang kompeten, dan keterlibatan pengguna yang aktif. Studi ini memberikan bukti empiris yang menunjukkan bagaimana kesiapan digital dan kualitas sistem berkolaborasi melalui penggunaan aktual untuk mendorong peningkatan efisiensi dalam layanan publik, khususnya dalam konteks subnasional yang sedang berkembang. Secara praktis, wawasan ini memberikan informasi kepada pembuat kebijakan dan manajer tentang bagaimana menyelaraskan investasi dalam peningkatan sistem, kesiapan organisasi, dan strategi dukungan adopsi, sehingga inisiatif transformasi digital menghasilkan peningkatan efisiensi yang terukur dan berkelanjutan.
PENGUATAN TATA KELOLA USAHA GULA AREN BERBASIS KOMUNITAS DIGITAL Lubis, Sandi; Kahar, Kahar; Hardianti, Hardianti; Razak, Muhammad Rais Rahmat
Jurnal Abdi Insani Vol 13 No 1 (2026): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v13i1.3441

Abstract

This community service program was implemented to address the issues of low production efficiency, weak business governance, and limited market reach of Gula Aren products managed by CV. Insan Maiwa Mandiri in Kelurahan Bangkala, Kabupaten Enrekang. The program employed a community-based participatory approach integrating technology and local institutional strengthening, consisting of need assessments, integrated training, activation of the Digital Marketing and Production Management Platform (PDMP) based on Flutter (Android & Web), mentoring, and evaluations. from about 150 packages @100 grams to about 250 packages @100 grams per day), digitalized business records (≥85% of transactions recorded), and expanded market access through social media, a website, and national marketplaces. These findings indicate that applying digital technology through a smart community approach is effective in enhancing the performance and competitiveness of small community-based enterprises in rural areas.
Pengaruh Kepesertaan PBI BPJS Kesehatan terhadap Risiko Catastrophic Health Expenditure di Desa Sumpang Mango Ardi Syanjaya; Sandi Lubis; Irwan Irwan
Sehat Rakyat: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/sehatrakyat.v5i1.7076

Abstract

Catastrophic Health Expenditure (CHE) is an important indicator for assessing the effectiveness of financial health protection, particularly in safeguarding households from excessive health-related expenditures. In Indonesia, the Contribution Assistance Program (PBI) of BPJS Kesehatan is designed as a social protection instrument for poor and vulnerable populations, especially those living in rural areas. This study aims to analyze the effect of PBI membership on the risk of experiencing CHE among households in Sumpang Mango Village. The study employs a quantitative explanatory approach with a cross-sectional design, in which households participating in the PBI program serve as the unit of analysis. Data were collected through a household survey and analyzed using binary logistic regression with the assistance of SmartPLS 3. The analysis also incorporates household income, household size, and health service utilization as control variables. The findings indicate that PBI membership has not been fully effective in significantly reducing the risk of CHE. In contrast, household size and the utilization of health services have a positive and significant effect on the likelihood of experiencing CHE. Meanwhile, household income does not show a significant association with CHE risk. These findings suggest that financial health protection at the village level is not determined solely by health insurance coverage but is also influenced by household structural characteristics and patterns of health service utilization. Therefore, strengthening social protection policies that are more responsive to local conditions and needs is essential to reducing the risk of CHE in rural communities.