Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Dari Alkitab ke alki(tab)? Preferensi Nasrani mengenai Fenomena Penggunaan Kitab Nole, Otniel Aurelius
SUNDERMANN: Jurnal Ilmiah Teologi, Pendidikan, Sains, Humaniora dan Kebudayaan Vol. 17 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : STT BNKP Sundermann

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36588/sundermann.v17i2.143

Abstract

Kitab digital telah menjadi alat dan bahan penting untuk belajar dan beribadah dalam komunitas Kristen. Meski demikian, sebagian perilaku umat Nasrani, tetap mempertahankan kebiasaan menggunakan Alkitab dalam konteks Indonesia. Peneliti berargumen bahwa orang Kristen mempunyai preferensi terkait budaya menggunakan salah satu atau keduanya sesuai sikon: Alkitab dan/atau alki(tab). Tujuan penelitian ini ialah menganalisis preferensi Nasrani mengenai fenomena penggunaan kitab yang dianalisis berdasarkan perspektif sosiologi agama. Metode penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan reviu literatur, observasi, wawancara, dan Screenshot Diaries. Peneliti menemukan bahwa modernisasi memengaruhi perubahan sosial yang membuat masyarakat mengakrabkan diri dengan era digital. Hal itu telah tampak dalam siklus kehidupan tertentu yang mencerminkan keadaan dalam menggunakan alki(tab), selain Alkitab. Walaupun ada kitab digital, sebagian umat tetap memilih menggunakan Alkitab karena keyakinan bahwa menggunakan Alkitab lebih tidak terdistorsi oleh godaan perangkat elektronik. Penggunaan kitab tentu memperlihatkan keuntungan sekaligus tantangan. Ada transformasi ganda dari perilaku orang Kristiani mengenai penggunaan kitab yang berimplikasi pada preferensi.
Emotional health and spiritual well-being in trauma survivors of natural disasters in Palu, Central Sulawesi, Indonesia: The role of community resilience Nole, Otniel Aurelius; Ranimpi, Yulius Yusak; Fjaagesund, Shauna
Psikohumaniora: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : Faculty of Psychology and Health - Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/pjpp.v10i2.25100

Abstract

Natural disasters struck Palu, Indonesia, on September 28, 2018. Nevertheless, the problem of post-traumatic stress disorder (PTSD) symptoms remains, even though the Palu community builds resilience communally concerning emotional and spiritual conditions. This research aims to investigate the relevance of community resilience to emotional health and spiritual well-being in trauma survivors of natural disasters in Palu. The qualitative research method involved a photovoice approach involving voices from photographs. The seven participants were all residents of Palu and came from areas that had experienced the greatest impact of natural disasters. Data analysis in the research was based on thematic analysis. The research findings are that community resilience is related to emotional health and spiritual well-being based on eight factors: themes related to emotional health are residential, financial, cultural, and capital; while those related to spiritual well-being are supernatural, ritual, social, and moral. The eight factors emphasize interconnected meanings and describe a model of community resilience. The research contributes to the significance of new insights that motivate governments, social institutions, and policymakers in terms of human empowerment, social advocacy, and sustainable development.