Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

OPTIMALISASI MEDIA SOSIAL SEBAGAI SARANA PROMOSI WISATA KABUPATEN PANGANDARAN Rozaq, Miftahul; Sutarjo, Moch. Armien Syifaa; Alwaton, Yogie; Claudia, Febriyanti; Fariza, Muhammad Rio; Widyaningrum, Septiana Yustika
JP2N : Jurnal Pengembangan Dan Pengabdian Nusantara Vol. 3 No. 1 (2025): JP2N: September- Desember 2025
Publisher : Yayasan Pengembangan Dan Pemberdayaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62180/y07ax617

Abstract

Kabupaten Pangandaran memiliki potensi wisata alam, bahari, budaya, dan UMKM yang kuat, namun pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi masih belum optimal. Tantangan utama yang dihadapi mitra, yaitu Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disbudpar) serta komunitas pengelola wisata, meliputi keterbatasan kemampuan produksi konten digital, rendahnya konsistensi unggahan, serta minimnya strategi komunikasi yang terstruktur. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas promosi digital melalui pelatihan strategi media sosial, workshop pembuatan konten kreatif, dan pendampingan berkelanjutan melalui 30-day posting challenge. Metode yang diterapkan mencakup ceramah interaktif, diskusi, praktik pengambilan foto dan video, analisis konten lokal, serta evaluasi melalui wawancara dengan perwakilan mitra dan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap teknik produksi konten menggunakan smartphone, penggunaan storytelling visual, dan pengelolaan akun berbasis insight. Umpan balik dari peserta menyatakan bahwa pelatihan memberikan keterampilan praktis yang sebelumnya belum dimiliki, sedangkan perwakilan Disbudpar menilai kegiatan ini efektif dalam memperkuat kapasitas SDM promosi daerah. Monitoring melalui tantangan konsistensi selama 30 hari juga menunjukkan peningkatan minat dan komitmen peserta dalam mengelola media sosial secara berkelanjutan. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil mengoptimalkan kemampuan promosi digital pelaku wisata dan mendukung upaya branding daerah secara lebih profesional dan terarah.
How To Digital Savvy: Pelatihan Etika Digital untuk Generasi Z di MAN 1 Pangandaran Milyane, Tita Melia; Widyaningrum, Septiana Yustika; Zefanya, Alika
Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstorming Vol 9, No 1 (2026): Jurnal Abdimas PHB : Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstormin
Publisher : Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/japhb.v9i1.9500

Abstract

Perkembangan era digital membawa implikasi signifikan terhadap pola komunikasi generasi muda, khususnya dalam penggunaan media sosial dan platform daring. Hasil observasi awal di MAN 1 Pangandaran menunjukkan bahwa siswa telah aktif menggunakan internet dalam kehidupan sehari-hari, namun belum sepenuhnya dibekali pemahaman yang memadai mengenai etika digital, literasi media, serta pengelolaan citra diri di ruang digital. Kondisi ini berpotensi memunculkan berbagai permasalahan, seperti perilaku komunikasi yang tidak etis, risiko perundungan siber, penyebaran informasi yang tidak terverifikasi, serta lemahnya kesadaran terhadap jejak digital. Merespons situasi tersebut, Program Studi Digital Public Relations Telkom University melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan tema “Etika Digital: Pengenalan dan Pelatihan” sebagai solusi edukatif untuk meningkatkan kesadaran dan kompetensi siswa dalam berperilaku secara bertanggung jawab di dunia maya. Kegiatan ini dilaksanakan melalui metode sosialisasi partisipatif dan diskusi interaktif yang mencakup materi etika internet, literasi media digital, serta strategi membangun personal branding yang positif. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan membandingkan pemahaman peserta sebelum dan sesudah kegiatan melalui indikator peningkatan pengetahuan, perubahan sikap terhadap etika berkomunikasi daring, serta kemampuan peserta dalam mengidentifikasi perilaku digital yang etis dan tidak etis. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa terhadap prinsip etika digital, meningkatnya kesadaran akan pentingnya tanggung jawab dalam bermedia digital, serta kemampuan awal dalam membangun citra diri yang positif di ruang daring.
Wisata Religi sebagai Strategi Branding Kampung Adat Jalawastu Widyaningrum, Septiana Yustika; Turyati, Turyati
Da'watuna: Journal of Communication and Islamic Broadcasting Vol. 6 No. 1 (2026): Da'watuna: Journal of Communication and Islamic Broadcasting
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/dawatuna.v6i1.11535

Abstract

Jalawastu Traditional Village in Brebes Regency is a tourism village that represents the acculturation of local indigenous traditions and Islamic values. This study aims to examine religious tourism as a destination branding strategy for Jalawastu Traditional Village by emphasizing the integration of culture, spirituality, and a community-based tourism (CBT) approach. The research employs a qualitative methodology through field observations, interviews with traditional leaders, documentation, and a literature review. Data were analyzed thematically to identify branding practices, community involvement, and the roles of stakeholders in sustainable tourism development. The findings indicate that religious tourism branding in Jalawastu Traditional Village is constructed through the integration of cultural and spiritual elements reflected in the Ngasa Traditional Ceremony, the Perang Centong ritual, the uniformity of traditional house architecture, the symbolism of white attire, and collective prayer practices. The CBT approach positions the indigenous community as the primary actor in cultural preservation and tourism management, while local government and educational institutions serve as facilitators of empowerment and capacity building, including digital marketing training. In addition, the utilization of conventional and digital media, such as documentary films and online promotional platforms, has proven effective in expanding branding outreach and strengthening tourism experiences grounded in cultural and spiritual narratives. This study concludes that religious tourism functions not only as a destination promotion strategy but also as a mechanism for preserving the cultural and spiritual identity of indigenous communities.