Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Pemberdayaan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Kabupaten Sidrap melalui Inovasi Kewirausahaan Berkelanjutan dan Strategi Transformasi Digital Lubis, Sandi; Cahyani Thahir, Inna Mutmainna; Ali Darlis, Muhammad Akbar; Mardia, Ainul
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 5 No 4 (2025): JPMI - Agustus 2025
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpmi.3674

Abstract

Program pengabdian ini bertujuan untuk memperkuat kemandirian ekonomi Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kabupaten Sidrap melalui inovasi kewirausahaan berkelanjutan dan pemanfaatan teknologi digital berbasis cloud. Kegiatan dilaksanakan melalui lokakarya partisipatif dan diskusi kelompok terfokus yang melibatkan anggota IMM, pelaku usaha lokal, dan alumni. Fokus program mencakup penguatan kapasitas dalam pemodelan bisnis, inovasi produk, pemasaran digital, branding, serta pengelolaan keuangan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pola pikir kewirausahaan, keterampilan praktis, dan inisiatif peserta. Peserta mampu merancang dan mempromosikan usaha baru dengan memanfaatkan platform digital secara efektif. Selain itu, kegiatan ini mendorong kolaborasi organisasi, kepercayaan diri, dan semangat berwirausaha di kalangan anggota IMM. Program ini terbukti memberikan dampak positif dalam membentuk ekosistem kewirausahaan yang adaptif dan berkelanjutan. Model pemberdayaan ini dapat direplikasi oleh organisasi pemuda lain sebagai strategi transformasi ekonomi yang kontekstual dan kolaboratif.
Tracing the Evolution of Community Empowerment Models in Development Planning Mustanir, Ahmad; Sellang, Kamaruddin; Adnan, A. Astinah; Lubis, Sandi
JSP (Jurnal Ilmu Sosial dan ilmu Poltik) Vol 28, No 3 (2025): March
Publisher : Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsp.99202

Abstract

This study examines community empowerment models in development planning to identify the most effective and relevant across various socio-political contexts. It examines central themes, research trends, and challenges in community empowerment through a systematic literature review and bibliometric analysis. The article search was conducted comprehensively using the Scopus database, focusing on publications from 2014 to 2024 to ensure a focus on the most recent developments in the field. The results indicate that the Asset-Based Community Development (ABCD), Participatory Rural Appraisal (PRA), and Community-Led Development (CLD) models are the most effective approaches for empowering communities when supported by robust institutional frameworks and adapted to local contexts. This study also highlights the importance of institutional support and a deep understanding of external power structures in enhancing the resilience and sustainability of community empowerment initiatives. These findings suggest the need for further exploration of the interactions between these empowerment models and external factors, such as economic pressures and social hierarchies, to develop more adaptive and contextually appropriate strategies. Further research is also needed on the scalability and long- term sustainability of these models, particularly in diverse and evolving development settings, to ensure that community empowerment efforts can effectively address the complexities of modern development challenges.
PERAN GOOD GOVERNANCE DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK DI TINGKAT DESA BINABARU KABUPATEN SIDENRENG RAPPANG Rahman, Auliyah; Mustanir, Ahmad; Lubis, Sandi
GOVERNANCE: Jurnal Ilmiah Kajian Politik Lokal dan Pembangunan Vol. 12 No. 1 (2025): 2025 September
Publisher : Lembaga Kajian Ilmu Sosial dan Politik (LKISPOL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56015/gjikplp.v12i1.548

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya kualitas pelayanan publik di desa yang dipengaruhi oleh keterbatasan penerapan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis implementasi prinsip akuntabilitas, responsivitas, efisiensi, dan efektivitas dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di Desa Bina Baru Kecamatan Kulo Kabupaten Sidenreng Rappang. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akuntabilitas mulai terwujud melalui transparansi laporan kegiatan, meskipun belum sepenuhnya konsisten. Responsivitas aparat desa terlihat dalam kesigapan menanggapi kebutuhan masyarakat, tetapi terkendala oleh keterbatasan sumber daya. Efisiensi pelayanan sudah mulai meningkat dengan pemanfaatan sarana teknologi, namun masih menghadapi hambatan pada distribusi tugas dan keterbatasan tenaga kerja. Dari segi efektivitas, sebagian program pelayanan publik sudah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, meskipun capaian belum merata. Kesimpulannya, penerapan prinsip good governance di Desa Bina Baru telah memberikan pengaruh positif terhadap perbaikan pelayanan publik, namun masih memerlukan optimalisasi secara berkelanjutan agar kualitas pelayanan dapat tercapai secara maksimal. Kata kunci: tata kelola pemerintahan; pelayanan publik; akuntabilitas; responsivitas; efisiensi; efektivitas
Digitalisasi Pengelolaan Dana Desa di Desa Bina Baru Kabupaten Sidenreng Rappang Razak, Muhammad Rais Rahmat; Nonci, Nurjannah; Lubis, Sandi; Dayadi; Khaerunnisa, Mutiah
Jurnal Noken: Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 11 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/jn.v11i2.4947

