Claim Missing Document
Check
Articles

Pembaharuan Kaum Muda dan Konstruksi Muslim Moderat di Indonesia Afifi, Abdullah A; Eliza, Mona
AL-IMAM: Journal on Islamic Studies, Civilization and Learning Societies Vol 6 No 2 (2025)
Publisher : IDRIS Darulfunun Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58764/j.im.2025.6.128

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk meneliti lintasan historis dan intelektual gerakan reformasi Kaum Muda dan peran pentingnya dalam membangun identitas Muslim moderat di Indonesia. Studi ini berupaya menunjukkan bagaimana etos reformis Kaum Muda telah membentuk moderasi Islam, progresivisme, dan keterlibatan sosial dari awal abad ke-20 hingga periode kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan konseptual-kualitatif dengan analisis historis-kritis dan tinjauan pustaka. Data primer diambil dari buku-buku akademis, artikel jurnal yang ditelaah sejawat, dokumen sejarah, dan karya-karya intelektual kunci tentang reformasi Islam, Islam Indonesia, dan moderasi. Analisis ini mensintesis periode sejarah, wacana reformasi, dan dinamika kontemporer untuk mengidentifikasi pola kontinuitas dan transformasi. Studi ini menemukan bahwa reformasi Kaum Muda meletakkan fondasi yang kokoh bagi moderasi Islam Indonesia melalui reformasi pendidikan, integrasi pengetahuan agama dan sains, dan penekanan pada etika sosial daripada dominasi politik. Ekspresi kontemporer Islam moderat dan Islam progresif ditunjukkan sebagai perluasan dari warisan reformis ini. Lebih lanjut, pengalaman Indonesia menunjukkan bahwa Islam dapat hidup berdampingan secara konstruktif dengan demokrasi, pluralisme, dan nilai-nilai kemanusiaan global. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman yang lebih mendalam tentang moderasi Islam sebagai proyek peradaban, bukan sekadar agenda politik jangka pendek. Penelitian ini memberikan wawasan konseptual bagi para pembuat kebijakan, pendidik, dan lembaga keagamaan dalam memperkuat Islam moderat melalui pendidikan, tata kelola, dan keterlibatan sosial. Artikel ini menawarkan kerangka kerja historis-konseptual terintegrasi yang menghubungkan reformasi Kaum Muda awal dengan tantangan masa kini dan masa depan, memposisikan Islam Indonesia sebagai model Islam yang konstruktif, progresif, dan moderat di abad ke-21 dan seterusnya.
Waqf, Shared Value and the Rise of Society Governance Afifi, Abdullah A
Perwakilan: Journal of Good Governance, Diplomacy, Customary Institutionalization and Social Networks Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : IDRIS Darulfunun Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58764/j.prwkl.2025.3.138

Abstract

This article advances the argument that waqf (Islamic endowment) constitutes a foundational model of society governance, in which communities institutionalize moral responsibility into durable public capacity. Rather than viewing waqf solely as a charitable or financial instrument, the study conceptualizes it as a governance architecture that enables societies to mobilize, preserve, and deploy resources for collective welfare independent of fluctuating political regimes. Through a narrative-historical analysis, the article traces waqf’s evolution from the Prophetic model of trust-based stewardship and the institutional consolidation under the early caliphs, to its resilience during dynastic centralization, its fiscal institutionalization in the Ottoman period, and its contemporary transformation within modern regulatory frameworks. Central to the analysis is the proposition that waqf embodies an early and enduring form of shared value creation. By preserving endowed capital while continuously generating social returns, waqf integrates economic sustainability with public benefit. This dual function positions waqf as a bridge between moral economy and modern governance theory, aligning closely with contemporary debates on stakeholder capitalism, sustainable development, and civil society resilience. The article further argues that waqf is more than its challenges. While issues of governance reform, transparency, and asset optimization remain significant, these represent transitional adjustments rather than structural weaknesses. Properly institutionalized, waqf strengthens community autonomy, enhances accountability through trusteeship, and sustains intergenerational responsibility. In an era marked by fiscal strain and institutional distrust, waqf offers a society-centered governance paradigm capable of generating shared value and reinforcing collective capacity beyond the limits of state and market mechanisms.