Abstract

This study analyzes the digitization of village fund management in Bina Baru Village, focusing on implementation conditions, stakeholder roles, and strategies for improving effectiveness. Using a qualitative approach with NVivo 12 Plus data analysis through in-depth interviews with Village Head, Finance Head, Village Operator, Village Secretary, and Community Leaders. The research results show that digitization of village fund management experiences paradoxical conditions with partial achievements in various aspects. Digital systems have been successfully implemented operationally internally and provide convenience for village officials in administrative and managerial functions. However, digitization faces significant challenges in public accessibility aspects where the community cannot access digital systems, so the principles of transparency and public accountability have not been optimally achieved. Digital transformation involves collaborative roles from various stakeholders with clear differentiation. Strategies to improve digitization effectiveness require a comprehensive approach including increasing accessibility through public digital portals, stabilizing technical infrastructure, developing human resource capacity, increasing community participation with digital consultation mechanisms, and multi-stakeholder collaboration.
STRATEGI IMPLEMENTASI KEBIJAKAN KABUPATEN LAYAK ANAK DALAM MENEKAN PERKAWINAN USIA ANAK DI SIDENRENG RAPPANG Tantu, Hikmayati; Mustanir, Ahmad; Lubis, Sandi
PAPATUNG: Jurnal Ilmu Administrasi Publik, Pemerintahan dan Politik Vol 9 No 1 (2026): PAPATUNG Volume 9 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : GoAcademica Research dan Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/japp.v9i1.1568

Abstract

Perkawinan usia anak atau disingkat dengan PUA adalah merupakan masalah kompleks yang berdampak langsung pada hak anak seperti, kesehatan reproduksi, berkelanjutannya pendidikan, serta kualitas pembangunan manusia. Kebijakan Pemerintah Indonesia Kabupaten Layak Anak (KLA mengembangkan) sebagai kerangka strategi untuk melindungi anak, termasuk mencegah perkawinan dini. Meski demikian, di daerah seperti Kabupaten Sidenreng Rappang, praktik ini tetap berlangsung meskipun ada kebijakan dan lembaga pendukung. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi KLA dalam pencegahan perkawinan usia anak, dengan meneliti strategi pelaksanaan dan dinamika tata kelola kolaboratif. Menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi literatur, penelitian melakukan analisis kritis terhadap dokumen kebijakan, regulasi, dan literatur ilmiah yang relevan. Analisis data bersifat deskriptif-analitis dengan pendekatan tematik, berdasarkan teori implementasi kebijakan Van Meter dan Van Horn serta konsep Collaborative Governance Ansell dan Gash. Hasil kajian menunjukkan implementasi KLA didukung kerangka regulatif dan kelembagaan, namun efektivitasnya dibatasi oleh struktur kolaborasi lintas sektor yang lemah, koordinasi yang belum terlembaga, keterbatasan sumber daya, serta kuatnya norma sosial budaya yang mentoleransi perkawinan usia anak. Penelitian menyimpulkan bahwa keberhasilan KLA tidak hanya bergantung pada pemenuhan administratif, tetapi juga pada penguatan tata kelola kolaboratif yang inklusif, kontekstual, dan berkelanjutan untuk perlindungan anak secara efektif.
Perbandingan Sistem Pengawasan Lalu Lintas antara Singapura dan Indonesia: Studi Benchmarking Internasional Jabbar, Abdul; Muliani, Muliani; Ahmad, Jamaluddin; Razak, Muhammad Rais Rahmat; Lubis, Sandi; Khaerunnisa, Mutiah; Tahir, Mubarak
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 3 (2026): Bulan Februari
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i3.1218

Abstract

Pelayanan publik yang efektif merupakan indikator penting tata kelola pemerintahan yang baik. Kegiatan pengabdian masyarakat internasional ini bertujuan mengidentifikasi praktik terbaik sistem pengawasan lalu lintas di Singapura yang dapat dijadikan model modernisasi manajemen lalu lintas Indonesia, khususnya sebagai bahan rekomendasi bagi instansi terkait di Indonesia. Kegiatan dilaksanakan pada 14–21 Januari 2025 di Singapura dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi lapangan, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil kegiatan menunjukkan Singapura menerapkan sistem pengawasan lalu lintas berbasis Intelligent Transport System (ITS), Electronic Road Pricing (ERP), dan CCTV berbasis AI yang mampu mendeteksi pelanggaran secara otomatis dan real-time. Sistem ini didukung penegakan hukum konsisten dan partisipasi aktif masyarakat melalui aplikasi digital. Sebaliknya, Indonesia masih menghadapi tantangan keterbatasan teknologi, inkonsistensi penegakan hukum, dan rendahnya integrasi antarinstansi. Kegiatan ini juga berdampak positif terhadap peningkatan wawasan mahasiswa Pascasarjana Administrasi Publik dalam memahami kebijakan publik internasional serta mendukung implementasi kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dan Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi.
E-GOVERNMENT QUALITY AND ORGANIZATIONAL READINESS AS DRIVERS OF PUBLIC SERVICE EFFICIENCY Sandi Lubis; Hardianti Hardianti; Jamaluddin Ahmad; Muhammad Rais Rahmat
Jurnal Ilmiah Wahana Bhakti Praja Vol 15 No 2 (2025)
Publisher : Lembaga Riset dan Pengkajian Strategi Pemerintahan IPDN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33701/jiwbp.v15i2.5969

Abstract

Studi ini meneliti dampak kualitas e-government dan kesiapan organisasi terhadap efisiensi pelayanan publik dan menyelidiki peran mediasi penggunaan e-government dalam konteks pemerintahan daerah. Studi ini menjawab kesenjangan utama dalam literatur di mana kualitas sistem dan kesiapan organisasi sering dianalisis secara terpisah meskipun keduanya relevan secara bersamaan untuk kinerja pelayanan publik digital. Dengan menggunakan desain penjelasan kuantitatif, data survei dikumpulkan dari 300 pegawai negeri sipil di tiga kotamadya di Indonesia (Makassar, Parepare, dan Palopo) dan dianalisis dengan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) untuk memperkirakan efek langsung dan tidak langsung. Hasil menunjukkan bahwa kualitas e-government memiliki dampak positif dan signifikan terhadap efisiensi pelayanan publik, dan kesiapan organisasi juga berkontribusi secara signifikan terhadap hasil efisiensi. Selain itu, penggunaan e-government berfungsi sebagai mekanisme mediasi penting yang memperkuat efek kualitas e-government dan kesiapan organisasi terhadap efisiensi. Kualitas sistem yang lebih tinggi dan kesiapan organisasi yang lebih kuat meningkatkan penggunaan layanan pemerintah digital, yang pada gilirannya meningkatkan efisiensi operasional dalam penyampaian layanan. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya mengintegrasikan kemampuan teknologi dengan kapasitas organisasi dalam inovasi sektor publik, menyoroti bahwa reformasi digital memerlukan sistem yang andal, lembaga yang kompeten, dan keterlibatan pengguna yang aktif. Studi ini memberikan bukti empiris yang menunjukkan bagaimana kesiapan digital dan kualitas sistem berkolaborasi melalui penggunaan aktual untuk mendorong peningkatan efisiensi dalam layanan publik, khususnya dalam konteks subnasional yang sedang berkembang. Secara praktis, wawasan ini memberikan informasi kepada pembuat kebijakan dan manajer tentang bagaimana menyelaraskan investasi dalam peningkatan sistem, kesiapan organisasi, dan strategi dukungan adopsi, sehingga inisiatif transformasi digital menghasilkan peningkatan efisiensi yang terukur dan berkelanjutan.
PENGUATAN TATA KELOLA USAHA GULA AREN BERBASIS KOMUNITAS DIGITAL Lubis, Sandi; Kahar, Kahar; Hardianti, Hardianti; Razak, Muhammad Rais Rahmat
Jurnal Abdi Insani Vol 13 No 1 (2026): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v13i1.3441

Abstract

This community service program was implemented to address the issues of low production efficiency, weak business governance, and limited market reach of Gula Aren products managed by CV. Insan Maiwa Mandiri in Kelurahan Bangkala, Kabupaten Enrekang. The program employed a community-based participatory approach integrating technology and local institutional strengthening, consisting of need assessments, integrated training, activation of the Digital Marketing and Production Management Platform (PDMP) based on Flutter (Android & Web), mentoring, and evaluations. from about 150 packages @100 grams to about 250 packages @100 grams per day), digitalized business records (≥85% of transactions recorded), and expanded market access through social media, a website, and national marketplaces. These findings indicate that applying digital technology through a smart community approach is effective in enhancing the performance and competitiveness of small community-based enterprises in rural areas.